NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. CERMINAN IBLIS

Lampu di ruang kerja Alexei temaram, hanya menyisakan bayangan panjang yang menari di dinding kayu ek. Alana berdiri di dekat meja, jemarinya menelusuri tepian peta digital, sementara Alexei duduk di kursi kebesarannya, memperhatikannya dengan tatapan yang tidak bisa digambarkan sebagai sekadar kasih sayang.

​Ada binar obsesi yang mengerikan di mata biru Alexei. Ia melihat Alana bukan lagi sebagai gadis yang gemetar di bawah todongan senjata, tapi sebagai wanita yang baru saja memerintahkan eksekusi pamannya sendiri. Dan bagi Alexei, itu adalah pemandangan paling indah yang pernah ia lihat.

​"Kau menatapku seolah aku adalah mangsamu, Alexei," ucap Alana tanpa menoleh. Ia bisa merasakan intensitas tatapan itu di punggungnya.

​Alexei berdiri, melangkah tanpa suara hingga ia berada tepat di belakang Alana. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Alana, membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu, menghirup aroma parfum yang bercampur dengan bau mesiu yang masih tersisa.

​"Bukan mangsa, Alana," bisik Alexei, suaranya serak dan penuh gairah yang gelap. "Aku menatapmu karena aku sadar... aku telah menciptakan mahakarya. Kau jauh lebih indah saat kau menjadi kejam. Aku ingin melihatmu menghancurkan mereka, dan aku ingin berada di sana untuk memegang mahkotamu saat kau selesai."

​Alana berbalik dalam pelukan Alexei, menatap langsung ke mata pria itu. Ia melihat kegilaan di sana, sebuah obsesi yang membuatnya merinding namun sekaligus memberinya kekuatan. "Lalu, bagaimana kita memulai penghancuran itu? Kita tidak bisa membiarkan Sergei dan Vadim terlalu lama bersekutu di atas kapal itu."

​Alexei tersenyum tipis. Ia melepaskan satu tangannya dan menekan sebuah tombol di bawah meja. Sebuah profil prajurit muncul di layar monitor. Viktor. Salah satu anggota tim taktis yang baru direkrut setelah insiden helikopter.

​"Dia adalah mata-mata Sergei," ucap Alexei santai.

​Alana membelalak. "Kau tahu? Dan kau membiarkannya berkeliaran di sini?"

​"Tentu saja," Alexei menarik Alana duduk di atas meja kerjanya, mengurungnya dengan kedua tangannya. "Seorang mata-mata hanya berbahaya jika kau tidak tahu siapa dia. Tapi jika kau tahu, dia adalah kurir gratis. Aku membiarkannya hidup hanya untuk hari seperti ini. Dia pikir dia sedang mencuri informasi dariku, padahal aku hanya memberinya 'makan' apa yang ingin aku sampaikan kepada Sergei."

​Alana terdiam, menatap profil Viktor. "Jadi... kita akan memberinya 'makanan' tentang Vadim?"

​"Tepat," Alexei mengusap pipi Alana dengan ibu jarinya. "Malam ini, biarkan Viktor 'tidak sengaja' mendengar percakapan kita di lorong. Kita akan membahas tentang tawaran rahasia yang dikirimkan Vadim kepada kita untuk mengkhianati Sergei. Kita akan buat seolah-olah Vadim menjanjikan seluruh aset Volskaya kepada kita jika kita membantunya menyingkirkan Sergei."

​Alana mengangguk, pikirannya langsung bekerja cepat. dia pasti sangat sensitif terhadap pengkhianatan. Dia akan merasa Vadim sedang mencoba 'menjual' kembali apa yang sudah ia janjikan pada Sergei."

​"Pintar," Alexei mencium bibir Alana dengan kasar, sebuah ciuman yang penuh dengan kepemilikan. "Malam ini, kita akan memulai pertunjukan sandiwaranya. Kau siap untuk berakting, Ratuku?"

​Malam itu, di lorong dekat ruang komunikasi, Alana dan Alexei sengaja berjalan dengan langkah yang terdengar terburu-buru. Mereka tahu Viktor sedang berjaga di pos bayangan di dekat sana.

​"Alexei, ini terlalu berisiko!" Alana berseru dengan nada yang dibuat panik namun tetap terkendali. "Jika Sergei tahu Vadim mengirimkan pesan ini pada kita, dia akan meledakkan vila ini!"

​"Tenanglah, Alana," suara Alexei terdengar berat dan tegas. "Vadim menawarkan kode akses ke brankas pusat di Moskow sebagai jaminan. Dia bilang dia tidak sudi memberikan tujuh puluh persen hartanya pada Sergei. Dia lebih memilih kembali padamu, asalkan kita menjamin keselamatannya dari kejaran Sergei. Ini kesempatan kita untuk menghancurkan aliansi mereka."

​"Tapi bagaimana jika ini jebakan?" Alana bertanya lagi.

​"Biarkan saja. Yang penting kita pegang kode aksesnya besok pagi pukul lima di titik pertemuan. Jangan sampai ada yang tahu, terutama orang-orang Sergei yang mungkin masih memantau kita."

​Mereka terus berjalan, meninggalkan keheningan di lorong itu. Di balik bayangan, Viktor sang mata-mata segera mengeluarkan telepon satelit kecil yang disembunyikan di dalam sepatunya. Tangannya gemetar saat mengetik pesan untuk Sergei.

​Di Kapal Pesiar Sergei Volsky.

​Sergei sedang menatap laut saat ponselnya bergetar. Ia membaca pesan dari Viktor dengan mata yang menyipit. Kemarahan mulai membara di balik wajahnya yang tenang.

​"Vadim mengkhianatimu. Dia menawarkan kode akses Moskow ke Dragunov besok jam 5 pagi sebagai tukar guling keselamatan. Dia tidak mau memberikan 70% padamu."

​Sergei meremas ponselnya hingga retak. Ia menoleh ke arah kabin medis tempat Vadim sedang dirawat. "Tua bangka sialan," desis Sergei. "Kau pikir kau bisa menggunakan pasukanku untuk menyelamatkan nyawamu, lalu menjualku di belakang?"

​Sergei memanggil komandan pasukannya. "Siapkan tim eksekusi. Besok pagi pukul lima, kita tidak akan pergi ke titik pertemuan Dragunov. Kita akan membuat 'kecelakaan' kecil di kapal ini untuk tamu kehormatan kita."

​Kembali ke Vila Inari.

​Alana berdiri di balkon, melihat cahaya lampu mobil patroli di kejauhan. Alexei berdiri di belakangnya, memeluknya erat, seolah-olah ia tidak ingin ada satu inci pun jarak di antara mereka.

​"Mereka sudah memakan umpan itu," bisik Alana.

​"Ya," Alexei mencium bahu Alana yang terbuka. "Besok pagi, Sergei akan melakukan pembersihan di kapalnya sendiri. Dan saat mereka sibuk saling membantai, kita akan masuk dan mengambil apa yang tersisa."

​Alexei memutar tubuh Alana agar menghadapnya. Ia menatap Alana dengan tatapan yang sangat dalam, hampir memuja. "Kau tahu, Alana... melihatmu merancang rencana ini membuatku menyadari sesuatu."

​"Apa itu?"

​"Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi. Bukan karena darah Volskaya-mu. Tapi karena aku tidak bisa membayangkan hidup di dunia yang membosankan ini tanpa iblis cantik sepertimu di sisiku."

​Alana menatap Alexei. Ada rasa takut yang kecil di sudut hatinya, takut karena ia menyadari bahwa ia mulai menikmati kegilaan ini. Ia mulai menikmati cara Alexei menatapnya. Ia terjebak dalam obsesi pria itu, dan yang lebih mengerikan, ia tidak lagi ingin lari.

​"Kalau begitu, pastikan kau tetap hidup untuk melihatku menjadi iblis yang lebih besar darimu, Alexei," tantang Alana.

​Alexei tertawa, sebuah tawa yang jarang terdengar, penuh dengan kepuasan yang gelap. Ia menggendong Alana masuk ke dalam kamar, menutup pintu dengan tendangan kakinya, membiarkan dunia di luar hancur sementara mereka merayakan persatuan mereka dalam kegelapan yang pekat.

Besok pagi pukul lima adalah waktu eksekusi. Apakah Sergei akan benar-benar menghabisi Vadim? Dan bagaimana jika Vadim, yang juga licin, menyadari jebakan ini dan mencoba melakukan langkah bunuh diri yang menyeret Alana dan Alexei bersamanya?

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
❖❀~ ᴍʏ__ ~❀❖: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
❖❀~ ᴍʏ__ ~❀❖: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!