NovelToon NovelToon
GHOST IN LOVE

GHOST IN LOVE

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Horor / Suami Hantu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Ada yang bilang cinta itu buta, apakah salah jika jatuh cinta dengan seorang makhluk gaib. Walaupun mereka tahu tidak akan bersatu, tapi mereka berusaha untuk menyatukan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32

"Sudah ku bilang kalau kau melawanku, aku akan mengirim mu menemui putrimu di neraka," Axel membalikkan badannya dan menikam Suryani hingga wanita tua itu jatuh tersungkur di lantai.

Axel langsung mendekati kamar rahasia yang diselubungi oleh kabut tebal.

"Cih, kau pikir bisa menyembunyikan tumbal ku dengan pagar gaib ini," Axel menelungkupkan tangannya dan kemudian menggerakkannya dan melesatkan kilatan merah kearah pintu kamar itu

*Jraasshhh!!

Sialan bagaimana mungkin ajian ku tidak bisa membuka pagar gaib ini. Kalau aku tidak bisa mendapatkan sukmanya kembali setidaknya aku akan menyandera Jill, aku yakin ada seseorang yang akan berhasil membawa pulang Sukma Jill dan menyatukannya.

Axel tersenyum simpul dan menyeret Jill keluar dari kamarnya.

Gadis itu terus meronta ketika Axel membawanya pergi, bahkan Suryani berusaha semampunya menahan Axel dengan menarik kakinya.

"Jadi kau belum mati rupanya harimau ompong!" seru Axel menendang Suryani hingga terhempas membentur dinding rumahnya.

"Sekarang matilah kau!" Axel menyeret Jill meninggalkan rumahnya.

Tidak berselang lama Rangga dan kawan-kawannya tiba di tempat itu.

"Benar ini rumahnya, tidak salah lagi," ucap Rangga

"Wait, sepertinya sudah ada yang datang mendahului kita," ucap Gilang ketika melihat pintu pagar rumah itu terbuka.

Ketiganya langsung masuk menuju ke dalam rumah.

"Benar dugaan ku," Gilang mengedarkan pandangannya dan mendekati seorang wanita yang berlumuran darah.

"Hmmm, sepertinya kita telat datang kesini,"

*Greep!!

Tiba-tiba Suryani menarik lengan Gilang, ketika pemuda itu akan meninggalkannya.

"Tolong selamatkan cucuku, sukmanya ada di dalam kamar itu."Suryani menunjuk sebuah kamar yang diselimuti asap tebal

"Hanya mahluk gaib yang bisa masuk kedalam istana itu, selamatkan nyawa putriku dari tangan Axel," Suryani kemudian menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengucapkan kata-kata itu.

Gilang segera mendekati kamar itu, namun tubuhnya langsung terpental ketika menyentuh gagang pintu kamar tersebut.

Hanya mahluk gaib yang bisa masuk ke istana,

Gilang menganggukkan kepalanya dan langsung menunjuk kearah Barra.

"Kenapa gue?" tanya Barra

"Karena kamar ini sudah diberi pagar gaib, dan hanya mahluk astral yang bisa masuk kedalamnya, so kamu harus masuk k dalam sana untuk membawa Sukma Jill kembali, sedangkan gue dan Rangga akan segera menyusul bajing*n yang sudah membawa kabur Ijah," jawab Gilang

Gilang segera mengajak Rangga meninggalkan tempat itu.

"Tunggu, percuma kalian mengejarnya sekarang, tidak akan terkejar. Seperti katamu selain sangat licik dia juga memiliki kekuatan yang sangat besar yang akan membahayakan nyawa Ijah. Dia bahkan sudah memprediksi kalau kita akan bisa membawa pulang Sukma Ijah, untuk itu minta tolong Tania untuk menunjukkan dimana rumah lelaki itu. Dia sudah tahu dimana tempat tinggal lelaki itu, karena sewaktu dia di taman ia berusaha untuk mencelakai Tania," ucap Barra

"Apa Tania mengenal Axel?" tanya Rangga

"Iya," jawab Barra

"Benar-benar bukan suatu kebetulan, ok guys thengkyu untuk informasinya. Kita tidak akan mengejarnya karena percuma kalau tidak tahu rumahnya, aku akan mengajak Tania untuk menunjukkan dimana lelaki itu tinggal,"

"Jangan mengajaknya, terlalu berbahaya," jawab Barra

"Lo sebenarnya maunya apa sih Bar-bar, tadi bilang minta tolong Tania. Nah sekarang tidak boleh ajak Tania, gimana sih!" cibir Gilang naik pitam

"Minta tolong itu gak harus ajak dia juga bro, kita minta saja dia menuliskan alamat rumah si Axel, nah kita bisa mencarinya berdua tanpa melibatkan Tania," sela Rangga

"Betul itu, Rangga memang lebih smart dari pada si Gilang Ken Arok KW," ledek Barra langsung menghilang memasuki kamar itu.

"Sue, beraninya dia meledekku seperti itu," keluh Gilang menggandeng tangan Rangga

"Kuy jalan!" seru Gilang

"Kemana?" tanya Rangga

"Kehati mu," jawab Gilang

"Diiih ogah!" cibir Rangga membuat Gilang menyunggingkan senyumnya

**********

Barra berjalan menyusuri istana yang sangat besar dan mewah.

"Sebenarnya rumah siapa ini?" tanya Barra sambil memperhatikan sekitarnya

"Tentu saja ini adalah kediaman, penguasa negeri kegelapan," jawab seorang mahluk kerdil yang menyambut kedatangan Barra

"Apa dia seorang raja Jin?" tanya Barra

"Bukan, dia hanyalah seorang pengawal raja Jin," jawab mahluk kerdil itu

"Rupanya aku kedatangan tamu tak diundang, kenapa kau tidak menyuruhnya masuk Gunarso," ucap seorang pria tampan menyambut kedatangan Barra

"Maafkan atas kelancangan anak buah saya yang mulia Pangeran," ujar lelaki itu membungkukkan tubuhnya

"Siapa kau, kenapa kau mengenalku?" tanya Barra

"Aku adalah pengawal yang mulia Raja sebelumnya atau boleh dibilang aku adalah pelayanan Kakekmu," jawab lelaki itu.

"Oh, begitu,"

"Ada apa gerangan yang mulia datang ke Istana hamba?" tanyanya lagi

"Aku ingin membawa Sukma seorang gadis yang tersandera disini," jawab Barra membuat lelaki itu tercengang

"Tapi yang mulia, kami mengamankan sukma wanita itu karena tujuan tertentu," jawab lelaki itu

"Apa kau akan bilang kau menyanderanya untuk menyelamatkan dia dari seorang mahluk jahat?" tanya Barra

"Aku tidak bisa mengatakan kepada anda yang mulia, tapi percayalah kami melakukan semua ini demi kebaikan anda."

"Jadi sekarang serahkan wanita itu kepadaku!"

"Maaf yang mulia kami tidak bisa menyerahkannya kepada anda,"

"Baiklah kalau dengan cara halus kalian tidak memberikan gadis itu, jangan salahkan aku jika menggunakan kekerasan untuk membawa pulang Sukma gadis itu," Barra langsung melesatkan kilatan berwarna ungu kearah lelaki itu hingga terpental menjauh darinya

Seorang lelaki lainnya datang menyerangnya, namun ia juga harus terhempas setelah terkena serangan Barra.

"Aku tidak mau membunuh rakyatku, jadi maafkan aku jika melukai kalian," Barra segera menuju ke sebuah kamar dan mengeluarkan seorang wanita yang disembunyikan di sana.

"Aku sudah memperingatkan yang mulia untuk tidak membantu wanita itu, aku sudah berusaha menahannya disini untuk beberapa waktu dengan alasan tertentu tapi kau tidak mendengarnya. Jadi jangan menyesal bila suatu hari anda akan menyesali perbuatan yang anda lakukan sekarang Pangeran. Jangan melihat sesuatu dari penampilannya, karena semuanya itu bisa menipu kita," ucap Lelaki itu membiarkan Barra meninggalkan tempat itu.

Sebenarnya apa maksud pesan lelaki itu, dia sepertinya menyimpan rahasia yang sangat besar,

Sejenak Barra menghentikan langkahnya dan menoleh kearah lelaki itu sebelum pergi meninggalkan tempat itu.

************

"Kata Tania, rumah Axel adalah rumah temannya yang dikunjunginya bersamaku, berarti sudah tidak jauh lagi dari sini,"

*Ciit!!

Gilang menghentikan motornya, di depan kediaman Arman.

"Kita harus hati-hati memasuki rumah ini, rumah ini bukanlah rumah orang sembarangan," ucap Gilang

"Pakai saja ajian Sirep Megananda milikmu, kita akan leluasa mencari keberadaan Ijah, tanpa takut ketahuan pemilik rumah,"

"Memangnya kita mau merampok disini?"

"Sama saja Lang, intinya kita akan mengambil sesuatu dari rumah ini," jawab Rangga

"Tumben lo pinter Ran," goda Gilang

"Memangnya aku selama ini bodoh apa?" tanya Rangga

"Syukurlah kalau Lo merasa," jawab Gilang sambil terkekeh

"Sue Lo!" seru Rangga

Gilang kemudian menarik nafas dalam-dalam dan duduk bersila didepan rumahnya. Angin malam berhembus menerpa wajah tampan pemuda itu.

"Baru kali ini aku merasakan hawa aneh sebelum aku membaca kidung Megananda," Gilang mengusap bulu kuduknya yang mulai berdiri

"Kenapa aku bisa merinding begini," Gilang memperhatikan sekitarnya mencari sesuatu yang sedang mengintainya tapi ia tidak menemukannya.

"Cepetan Lang, keburu pagi!" celetuk Rangga

"Apa Lo tidak merasakan hal-hal ganjil disini?" tanya Gilang

"Tidak tuh, insting dukun ku mengatakan tidak ada masalah," jawab Rangga

"Tapi aku merasakan sesuatu di tempat ini, seperti ada kekuatan yang sangat besar yang menanti kita," jawab Gilang

"Sudahlah, itu cuma perasaan lo aja," sahut Rangga

Gilang memejamkan matanya, dan langsung membukanya kembali setelah melihat sesuatu yang menakutkan dalam pandangan mata batinnya.

"Kenapa lagi??" tanya Rangga penasaran

"Sebaiknya kita pergi dari sini, kita biarkan saja Ijah tinggal disini untuk sementara waktu. Mungkin ini yang terbaik untuk dia," Gilang langsung bangkit dari duduknya dan menuju ke atas motornya

"Tapi.... bukankah wanita itu bilang kita harus menyelamatkan Ijah dari tangan Axel?" tanya Rangga membuat Gilang semakin bimbang

Apa aku harus menyelamatkannya??

Gilang terus beradu argumen dengan suara hatinya.

1
Yaayaaa🌸
yg dendam itu si iblis yg masuk ke tubuh sedah mirah keknyaa krna mau bangkit eh dibunuh krna diminta sm sedah mirah
Yaayaaa🌸
jhahahahahahha
Yaayaaa🌸
teh risa Saraswati harua tau ini sih hahahahahahah
Ass Yfa
waduh si Jack Saprow come back
Ass Yfa
sumpah aku penasaran ,cerita Ros ama Bara apa judulnya, tiap novelmu pasti nyangkut ama 3 somplak
Awanda Sari: pernikahan gaib kk judul ny
total 1 replies
Ass Yfa
Sue lo Leon
Ass Yfa
Tania kenapa Amanda kurang dpt feel nya seh
Ass Yfa
Luar biasa
Ass Yfa
berarti kembaran nya Tania udah mnggl, Rain anknya Kuncoro dong, kok bpknya nggk ngeh,Subur ntar matinya dibunuh sma cucunya
Ass Yfa
berarti Rain kembarannya Tania, trs anke Kuncoro kemana kalo dituker
Ass Yfa
ternyata Tania sukanya ama Rangga
Ass Yfa
Luar biasa
Ass Yfa
Bara am Ros kisah mereka yg judulnya apa kak
istrinya_kimseokjin: pencet aja itu profil othorny kak bnyak crita lainnya dstu
total 1 replies
Ass Yfa
sama aja cowok2 nya juga lemes mulutnya
🔸Sᵅ᭄🔖
suka smua karya yg horor plus komedi nya thoorrrr tp please typo nya diperbaiki donkk sampe kdg diulang² bca'y biar faham
Ngen Imtay
ini yang nganterin rain apa Vito sih ,,bikin bingung
Keli Latifah
aku suka dengan semua karyamu thor, berkali kali semua sdh ku baca, tp gk prnh bosan,,
Yulia Lia
bagus
Choirudin Sinwan
menghibur
Wury Titi
matinya kuncoro ga seru. g da perlawanan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!