NovelToon NovelToon
Senior & Junior

Senior & Junior

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Cinta setelah menikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: firefly99

Di puncak gunung dengan ketinggian 2874 MDPL, seorang gadis mendongak menatap lelaki yang berdiri di depannya.
"Mari kita akhiri semuanya." ucap gadis tersebut.
Lelaki yang menjadi lawan bicaranya tersenyum, "apa yang harus diakhiri? Kita tidak pernah memulai apapun."

Mata gadis tadi berkedip dua kali, ia mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut lelaki di depannya. Tak lama kemudian kepalanya mengangguk, "terima kasih."

Jadi kedekatan yang telah mereka lewati selama setahun belakangan tidak berarti apa-apa bagi si lelaki. Sementara lain hal dirasakan oleh si gadis, ia menganggap dirinya spesial.

Namun rupanya takdir punya caranya sendiri untuk menyatukan dua manusia, tidak peduli sejauh apa usaha keduanya untuk saling menjauh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firefly99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. US Ganjil

Seorang gadis menatap kalender yang ada di depannya. Ya, dia adalah Naya. Ia sedang menghitung mundur waktu yang tersisa di semester ganjil ini. Besok ujian semester akan di mulai, itu berarti kurang dari satu bulan ia tidak akan melihat Ryan lagi di sekolah yang sama.

"Dek, nitip ice cream gak?" teriak Naka dari pintu kamar.

Naya menoleh dan menggelengkan kepalanya, "Nda usah, kak. Terima kasih. Nanti setelah mandi sore, Naya mau keluar kok."

Naka mengangguk paham, "Okay." ucapnya sebelum pergi.

Naya tidak ingin larut dalam imajinasinya. Untuk itulah ia segera mandi sore dan berganti pakaian. Rumah Ima menjadi tujuannya, ia butuh teman diskusi sekarang.

"Tumben gak belajar?" heran Ima. Biasanya Naya akan sangat sulit membalas chat jika waktu ujian hampir tiba.

"Ini mau belajar." Naya memperlihatkan layar iPad nya yang terdapat materi belajarnya.

"Yee, si nona." cibir Ima. "Padahal saya lagi nda mau pusing."

"Ya sudah, mari kita makan bakso saja." ujar Naya pada akhirnya. Ia mematikan layar iPad nya lalu berdiri.

"AYOOO!" Ima berseru senang.

Dua gadis itu memang agak lain, alih-alih belajar, malah nongkrong di warung bakso.

"Rencana liburan ke mana?" tanya Ima.

Kini kedua gadis itu ngemper di teras indoalfa sambil makan ice cream.

"Belum tahu. Kau kan tahu sendiri setelah ujian semester, saya masih harus jadi panitia BN Cup, terus susun LPJ dan lepas jabatan. Anak OSIS ada rencana liburan ke kabupaten H, main air dipinggir pantai." jawab Naya.

"Tapi setelah itu kan masih ada libur dua pekan."

"Belum ada rencana, Imaa. Papa dan kakak juga sedang sibuk sekarang." Naya menatap Ima. "Kamu liburan ke mana deh?"

"Ke BPP. Sekalian ketemu papi."

Naya ikut tersenyum melihat Ima senang karena akan bertemu papinya yang seorang prajurit namun tugas di luar pulau. Biasanya hanya sang mami yang mengunjungi papinya. Tapi kali ini Ima akan ikut sekalian mengisi waktu liburnya.

"Jadi curiga kau juga bakalan nikah sama prajurit." goda Naya. Ia merasa lebih baik sekarang.

Ima tertawa, "Boleh lah kalau gak doyan flexing."

"Dasar yaaa." Naya memukul pelan lengan Ima.

Keduanya berpisah ketika hari sudah menuju gelap. Tidak butuh waktu lama bagi Naya untuk tiba di rumahnya. Ia hanya perlu menyebrangi jalan raya dan masuk ke kompleks perumahannya.

✨✨✨

Selain sibuk mengulang kembali materi pembelajaran yang telah diajarkan, Naya juga sibuk menghadiri rapat OSIS yang diadakan nyaris setiap hari selama pekan ini. Sekarang sudah hari Jum'at sore, namun ia masih berada di sekolah. Ia paham betul jika BN Cup harus berjalan dengan baik, karena ini adalah program kerja terakhir mereka sebelum lepas jabatan.

"Lho, tadi katanya mau nebeng. Kok malah dijemput Ryan?" tanya Kevin ketika melihat Ryan di tempat parkir.

Naya mengikuti arah pandang Kevin, ternyata Ryan beneran ada. "Tadi gak bilang kalau mau kesini." katanya kepada Kevin.

"Okay, sana gih." usir Kevin. "Ryan, hati-hati berkendara nya." pesannya.

Ryan mengangguk, "Terima kasih, kak." Pandangannya kini jatuh kepada Naya yang sudah berdiri di dekatnya. Ia sungguh rindu dengan gadis yang tak mau ditemui selama ujian semester berlangsung. Makanya ia tidak mau membuang waktunya, ujian semester telah berakhir tadi siang. Jadi sah-sah saja jika ia menemui Naya sekarang. "Makan Coto mau?" tanyanya.

"Boleh." Naya mengangguk.

Lima hari ternyata tidak sesingkat dan semudah yang Naya kira. Selama 5 hari kemarin Naya tidak mendapati Ryan ke kelasnya atau di tempat lain yang ada di sekolah. Semuanya tentu atas permintaannya, tapi tetap sulit ia rasakan. Makanya ia tadi cukup kaget mendapati junior badungnya di parkiran. Lelaki itu serupa dedemit yang datang tanpa diundang.

"Kenapa diam terus sih?" Ryan membuka obrolan. Ia merasakan Naya menggelengkan kepalanya, sebab perempuan itu menumpukan dagunya pada bahu kanannya. "Saya kangen tahu, Ra." katanya lagi. "5 hari terasa begitu lama. Kamu sih, gak mau liat saya."

"Sekarang sudah bisa, Ar." Naya menimpali.

"Apa memang faedahnya gak bisa ketemu selama 5 hari kemarin?"

"Ya kan biar kamu bisa fokus belajar. Kalau mau masuk angkatan, nilainya juga harus bagus." jawab Naya. "Dan lagi..." suaranya semakin kecil, tidak mampu untuk melanjutkan.

"Dan lagi?"

"Saya lagi latihan gak lihat kamu di sekolah. Latihan juga gak kamu datengin pagi-pagi." pada akhirnya Naya memilih untuk jujur.

Ryan menghela napasnya, "Maaf, Ra." ucapnya. "Nanti saya minta Radit atau Nando yaa yang ke kelas kamu pagi-pagi?"

Naya terkekeh, "mereka mana bisa, Ar? Saya lihat Nando dan Radit datangnya mepet jam masuk."

"Ya iya sih." Ryan membenarkan ucapan Naya.

Tiba di warung coto, Ryan langsung memesan sementara Naya mencari tempat yang menurutnya nyaman. Dan disudut selalu menjadi pilihannya.

"Gimana kemarin ujiannya?" tanya Naya ketika Ryan sudah ikut duduk di depannya.

"Aman. Percaya diri gak bakalan remedial." Ryan menaik turunkan alisnya.

Naya tersenyum, "syukurlah." ucapnya.

"Bulan ini saya full disini, gak pulang kampung dulu."

"Sekalinya pulang yaa beneran pulang, gak kembali lagi." Naya menyambung ucapan Ryan.

"Saya usahakan ke sini tiap pekan untuk ketemu kamu." janji Ryan.

Naya menggelengkan kepalanya, "Jangan berjanji, Ar. Lakukan sebisanya saja. Anak SMA seperti kita ini punya segudang kegiatan. Jadi tidak perlu memaksakan diri untuk terus mendatangi saya."

"Kamu gak mau saya kunjungi?"

"Nggak." jawab Naya cepat. "Lebih ke khawatir sih. Jaraknya cukup jauh, takut kamu kelelahan. Calon prajurit harus menjaga kesehatannya." ia tersenyum.

Melihat senyum Naya, hati Ryan kembali mencelos. Perempuan di depannya tidak banyak drama dan hal itu membuatnya bersyukur. "Kalau saya sudah gak ada, jangan makan sambel terlalu banyak. Secukupnya saja."

"Nggak janji. Gak ada kamu, itu berarti saya bisa bebas makan sambel sebanyak yang saya mau, karena sambelnya gak kamu umpetin." ujar Naya.

"Dasar yaaa." Ryan menyentil punggung tangan Naya.

Rintik gerimis yang jatuh membuat keduanya makan dengan lahap.

1
Herawaty Herawaty
luar biasa kak cerita nya👍.. di tunggu karya barunya
Rita Rita
massa sih suami istri masih saya dan saya bahasanya. gimana gitu kesannya 🤔🤔🤭🤭
Rita Rita
bahasa nya kaku banget Thor,,, antara anak, orang tua, saudara,,, suami istri. pake saya. ga pake aku,, terlalu formalitas
Rita Rita
ini cerita nya lagi musim covid kemarin ya Thor, memang mengerikan sekali waktu itu, disetiap waktu ada yg terjangkit
LindaLW
Cerita nya bagus, suka sma persahabatan Naya, Erwin dan Kevin yg udh sprti keluarga. Awal ny senang dgn kisah Naya dan Ryan, krna Naya sllu diperlakukan bak Princess oleh Ryan. Tp tiba² Ryan hrs menuruti keinginan ayah ny. Smga ending ny Naya dan Ryan kembali bertemu dan bersatu lg.
LindaLW
suka sma cerita nya bagus dan keren bgt...
sedih dgn kisah Naya dan Ryan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!