Rhiu dianugrahi penglihatan bisa melihat berbagai macam makhluk gaib.
Selain itu, Rhiu juga memiliki kekuatan supranatural yang berasal dari titisan leluhurnya yang merupakan pembasmi iblish.
Bersama Pangeran Haizzar, seorang pangeran dari bangsa jin yang di kenalnya tanpa sengaja, Rhiu saling bahu - membahu bersama Pangeran Haizzar untuk menangkap dan mengurung kembali para iblish yang berkeliaran di bumi karena gerbang neraka yang terbuka.
Bahkan mereka berdua harus berjuang untuk mengalahkan Bagal, pemimpin raja iblish yang sangat kuat.
Sanggupkah Rhiu mengalahkan Bagal.
Baca kisah seru Rhiu bersama Pangeran Haizzar, yang diam - diam mencintai Rhiu. Apakah kelak di kemudian cinta mereka akan bertemu dan bersatu. Ayo kita baca, jangan lupa like dan votenya. Salam manis, dari Minaaida.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 33 Grim
"Siapa yang mengirim makhluk ini kemari..?" tanya Pangeran Haizzar sambil mengusap luka di wajah dan dadanya akibat terkaman makhluk itu.
Ajaib sekali, luka itu pun menghilang tanpa bekas.
Rhiu yang masih berdiri menatap Pangeran Haizzar dengan tatapan takjub dan kagum.
Selama mengenal Pangeran Haizzar hampir sepuluh tahun, baru kali ini dia melihat secara langsung kehebatan Pangeran jin tersebut. Luka di tubuh Pangeran jin itu menghilang tanpa bekas.
"Menyingkirlah ke tempat yang aman, Rhiu. Aku akan mengirim kembali makhluk ini kepada orang yang telah mengirimnya. Biar sekalian menjadi pelajaran baginya agar dia tahu siapa lawan yang dia hadapi." kata Pangeran Haizzar.
Rhiu pun mematuhi perintah pangeran Haizzar. Dia berdiri agak menjauh dari Pangeran Haizzar yang kini sudah bersiap kembali menghadapi makhluk tersebut.
Pangeran Haizzar menatap tajam ke arah makhluk itu yang kini sudah pula berdiri tegak kembali dan bersiap untuk menyerangnya kembali.
Makhluk itu adalah Grim. Makhluk purba berwujud seekor beast itu biasanya hidup di alam ghaib dalam dimensi ke empat. Lalu mengapa ada Grim di dimensi manusia ini. Pertanyaan ini amat membingungkan Pangeran Haizzar. Makhluk itu terkenal sangat ganas dan haus akan darah.
Jadi siapa pun yang berhadapan dengan makhluk itu haruslah berhati-hati jika tidak, maka bisa jadi santapan makhluk itu.
"Majulah kau makhluk terkutuk. Aku akan mengirim dirimu ke Neraka..!!" ucap Pangeran Haizzar dengan suara yang lantang.
Mendengar tantangan Pangeran Haizzar, makhluk itu pun menyeringai dengan mulut yang terbuka lebar dan menampakan dua pasang gigi taring yang runcing dan besar.
Makhluk itu seakan-akan tahu bahwa yang dia hadapi adalah seorang makhluk jin.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, Hai Makhluk jin yang lemah! Aku akan memakan dirimu dan juga gadis dari bangsa manusia itu hidup-hidup!" Kata Grim itu dengan suara berat.
Makhluk itu pun mengaum dengan suara yang menggelegar. Dia lalu menyerang Pangeran Haizzar dengan cakarnya yang tajam.
Pangeran Haizzar mengelak dengan sigap. Dia lalu membalas serangan makhluk itu dengan pukulan dan tendangannya.
Makhluk itu pun kembali menerjang Pangeran Haizzar dengan cepat dan membabi buta ke arah Pangeran Haizzar.
Menghadapi serangan makhluk itu pangeran Haizzar pun tidak tinggal diam. Dia langsung mengulurkan jurus Halilintar untuk menghadapi serangan makhluk itu.
Makhluk itu seperti kesakitan saat sebuah pukulan Halilintar bersarang di dadanya. Dia sama sekali tidak akan menyangka akan menerima pukulan pangeran itu. Pukulan pangeran Haizzar menghantam dada makhluk itu dengan keras.
Namun, makhluk itu ternyata sangat kuat. Dia mampu menahan kekuatan pukulan dari Pangeran Haizzar.
Pertarungan antara Pangeran Haizzar dan makhluk itu pun berlangsung sengit. Keduanya saling mengeluarkan kekuatannya untuk saling mengalahkan.
Pertarungan antara Pangeran Haizzar dan makhluk itu berlangsung dengan sengit.
Keduanya saling menyerang dan bergelut. Sekali lagi Pangeran Haizzar menyerang makhluk itu dengan pukulan Halilintar..
Rhiu menahan napas saat menyaksikan pertarungan itu. Dari kejauhan dia melihat Pangeran Haizzar sedang bergelut melawan makhluk itu. Dia sebenarnya yakin bahwa Pangeran Haizzar mampu menghadapi makhluk itu. Akan tetapi perasaan lain di hatinya yang dia tak tahu itu apa, selalu saja mencemaskan pangeran tampan itu.
Meskipun bukan kali ini saja dia menyaksikan Pangeran jin itu berhadapan dengan makhluk supranatural seperti yang ada di hadapan Pangeran Haizzar saat ini, akan tetapi Rhiu tetap saja Rhiu merasa takut akan terjadi sesuatu dengan Pangeran Haizzar.
Setelah beberapa saat bertarung menghadapi makhluk itu, terlihat bahwa makhluk itu sudah mulai kewalahan menghadapi serangan Pangeran Haizzar.
Pada suatu kesempatan, pangeran Haizzar berhasil mendaratkan pukulan yang sangat keras ke tubuh makhluk purba itu hingga makhluk itu pun tersungkur ke tanah tak berkutik lagi.
Pangeran Haizzar berjalan mendekati makhluk itu dan menunduk untuk melihatnya lebih dekat. Makhluk itu tak bisa bergerak lagi.
Akan tetapi makhluk itu masih menunjukkan tanda - tanda kehidupan. Matanya masih berkedip saat melihat gerakan pangeran Haizzar di dekatnya.
"Siapa yang mengirimmu ke sini?" tanya Pangeran Haizzar. Pangeran Haizzar berjongkok di sisi makhluk itu.
Namun, makhluk itu tak menjawab pertanyaan Pangeran Haizzar.
Pangeran Haizzar pun berdiri dan berjalan menghampiri Rhiu.
"Apa yang akan kita lakukan pada makhluk itu," kata Pangeran Haizzar.
Rhiu mendekati makhluk itu dan berjongkok menyentuh mahkluk itu tanpa rasa takut sedikitpun.
Makhluk itu menatap Rhiu yang sedang berjongkok dan menatap ke arahnya. Dia tak tahu apa yang akan dilakukan gadis itu terhadapnya. Makhluk itu hanya pasrah saja. Dia sudah tak berdaya setelah di kalahkan oleh pemuda jin tersebut.
"Entahlah, tapi aku rasa kita tak perlu membunuh makhluk ini. Dia sudah tak berdaya,." jawab Rhiu.
Pangeran Haizzar menatap Rhiu dengan heran .
"Kenapa kau tak mau membunuhnya? Apa kamu tak akan menyesal nantinya. Dia adalah Grim, makhluk yang sangat berbahaya dan di takut, bahkan oleh penghuni Neraka serta bangsa jin dan siluman sekali pun." ucap Pangeran Haizzar.
Rhiu menggeleng dan berkata.
"Tidak, lagi pula aku rasa makhluk itu tidak bersalah," jawab Rhiu. "Dia hanya dimanfaatkan saja oleh seseorang."
Pangeran Haizzar menatap makhluk itu dan juga Rhiu secara bergantian. Dia sungguh tak habis pikir mengapa Rhiu tidak ingin membunuh Grim tersebut. Padahal nyata - nyatanya mahluk itu tadi berkata bahwa dia ingin memakan gadis itu hidup-hidup.
"Apakah kamu tidak merasa takut terhadap makhluk itu?" tanya Pangeran Haizzar.
Rhiu menatap Makhluk itu dan sekali lagi gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak merasa takut. Justru aku merasa iba dan juga kasihan padanya.
Mata Pangeran Haizzar melotot tak percaya mendengar ucapan Rhiu. Dia tidak bisa berkata-kata lagi. Baru kali ini dia bertemu seorang manusia yang tidak takut terhadap Grim. Malah merasa iba dan kasihan.
Akan tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa lagi karena Rhiu sudah mengatakan bahwa dia tidak boleh membunuh Grim itu.
"Ampuni aku, .... tolong jangan bunuh aku... " ucap Grim itu.
Pangeran Haizzar dan Rhiu saling berpandangan. Grim itu menghiba dan minta agar di bebaskan.
"Dari mana kau berasal?" tanya Pangeran Haizzar.
"Aku berasal dari tempat yang bernama Or'k" jawab makhluk itu. "Seseorang membawaku kemari dan melemparkan aku ke tempat ini. Aku tadi sangat marah karena di bawa ke tempat ini hingga tak mengetahui jika aku telah berhadapan dengan yang terpilih." kata Grim itu.
"Tapi bukan kami yang membawa kamu ke dunia ini. Kami pun tak mengerti mengapa makhluk sepertimu sampai berada di tempat ini?" tanya Rhiu.
"Aku juga tak tahu. Sebuah kekuatan tak terlihat tiba-tiba saja menyergap dan menyeret tubuhku masuk ke dimensi ini.." jawab makhluk itu.
Pangeran Haizzar dan Rhiu merasa iba mendengar cerita makhluk itu. Mereka kini tahu bahwa makhluk itu telah sengaja di datangkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan maksud untuk membuat kekacauan.
"Baiklah, aku tidak akan membunuhmu," kata Pangeran Haizzar. "Aku akan mengantarmu kembali ke dimensimu.."
Makhluk itu menatap Pangeran Haizzar dan Rhiu dengan penuh terima kasih. Dia tidak menyangka bahwa kedua makhluk penghuni bumi itu akan membantunya.
Pangeran Haizzar dan Rhiu pun membawa makhluk itu kembali ke dimensi ke-4.
Mereka mengantar makhluk itu pulang ke dimensi ke empat melalui pintu gerbang yang ada di dekat bukit Malaikat. Tempat itu dahulunya adalah tempat di mana Pangeran Khaleid, paman Pangeran Haizzar membuka jalan keluar dan jalan masuk ke Dimensi ke 4.
Makhluk itu sangat berterima kasih kepada Pangeran Haizzar dan Rhiu. Dia berjanji kelak dia akan membalas budi atas kebaikan mereka.
Lanjuttt thor😊
iiiihhh,,bacany aja lagi serem,,apa lagi nonton,,,kabuuuuir
Sudah lama nggak ketemu🤗
Selamat kembali🫰
Semoga sehat sehat terus utk nyambung next upnya ya🤲
Sudha lama kangen ama crita prince jinniey bersaudara semuanya, alhamdulillah akhirnya bertemu lagi🫶🏻
Lanjutt💃💃💃💃