NovelToon NovelToon
Scandal Pewaris Tunggal

Scandal Pewaris Tunggal

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Misteri / Tamat
Popularitas:206.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: soesan

Boy mencoba menghindari tragedi pembunuhan saat dia melintasi jalanan sepi, namun nasib malang menimpanya. Pria pewaris tunggal perusahaan besar itu malah menjadi tersangka utama dari tragedi pembunuhan dan kini menjadi burunon kepolisian.
Apakah Boy mampu mengungkap pembunuh sebenarnya?
Bagaimana nasib perusahaannya setelah kejadian malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon soesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis misterius

Seharusnya Ken sudah pulang bersama Dedy setelah kembali dari perusahaan DR Group. Pria itu memilih tinggal sehari lagi di kota itu hanya untuk mencari keberadaan Kanaya. Gadis yang pernah menjadi tetangga dan temannya.

Tekad Ken untuk menemukan gadis itu sangat kuat. Dia merasa penasaran dengan nasib gadis cantik itu. Ken juga ingin membalas Budi padanya.

Dia tidak mau dibilang kacang lupa kulit. Kanaya yang membantunya mendapatkan pekerjaan. Meski sebenarnya dia tidak terlalu butuh pekerjaan saat itu karna kalau hanya uang, pria itu tidak akan berkekurangan.

Dedy sudah memaksanya untuk tetap pulang bersamanya, tapi tetap saja Ken tidak mau. Dia hanya butuh waktu sehari saja untuk mencari gadis itu.

Ken akan kembali dalam sehari itu walau dia tidak dapat menemukannya. Paling tidak pria itu sudah berusaha.

Awal pencarian Ken adalah restauran tempatnya bekerja dulu. Ken mendatangi tempat itu dengan pakaian sederhana.

Pria itu mencari Daren, pemilik restauran sekaligus teman Kanaya.

Sayang, saat Ken datang, Daren sedang tidak ada. Kata pegawainya, Daren jarang datang ke restauran. Dia hanya memantaunya dari jauh.

Mereka juga tidak tahu Daren ada di mana. Mereka tidak mau mengatakannya. Para pegawai yang sebagian teman Ken waktu bekerja pun, enggan memberikan keterangan.

Sepertinya mereka memang diminta untuk tutup mulut pada orang luar. Informasi tenang Kanaya maupun Daren tidak Ken dapatkan sedikit pun.

Pria itu keluar dengan tangan kosong. Kecewa? Pasti. Tapi Ken tidak menyalahkan mereka. Karena mereka hanya menjalankan tugas dari bosnya.

Ken berjalan menelusuri pasar tempat dia dan Kanaya pernah berlarian dikejar oleh seseorang yang tidak mereka kenal. Pria itu mencoba untuk bernostalgia dengan tempat itu.

Setelah merasa lelah, dia duduk di tepi jalan. Saat ini penampilannya tidak mencerminkan kalau dia adalah seorang bos. Penampilannya sama dengan orang biasa dan pengangguran.

"Kay, kamu ke mana? Tolong beritahu aku," ucap Ken sendiri.

Pria itu terus mengedarkan pandangannya di tengah keramaian kota dan jalanan. Berharap dapat menemukan gadis yang dia cari selama ini.

"Daren juga tidak ada. Apa sebenarnya yang terjadi pada mereka? Apa yang mereka rahasiakan selama ini?"

Saat mata pria itu menatap lalu lalang kendaraan yang lewat, tidak sengaja matanya menangkap sosok gadis yang mirip dengan Kanaya. Gadis itu berada dalam mobil yang berhenti di seberang jalan.

Ken langsung bangkit dari duduknya dan berusaha menyeberang jalan tapi sayang, kendaraan saat itu sangat ramai dan sulit baginya untuk menerobos kuda besi yang berjalan cepat.

Ken berusaha unyuk menghentikan laju kendaraan yang lalu lalang, tapi tetap saja sulit. Tradisi pengemudi yang egois dan memburu waktu adalah salah satu alasan mereka tidak mau memberinya kesempatan untuk menyeberang.

Mata Ken terus mengikuti mobil gadis itu. Mobil gadis itu mulai berjalan mengambil arah yang berlainan dengan posisi Ken berdiri.

Ken berusaha mengejarnya dengan berlari searah tapi berseberangan. Langkahnya semakin cepat seperti sedang memburu mangsanya.

Siapa yang bisa mengejar kecepatan laju kendaraan yang bekerja dengan mesin? Tidak ada. Begitupun dengan Ken. Pria itu akhirnya menyerah.

Napasnya tersengal-sengal memburu. Ken membungkukkan tubuhnya mengatur napas dan mengumpulkan tenaga yang hampir habis.

"Mas," panggil seseorang menepuk punggungnya.

"Kanaya."

Ken langsung memutar tubuhnya menghadap orang yang memanggilnya.

"Mas, kenapa lari-lari?" tanya seorang wanita setengah baya.

"Oh, olahraga siang Bu. Ya, olahraga siang, biar tambah sehat," ucap Ken sembari menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.

"Oalah, Mas. Olahraga kok siang-siang. Awas lho kulitnya gosong. Ganteng-ganteng nti gosong," ucap wanita itu langsung berjalan meninggalkan Ken yang masih bergerak layaknya orang yang sedang berolahraga.

Setelah wanita itu jauh, Ken menghentikan gerakannya dan lagi-lagi membungkukkan badannya mengatur kembali napas yang bertambah cepat.

"Sialan! Aku kira Kanaya. Merdu banget dia memanggilku mas. Coba Kanaya yang panggil mas."

"Ish, ganteng-ganteng kok ngomong sendiri," ucap seorang wanita muda yang melewatinya.

"Hey! Gw bukan orang gila!" teriak Ken tidak terima dibilang gila.

"Siapa yang bilang lo gila?" sahut wanita itu lagi.

"Sialan! Kenapa hari ini gw sial banget sih. Mana haus lagi. Lebih baik aku cari minum saja."

Ken berjalan menuju tempat penjual aneka minuman dan memesan dua macam minuman karena tenggorokannya terasa kering.

Saat menikmati minumannya, Ken kembali mengedarkan matanya. Pria itu selalu mencari celah yang ada untuk mencari keberadaan Kanaya.

Sekali lagi matanya menangkap sosok gadis yang sama. Gadis yang tadi duduk di dalam mobil yang dia kejar. Gadis itu sedang duduk menikmati minuman dengan beberapa temannya.

Perlahan Ken mendekati para gadis itu, semakin dekat semakin jelas wajah gadis itu semakin mirip dengan Kanaya.

"Kanaya," panggilnya sembari menepuk pundak gadis itu.

Gadis itu menoleh pada Ken dan tersenyum.

"Maaf, Anda siapa ya?" tanyanya heran.

"Kay, ini aku, Ken," ucapnya meyakinkan gadis itu.

"Ken? Ken siapa?" Gadis itu terlihat bingung.

"Aku, Ken. Ken teman kerjamu dulu. Ken tetanggamu di perumahan."

"Maaf, saya tidak mengenal Anda."

"Kay, apa kamu benar-benar tidak mengenaliku?" Ken memaksa gadis itu untuk mengingatnya.

"Mas, kalau dia tidak mengenalmu ya jangan dipaksa," ucap salah seorang dari temannya kesal.

"Kay, kamu pasti mengenalku dan pura-pura tidak mengenalku. Iya, kan?"

"Maaf, Mas. Aku benar-benar tidak mengenalmu."

Ken tidak habis akal. Pria itu menarik napasnya dan mengeluarkan perlahan.

"Baiklah. Kalau kamu tidak mengenalku. Sekarang aku ingin mengenalmu. Perkenalkan, namaku Ken," ucapnya memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya pada gadis itu.

Sesaat gadis itu mengedarkan matanya pada para sahabatnya.

"Aku Catrin," ucapnya menyambut uluran tangan Ken.

"Senang bertemu denganmu Catrin," ucap Ken tersenyum.

"Oke, sekarang kamu sudah mengenal namaku. Silahkan kamu pergi dari sini. Aku tidak mau ada yang mengganggu waktu santaiku," ucap gadis itu santai tapi penuh penekanan.

Ken sempat terkejut dengan ucapan Catrin. Wajahnya menunjukkan keterkejutannya dengan mata sedikit membuka dan kulit dahi tertarik ke atas.

"Apa aku tidak boleh gabung dengan kalian?" Ken masih berusaha mengajaknya berbicara.

"Tidak. Apa kamu tidak melihat kalau kami semua perempuan? Dan kamu harus tahu, kami alergi dengan para lelaki. Jadi silahkan kamu tinggalkan tempat ini."

"Kay," panggil Ken lagi.

"Aku bukan Kay, atau apalah itu. Aku Catrin. Bukan Kay temanmu."

"Tapi kamu."

Ucapan Ken terhenti saat dua orang teman Catrin berdiri dan menyingsingkan lengan bajunya. Terlihat dengan jelas lengan para wanita itu terlihat kekar berotot dan bertato.

"Astaga naga!" Mata Ken kembali terbuka lebar karena terkejut melihat para wanita yang awalnya terlihat lemah lembut berubah menjadi wanita perkasa yang berotot.

"Bagaimana? Kamu mau pergi atau kami yang memaksamu pergi?" ucap salah satu dari mereka.

Sedangkan gadis yang menyebut dirinya bernama Catrin hanya duduk terdiam tanpa melihat ke arah Ken. Gadis itu duduk santai dan cuek.

1
Mega Arum
nyesel baca tau gantung gini
anindya zahra
lanjut
Sri Maulida
lanjuttt...
Ermi Suhasti
Bagus .. membuat pembacanya penasaran..
Choirudin Sinwan
bener kata deddy..boy miskin otak..
fafa fajrul falah
lanjut
Dhina ♑
Hilang segalanya
Dhina ♑
Keadaan makin kacau
Dhina ♑
What...tragedi
KIA Qirana
Gawat Boy, kasihan juga kamu

eh, nih cewek petugas hotel, jadi lucu sih
hilih matanya ternoda
KIA Qirana
Ceritanya seruuu
Kasihan andai Boy tak bisa menghindari masalah
Umy Rayhan
udh bacanya serius bnget pke d gantung lgi cerita
Chrisneke Oktavian Anugrah
aku suka sama ceritanya👍👍👍
Hotmaida Siregar
pasti Kanaya yg punya perusahaan...
ranti amelia
novel cinta single mom di sini ada gk ya Thor
Sri Yani
lanjut thor cerita bagus
Sri Yani
lanjut thor
Linasusilawati
DG punya Daren mungkin 🤔
Nana Arif
lanjut
Theresia Theresia
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!