Sequel DIA HANTU
Yoona ingin menemukan ayahnya sejak kecil. Akhirnya, ketika dewasa, Yoona memulai perjalanan panjang untuk menemukan ayahnya.
Tapi entah kenapa, Yoona malah terjerat oleh pria asing.
Ke mana pun dia pergi, pria itu ada di sana. Yoona tidak dapat melarikan diri.
Teknik membaca pikiran yang dibanggakan oleh Yoona juga tidak berhasil untuk pria itu!
Yoona melarikan diri dengan segala cara yang mungkin namun hanya untuk tersudut oleh perangkap pria itu lagi. Pria itu menatapnya dengan muram, "Jangan lari!"
Yoona menghela nafas dalam-dalam, karena dia tidak dapat melarikan diri, itu adalah takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENOBATAN 2
Para tamu sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan. Mereka menikmati acara- acara yang di tampilkan oleh penari dan penyanyi kerajaan Diamond.
Yoona menghela napas berat. Padahal dia ingin sekali bertemu dengan Gerald. Entahlah, baru kali ini dia menginginkan dekat dengan seorang pria. Waktu bersama Ryuga saja tidak seperti itu.
Namun Gerald? Entahlah, Yoona tidak mengerti, padahal Gerald orang asing baginya.
"Baiklah, terimakasih atas kehadiran para raja, ratu, pangeran dan putri yang kini berada di hadapanku.. Aku meminta maaf atas kejadian penobatan yang dulu karena ada beberapa gangguan.. " kata Devano kemudian menjeda ucapannya.
Dia mengulurkan tangannya pada Alex. Alex menghela napas berat kemudian menerima uluran tangan Devano.
Kini mereka berdiri berdampingan. "Ini adalah putra sulungku, pangeran mahkota kerajaan Diamond, Alexander Lee.. Dan.. Hari ini didepan kalian semua.. Ku nobatkan Alexander Lee sebagai Raja dari Kerajaan Diamond!! " kata Devano.
Semua tamu bertepuk tangan. Mahkota pun kini terpasang di kepala Alex.
Terdengar teriakan dari pohon raksasa di tengah- tengah danau. Yoona dan Shiray mendengar nya. Shiray merapatkan tubuhnya kepada Alex. Dengan senang hati Alex merangkulnya.
Para tamu pun menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh kerajaan Diamond.
Di hadapan Yoona dan Alex sudah terdapat banyak makanan, tapi tidak ada satu makanan pun yang bisa menggugah selera Yoona.
"Kak" Sam menyentuh bahu Yoona. Yoona menoleh. "Makanlah, kita harus makan lihat lah, para tamu juga sudah makan" bisik Sam.
Yoona mengangguk. Dia pun memakan salah satu kue yang menurutnya cukup manis. Namun dia kembali melamun sampai seseorang membuat lamunannya buyar.
"Hai" Yoona terhenyak dan menoleh pada pemilik suara bariton itu. Ternyata Angelo. "Hai" kata Yoona kemudian menoleh kearah Sam. Namun adiknya itu sudah tidak ada di samping nya.
"Kemana Sam" gumam Yoona. "Aku melihat mu melamun, apa yang sedang kau pikirkan? " tanya Angelo.
"Benarkah? Aku tidak melamun" jawab Yoona. Angelo mengangguk tidak mau menyanggah ucapan Yoona.
"Kemarin kau tidak menghadiri undanganku, katanya kau akan hadir jika Alex dan Shiray hadir, tapi kau malah inkar janji" gerutu Angelo dengan ekspresi marah yang di buat-buat.
Yoona menatap Angelo. "Emm.. I.. Itu.. Ma.. Maaf aku hanya.. Ehmm tidak sedang mood apa kau marah? " tanya Yoona.
Angelo masih berekpresi kesal. Yoona tersenyum dan tahu kalau Angelo pura-pura marah.
"Baiklah, pangeran Angelo, kau mau apa agar kau mau memaafkanku? " tanya Yoona.
"Aku mau kau menjadi kekasihku" jawab Angelo seketika. Yoona terkejut. Dia menatap Angelo begitu pun dengan Angelo yang juga menatap nya.
"A.. Aku.. " Yoona terlihat gugup. Jika dia menolak, dia takut menyakiti perasaan Angelo, jika dia menerima, dia tidak yakin akan mencintai Angelo.
"Soal tanda itu.. Aku tidak masalah" kata Angelo. Yoona memegang lehernya. Dia mengerti tanda kepemilikan Gerald yang di maksud oleh Angelo.
"Aku menyukai mu sejak pertama bertemu, aku ingin mengenalmu dan ternyata kau memang gadis yang ramah, kupikir aku.. Cinta padamu" kata Angelo.
Yoona terdiam. Karena dia tidak tahu harus bilang apa. Yoona menghela napas berat. "Ke.. Kenapa kau menyukai ku? " tanya Yoona pelan.
"Entahlah, aku benar-benar begitu tertarik padamu" jawab Angelo abstrak.
"Aku tidak yakin pangeran, lebih baik kita berteman saja, dan kita lihat saja ke depannya seperti apa" kata Yoona. Angelo menghela napas berat.
"Baiklah "
♡♥♡♥♡♥♡
Malam pun tiba, Yoona dan Sam sudah bersiap- siap dengan kereta mereka dan beberapa prajurit untuk pergi ke kerajaan Evallium.
Baru saja Yoona akan menaiki keretanya, namun terdengar seseorang memanggilnya.
"Kalian berdua mau kemana? "
Yoona menoleh begitu pun dengan Sam. Ternyata Alwx yang bertanya.
"Aku ingin pergi ke kerajaan Evallium, aku sudah bilang pada ayah " jawab Yoona.
Alex menautkan alisnya. "Untuk apa kalian kesana? " tanya Alex. "Aku.. Ingin menjenguk Raja Gerald yang sakit" kata Yoona.
Alex mengepalkan tangannya. Namun dia menarik napas panjang menahan emosinya.
"Kalian tidak akan pergi kemana pun, dengar Yoona pria itu sudah menghancurkan masa depanmu kan" kata Alex.
Yoona mengerutkan dahinya. "Maksud kakak apa? Waktu penobatan itu dia menyelamatkanku" kata Yoona tidak terima.
"Dengar Yoona, tanda kepemilikan di lehermu itu akan menyebabkan hal buruk" kata Alex.
"Hal buruk apa? " selidik Yoona. "Kau tidak akan bisa menikah dengan siapa pun.. Kecuali.. Pria yang membuatnya " kata Alex.
Deg
Yoona tidak tahu soal itu. Yoona menatap Alex. "Berarti aku hanya akan menikah dengan Raja Gerald? " tanya Yoona. Alex menutup matanya tidak suka mendengar kalimat itu.
"Jika memang itu harus terjadi, aku.. Tidak keberatan" kata Yoona tiba-tiba yang membuat Alex tercengang dan menatap Yoona.
Alex mengguncangkan bahu Yoona. "Itu tidak akan terjadi, kau tidak bisa menikah dengan pria arogan itu " kata Alex.
"Kenapa tidak? Kenapa kau begitu membencinya? " tanya Yoona. "Aku sangat membencinya! Karena dia selalu menghancurkan rencanaku" geram Alex.
Yoona mengerutkan dahinya. "Kenapa kakak jadi egois begitu? " gerutu Yoona.
Tiba-tiba Alex terpundur karena Sam mendorong nya. "Maaf kak, tapi kak Yoona juga kakakku, kalau kau menyakiti nya, aku tidak akan tinggal diam" kata Sam.
Yoona menatap punggung Sam. "Kau kesal pada Gerald karena persaingan kalian, aku tahu. Tapi jika kak Yoona ingin Gerald, apa salahnya? " tanya Sam.
Alex menatap Sam dengan tajam kemudian pandangan nya tertuju pada Yoona yang berada di belakang Sam.
"Memang nya kau mencintai Gerald? " pertanyaan Alex tertuju pada Yoona. Yoona terhenyak dan menatap Alex. Sam berbalik kemudian memegang kedua lengan Yoona.
"Katakan saja kak, jangan takut" kata Sam. "Entahlah, kenapa kalian jadi mempersulit ini? Aku hanya ingin menjenguknya, apa itu salah? " tanya Yoona.
Sam tersenyum melihat ekspresi kesal kakaknya itu. Sam berbalik menatap Alex. "Kami sudah minta izin dari ayah, sampai jumpa" kata Sam sambil membantu Yoona memasuki kereta kudanya.
Sam pun menaiki kudanya. Mereka pun bergegas menjauh dari istana di ikuti para prajurit.
Alex mendengus kesal. Dia memasuki istana Shiray menatap Alex bingung karena Alex terlihat kesal.
"A.. Alex? A.. Ada apa? Kenapa kau terlihat kesal? " tanya Shiray.
"Yoona pergi ke istana Evallium " jawab Alex pelan. "Apa? Malam- malam begini? Apa dia akan baik-baik saja? " tanya Shiray.
"Itulah yang ku khawatirkan Shiray, dia kesana bersama Sam" kata Alex.
Shiray menghela napas lega. "Kalau Yoona pergi bersama Sam, kenapa kau malah cemas? " tanya Shiray.
"Yang ku cemaskan Yoona bertemu dengan Gerald! " kata Alex dengan suara meninggi membuat Shiray terhenyak.
"Apa salah nya Yoona bertemu dengan Raja Gerald? Bukankah dia raja yang baik? "
♡♥♡♥♡♥♡
IG : ucu_irna_marhamah
By
Ucu Irna Marhamah
jd enak di bacanya
semangat thor💪💪💪🙏
aq juga mau klau punya kk seperti Alex🤭🙏
semoga bgus ceritanya🙏💪💪💪