"Aku tidak butuh uangmu, Pak. Aku hanya butuh tanggung jawabmu sebagai ayah dari bayi yang aku kandung!" tekan wanita itu dengan buliran air mata jatuh di kedua pipinya.
"Maaf, aku tidak bisa!" Lelaki itu tak kalah tegas dengan pendiriannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nginap di rumah Sofia
"Sof, malam ini kita tidur di sini saja ya?" ucap Axel membuat Sofia menatap tak percaya.
"Bapa serius?" tanya Sofia masih tidak yakin. mendadak pikiran perasaannya tidak enak. Tumben sekali Axel ingin nginap di kontrakannya. Apakah Axel sedang merencanakan sesuatu?
"Aku sangat serius, Sofia. Kamu nggak mau tidur disini?"
"Bukan tidak mau. Aku sih mau aja, karena ini rumah aku, tentu saja aku tidak ada masalah. Yang jadi pertanyaan itu, kenapa bapak tumben sekali mau tidur disini? Apakah bapak sedang merencanakan sesuatu?" ujar Sofia menatap curiga.
Axel membuang nafas kasar. "Kenapa pikiran kamu itu buruk sekali padaku. Emangnya apa yang sedang aku rencanakan?" sahut Axel menatap malas.
"Ya, mana tahu bapak ingin melenyapkan aku. Sekarang kan banyak kasus-kasus seperti itu. Kan bapak nikah sama aku keadaan terpaksa, karena di paksa oleh mama," timpal Sofia.
"Astaghfirullah... Aku tidak sejahat itu. Pikiran kamu itu sepertinya minta di bersihin pake backlin." Axel gemas sendiri.
"Tapi bapak...."
"Sudahlah, aku tidak ingin mendengarkan prasangka burukmu lagi. Sekarang katakan kamu mau makan apa? Biar aku pesan lewat gofood saja," potong Axel tak ingin lagi mendengarkan dugaan Sofia yang tak masuk akal itu. Mana mungkin ia tega menyakiti istri dan anaknya sendiri.
"Aku di samain aja dengan punya bapak," jawab Sofia.
"Aku nggak makan, karena tadi aku udah makan di kantor."
"Yaudah, kalau begitu aku nggak mau makan."
"Loh, kok gitu sih? Yang lapar kan kamu?" tanya Axel tak paham.
"Tapi aku nggak mau makan jika bapak tidak ikut makan," jawab Sofia seperti merengek manja.
Axel menatap bingung. "Kamu lagi ngidam?"
"Nggak tahu, tapi aku pengen makan bareng bapak. Makanya aku belain nggak makan dari tadi," jawab Sofia memang begitu kenyataannya.
"Yasudah, kalau begitu kita beli nasi Padang satu berdua saja ya, mau nggak?"
Sofia mengangguk. Ia sangat malu saat di tatap lama oleh Axel. Terserah lelaki itu mau berpikir apapun, memang begitu yang ia rasakan saat ini. Kenapa sekarang dirinya yang mulai ketergantungan dengan axel.
"Minumnya apa?" tanya Axel sebelum buat orderan.
"Samain sama punya bapak."
"Sama mulu. Mau satu berdua juga?"
"Terserah. Emangnya bapak mau makan dan minum satu berdua dengan aku?"
"Ya maulah, nyatanya aku pesan nasi Padang satu berdua."
"Ya kalau begitu minumnya satu berdua saja."
Axel menuruti keinginan sang istri. Ia segera order lewat jasa gofood.
"Sof, aku mau mandi dulu. Dimana kamar mandinya?" tanya Axel sudah gerah.
"Kamar mandinya di dekat dapur," tunjuk Sofia ke arah dapur.
"Aku pinjam handuk ya?"
Sofia mengangguk. "Bentar aku ambilkan."
Axel mengekor di belakang Sofia untuk ikut masuk ke kamar. Namun, langkahnya terhenti saat Sofia melarangnya.
"Bapak mau ngapain?" tegur wanita itu.
"Ya mau ikut masuk kamar," jawab Axel acuh.
"Nggak boleh. Ini kamar aku, bapak nggak boleh masuk!"
"Aish, kamu apa-apaan sih. Kita ini suami istri, kamu nggak boleh kayak gitu sama suami sendiri," intrupsi Axel.
Sofia menatap dalam pada Axel. Ia tidak tahu bagaimana maunya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Axel sedikit salting.
"Sebenarnya mau bapak ini apa? Aku tidak mau bapak ambil kesempatan mengatas namakan pernikahan ini. Aku tahu bapak tidak menyukai aku, jadi tolong jaga jarak dan bersikaplah sewajarnya," ujar Sofia tega.
Axel menghela nafas dalam. Ia tak lantas menyahut ucapan Sofia. Axel menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sederhana milik wanita itu. Tentu saja hal itu membuat Sofia semakin gemas.
Bersambung....
makanya kalau mau buang lendir liat" dulu orgnya/Curse/
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭