NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Milik Psikopat

Gadis Cantik Milik Psikopat

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eti Rani

seorang gadis cantik yaang bernama Zaleta Zee yang tak sengaja bertemu dengan psikopat kejam bernama El Beethoven.Bagaimana kisah Meraka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eti Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

"Zee pergi kemana ya? Udh beberapa hari dia gak sekolah, dihubungi juga gak aktif," ucap Lucy yang cemas karena sahabatnya itu menghilang entah kemana.

"Ken, El, dan yang lain juga hilang."

Ponsel Lucy berbunyi, dan dia langsung menjawab,

"Zee, akhirnya dia nelpon gue juga!" Lucy berbicara dengan Zee,

"Halo, Zee!"

Zee menjawab, "Halo, Lucy, sorry ya gue gak kasih kabar ke Lo."

"Aduh, Zee, Lo bikin gue cemas tau gak? Sekarang Lo ada di mana?" Lucy sangat khawatir.

Zee menjelaskan, "Gue di rumah sakit."

"Lo sakit, Zee?"

"Bukan gue yang sakit, tapi Kak El, dia habis kena tembak."

Lucy terkejut, "Kok bisa?"

"Gimana ya, ceritanya panjang banget, nanti gue cerita klo gue udah pulang."

Lucy memastikan, "Ok, tapi Lo sekarang gak papa kan?"

"Iya, aman, gue gak papa." Lucy merasa lega, "Syukur deh kalo gitu."

Zee mengakhiri percakapan, "Udah dulu ya?"

Lucy menjawab, "Ok."

"Setidaknya gue bisa tenang kalo Zee baik-baik aja," pikir Lucy sambil menarik napas lega.

**********************************************

Sementara itu, Ken sedang bersama Zee.

"Makasih udah kasih pinjam," kata Zee.

Ken menjawab, "Sama-sama, sekarang Zee makan dulu ya."

Ponsel Ken berdering lagi, dan dia melihat tulisan "Kakek" di layar ponselnya..

"Zee, kakak mau angkat telpon dulu," kata Ken. Zee mengangguk, "Iya."

Ken pergi keluar untuk menjawab panggilan.

"Halo, Kek, ada apa?"

"Kakek dapat kabar kalo El ditembak."

Ken menghela napas, "Kakek selalu saja tau masalah yang terjadi ya, El ditembak seseorang."

"Baiklah, Kakek di sana. Apakah gadismu ada di sana?"

Ken menjawab, "Ya, dia ada di sini." Kakeknya mungkin akan bertanya lebih lanjut tentang situasi mereka.

"Zee, Kakek Wilson akan kesini," kata Ken dengan nada yang serius.

Zee menanggapi dengan penasaran, "Benarkah? Apa kakak memberitahu kakek jika Kak El ditembak?"

Ken menjawab, "Tidak, tapi mata-mata kakek ada di mana-mana."

Zee mengangguk paham, "Aku mengerti."

Zee tampaknya sudah terbiasa dengan jaringan informasi yang luas yang dimiliki oleh Kakek Wilson, sehingga tidak heran jika kabar tentang El bisa sampai ke telinganya.

Zee datang ke kamar El karena dia sangat khawatir.

"Kak El, apa kakak baik-baik saja?" tanya Zee dengan nada yang penuh perhatian.

El menjawab dengan lembut, "Kau tidak perlu khawatir."

Zee bertanya lagi, "Kakak udah makan?"

El menjawab dengan sedikit sinis, "Kamu lihat piring yang ada di atas meja itu, menurutmu itu apa?"

Zee mengangguk mengerti, menunjukkan bahwa piring yang kosong itu berarti El sudah makan. Zee merasa sedikit lega, tapi masih khawatir tentang kondisi El.

Ntah apa-apa lagi yang harus dikatakan oleh Zee, semuanya menjadi canggung.

"Kalau begitu, Zee pergi dulu," kata Zee, berusaha untuk meninggalkan kamar El.

Namun, El menarik tangan Zee hingga menimpa tubuh El.

"Astaga, apa yang harus aku lakukan?" batin Zee, merasa terkejut dan bingung.

El kemudian mencium bibir Zee dengan lembut, tapi Zee tidak membalas.

"Sialan kau, El," kata Ken dalam hati, menyaksikan adegan itu dengan rasa tidak suka.

Ken merasa bahwa El telah melanggar batasan dan memanfaatkan kesempatan ketika Zee tidak siap.

Baiklah, saya akan perbaiki tanda bacanya:

Zee melepaskan ciuman diri dari El.

"Kenapa, Zee? Apa kau tidak suka?" tanya El.

"Kenapa kakak melakukan itu pada ku?" jawab Zee.

"Bukankah kau juga pernah melakukannya dengan Ken?" tanya El lagi.

Zee bungkam. "Bagaimana kak El tahu jika dia dan Ken pernah berciuman?" pikir Zee.

Tiba-tiba, Ken muncul.

"Zee, ternyata kau ada di sini. Aku mencari mu dari tadi," kata Ken.

"Tadikan Zee sudah bilang sama kakak," jawab Zee. Lalu, Ken memberi tahu El,

"Kakek akan datang ke sini."

El menjawab, "Apa kau memberi tahu kakek?

"Tentu saja tidak Ayo, Zee, kita pergi."

Mereka pergi ke taman yang ada di rumah sakit, yang cukup ramai.

"Kakak, Zee mau nanya, sebenarnya kakak sama Kak Ken ada hubungan apa?" tanya Zee dengan rasa penasaran.

"Tidak ada hubungan apa-apa," jawab Ken berbohong, karena ini bukan saatnya Zee tahu kebenarannya.

"Tapi bagaimana dengan kakek?" tanya Zee lagi.

"Itu bukan kakekku, aku menjalin bisnis kerja sama dengannya," kata Ken membuat alibi.

"Benarkah?" tanya Zee skeptis.

"Benar, aku tidak tahu jika dia kakek El. Dia menganggapku sebagai keluarganya. Apa kau percaya?" Ken menjelaskan.

"Tentu," jawab Zee, mendengarkan penjelasan Ken membuat Zee sedikit percaya.

1
Juna Dong
luar biasa
falea sezi
cinta kok kasar aneh
Rani: biasa jangan terlalu di ambil hati
total 1 replies
Rani
bantu author donk kasih like komen dan vote ya
Armin Arlert
Jempol tinggi!
Alexo. ID
terharu banget pas adegan romantisnya, ini the best story ever ❤️
Rani: thank you 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!