NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:27.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Membuka Mata

Beberapa petugas datang, bahkan Kalina sudah datang dengan pengacaranya.

Karen yang akan di bawa oleh petugas segera mendekati Alex.

"Alex, tolong aku. Aku tidak melakukan itu. Kamu lihat Sheza datang dengan pria itu kan? ini semua pasti ulahnya. Dia hanya ingin merusak nama baikku. Alex, aku sungguh tidak melakukan semua itu!"

"Tenang saja!" kata Alex yang menepuk tangan Karen.

Sheza yang melihat itu memalingkan wajahnya segera. Rasanya Sheza muak sekali melihat pemandangan itu. Dua orang yang menurutnya sangat membuatnya merasa jijik.

"Jangan dilihat, hanya akan mengotori matamu!" bisik Jendra.

"Ini pasti karena Sheza marah padaku, makanya dia membantu wanita itu! atau mungkin wanita itu adalah suruhannya! Sheza dan pria itu membayarnya untuk menjebak ku!" kata Karen dengan sangat memelas.

Nella sampai menggelengkan kepalanya. Wanita paruh baya itu tampaknya sangat terpengaruh pada apa yang dikatakan oleh Karen.

"Sheza, kenapa kamu harus melakukan semua ini? di depan semua orang? apa kamu tidak kasihan pada Karen. Karen juga sepupu kamu, dia berlatih selama berminggu-minggu, kenapa kamu menjebaknya..."

"Diam!" sela Jendra sambil menunjuk ke arah Nella.

Sheza tetap diam, karena dia memang sudah tidak lagi perduli dengan apapun yang akan dikatakan oleh ayah dan ibunya. Tapi, Jendra tidak bisa diam. Ketika ada yang berusaha menyakiti dan membuat hati istrinya terusik. Dia sama sekali tidak bisa tenang, dan hanya menyaksikannya begitu saja.

Jendra melotot ke arah Nella. Tak perduli sama sekali jika wanita itu adalah ibu dari istrinya. Yang dia tahu, wanita di depannya itu menuduh istrinya, dan dia tidak terima.

"Kamu memang orang yang berpengaruh, tapi kamu siapanya Sheza? kami orang tua Sheza..."

Pras ikut bicara, maksudnya adalah membela Nella.

"Kalian benar-benar tidak tahu malu! masih menyebut diri sebagai orang tua Sheza! Kalian jelas tahu telah melakukan ketidakadilan selama ini pada Sheza, bukan instrospeksi diri. Malah semakin membuatnya muak! kalian masih membela manusia ini! manusia licik dan menjijikan ini?" pekik Jendra menunjuk ke arah Karen.

Karen tersentak, dia dihina dengan kata-kata yang langsung menusuk dari arah depan muka, kata-kata yang langsing menohokk jantungnya. Menjijikkan dan licik, di depan semua orang Jendra menunjuk dan mengatakan itu padanya tanpa ragu.

"Kau..."

"Dia sudah merebut tunangan anak kalian! jelas-jelas wanita murahan yang merayu pria tidak setia, tapi kalian diam saja. Sheza itu putri kalian! bagaimana kalian masih bisa tinggal satu atap dengan wanita yang telah menghancurkan hati putri kalian! dan kalian masih dengan tidak tahu malu mengatakan kalian orang tua Sheza?"

Pras dan Nella diam. Beberapa orang yang hadir di tempat itu tampaknya setuju dengan pendapat Jendra.

"Benar! mereka tega sekali. Anak sendiri malah tinggal di luar. Mereka malah membesarkan dan merawat anak yang menyakiti anak kandung mereka"

"Iya keterlaluan!"

"Malah di dukung sampai seperti itu!"

"Buktinya sudah jelas, dia hanya seorang pencuri ide orang lain. Masih di bela!"

"Orang tua macam apa itu?"

Nella menoleh ke sekeliling, dia tampak shock mendengar semua yang dikatakan orang-orang di sekitarnya.

"Dia yang tidak mengakui aku sebagai ibunya!" pekik Nella yang merasa semua orang tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tapi malah menghakiminya.

Dia juga sudah berusaha meminta maaf pada Sheza. Itu versinya, versi yang ada di pikirannya. Dia bahkan datang ke rumah anaknya, merendahkan dirinya untuk meminta maaf. Dan membawa Sheza kembali pada keluarganya. Tapi, justru kenyataan pahit yang dia terima. Sheza mengatakan pada para tetangga, kalau ibunya sudah mati.

Sebagai seorang ibu yang merasa mengandung Sheza selama 9 bulan lebih, melahirkannya, dan merawatnya sejak kecil. Nella merasa Sheza telah membuatnya kecewa. Makanya dia mendukung Karen yang bahkan selalu ada di sisinya dan menganggapnya sebagai ibu.

Sheza terkekeh mendengar ibunya berteriak, membela diri. Sayangnya yang dia ucapkan bahkan tidak benar.

"Ulangi!" kata Jendra.

"Kamu tidak tahu, kamu tidak tahu cerita sebenarnya. Kalian semua juga tidak tahu, aku bahkan merendahkan diriku meminta maaf pada anakku, tapi dia... dia mengatakan pada semua orang ibunya sudah mati!"

"Aku yang katakan?" tanya Sheza dengan santai.

"Kamu mengatakan pada semua tetanggamu..."

"Apa mereka yang kamu maksud?" tanya Jendra, menunjuk ke arah Paul yang membawa dua wanita bersamanya masuk ke ruangan itu.

Nella tampak terkejut. Tapi itu memang benar mereka.

"I..iya!"

"Lihat itu!" kata Jendra menunjuk layar besar yang tadi memutar bagaimana kecurangan Karen dibuktikan.

Di gambar besar itu, di layar yang ukurannya bisa menyamakan ukuran seseorang itu. Terlihat bagaimana Nella dan Karen datang ke rumah Sheza. Memang disana terpasang kamera pengawas.

Terlihat disana, dua wanita itu memang mengatakan kalau Sheza selalu menganggap orang tuanya sudah mati.

"Lihat kan? dia mengatakan aku sudah mati!" Nella terlihat emosional.

"Kamu sepertinya sudah tua, penglihatan dan pendengaranmu bermasalah nyonya Nella. Jelas-jelas yang mengatakannya adalah dua orang suruhan keponakan busukmu!"

Ucapan Jendra membuat Nella terkejut. Jendra lalu menunjukkan kalau memang sebelumnya, Karen menemui dua orang itu dan membayar mereka untuk mengatakan semua hal buruk tentang Sheza. Termasuk dia menjadi simpanan seorang pemilik pabrik.

"Apa kamu tahu nyonya Hadiwinata yang terhormat. Anak kandungmu bahkan bekerja menjadi pelayan restoran, menjadi pengantar makanan di luar negeri untuk mengumpulkan uang, untuk bisa membeli rumah itu. Kalian benar-benar orang tua yang hatinya busuk! mulai sekarang jangan ganggu istriku lagi..."

"Apa?" Alex terdengar terkejut.

"Sheza adalah istriku, aku dan dia sudah menikah sah secara hukum. Kalau kalian mengganggunya lagi. Tidak butuh waktu lama untukku menggali kuburan kalian!"

Jendra menggenggam tangan Sheza dan mengajaknya keluar dari tempat itu.

Vins segera memerintahkan petugas membawa Karen.

"Bawa dia!"

"Lepaskan aku! bibi, paman, tolong aku!"

Nella dan Pras termangu diam. Mereka benar-benar terkejut, ketika melihat betapa banyak kebohongan Karen pada mereka.

Alex juga mengepalkan tangannya. Selama ini dia sudah salah besar. Dan dia telah kehilangan Sheza.

Kalina berjalan melewati Pras dan Nella.

"Orang tua seperti kalian, kalau aku jadi anak kalian, aku bahkan sudah meninggalkan kalian sejak lama. Apa kalian tidak tahu, impian seorang gadis adalah segalanya baginya. Kalian diam saja ketika kaki Sheza terluka, padahal menari adalah mimpinya. Kalian punya uang, tapi demi keponakan, kalian mengabaikan rasa sakit anak kandung kalian sendiri. Kalian benar-benar orang tua yang kejam!"

Kalina segera meninggalkan kedua orang yang menurutnya sangat kejam dan bodohh itu.

Brukk

Nella terkulai lemas jatuh di lantai. Air matanya kembali berlinang.

"Maafkan ibu, Sheza..."

***

Bersambung...

1
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela pelacur murahan yang ga tahu diri itu, daripada membela anak kandungnya sendiri
Kedan Bawel 🍒
Hal yg paling menyakitkan adalah ketika orang tua mengesampingkan kepentingan anak sendiri, demi kepentingan anak orang lain..
Lebih merasa gak enakan seolah-olah punya hutang budi, dan memperlakukan anak sendiri bagai orang lain..
Denial dengan ucapan anak sendiri, dan lebih percaya dengan omongan orang lain.. 🤦🏻‍♀️
Kedan Bawel 🍒: Lalu, bagaimana dengan kisah selanjutnya..?
Apakah Sheza akan memaafkan & membebaskan nya..?
Apakah ortu Sheza benar² minta maaf, atau justru hanya karena ingin Karen dibebaskan dari sel tahanan nya..?
Peluang jatuh miskin sudah pasti besar tuh bagi keluarga Hadiwinata..
Secara saham² perusahaan sudah dalam kendali Ayank Jendra, dan Sheza sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan ayahnya..
Jika Karen bebas, masih mau kah Karen hidup bersama mereka berdua..?
Secara Karen hanya ingin hidup glamor layaknya anak orang kaya..
Namun jika keadaan berubah, aku yakin Karen akan menunjukkan sifat aslinya pada orang tua Sheza.. 🤭
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bener² baik apa bener² bodoh Sheza 🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
astaga bohong sekali 🤣🤣🤣
ditendang sambil duduk katanya 😂😂
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenal gak kamu Pras Nella sama Sheza Hadiwinata 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Astaga dasar orang tua tidak peka, clue aja dah jelas sekali 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Bella🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Sheza gurunya 🤔
vj'z tri
😅😅😅😅😅 cuma tendang terus mental cuma yaaa😅😅😅
vj'z tri
guru tadi 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
uang 🤧🤧🤧🤧🤧
Sekar
lanjut thor💪💪
yula
💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪
Noer: semangat
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Lagi bayangin wanita pegulat dengan berat 100kg, ada 2 orang pulak jadi 200kg.. Jika Karen kena SmackDown, dalam sekali bantingan apa tak langsung game over dari dunia halu..? 🤣🤣
Sedangkan aku aja pernah ketimpa paksu sewaktu masih berat 88kg, mataku melotot seperti mau keluar.. Astaghfirullah..🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Gepeng lah Kak.. 🤣
total 3 replies
Kedan Bawel 🍒
Setidaknya jika kau meragukan anakmu Sheza, kau tak perlu mempercayai sepenuhnya ucapan Karen & menelan nya mentah² dong Nella..
Kau orang tua nya..
Kau ibunya, yg seharusnya lebih paham akan karakter anaknya..
Seharusnya kau mencari tau sendiri dulu yg sebenarnya..
Kau bisa menghubungi nya, tanpa harus berkoar-koar dulu dengan siapa²..
Bahkan dengan Karen pun, kau harus menyimpan rahasia & fakta..
Agar kesalahan pahaman yg terjadi ketemu jawabannya..
Agar kau bisa melihat sendiri seperti apa Karen & seperti apa Sheza..
Namun kau berbeda, kau justru memilih buta untuk mencari fakta..
Kini sesal mu pun tiada guna..
Kau pun telah kehilangan putri terbaik mu, dan menantu terkaya..
Rasakan kurma pahit buat kalian semua..
Untuk kau Pras, Karen, dan Nella..
Dan kau Pras, saham mu pada perusahaan akan menyusul kejatuhannya..😏
Kedan Bawel 🍒: Orang tuanya lebih mementingkan ambisi drpd keinginan anak nya sendiri..
total 2 replies
Kedan Bawel 🍒
Kenapa kau terkejut Karen..?
Bukan kah kau benar² wanita licik & menjijikkan, benar kan..? 🤣🤣
Gak usah merasa jd wanita terzolimi kau sebagai perempuan..
Sebab hanya hati yg kotor, yg hanya melihat mu yg jd korban..
Mereka yg bisa melihat wujud asli mu, pasti tau bahwa kelakuan mu bagai setan..
Memanipulasi, menghasut, bahkan tega playing victim asal terwujud keinginan..
Kau menghalalkan segala cara untuk mencari simpatisan..
Agar terlihat seperti anak baik, padahal akhlaknya bagai siluman.. 😏
Kedan Bawel 🍒: Kodok brewok dia mahh.. 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ternyata dianiaya Karen dipenjara 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: kasihan, tapi AQ syuka🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
masihkah akan tertutup matanya 🤔
Noer: dirinya sendiri gak mau buka mata kak, jadinya sudah ya kan
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
maafmu gak guna 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: jangan, nanti lautnya tercemar 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!