NovelToon NovelToon
Darah Di Atas Putih

Darah Di Atas Putih

Status: tamat
Genre:Sistem / Romansa Fantasi / Action / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: iinayah

Arkan Pemimpin organisasi mafia "The Void". Dingin, efisien, dan tidak mempercayai cinta karena masa lalunya yang kelam. Baginya, wanita adalah kelemahan yang tidak perlu ada di dunianya.
​Liana Seorang gadis dari keluarga sederhana yang hangat. Hidupnya hancur saat keluarganya tewas dalam sebuah insiden berdarah. Ia lembut namun memiliki tekad baja untuk membalas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iinayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema di Balik Hening

​Fajar menyingsing di atas Sektor Selatan dengan pemandangan yang tak pernah terlihat sebelumnya: langit bersih tanpa satu pun proyeksi holografik. Menara Penyiaran berdiri kokoh seperti monumen kemenangan yang retak, sementara di atapnya, Arkan masih mendekap Liana. Angin pagi yang dingin menyapu debu sisa ledakan dari pakaian taktis mereka yang hancur.

​"Liana, bangun..." bisik Arkan, suaranya parau.

​Kelopak mata Liana bergetar. Saat ia membuka mata, pendaran biru itu benar-benar hilang, digantikan oleh tatapan lelah yang sangat manusiawi. Namun, saat ia mencoba bicara, suaranya terdengar seperti dua frekuensi yang bertabrakan.

​"Arkan... suaranya... akhirnya diam," Liana menyentuh pelipisnya.

"Varo sudah pergi. Jaringannya... aku sudah memutusnya."

​Arkan membantunya berdiri. Di kejauhan, kepul asap dari markas Unit 9 masih membubung tinggi. Rakyat di bawah sana mulai merayakan kejatuhan tirani digital, namun bagi Arkan, kemenangan ini terasa hampa. Ia merasakan berat di sakunya—keping mikro pemberian Elena yang kini telah kosong, semua isinya telah berpindah ke dalam saraf Liana.

​Pelabuhan Bayangan

​Beberapa kilometer dari sana, di kedalaman pangkalan bawah air rahasia yang tidak terdeteksi radar, Hendra berdiri di depan tabung-tabung inkubator yang berisi cairan kuning pekat. Di tangannya, ia memegang sebuah tablet yang menampilkan grafik aktivitas otak Liana yang baru saja melonjak.

​"Subjek telah mencapai tahap sinkronisasi 100%," suara seorang teknisi bergema di ruangan steril itu.

"Protokol Phoenix bukan lagi program eksternal. Itu telah menjadi bagian dari kesadaran biologis Liana Putri."

​Hendra tersenyum tipis, sebuah senyuman predator yang telah menunggu mangsanya masuk ke dalam perangkap selama sepuluh tahun.

"Varo adalah bidak yang berguna. Dia mati demi membuktikan bahwa mesin tidak bisa menampung Phoenix. Hanya manusia dengan empati tinggi yang bisa menstabilkan algoritma penghancur itu. Sekarang, Liana adalah 'Ibu' dari dunia baru kita."

​"Apa perintah selanjutnya, Tuan?"

​"Biarkan mereka merasa aman," jawab Hendra sembari mematikan layar.

"Biarkan Arkan membawanya ke tempat paling tersembunyi. Semakin mereka merasa aman, semakin kuat ikatan emosional Liana, dan semakin murni data yang bisa kita panen nanti. Siapkan Unit Scorpion untuk pemantauan jarak jauh."

​Pengasingan yang Baru

​Arkan membawa Liana kembali ke reruntuhan toko bunga "The White Bloom". Gideon menunggu di sana dengan beberapa orang kepercayaannya. Wajah veteran itu tampak muram meski mereka baru saja memenangkan pertempuran besar.

​"Varo memang tewas, Arkan. Tapi Unit 9 adalah organisasi global. Mereka akan mengirim unit pembersihan dari Sektor pusat dalam waktu 48 jam," Gideon memberikan sebuah tas berisi paspor baru dan kunci kendaraan tua. "Kalian tidak bisa tinggal di sini. Sektor Selatan sekarang menjadi zona merah internasional."

​"Ke mana kami harus pergi, Gideon?" tanya Liana, suaranya mulai stabil namun tatapannya seringkali kosong, seolah ia sedang melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain.

​"Ke Barat. Ke Pegunungan Karst. Ada sebuah desa tua yang tidak memiliki akses internet atau sinyal seluler sama sekali. Itu adalah satu-satunya tempat di mana 'sinyal' di dalam kepalamu tidak akan terdeteksi oleh satelit The Scorpion," jelas Gideon.

​Arkan mengambil tas itu. Ia menatap Liana yang sedang menyentuh kelopak bunga mawar yang gosong di sudut toko. Liana tampak rapuh, namun Arkan tahu, di dalam kepala gadis itu tersimpan kekuatan yang bisa meruntuhkan ekonomi dunia.

​"Gideon... terima kasih," ucap Arkan singkat.

​"Jaga dia, Arkan. Dia bukan lagi sekadar gadis yang kau cintai. Dia adalah kunci terakhir dari segalanya," Gideon menepuk bahu Arkan dengan berat hati.

​Saat mereka berkendara keluar dari Sektor Selatan menggunakan mobil jip tua, Liana tiba-tiba mencengkeram lengan Arkan. Tubuhnya gemetar hebat.

​"Ada apa, Liana? Kau sakit?" Arkan menepikan mobil di pinggir hutan pinus.

​"Arkan... aku bisa merasakannya," bisik Liana, matanya menatap ke arah laut lepas. "Hendra. Dia tidak mati. Dia... dia sedang memperhatikan kita sekarang. Melalui setiap kamera yang masih menyala, melalui setiap perangkat yang punya aliran listrik. Dia tidak ingin membunuhku... dia sedang menunggu sesuatu di dalam diriku matang."

​Arkan mengepalkan tinjunya ke setir. Ketakutan terbesarnya menjadi nyata. Musuh mereka bukan lagi organisasi militer yang bisa ditembak, melainkan hantu digital yang bersembunyi di balik setiap jengkal teknologi.

​"Kita akan sampai di Karst besok pagi," ucap Arkan dengan tekad baja. "Di sana, tidak ada listrik. Tidak ada kamera. Hanya ada aku dan kau. Kita akan menemukan cara untuk mengeluarkan benda itu dari kepalamu, atau kita akan menghancurkannya bersama-sama."

​Liana menyandarkan kepalanya di bahu Arkan. Di kejauhan, sebuah drone pengintai kecil milik The Scorpion terbang tinggi di antara awan, lensanya mengunci posisi jip mereka dengan lampu sensor merah yang berkedip pelan.

1
SILVA Nur LABIBAH
Masyaallah sungguh bagus cerita novelnya kak
inna Mardiana: membuat saya makin semangat menulis💪
total 2 replies
Dian
lanjutt
SILVA Nur LABIBAH
rahasia sudah terbuka,,,ayo Arkan & liana bangun kembali srmua yg telah hilang.
SILVA Nur LABIBAH
maaf baru bisa koment, bagus kisah novelnya. bisa mengambil hikmah dendam bisa melukai diri kira sendiri
inna Mardiana: makasih banyak yah Kak udah mampir😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!