Genre: Komedi Fantasy
Sinopsis:
Akibahara Yousuke seorang pemuda pemalas yang tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi mencurigakan di ponselnya, ketika dia mencobanya ia menemukan dirinya telah berada di dunia lain dan di saat yang sama ia telah mengaktifkan sebuah sistem yang akan terus memberikannya misi gila yang tidak bisa dia hindari, kegagalan memberikannya hukuman dan tidak mencoba adalah kematian, itulah aturannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33 : Sosok Tersembunyi
Kurukuru begitulah makhluk ini disebut, mereka memiliki ukuran sebesar bola basket dengan tubuh bulat berbulu dan kerap menyerang dengan cara berputar dan menabrakkan dirinya ke musuh.
Mereka memiliki hobi memakan kain dan itu termasuk pakaian seseorang, meski dianggap tidak berbahaya dalam segi penyerangan mereka tetap diwaspadai karena mereka selalu menyerang secara bergerombol dan saat terhantam tubuhnya itu memang terasa sakit.
Yousuke menendang para kurukuru di sekitarnya hingga menjauh sebelum menusuk beberapa dengan pedangnya. Melihat hal itu para kurukuru yang lain mulai berhamburan dan menghilang ke dalam semak-semak.
Mereka telah menghabisi sekitar 10 dan itu melebihi pekerjaan yang mereka ambil sebanyak 5 ekor saja.
Untuk menghibur Emilia yang syok Yousuke akan membuatkan sesuatu dari pemburuannya saat ini.
Ia mulai membedah buruannya memotong-motong dagingnya setelah mengambil kulitnya sebelum akhirnya mulai mengolahnya.
Kulit berbulu mereka dihargai 5 koin perak lebih baik dari hanya sekedar cairan Slime.
Emilia memelototi Yousuke yang tengah memasak.
"Jangan melihatku seperti itu, lagipula ini salahmu yang tidak waspada."
"Meski kau mengatakan itu kamu selalu mengerjakan pekerjaan aneh."
Yousuke tidak bisa membantahnya dan hanya tersenyum sebisanya. Pemandangan Emilia yang telanjang juga bukan sesuatu yang buruk juga.
July mendesah pelan dan Ayane yang pergi ke desa untuk membawa baju ganti telah tiba.
"Sepertinya para petualang telah berangkat untuk memburu naga, kemungkinan mereka akan kembali cukup lama."
"Itu artinya di desa lebih sepi dari sebelumnya."
Emilia mengganti pakaiannya sementara Yousuke tetap pada masakannya, dia ingin membuat daging goreng dengan saos barbeque yang telah dia bawa dari dunianya.
Suara mendesis dari minyak panas terdengar jelas yang cukup membuat Ayane begitu tertarik dengannya.
"Aromanya harum."
"Tunggu sampai kalian mencobanya."
Hanya disaat-saat seperti ini Yousuke bisa melihat ekor dan telinga Ayane bergerak kegirangan.
Emilia yang sudah berganti pakaian mendesah pelan dan July menepuk punggungnya.
"Aku yakin Yousuke selanjutnya akan meminta kita melawan monster tentakel yang menjijikkan dan melihat bagaimana kita dipermalukan nantinya."
"Oi.. kenapa kau tahu?" potong Yousuke terkejut.
"Aku melihatmu mengambil pekerjaannya."
Emilia jelas tidak ingin melakukannya jadi dia mengembungkan pipinya ke arah Yousuke.
"Aku tahu, aku akan membatalkannya."
Emilia kembali tersenyum tenang.
Yousuke mulai menyusun setiap daging yang sudah matang di atas piring, dia membuatnya seperti sebuah pancake yang mengerucut ke atas layaknya gunung sebelum akhirnya menjatuhkan saos di atasnya.
"Silahkan untuk dicoba."
Ketiganya tersenyum masam melihat Yousuke bertingkah seperti seorang chef profesional yang kebanyakan gaya.
Masing-masing dari mereka menusuk satu daging dengan garpu lalu membawanya ke dalam mulut mereka. Ekpresi ketiganya berubah menjadi bahagia.
"ENAK."
"ENAK."
"Uenak Nyom nyom."
Ayane memiliki cara berbeda untuk mengungkapkan makanannya dan itu terkesan sedikit lucu dalam artian imut tentunya.
Yousuke adalah orang terakhir yang mengambil suapan dan merasakan bahwa ini terasa seperti memakan daging sapi.
"Tidak aku sangka mereka daging berkualitas tinggi, pantas saja penginapan selalu menerapkan pekerjaan seperti ini di sana."
"Bukannya ini terasa aneh?"
"Apa maksudmu Emilia?" tanya July demikian.
"Jika hewan mesum itu sangat enak seharusnya petualang mengambil pekerjaan ini atau mencoba memburunya tapi tidak ada siapapun kecuali kita di sini."
"Kupikir kau ada benarnya, mereka mungkin menghindari sesuatu di tempat ini."
"Maksudmu seperti hewan di sana?"
Yousuke tanpa sadar menunjuk ke depan dan di sana seekor beruang raksasa dengan tanduk menatap mereka dengan tatapan penuh kebencian, aura yang dikeluarkannya cukup gelap seolah dia bukan makhluk biasa.
Ayane menjelaskan dengan tenang.
"Itu Beast Grizzly, mereka makhluk yang kejam yang tidak pernah membiarkan musuhnya lepas, tiap tahun ada ratusan orang yang mati karenanya."
"Itu artinya kita mungkin termasuk di dalamnya," kata Yousuke lemas sebelum akhirnya memimpin untuk berlari.