Myro Aras hanyalah seorang yang hobi bermain game. Di suatu game online ia adalah pemain terbaik disana tetapi saat sedang melawan suatu bos di dalam game dan berhasil menang, Myro tiba-tiba merasa mengantuk dan tertidur.
Ia terbangun menjadi seorang bayi di dunia yang dipenuhi oleh kekuatan unik dan sihir ini. Tempat dimana kekuatan seseorang yang menentukan segalanya. Myro memutuskan untuk berjalan di jalan seorang penyihir dan berjalan menuju puncak. Disertai bantuan sistem yang memberinya kecurangan dengan bisa membawa kekuatan Myro dari game sebelumnya.
Lihatlah Myro berjalan menuju puncak bersama orang-orang yang mempercayainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 : PERPUSTAKAAN SIHIR
Penyihir Jale memandang seluruh murid yang ada di kelas tersebut dan berkata "Aku akan bertanya kepada kalian para murid biasa, bagaimana rasanya perlakuan yang kalian terima dari Akademi Tumbuhan Sihir?".
Seluruh kelas tersebut menjadi diam. Penyihir Jale tersenyum dan berkata "Perlakuannya sangat buruk kan? Aku akan memberitahu kalian, saya Jale Zergas setuju dengan aturan mengenai perlakuan terhadap bangsawan dan murid biasa. Kalian merasa aneh? Mengapa aku yang seorang dulunya juga dari orang biasa dan diperlakukan dengan buruk sebelum menjadi penyihir senior juga setuju dengan perlakuan seperti itu terhadap murid biasa?".
Penyihir Jale segera terlihat berubah. Matanya yang sebelumnya terlihat lelah sekarang dipenuhi energi. Badannya yang sebelumnya terlihat kurus sekarang berdiri dengan sangat kuat seakan-akan tidak ada yang bisa menjatuhkannya. Tekanan disekitar penyihir Jale juga meningkat, bahkan para murid dapat merasakan tekanan tersebut.
Penyihir Jale segera berkata "Saya setuju karena seseorang yang tidak memiliki tekad tidak akan bisa menjadi penyihir senior. Kalian pikir seberapa sulit bagiku untuk menjadi penyihir senior seperti sekarang? Seberapa sulit bagiku yang berasal dari orang biasa ini menjadi penyihir yang bahkan ditakuti oleh para bangsawan? Aku bahkan mendapatkan ajakan dari beberapa kerajaan untuk memberikanku gelar bangsawan juga. Tapi aku menolak dan tetap di Akademi Tumbuhan Sihir menjadi pengajar".
"Aku akan memberitahu kalian, ketika aku seorang penyihir magang aku terus berlatih. Disaat para bangsawan itu makan-makanan yang didapatkan mereka dengan mudah dari membeli, aku berlatih membunuh monster di hutan dan memakannya. Disaat para bangsawan itu sedang bermain di villa mewah mereka, aku berlatih di kamar yang terlihat akan hancur. Disaat para murid tertidur, aku masih berlatih tanpa henti. Ratusan murid biasa bersama ku bergabung dengan Akademi Tumbuhan Sihir pada tahun itu, tapi hanya aku yang menjadi penyihir senior".
"Disaat para murid itu menyerah menjadi penyihir dan pergi meninggalkan Akademi Tumbuhan Sihir, aku masih terus berlatih. Bahkan disaat hampir semua murid biasa sudah pergi meninggalkan Akademi Tumbuhan Sihir karena berpikir bahwa mereka tidak akan bisa menjadi penyihir yang hebat, aku Jale Zergas masih berpikir dengan kuat bahwa aku akan menjadi penyihir senior".
"Disaat aku berada di tingkat 9 penyihir junior dan tidak bisa menjadi penyihir senior, rekan-rekan ku memberitahuku untuk menyerah. Mereka memberitahuku untuk pergi meninggalkan Akademi Tumbuhan Sihir bersama mereka dan kembali ke desa. Aku menolak dan pergi ke peperangan. Bertempur dan berlumuran dengan darah, aku akhirnya mencapai tingkat yang sekarang. Dengan darah tersebut aku menjadi penyihir senior yang ditakuti".
"Kalian merasa diperlakukan dengan buruk di akademi sihir ini, itu semua karena kalian tidak memiliki uang, kekayaan bahkan kekuatan! Jika kalian merasa marah dengan bangsawan tersebut maka berlatihlah. Jadilah lebih kuat, jangan berhenti berlatih hanya karena kalian berpikir tidak mungkin menjadi penyihir hebat. Jika kalian memang merasa bahwa perlakuan terhadap bangsawan itu baik dan kalian diperlakukan buruk sehingga kalian marah tapi tidak berusaha menjadi lebih kuat. Maka pergi! Akademi tidak membutuhkan murid lemah seperti kalian".
"Aku juga akan memberitahu kalian bahwa yang paling mudah dilatih adalah bangsawan. Bahkan diantara 20 penyihir senior di Akademi Tumbuhan Sihir, 15 dari mereka berasal dari keluarga bangsawan. Mereka memiliki sumber daya kultivasi yang banyak, sedangkan kalian apa yang bisa kalian pakai sehingga lebih baik daripada para bangsawan itu? Hanya tekad, jika kalian tidak memiliki tekad tersebut maka kalian bisa melangkah pergi dari pintu ini", kata penyihir Jale dengan dipenuhi tekanan di sekitarnya.
Segera setelah itu, penyihir Jale menghilangkan tekanannya dan kembali ke matanya yang terlihat lelah lagi. Lalu ia berkata "Baiklah, untuk bangsawan aku rasa tidak perlu memberi kalian semangat karena itu tidak dibutuhkan. Kita akan mulai saja mengenai sihir".
Penyihir Jale berkata lagi "Untuk beberapa dari kalian mungkin berpikir bahwa akademi sihir jauh lebih kuat daripada kerajaan. Tapi, kerajaan juga memiliki penyihir bahkan penyihir senior. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai hanya akademi sihir yang memiliki penyihir itu salah. Sihir dibagi menjadi 10 level. Sedangkan kalian yang hanya seorang penyihir magang bisa memakai sihir level 0 dan merupakan sihir terlemah".
"Semakin banyak elemen yang dimiliki penyihir maka penyihir tersebut akan semakin kuat, karena mereka bisa memakai sihir yang lebih banyak dan mencampurkan elemen tersebut. Seperti aku yang hanya memiliki elemen tumbuhan dan tanah. Jadi, aku bisa memakai sihir tumbuhan atau sihir tanah atau bahkan sihir gabungan dari tumbuhan dan tanah. Sedangkan penyihir dengan sebuah elemen hanya bisa memakai sebuah tipe sihir saja sesuai dengan elemennya".
"Untuk masalah mantra, kalian masih harus membaca mantra dengan keras saat memakai sihir. Tapi, ketika kalian mencapai tingkat penyihir junior maka kalian bisa berlatih memakai sihir tanpa membaca mantra".
"Baiklah, pelajaran selesai sampai disini. Mulai besok kalian bisa berlatih sendiri. Kalian bisa memakai buku di perpustakaan untuk belajar mantra sihir baru. Jika ada yang akan kalian tanyakan maka kalian bisa menemui ku. Kalian harus berlari sendiri, karena setiap murid memiliki latihan dan elemen yang berbeda. Tetapi, jika kalian memiliki masalah dalam kultivasi atau jika kalian tidak mengerti cara menggunakan sihir kalian bisa menemui ku dan bertanya. Aku biasanya ada di laboratorium. Baiklah, mulai besok jangan datang lagi ke kelas".
"Aku juga memiliki beberapa penelitian yang harus diselesaikan jadi aku tidak bisa mengajar kalian. Kalian juga boleh mencari penyihir lain untuk belajar, tapi mereka biasanya membuka kelas dan kalian harus membayar kelas tersebut jika akan belajar di kelas tersebut. Serta kebanyakan dari mereka hanyalah penyihir junior, tapi itu sudah cukup bagi kalian. Sedangkan jika kalian akan belajar sendiri maka kalian bisa pergi ke perpustakaan untuk mencari buku, tapi setiap buku juga harus membayar. Membayar buku jauh lebih murah daripada membayar untuk kelas yang diajari oleh penyihir. Tapi, jika kalian diajari oleh penyihir kalian bisa mendapatkan beberapa saran atau pengetahuan mengenai pengalaman penyihir tersebut dalam berlatih yang jauh lebih baik daripada hanya membaca. Baiklah, sekian".
Setelah berkata seperti itu, penyihir Jale mulai berjalan pergi meninggalkan kelas. Para murid segera berdiri dan mulai berjalan pergi dari kelas juga untuk melakukan kegiatan masing-masing. Myro terkejut dan berkata "Apa? Kelasnya hanya seperti ini?".
Boldes menatap Myro dengan aneh dan berkata "Ya, memangnya kau tidak tahu? Para penyihir itu lebih tertarik dengan penelitian mereka sendiri. Mereka juga akan berlatih terus-terusan walaupun sudah menjadi penyihir senior, jadi mereka tidak punya banyak waktu untuk mengajari kita. Kecuali beberapa penyihir yang tertarik dengan uang, maka mereka akan membuka kelas mereka sendiri".
Mendengar itu, Myro langsung berkata "Lalu, apa gunanya datang ke akademi sihir jika kita tidak diajari mengenai sihir?".
Tirse yang sambil memegang bukunya segera bersemangat dan berkata "Gunanya adalah di akademi sihir memiliki banyak buku mengenai sihir. Mantra sihir tidak dijual dan hanya beberapa bangsawan dan akademi sihir saja yang memilikinya. Jadi kita orang biasa hanya bisa membaca dan belajar buku sihir di akademi sihir".
Boldes mengangguk dan berkata "Kita juga mendapatkan sumber daya kultivasi untuk meningkatkan kekuatan kita. Jika kita tidak di akademi sihir maka darimana kita mendapatkan kristal mana? Kita bukan bangsawan yang memiliki sumber daya kultivasi dari keluarga".
Myro segera bertanya lagi "Lalu, kenapa bangsawan harus belajar di akademi? Mereka memiliki sumber daya kultivasi sendiri dan juga mantra sihir di keluarga mereka. Jadi mengapa repot-repot belajar di akademi sihir?".
Boldes berkata "Karena akademi sihir memiliki sihir mereka sendiri. Kau lihat pengajar kita tadi, Penyihir Jale Zergas yang terkenal dengan sihir kuat yang ia buat sendiri "Labirin Kematian". Sudah banyak penyihir yang mati di bawah sihir itu. Lagipula akademi sihir juga memiliki beberapa sumber daya kultivasi yang sangat kuat bahkan tidak dimiliki oleh para bangsawan. Jadi bangsawan tersebut membutuhkan sumber daya kuat tersebut. Lagipula disini mereka bisa belajar dari banyak penyihir, jadi para bangsawan juga akan tertarik untuk belajar di akademi sihir. Sedangkan akademi sihir mendapatkan uang mereka. Semuanya saling menguntungkan".
Myro hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berkata lagi "Kita akan pergi kemana sekarang? Perpustakaan?".
Boldes mengangguk dan berkata "Ya, kita akan membayar untuk meminjam buku. Lagipula, jika belajar di kelas penyihir itu sangat mahal. Yang paling murah pun sekitar 10 kristal mana untuk sebuah kelas yang setara dengan uang kita sebulan yang diberikan oleh akademi. Jadi lebih baik ke perpustakaan. Dengan sebuah kristal mana kau bisa meminjam beberapa buku yang sangat berguna. Kita penyihir perlu meminjam banyak buku juga, karena perlu banyak hal untuk dipelajari".
Myro, Kiel dan Tirse mengangguk dan mereka segera berjalan untuk pergi ke perpustakaan. Saat sedang jalan ke perpustakaan, Kiel melihat sebuah ruangan dan segera menjadi bersemangat. Kiel segera berkata
"Bagaimana kalau sudah ke perpustakaan kita kesini dulu?".
Myro, Boldes dan Tirse berhenti dan melihat sebuah ruangan yang ditunjuk Kiel. Tirse segera berkata "Tempat Pelatihan Pertarungan?".
Myro berkata "Bukankah disini tempat untuk melatih kemampuan kita untuk bertarung memakai senjata. Kenapa kita harus kesini, bukankah lebih baik pergi ke tempat latihan sihir untuk melihat perkembangan kemampuan sihir kita?".
Kiel segera berkata "Apa yang kalian katakan? Penyihir juga harus melatih tubuh mereka. Bagaimana jika kalian diserang oleh seorang petarung yang sudah sangat dekat dengan kalian sehingga tidak memiliki waktu untuk membaca mantra? Kita harus melatih pertarungan dengan senjata jika terjadi kejadian seperti itu".
Mendengar itu Boldes juga mengangguk dan berkata "Aku ras itu benar, baiklah kita bisa kesini setelah dari perpustakaan".
Tirse segera berkata "Aku tidak tertarik. Lebih baik aku pulang dan membaca buku yang akan aku pinjam dari perpustakaan. Kalian bisa pergi sendiri".
Boldes segera mengangguk dan berkata "Bagaimana denganmu Myro?".
Myro segera menggelengkan kepalanya dan berkata "Aku juga tidak pergi".
Boldes segera berkata "Kenapa? Melatih pertarungan jarak dekat itu juga penting".
Myro berkata "Karena aku akan pergi berburu. Aku sekarang sangat lapar, jadi setelah dari perpustakaan aku akan kembali ke kamar untuk menaruh buku lalu pergi berburu makan siang terlebih dahulu".
Boldes, Kiel dan Tirse segera tersadar akan kelaparan mereka setelah diberitahu oleh Myro. Bahkan perut Kiel mengaum dengan keras. Mendengar suara itu, semua orang tertawa dengan keras. Kiel juga tertawa dengan malu dan berkata "Ya, lebih baik pulang dulu dan mencari makan".
Setelah itu, mereka mulai berjalan lagi menuju ke perpustakaan. Perpustakaan ditutupi oleh sebuah pintu besar. Di samping pintu tersebut terdapat patung yang berbentuk seperti monster dan memiliki sayap. Jika di dunia Myro sebelumnya, patung ini seperti monster yang disebut Gargoyle.
Boldes mendorong pintu perpustakaan itu dengan pelan. Lalu mereka tiba di perpustakaan sihir dari akademi sihir.
Saat ini, perpustakaan tersebut terdapat sangat sedikit orang. Di perpustakaan terdapat banyak rak buku mungkin sekitar jutaan buku. Bahkan ada juga buku di lantai berikutnya, Myro bisa melihat bahwa di lantai atas juga terdapat rak buku.
Di tengah perpustakaan terdapat mengenai aturan yang ada di perpustakaan ini. Seperti untuk tidak berbicara dengan keras dan hanya penyihir junior ke atas yang bisa datang ke lantai atas. Untuk penyihir magang hanya boleh meminjam buku dari lantai paling dasar ini.
Myro, Boldes, Kiel dan Tirse mulai berjalan menuju rak buku. Disetiap rak buku tertulis harga dari buku tersebut serta seorang murid tidak bisa mengambil buku tersebut sebelum membayar. Jadi mereka hanya perlu menaruh uang di sebuah kotak di samping rak buku, setelah itu mereka bisa mengambilnya.
Myro mulai melihat buku-buku yang ada disana. Kebanyakan buku mantra sihir merupakan buku yang paling mahal. Lagipula dengan buku mantra sihir, seorang murid bisa mempelajari sihir baru. Lalu ada juga buku mengenai sejarah dunia yang termasuk paling murah. Bahkan ada juga buku mengenai cara berlatih pedang atau senjata lainnya serta dasar-dasar alkemis, dasar-dasar penyihir pengguna monster serta pekerjaan sampingan seorang penyihir lainnya.
Myro segera mengambil buku mantra sihir Perisai Tanah, Tumbuhan pengikat, serta teleportasi jarak kecil yang merupakan sihir level 0 serta memiliki kecocokan elemen dengan Myro.
Myro juga akan mengambil buku-buku pekerjaan penyihir sampingan lainnya seperti alkemis dan buku pelatihan pedang. Tapi, sebuah suara segera muncul di pikiran Myro yang menghentikan Myro untuk mengambil buku-buku tersebut.
"Tuan muda, saya rasa anda tidak perlu mengambil buku-buku dasar tersebut", kata Shar kepada Myro.
Myro segera bertanya dalam pikirannya "Kenapa?".
"Begini tuan muda. Saya KEBETULAN menemukan beberapa buku tentang pelatihan alkemis, pelatihan pedang dan buku mengenai pekerjaan sampingan penyihir lainnya di lantai atas. Buku-buku tersebut jauh lebih lengkap daripada buku di lantai ini. Jadi tuan muda tidak perlu membeli buku-buku tersebut lagi, karena saya kebetulan menemukan buku tersebut", kata Shar.
Myro mengangguk dan berkata di pikirannya "Ya, keberuntungan mu memang sangat baik Shar. Disaat aku kekurangan kristal mana sebelumnya kau sebelumnya KEBETULAN menemukan dompet dan sekarang disaat aku perlu buku kau KEBETULAN lagi menemukan buku. Ini benar-benar keberuntungan".
Setelah itu, Myro tidak mengambil buku-buku itu lagi dan hanya mengambil buku tentang mantra sihir. Karena jika ia tidak membeli apapun maka orang-orang akan curiga saat Myro bisa memakai banyak sihir dan secara KEBETULAN buku-buku tersebut menghilang dari perpustakaan.
Myro mendatangi Boldes dan yang lainnya dan berkata "Apakah kalian sudah selesai?".