Seorang ibu tiri tega menjual anaknya untuk di jadikan persembahan tumbal demi kekayaan, sang ibu tiri melakukan perjanjanjian dengan raja vampire yang di kenal sebagai raja predator paling berkuasa.
Callista, dia adalah gadis cantik yang akan di persembahkan, dan ternyata dia terpaksa harus menikah dengan Sang Predator
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
INGATAN YANG HILANG
Saat tangan besar Predator itu semakin kuat untuk memutar kepala Elliot.
Tiba-tiba saja, Lazarus sudah berada di belakang Elliot, bahkan Petrus tak menyadarinya.
"ZLLLEEBB!!!" Lazarus tiba di belakang tubuh Elliot dan kedua tangan Lazarus langsung memegang bahu Elliot.
Itu adalah kecepatan yang bahkan teriakan Alaric pun tak mampu lebih cepat.
"PETRUSSS!!!" Suara Alaric menggema dan begitu keras.
Namun, sebelum Predator tersebut menyelesaikan panggilannya pada Petrus Elliot sudah tak ada lagi di hadapannya, tangannya kosong.
"ZZZLLLAMMM!!!" Lazarus sudah pergi membawa Elliot?
Predator itupun sepersekian detik tertegun melihat tangannya sudah kosong, dan kemudian ia melihat ke arah Petrus.
"Apa yang terjadi Petrus..." Kata Predator itu kemudian kembali ke wujud yang semula.
"Saya tidak menduganya Tuan, menghilang secepat itu dan dia adalah hanya Ksatria Pangeran Lucas, tentu hal yang sangat membuat saya pun penasaran. Biasanya, kekuatan menghilang dengan cepat hanyalah di miliki oleh Vampire-Vampire Bangsawan Tingkat Tinggi , dan itupun tertentu."
"Mungkin dia salah satu pemilik kekuatan itu." Kata Alaric.
Petrus tak bisa menjawab.
"Kita kembali, aku akan merebut tahta milikku, dan kau lacak keberadaan Callista." Kata Alaric.
"Baik Tuan." Kata Petrus menundukkan kepalanya.
Kemudian mereka pun terbang kembali ke Kerajaan.
Di lain tempat, Lazarus sudah membawa Elliot, dengan kekuatan menghilang Lazarus yang cepat, akhirnya Lazarus dapat menemukan dan melihat keadaan Elliot dengan kalung yang Lazarus berikan pada Elliot.
Lazarus sudah dapat memprediksinya, sehingga ia memberikan barang miliknya, kekuatan Lazarus adalah apapun barang miliknya yang akan ia berikan pada Vampire lain, dengan cepat Lazarus dapat mendatanginya.
"Elliot... " Kata Lazarus membaringkan Elliot di atas tanah, kini mereka sudah jauh dari penciuman dan pelacakan Alaric serta Petrus.
"Lazarus..." Panggil Elliot.
"Kita harus segera menemui Pangeran Lucas, dan meminta pada Pangeran untuk mencarikan Vampire penyihir, agar dapat menyembuhkanmu." Kata Lazarus.
"Teri... Ma... Kasih... Kau menyelamatku..." Kata Elliot terbata, kepala nya masih sedikit terputar, tulangnya remuk, dan otot-otot di wajah serta lehernya yang terlihat hitam seperti lukisan mengerikan semakin parah.
Lazarus mengangguk.
"Kita harus cepat, aku akan menggendongmu, bertahanlah." Kata Lazarus.
Kemudian Lazarus kembali terbang dengan menggendong Elliot, mereka melesat bagai kilauan cahaya yang jatuh.
Hingga di sebuah Mansion daerah Utara, akhirnya perjalanan Lucas sudah berakhir, Lucas tiba di mansion miliknya.
Mansion itu sangat besar dengan gaya Eropa yang sangat mewah, mansion yang di dominasi dengan warna keemasan.
Ternyata Zelom serta Felom juga sudah tiba lebih dulu, mereka penerbang cepat juga, meski Lucas bisa terbang lebih cepat namun Lucas tak bisa mengambil resiko pada tubuh Callista yang masih lemah.
Saat itu Tifani dan Seina sudah membersihkan kamar yang akan Callista tempati.
Lucas membaringkan tubuh Callista dan Seina serta Tifani membuka satu demi satu mantel milik Putri Callista.
Lucas juga ikut membantu, saat mantel terakhir di buka, dan di lepaskan, terlihat lah kulit putih Callista sudah kembali mulus, bekas-bekas luka bahkan hilang. Kulit itu seperti bayi, begitu halus, dan bening.
"Kalian semua keluar." Perintah Lucas.
"Baik Pangeran." Kata mereka.
Dengan perlahan dan selembut mungkin, Lucas mengambil baskon berisi air hangat dan handuk kecil yang sudah Seina siapkan untuk mengelap tubuh Callista.
Perlahan Lucas mengelap tangan Callista dengan air hangat tersebut, hingga pada batas lengan Callista, kemudian Lucas berpindah mengelap tangan Callista yang satunya.
Dengan telaten, Lucas pun mengelap leher Callista dengan lembut agar Callista tak merasakan sakit, saat itu perlahan Lucas turun mengelap dada Callista, Lucas merasa gaun Callista menghalangi nya, dan kemudian ia mencoba membuka satu kancing gaun tersebut, namun di rasa masih kurang Lucas pun membuka 2 kancing, saat itu payudaraa besar langsung menyembul sempurna di balik bra milik Callista.
Untungnya saat itu, Callista tak memakai korset, sehingga Lucas dapat dengan mudah mengelap.
Tiba-tiba ketika tangan Lucas menyenggol kulit payudaraa Callista, seketika tangan nya gemetar, Lucas berusaha dengan kuat untuk tak berbuat kesalahan apapun.
Ingatan Lucas kembali pada saat Callista telanjang, saat itu tubuh Callista sangat lah menggoda.
Air liur Lucas kemudian mengembang bagai pancuran, bukan karena ia ingin menggigit Callista atau karena mencium bau darah Callista, bukan juga karena ingin memakan Callista, namun karena Lucas mengingat bagaimana panas nya ingatan ketika ia dan Callista bercumbuu di dalam goa saat Lucas berwujud Predator.
Sepelan mungkin dan dengan gerakan selembut mungkin kemudian Lucas mengelap sekitar payudaraa Callista, ia kemudian berpindah pada kedua kaki Callista, dan perlahan menyibakkan gaun putih itu naik.
Kedua kaki Callista begitu mulus, ramping dan mungil, Lucas kembali ingat, bagaimana kedua kaki itu melingkar di pinggangnya begitu erat dan paha serta bagian sensitif Callista menempel di miliknya.
Lucas seketika mundur dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya, tubuhnya berkeringat, dan pikirannya mulai tak bisa terbendung, ia ingin, dan sangat menginginkan Callista.
"Aku pasti akan gila." Kata Lucas.
Kemudian perlahan Lucas mendekat pada Callista, ia pun mencium bibir Callista dengan lembut, mengulumnya perlahan, dan mengontrol dirinya sebelum semua gairahnya memuncak.
Lucas akhirnya kembali melakukan aktifitasnya lagi, ia kemudian mengelap kedua kaki Callista hingga batas paha Callista, perlahan dan penuh kelembutan, ia tak ingin membuat Callista sakit saat Lucas menggesek dan mengelap handuk itu pada Callista. Sesekali Lucas juga mengecup dan menciumi paha mulus itu dengan lembut.
Dan ketika Lucas sibuk mengelap paha Callista dengan kelembutan, ada hal yang tak Lucas sadari, perlahan mata Callista terbuka, dan kedua jemari tangannya bergerak.
Callista menatap atap kamarnya yang mewah, ia kemudian menggerakkan kepalanya perlahan ke kiri dan ke kanan, melihat suasana yang ada, saat itu tubuhnya bahkan tidak begitu lemah, namun ia hanya sedikit merasakan pusing.
Tiba-tiba Callista merasa ada yang membelai pahanya dengan handuk yang terasa hangat, begitu lembut, jantungnya terkejut kala ia juga merasakan lecupan di pahanya, dan membuatnya langsung melihat ke bawah.
"Siapa anda!!" Teriak Callista dengan terkejut.
Dengan cepat Callista menarik kedua kakinya, tak hanya itu, Callista langsung menarik diri, dan duduk mengkerut memeluk kedua lututnya di sudut ranjang menjauhi Lucas. Callista melihat dadanya juga sudah terbuka.
"APA YANG ANDA LAKUKAN PADA SAYA!!!" Teriak Callista dengan menangis.
Callista terlihat sangat ketakutan dan gemetar.
Jelas Lucas menjadi terkejut dengan teriakan dan tangisan Callista yang tak ingat pada suaminya.
"Dimana saya?!" Tanya Callista dengan melihat ke sekeliling, tempat itu bagaikan istana yang mewah.
"Kenapa saya bisa ada di sini?" Tanya Callista masih melihat ke sekeliling dengan tubuh yang meringkuk ketakutan.
Sontak hal itu pun tak kalah membuat Lucas terkejut, dengan masih memegang handuk kecil nya Lucas kemudian berdiri dan wajahnya sangat tegang.
"Callista..." Panggil Lucas dengan suara rendah.
Callista melihat ke arah Lucas, wajahnya ketakutan, tubuhnya meringkuk, dan ia merasa sangat dingin.
"Kau kedinginan?" Tanya Lucas.
"Siapa anda... Dan bagaimana saya bisa di sini!!" Kata Callista dengan mulut bergetar, tubuhnya terasa dingin dan membuatnya gemetar, apalagi ia juga ketakutan.
"Aku suamimu... Kau tak mengingatku?" Tanya Lucas.
"Su... Su... Suamiii...????" Callista jelas semakin terkejut, ia mencoba mengingat sesuatu dalam kepalanya, ia mencoba memutar lagi memorinya, Callista berusaha dengan kuat, mencari dan mencari, apakah ia terjatuh dan lupa ingatan, namun tetap saja, ia tak menemukan ingatan apapun meski sekecil ujung jari tentang suaminya itu.
"Tidak... Tidak mungkin! Ini pasti mimpi... Tunggu... Anda terlihat bukan seperti saya, wajah anda terlihat lebih pucat, apakah anda bukan manusia... Jangan katakan bahwa anda.... "
"Aku vampire Callista, aku suamimu..."
Callista semakin terkejut seperti terkena petir di kepala dan tubuhnya, ia langsung meremas rambut panjangnya dan menjambakknya.
"Tidak mungkinn!!! Aku tidak mungkin menikah dengan Vampire!!!" Teriak Callista.
"Callista... Berhenti jangan menyakiti dirimu..." Lucas mendekat dan mencoba menenangkan Callista.
"Jangan menyentuh saya!!!" Teriak Callista sembari menangis.
Bersambung~
udah baca 3 karya othor tadi happy ending nya kurang😌 cuma 1 bab trus