Inilah Awal kisah sebenarnya. Kisah seorang perempuan yang terpaksa menjalani janji suci yang diikrarkan dalam satu rangkaian "pernikahan."
Namun, nyatanya pernikahan ini bukan hanya kedok dari perjodohan belaka, tetapi semua ini terselimuti oleh harta, tahta kuasa dan kedengkian pria-pria tua itu saja.
Lagi, kepahitan pun harus Crystal telan mentah-mentah. Saat pria yang belum genap 24 jam menjadi seuaminya itu membawa wanita lain dikamar pengantin mereka.
Lalu apa yang akan Crystal lakukan ketika mengetahui suaminya selingkuh tepat di hari pernikahan mereka?
Sebuah awal dari kehidupan baru yang tak pernah terbayangkan olehnya. Di Mana
takdir yang tak kau harapkan malah membawamu ke dalam jeratnya, tidak ada yang bisa menghindar. Semua orang seakan menatapnya dan berkata "Menyerahlah!" Tapi, sanggupkah dia melepas takdir yang kian membelenggu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Nufus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TEA?
Crystal masuk ke cafeteria bernuansa italia yang terletak tidak jauh dari kantornya. Dia cukup sering menghabiskan waktu di sana, bahkan terkadang sepanjang hari dia bisa berada di sana dengan duduk di kursi dekat jendela. Memperhatikan keluar, melihat orang-orang yang hilir mudik berjalan dan berlari di depan cafe itu.
''Flavoured Tea" Jawab Crystal pada pelayan Cafe tersebut. Crystal memang menyukai minuman teh yang menggunakan daun teh yang terlebih dahulu telah diberi ekstrak rasa atau aroma tertentu. Setiap ia kemari ia selalu memesan minuman ini sambil menikmati indahnya Kota Seoul.
Crystal mulai melihat keluar jendela. Memperhatikan setiap orang yang tengah hilir mudik di jalan itu. Pemandangan yang indah di sini membuat pikirannya tenang disela-sela kesibukannya sebagai Aktris.
"kau sudah disini rupanya" kata seseorang pria bertubuh tinggi dengan rambutnya yang sedikit keriting dan tampan, "Apa kau tengah banyak waktu luang, sehingga melamun seperti remaja saja."
Crystal menoleh kearah pria itu dengan wajah kesal. "Apa pekerjaanmu hanya mengagetkan orang saja, Tuan Alex yang terhormat." Cibir Crystal.
"Tidak juga-- pria itu melemparkan punggungnya ke sandaran kursi --- di sinikan memang tempat umum. Jadi suka-suka dong." Jawab Alex menggendikkan bahunya acuh. Melihat Crystal yang kalah telak olehnya membuatnya tertawa renyah.
"Habisnya, Aku panggil-panggil sejak tadi tak juga sadar, kau tengah melihat apasih sehingga mengacuhkan pria tampan seperti diriku." Ucap Alex sambil melengok ke arah pandangan Crystal tadi. Padahal tak ada yang istimewa, hanya para pejalan kaki yang tengah berlalu lalang. "Seorang Crystal memang berbeda." Ujar Alex mengangguk-anggukkan kepalanya.
Crystal menolehkan wajahnya menatap tak suka pria di hadapannya. "CK, jangan mengejekku." Desis Crystal tak suka. "Hey, Alex. Kenapa kau tidak bekerja? sana-sana pergi seharusnya kau bekerja." Ujar Crystal sambil mendorong lengan Alex.
"Kau selalu seperti itu. Padahal, aku juga ingin bersantai. Aku ini lebih tua dari mu sedikit sopanlah padaku Nyonya Crystal Williams." kata chanyeol panjang lebar dan itu berhasil menarik membuat Crystal yang sedari tadi cuek padanya kini tertawa.
"Hahahaha... Maaf, Maaf. Aku hanya bercanda, aku hanya ingi menyampaikan pesan dari Sutradara bahwa seminggu ini kau di liburkan dulu." Ujar Alex dengan senang.
"Kenapa?" Tanya Crystal bingung, padahal bentar lagi syutingnya akan segera rampung "Lagi pula, kenapa dengan wajahmu. kau terlihat senang Oppa dengan penundaan ini."
"Ais, kamu selalu mencurigai diriku. Aku senang begini karena jika syutingnya di tunda bukankah kau bisa punya waktu untuk istirahat. Kau ingat, apa yang Dokter mu bilang padaku Minggu lalu." Ucap Alex mengingatkan.
Crystal menyilang kan kedua lengannya di bawah dada, "Ah, aku tidak tahu jika seorang pria akan secerewet ini."
"Apa katamu? Tunggu, aku cerewet. Astaga!" Protes Alex tidak terima. "Aku adalah seorang pria tampan yang memiliki karisma sejajar dengan aktor-aktor Korea Selatan." Ujar Alex penuh percaya diri.
"Apa kau masih akan tetap di sini, Oppa?" Tanya Crystal penuh dengan Aegyo.
Melihat itu, membuat Alex lemah. "Ya, ya. Aku akan pergi nyonya Crystal. Semoga harimu menyenangkan." Ucap Alex beranjak dari kursinya.
Crystal menghembuskan nafasnya lelah, setelah beradu mulut dengan Managernya yang luar biasa. Tapi syukurlah, pria itu akhirnya pergi juga. Ia ingin melanjutkan waktu santainya yang tadi telah di ganggu oleh pria menyebalkan itu.
"Crystal." Seseorang memanggil namanya membuat ia sedikit terkejut, baru saja ia memejamkan matanya sejenak ingin menikmati waktu luangnya. Kini, ada orang lagi yang akan mengganggunya. "Aku sedang istirahat, bisakah kau pergi." Ujar Crystal yang masih memejamkan kelopak matanya.
Bukannya pergi, orang itu malah ikut duduk bersamanya. Terdengar dari suara deritan kursi di depannya. Crystal mulai kesal dengan seseorang yang seenaknya duduk tanpa meminta izin terlebih dahulu padanya. "Aiisshhhh." Desis Crystal Kesal.
Baru saja ia akan mengomeli orang yang telah lancang mengganggunya itu, Crystal malah di buat terkejut saat melihat siapa yang duduk di hadapannya. "K-ai, O-oppa." Cicit Crystal merasa gugup. Ya, orang yang barusan datang itu adalah Kau, Kaka iparnya.
Kai tertawa renyah, melihat reaksi Crystal padanya. "Kau lucu sekali Crystal."
"Sedang apa, Oppa di sini?" Tanya Crystal memberanikan diri, padahal kedua pipinya sudah merona karena gugup bercampur malu.
"Aku membeli Flavoured Tea. Akh, apakah kau juga membelinya?" Tanya Kai yang melihat minuman Flavoured Tea yang ada di atas meja.
Crsytal hanya menganggukkan kepalanya tersenyum malu. "Ternyata Oppa masih menyukai minuman itu." Gumam Crsytal pelan, tapi terdengar oleh Kai.
"Kau masih mengingatnya juga Crystal." Kai menatap dalam kedua mata Crystal, mencoba masuk kedalamnya. Tanpa di perintah dengan perlahan memori lama kembali melintas di ingatan keduanya, membawa mereka ke dalam kenangan indah. Saat mereka bertemu, menghabiskan waktu bersama.
...*********...
Sean memasuki perusahaan yang di naunginya, ia berjalan santai meski banyak pasang mata yang melihatnya kagum akan ketampanan dari seorang Sean Williams. Namun, Sean tetap lah Sean pria yang cuek dan irit bicara. Ia tetap berjalan lurus ke ruang pribadinya tanpa memperdulikan para bawahannya yang hanya sekedar membungkuk memberi hormat adanya. Setelah sampai di ruangannya, Sean langsung duduk di sofa dan menanyakan jadwalnya pada Asistennya nya Jessica.
"Tuan, hari ini seharusnya Anda bertemu dengan para investor untuk membicarakan lebih lanjut mengenai project baru yang akan Williams Group persiapkan selama 2 bulan ini. Tapi karena Anda menolaknya jadi sekertaris Park yang mewakili Anda untuk menemui para investor, Tuan." Jelas Jessica.
Sean terdiam, beberapa jam yang lalu ia memang meminta kepada Sekertaris Park untuk menggantikannya dalam pertemuan dengan investor. "Baiklah, Jes. Kau boleh keluar." Perintah Sean pada Jessica.
"Baik, Tuan. Kalo begitu saya undur diri, jika ada yang ingin Tuan perlukan silahkan panggil saya." Ujar Jessica membungkukkan kepalanya.
Setelah kepergian Jessica, Sean beranjak dari sofa dan membuka setelan Jas nya. Ia merasa gerah hari ini, padahal ia sudah melonggarkan jadwalnya hari ini. Tapi tetap saja, waktunya tidak cukup. Sean melihat tanggal di kalender.
"Hmm, malam nanti sudah pergantian bulan yah." Gumamnya pelan. Sean memikirkan apa yang akan di berikan pada Crystal malam nanti. Merasa bingung apa yang akan ia berikan, Sean segera memanggil Jessica kembali ke ruangannya.
Jessica perlahan masuk ke ruangan bos nya kembali dan ia sedikit terkejut dengan penampilan bos nya yang acak-acak an tapi itu justru membuatnya semakin seksi. Merasa salah dengan pikiran kotornya, Jessica merutuki kebodohannya. "Tuan, memanggil saya?."
"Hn, aku ingin meminta pendapat mu Jessica." Ujar Sean.
Jessica mengernyitkan dahi nya, baru kali ini Tuannya terlihat kebingungan. "Mengenai apa Tuan?." Tanya nya kembali.
"Aku ingin memberikan kado, untuk Istriku. Tapi aku bingung mau membeli apa. Menurut mu, kira-kira apa yang harus aku berikan?."
Jessica tersenyum dengan tingkah bingung Tuannya. "Tuan tidak perlu bingung, tuan cukup berikan hadiah yang di sukai oleh nyonya."
Disukai oleh Crystal? Apa?
Selama ini, Sean tidak memperhatikan apa yang disukai oleh Crystal. Sean mengerang frustasi, dia memang suami bodoh. Yang disukai oleh istrinya saja dia tidak mengetahui nya, padahal sudah hampir satu tahun usia pernikahan mereka.
Jessica yang melihat Bos nya yang masih diam saja, ia mencoba memberikan usulan karena ia tahu dengan sifat Tuannya yang dingin dan tertutup pasti tidak menyadari kesukaan pasangannya. "Bagaimana jika bunga, Tuan. Aku pernah dengar di acara Televisi, jika nyonya Crsytal sangat menyukai bunga."
"Akh, kau benar Jes. Istriku menyukai bunga." Ujar Sean terlihat senang, Ia jadi mengingat saat pertama datang ke rumah mereka di sana banyak sekali tanaman hias yang di pajang depan rumah.
"Jessica, terimakasih sudah membantu saya dan tolong pilihkan restoran yang nyaman dan jauh dari kerumunan untuk Aku dan istri ku." Ujar Sean tersenyum.
"Baik, Tuan."
"Baiklah kau boleh lanjutkan pekerjaanmu lagi." Perintah Sean pada Asistennya.
Semoga Crsytal menyukai kejutan yang aku buat.
kita bongkar
*pelakor, novel hadir 1000 pelakor tidak jadi masalah karena pelakor pasti dilaknat, dibuat hina, dan akhirnya dibinasakan (ADIL)
*pemeran utama pria (suami) melakukan kesalahan juga tidak jadi masalah karena suami dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang dapat kesempatan dan akhir dia membahagia istri (ADIL) dan posisi tidak karena di kebanyakan novel posisinya digantikan pebinor
yang jadi masalah
*pebinor jadi masalah karena kalian begitu memuja dan spesial kan sosok ini, dan semua kesalahan kalian benarkan, bahkan pebinor lebih spesial dari sang suami sah, dia bisa bebas peluk istri orang, bisa bebas menghina dan memprovokasi suami orang, semua kelakuan bejatnya dibenarkan dan akhirnya dia diberi wanita lain dan bahagia dan pebinor berpeluang besar menggantikan posisi pemeran utama pria (EGOIS)
*pemeran utama wanita (istri) jadi masalah karena semua kelakuannya kalian benarkan, apapun kesalahannya kalian tutup mata dan membenarkannya dan malah balik menyalahkan suami posisi aman 100% (EGOIS)