Namaku adalah Rida,usiaku 21 tahun.
hidupku selalu penuh dengan cerita yang tak terbaca, penuh kejutan dan misteri yang harus aku jalani.
hingga aku harus tersesat di sebuah dimensi lain dan bertemu dengan beberapa orang asing di sana.
namun yang membuatku merasa debaran aneh adalah sang kaisar yang selalu membuatku menjadi seorang yang acuh karena sikapnya.
mohon bijaksana dalam membaca, karena ini hanyalah cerita fiksi belaka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdua
Jangan katakan jika ada sebuah rasa
Jangan ucapkan Jika hati tidak ingin berkata
Dikatakan namun hati tidak ingin bersua
Jangan bimbang jika memang mencintai
Tahun pertama...
Tak terasa Rida sudah berada di Kerajaan asing selama 1 tahun. wanita itu selalu memberikan kebahagiaan pada Kaisar Zain. Namun, ada sesuatu yang membuat Kaisar Zain merasakan kebimbangan yang ada di hatinya.
Ingin dia mengutarakan isi hatinya pada Rida, namun kutukan yang ada di dirinya membuat dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya.
"Apa yang sedang kau lakukan Yang Mulia?" tanya Rida kepada kaisar Zain.
"Aku sedang mencari informasi mengenai guru Gao," ucap Kaisar Zain.
"Benarkah?" tanya Rida.
"Tentu," jawab Kaisar Zain.
Nampak Kaisar Zain menatap Rida yang sedang berdiri di sampingnya.
"Semenjak kapan kau berada di sini?" tanya Kaisar Zain.
"Sejak tadi, saat kau membuka buku itu," jawab Rida.
"Oo.., duduk lah. ikutlah aku mencari sejarah mengenai kerajaan ini," jawab Kaisar Zain.
Akhirnya Rida dan Kaisar Zain membaca buku-buku sejarah Kerajaan. Terlihat mereka sedang meneliti satu persatu buku yang telah mereka baca.
Kerajaan Biakyo adalah Kerajaan yang terkenal karena kekuatan para panglimanya. Namun, beberapa tahun yang lalu... Kaisar mendapatkan kutukan misterius. Hal itu membuat sang Kaisar akan berubah wujud saat dia bersama dengan para wanita.
Hal itu membuat Kaisar Zain akan menjadi seperti monster yang mengerikan. Siapapun wanita yang bersamanya, mereka akan meninggal secara mengenaskan.
"Yang Mulia, aku selalu bingung. Mengapa lukisan yang berusia ratusan tahun ini wajahnya begitu mirip dengan guru atau bahkan mereka begitu mirip 100 persen. Yang berbeda kan guru Gao sudah tua, dia masih muda," ucap Rida yang kemudian melipat tangannya di dada.
Sesaat kemudian, nampak Rida berpikir mengenai sesuatu yang membuatnya berpikir Dengan sangat dalam.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Nona Rida?" tanya Kaisar.
Pria itu menatap Rida dengan sangat intens, terlihat di wajah Rida ada sebuah kebingungan yang sangat mendalam.
"Ups..,"
Rida menepuk dahinya, karena dia mengingat sesuatu.
"Oh ya, apakah kau tahu, Yang Mulia? pria ini mirip dengan siapa?" ucap Rida.
"Memangnya ada apa, Nona Rida?" tanya Kaisar Zain.
"Udah aku bilang, tidak usah memanggilku dengan sebutan Nona. Panggil saja Namaku Rida," ucap Rida pada Kaisar Zain.
"Bolehkah aku memanggilmu..seperti itu?" tanya Kaisar Zain.
"Mengapa tidak boleh," jawab Rida.
Nampak senyum di wajah Kaisar Zain begitu lebar.
"Oh ya, kita kembali ke topik pembicaraan saja. pria ini sangat mirip dengan pria yang menerobos ke kamarku!" ucap Ridha secara tiba-tiba.
"Apa maksudmu Rida?" tanya Kaisar Zain yang kebingungan.
"Aku melihat tato di tangannya, ini sangat mirip dengan ciri-ciri yang ada di buku sejarah ini." jawab Kaisar Zain.
"Lalu?" tanya kasar Zain.
"Apa mungkin, pria yang ada di dalam buku sejarah ini adalah pria yang menerobos ke kamarku?" tanya Rida kepada Kaisar Zain.
"Tapi, ini pria ini berusia ratusan tahun, Rida." jawab Kaisar Zain .
Saat Kaisar menyebut nama Rida, tanpa embel-embel Nona.. nampak senyum di bibir Rida.
"Nah begitu dong. kalau memanggil Itu baru enak didengar," ucap Rida sambil tersenyum dan menepuk-menepuk pundak Sang Kaisar.
"Hemm,"
Kaisar Zain yang tersenyum saat Rida menyentuh pundaknya, sambil tersenyum juga.
"Apakah kau yakin, Nona Rida. Kalau pria itu adalah pria yang masuk ke kamarmu?" tanya Kaisar Zain.
"Tentu Yang Mulia. Aku sangat kenal.. dengan tato yang yang disebutkan di sejarah ini. Tapi seandainya pria itu adalah guru Gao.. tapi kenapa pria yang mendatangi ku masih muda," ucap Rida sambil berfikir.
"Entahlah," jawab Kaisar Zain.
"Apa mungkin, kalau guru Gao mempunyai ilmu perubahan wujud, atau ilmu setingkat para dewa, Yang Mulia?" tanya Ridha kepada Kaisar Zain.
Nampak Kaisar juga berpikir dengan apa yang dikatakan oleh Rida. Karena banyak kejadian aneh yang terjadi di saat bulan purnama telah bundar seutuhnya. Setiap hal itu terjadi, guru Gao akan menghilang dari Kerajaan Biakyo.
"..."
Nampak Kaisar Zain dan Rida sama-sama terdiam, sambil berpikir mengenai sejarah yang ada di buku kerajaan Biakyo dan pria yang menerobos di kamar Rida.
"Hal ini membuatku pusing, Yang Mulia!'' ucap Ridha yang kemudian menyandarkan tubuhnya di pundak sang Kaisar.
Kaisar yang mendapat perlakuan itu, dia langsung tersentak dan berdiri. Hal itu membuat Rida langsung terjatuh ke lantai karena Kaisar Zain langsung menarik dirinya.
"Buk..,"
Rida yang terjatuh ke lantai, karena Kaisar Zain langsung menarik dirinya dari Rida.
"Ya ampun, Yang Mulia! Kenapa kau langsung menarik tubuh mu. Aku kan jadi terjatuh seperti ini, dasar pria kejam!" ucap Rida sambil berdiri dan membersihkan tubuhnya.
"Maaf..maaf," ucap Kaisar zen yang kemudian membantu Rida berdiri.
"Tidak usah membantuku! awas!"
Rida yang marah karena dia merasa dipermainkan oleh kaisar Zain. Wanita itu langsung pergi meninggalkan sang kaisar yang berdiri disampingnya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, Maafkan aku!" ucap Kaisar Zain sambil berlari mengejar Rida yang meninggalkannya.
"Tidak usah! dari dulu kau selalu kasar padaku!" seru Rida yang kemudian berlari meninggalkan sang Kaisar.
"Maafkan aku,"
Ucap Kaisar Zain, saat dia melihat kepergian Rida. Hatinya sangat terpukul, serasa dihujam ribuan pisau. Matanya menatap wanita yang selama ini selalu baik padanya dan menolong Kerajaannya.
biar ceritanya bedah dr yg sudah"
kosa katanya kayak terjemahan bahasa Inggris