NovelToon NovelToon
PERFECT IMPERFECTION

PERFECT IMPERFECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: tsabitah

Cerita ini masih on going yah gaes.. jadi harap bijaksana berkomentar... karena ini cerita emang masih gantung..

***

Karena keserakahan sang Ayah dan demi membalas dendam orang tua, Nadira terpaksa terjerat dalam pernikahan yang tidak ia inginkan. Namun, ketulusan hati sang suami menumbuhkan benih-benih cinta yang bersemayam di relung jiwa.

Saat masa lalu terkuak, Nadira memilih pergi karena tak sanggup menghadapi kebohongan yang ia ciptakan sendiri dalam biduk rumah tangganya. Sampai suatu hari ia dipertemukan kembali dengan sang suami yang terlanjur membenci.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Akan kah mereka kembali bersama atau waktu mengikis perasaan yang tumbuh di hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tsabitah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PI 31# Bukan Cenayang

Elroy tak berkutik mendapati jawaban Kemal. Tentu saja tak ada yang dapat menyanggah ucapan Lelaki bertubuh tambun itu, karena benar adanya. Jika mereka ingin mendengar penjelasan secara utuh, mereka harus mempertemukan Kemal dan Alex untuk mendapat jawaban yang berimbang dari dua sisi. Sayangnya ia tidak mungkin melakukan hal tersebut.

"Kamu sadar siapa Pak Alex, Mal? Dia bukan orang yang mudah untuk dihadapi. Lagipula, BeTrust adalah client terbesar yang pernah De' Advertising miliki. Aku tidak ingin masalah ini mempengaruhi kerjasama kita kedepannya," Ujar Elroy mendesah pasrah.

"Kalian menggadang-gadang dia sebagai orang besar. Tapi apa tidak aneh, seorang CEO mengawasi langsung pembuatan iklan sebuah produk? Dari kemarin aku selalu melihat dia mondar-mandir di lokasi shooting seperti orang tidak punya pekerjaan." Kemal memasang wajah menyeringai penuh ejekan membuat Elroy serta Aldi bergumam membenarkan.

"Tentu saja dia punya hak untuk melakukan itu, Mal," sanggah Elroy.

"Tapi apa yang dia lakukan sama saja seperti tidak mempercayai kinerja perusahaan kita. Kalau dia tidak percaya, kenapa dia menyerahkan proyek ini pada De' Advertising? Kecuali dia punya alasan lain melakukan hal itu."

"Kamu sepertinya sangat mengenal Pak Alex dan mengetahui apa yang menjadi alasan dia melakukan apa yang dari tadi kamu tuduhkan," ujar Elroy melirik Kemal.

"Aku bukan cenayang yang bisa meraba isi hati seseorang. Aku hanya heran dengan segala sikap yang dia tunjukkan. Termasuk memukulku tanpa alasan. Kalau semua orang disini ingin mengetahui kejadian sebenernya, lebih tepat kalau kalian menanyakannya pada Elika. Karena sejak dialah yang menyaksikan apa yang terjadi."

"Benar, Kak. Pak Alex mendatangi kami saat tengah makan siang. Dia langsung memukul Bang Kemal tanpa alasan. Lantas Bang Kemal membalasnya. Setelah itu orang-orang berkerumun dan membuat mereka menghentikan perkelahian," jelas Elika.

"Tidak mungkin Kemal menerima pukulan begitu saja tanpa menanyakan alasan Pak Alex melakukan itu," cecar Elroy.

"Sepertinya dia salah paham akan kedekatan Bang Kemal dengan seseorang," imbuh Elika.

"Sudah jelas kalau Alex yang memulai gara-gara di sini. Jadi kalau kalian butuh penjelasan, sebaiknya tanyakan langsung pada lelaki arogan itu," potong Kemal cepat.

"Aku hanya tidak mau kejadian ini berimbas pada kerjasama perusahaan." Elroy seperti tidak puas memdengar penjelasan dari Kemal.

"Aku siap mundur kalau memang itu yang terjadi. Aku juga tidak mau menjadi penghalang yang sengaja menjegal kemajuan perusahaan ini," ucap Kemal menghentikan Elroy terus mencecarnya.

"Baiklah, aku pegang ucapan mu. Kalau sampai hal ini berkelanjutan kamu harus bertanggung jawab menyelesaikan semuanya. Satu lagi, setelah ini sebaiknya jaga sikapmu terhadap Client, Kemal. Meski itu urusan pribadi, tapi itu bisa berimbas pada perusahaan ini."

"Aku mengerti."

"Tunggu, bagaimana dengan perempuan ini? Kamu tidak bisa membiarkannya begitu saja. Dia lah yang menyebabkan Alex bertengkar dengan Kemal," desis Thalita pada Elroy. "Kamu juga tidak akan mempercayai perempuan ini begitu saja kan, Elika? Dia bisa menjadi duri dalam hubunganmu dengan Kemal." Thalita mengalihkan tatapannya pada Elika.

"Aku rasa justru kamu sendiri yang bisa menjadi duri dalam perusahaan ini kalau Kak Elroy terus mempertahankanmu di sini," balas Elika seraya mencibir.

"Cukup ... Thalita sebaiknya kamu keluar dari ruanganku sekarang juga. Ini terakhir kalinya aku memperingati sikap mu. Kalau kau masih tidak bisa menjaga sikapmu, aku terpaksa akan memintamu membuat surat pengunduran diri dari perusahaan ini."

Thalita mengepalkan tangannya mendengar penuturan Elroy. Tujuannya menyingkirkan Nadira justru berbalik menghantamnya. Dengan menahan kesal, Thalita bangkit dari kursi dan keluar ruangan dengan menghentakkan kaki dengan kencang.

"Aku tidak mengerti kenapa kamu masih mempertahankan orang seperti dia di perusahaan mu, Kak," ucap Elika saat Thalita sudah menghilang di balik pintu.

"Kamu tidak perlu ikut campur urusan perusahaan. Sebaiknya kamu jaga calon suami mu itu supaya tidak terus berlagak seperti playboy. Kamu akan sering menghadapi masalah seperti ini, kalau terus membiarkannya bersikap sesuka hati," balas Elroy tajam.

"Aku rasa kali ini Kakak benar. Sikapmu selama ini memang suka memancing kesalah pahaman dari orang lain." Elika melirik tajam kekasihnya.

"Oh come on, Bos. Jangan semakin memperkeruh suasana," ucap Kemal sebal.

"Aku tidak akan berbicara seperti ini, kalau kau tidak mencamour adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan."

"Tapi aku tidak ... " Kemal menghentikan ucapannya yang berniat mengkonfrontasi pernyataan Elroy. "Ah ....sudahlah. Tidak ada gunanya aku membela diri," gumam Kemal kemudian.

"Apa aku sudah bisa pergi sekarang?" tanya Kemal menahan kesal.

"Tentu saja. Silahkan lanjutkan apa yang sedang kamu lakuakn sebelum ini. Terima kasih sudah mau menemui ku," ucap Elroy santai tak menggubris sikap Kemal.

"Kalau begitu saya permisi," ujar Kemal sembari menarik tangan Elika keluar ruangan.

"Kamu juga bisa kembali melanjutkan pekerjaan mu," ucap Elroy pada Aldi.

"Baik, Pak. Saya permisi." Aldi membalikkan badannya menuju pintu keluar.

Tinggal Nadira yang bediri canggung dalam ruangan itu. Nadira sadar betul, tujuannya dipanggil keruangan ini lantaran Thalita telah menyeret namanya dalam perkelahian antara Kemal dan Alex tadi siang. Akan tetapi, tak sekalipun Kemal menyinggung namanya. Begitu pula dengan Aldi yang tak menyebutkan namanya sama sekali. Pun dengan Elroy yang tak meminta konfirmasi langsung darinya. Hal itu membuat Nadira tak tahu harus bersikap seperti apa dihadapan atasannya itu.

"Apa saya juga bisa kembali melanjutlan pekerjaan saya, Pak?" tanya Nadira kemudian.

"Tunggu, ada hal yang ingin saya tanyakan kepada kamu. Duduklah," peri tah Elroy membuat Nadira membeliak kaget.

1
Yayah
sampai di pertengahan 2025 juga gaa ada kelanjutan
khair
ada yang tau author di real life GK sih...apa dia jadi penulis di tempat lain ..atau udahan GK nulis lagi?
Hasni Jaya Almahdaly
Luar biasa
Yayah
kak ini sudah di penghujung 2024 belum ada kelanjutan nya🥲
Erni Fitriana
mampir....klo reader pada suka...yuk lanjut ceritanya thor🙏🙏🙏🙏🙏
Dian Dara Yanti
Luar biasa
Yayah
kak ini sudah pertengahan tahun 2024 koq belum ada kelanjutan nya
masih bertapa kah kak😭😭😭
Vera Mahardika
masih berharap novel ini lanjut
Fitria Ningsih
Luar biasa
Pamella Karwur
Bagus Ceritanya
Syafi'ul Ayumiie
Kecewa
Syafi'ul Ayumiie
Buruk
kiyowo
/Frown//Sob/
kiyowo
berharap ada keajaiban
Ersa
Luar biasa
Lestari Ratnawati
ayo dong author selesai kan ceritanya...🫰
Vera Mahardika
ka bitah
kiyowo
/Sob//Sob/
kiyowo
masii menunggu ini thorr
Yayah
udah ganti tahun blum ada kelanjutan nya kak
jan lama lama bertapanya kak, kita nungguin😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!