Ardian Herlambang duda tampan yang tak memiliki keinginan untuk menikah lagi setelah sang istri meninggal harus berurusan dengan gadis yang selama ini selalu dihindarinya.
Kinanti Maheswari, dokter cantik yang selama ini selalu menatap satu pria di dalam hidupnya. Rasa cintanya yang besar membuatnya tak bisa berpaling dari Ardi, walaupun berkali-kali lelaki itu mematahkan hatinya.
Hingga akhirnya sebuah kesalahpahaman membuat Ardi terang-terangan membenci Kinanti dan mengucapkan kata-kata yang sangat menyakiti hati gadis itu. Hingga akhirnya Kinan memutuskan untuk benar-benar pergi.
"Jangan pernah menghubungiku hanya karena merasa bersalah, semua yang kamu ucapkan benar. Aku bukan siapa-siapa, hanya parasit yang menumpang hidup di tengah-tengah keluarga kalian." ucap Kinan pada Ardi sebelum berlalu menuju calon suami yang sudah menunggunya.
Akankah Ardi menyadari perasaannya setelah kehilangan Kinanti? Bagaimana kehidupan Kinanti bersama lelaki yang tak pernah bisa dicintainya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Niat, Tapi ...
Di ruang tengah rumah Permadi, terlihat tiga orang yang tengah berbicara sangat serius.
Ardi yang tadi menghubungi Putri karena katanya ingin membahas sesuatu yang penting. Dan ternyata sesuatu yang penting itu adalah masalah warisan peninggalan orang tuanya.
Putri pun segera menghubungi Permadi, biar bagaimanapun dia harus mendapatkan ijin suaminya dulu sebelum memutuskan.
"Jadi kamu mau jual semua warisan om Dwi?" tanya Putri tak percaya.
"Aku udah bilang berkali-kali mbak, aku mau jual semuanya tanpa sisa. Dan satu lagi yang harus mbak ingat, itu bukan hanya warisanku. Tapi ada hal mbak di sana." kata Aldi.
"Aku nggak berhak, Di. Walaupun itu tanah peninggalan kakek kita tapi yang mengelola dan mengurusnya adalah Om Dwi. Ayahku juga sudah mengambil bagiannya saat memulai usaha toko bangunan di ibukota." kata Putri.
"Ck, yang diambil om Eka nggak banyak, mbak. Bahkan ayah pernah bilang hak mbak itu masih banyak, semuanya sudah dituliskan ayah di buku agendanya." kata Ardi.
"Dulu aku menahan diri untuk tak menjualnya karena mbak menolak mengambil jatah mbak, aku pikir akan aku serahkan pada Kenzo jika dia sudah dewasa dan punya KTP." kata Ardi lagi.
"Ck, jangan kamu lakukan hal itu. Aku nggak mau melibatkan anak-anakku dengan keluarga bude Nita. Malas, panjang nanti urusannya." kata Permadi menimpali percakapan istrinya dan Ardi.
Ardi paham jika Permadi tak ingin melibatkan anak-anaknya dalam masalah warisan ini. Bude Nita memang memiliki karakter yang bertolak belakang dari almarhum ibunya.
Ditambah lagi Pak Lek Joko yang selalu saja mengklaim bahwa istrinya juga berhak atas harta peninggalan almarhum ayahnya.
"Kali ini aku harus menjual semuanya mbak, aku nggak tahan kalau hidupku masih direcoki mereka." kata Ardi.
"Akhirnya kamu sudah sadar. Dulu mbak kasih tau, kamu malah mengira mbak nggak suka sama bulek kesayangan mu itu." kata Putri
"Iya, mbak. Aku tau aku salah, makanya mau aku ubah sedikit demi sedikit. Setidaknya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali." ucapan Ardi yang tersirat membuat Permadi menaikan sebelah alisnya.
"Terlambat? Memangnya kamu mau mengejar siapa?" tanya Permadi sambil menatap tajam ke arah Ardi.
Namun yang ditatap oleh Permadi hanya diam saja, dia salah sudah keceplosan bicara di depan suami sepupunya. Permadi pasti akan mencurigai dirinya.
"Kalau kamu berniat mengejar Kinan, aku nggak akan setuju. Dia sudah menerima lamaran Bian dan mereka akan segera menikah." kata Permadi dengan tegas.
Nyes... Hati Ardi begitu pedih mendengar ucapan Permadi. Dia mendapatkan peringatan dari Permadi, yang artinya jika hubungan Kinan dan Bian sudah sangat direstui.
"Kenapa mas mengijinkan lelaki itu melamar Kinan. Mas tidak tau asal usulnya. Lalu apakah Kinan bisa hidup bahagia bersama lelaki yang tak dicintainya. Kenapa mas tak memikirkan hal itu." kata Ardi tak terima.
"Ck, kalau masalah bahagia, kamu tanyakan sama mbak mu itu. Dulu dia dan mas menikah tanpa ada rasa cinta. Tapi kami menerima dan menjalani dengan baik. Seiring waktu cinta kami tumbuh dan bersemi. Bahkan sekarang mas dan mbakmu tak bisa berpisah walaupun hanya sehari. Ya kan, sayang?" tanya Permadi
Putri pun tersenyum menanggapi ucapan suaminya lalu mengangguk. Memang tak mudah di awal-awal pernikahan mereka. Tapi lama kelamaan, Putri malah merasakan cinta yang lebih besar pada suaminya itu.
"Lagipula aku tak mau putriku jadi perawan tua cuma gara-gara mengharapkan kamu yang nggak jelas. Kamu sih enak udah pernah menikah dan merasakan surga dunia. Lah, Kinan dari dulu hanya menunggu kamu, tapi selalu kamu abaikan. Jadi sekarang biarkan dia bersama Bian, dia lelaki baik. Kami juga sudah mengenal keluarganya." kata Permadi panjang lebar.
Ardi menatap Permadi dengan tatapan tak percaya. Kapan Permadi dan Putri berkenalan dengan keluarga Bian. Bukannya mereka baru saja berkunjung ke rumah ini minggu lalu.
"Bian itu adik iparnya Azam, rekan mas di rumah sakit. Kemarin waktu mas sama mbakmu main ke kotamu, kamu sempat bertemu sama ibunya Bian. Waktu beliau mengambil titipan oleh-oleh dari anak dan menantunya. Dan beliau sangat menginginkan Kinan menjadi menantunya." kata Permadi
Ardi langsung menyandarkan punggungnya ke sandaran kursinya. Tubuhnya mendadak lemas setelah mengetahui jika kali ini hubungan Kinan dengan seorang pria bernama Bian benar-benar serius.
Padahal tadi malam dia sudah memikirkan, untuk melanggar permintaan sang ayah dan segera melamar Kinan menjadi istrinya.
Tapi sepertinya kali ini semuanya harus pupus, dia tak ingin menjadi pengganggu hubungan Kinan dan Bian.
😀😀😚😍😙😗
alfian bawa kabur aja Era..
biar Rukmini keoanasan..
❤❤❤😘😍😙😙
❤❤❤😘😍😙😙😙
kasihan pak prabu...
❤❤❤😘😍😙😙
❤❤❤❤❤
gmna kabar Rukmini yaa..
apakah masih kenceng mukanya..
decara si tuan golek kan dibuang gak dikasih makan lagi..
❤❤❤❤😀😀😘😍😍😙
❤❤❤❤😀😀😀😘😙😙
❤❤❤❤❤
❤❤❤❤
nana syok tuhhh..
😀😀❤❤❤❤
laki2 tau dori dan baik hati..
❤❤❤❤❤