NovelToon NovelToon
Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:96.6k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡

Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.

Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.

Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.

Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.

Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33#Obrolan Disertai Ancaman

Pertanyaan sekaligus pernyataan Rey tak akan mengubah kenyataan. Saat ini mereka kehilangan Asma dan entah dimana gadis itu kini berada. Jika hanya karena amnesia, bisa saja dengan mudah ditemukan tapi nyatanya tidak demikian. Apalagi jika sekarang mulai menyalahkan diri sendiri. Lalu apa yang masih tersisa?

Memang benar hilangnya Asma karena tindakan ceroboh saudaranya itu tapi masa lalu tidak akan kembali meski memberi hukuman atas kelalaian tanggung jawab seorang suami. Jangan sampai karena tenggelam dengan satu kebenaran maka melupakan fakta dimana hari inilah yang menjadi kehidupan mereka.

"Rey, apa kamu begitu mudah terpengaruh oleh keadaan hingga keyakinan hati goyah?" sindirnya to the point pada pria yang kini menangkup wajah sendiri menyembunyikan penyesalan. "Jika iya, aku sendiri yang akan memastikan kalian tidak bertemu lagi."

Apa yang keluar dari bibirnya bukan sekedar omong kosong belaka karena ia juga tidak ingin Asma memiliki suami yang tidak bisa diandalkan. Hati memiliki cinta tetapi sikap tak mampu memberikan ketegasan, bagaimana kehidupan ke depan nanti? Akan lebih baik adiknya memiliki kehidupan bebas di luar sana.

Bagas bukan hanya memberikan ancaman. Ia merasa itu yang terbaik bahkan tanpa memikirkan lebih jauh lagi, membuat Rey melepaskan kedua tangan dari wajah. Lalu menatap ke arahnya. Keseriusan itu jelas terpancar karena memang pasti akan dilakukan meski tidak memberikan persetujuan.

Ia tahu, Bagas akan melakukan apa saja demi kebaikan keluarga tapi apa itu yang disebut keluarga? Perpisahan lagi bahkan sebelum sempat bertemu untuk meminta maaf, lagi pula Asma tidak akan menyerah semudah itu untuk kembali ke pangkuannya. Keyakinan itu sudah terpatri di dalam hati.

"Setelah sebulan lebih baru ada titik terang dalam pencarian Butterfly. Alasan kenapa istriku tidak bisa kembali padaku dan kamu justru mengancam ku. Apa kau ingin melihat aku mati berdiri?" Tatapan mata menatap Bagas tajam tetapi yang ditatap justru terkekeh menertawakan amarahnya.

Jangankan untuk bernapas. Saudaranya itu benar-benar merasa frustasi karena kehilangan istri hingga jiwa dan akal sehat ikut memudar. Kemudian ketika adiknya kembali, maka apa yang tersisa? Istana kosong tanpa cinta ataupun kasih sayang yang diselimuti penyesalan karena telah melalaikan kewajiban.

Hubungan macam apa yang bisa ditawarkan? Jika dulu, ia yakin karena Rey mampu menjaga Asma dan begitu sebaliknya juga. Akan tetapi hari ini, ia harus membenarkan apa yang salah dalam diri sang saudara. Jangan sampai satu pertemuan berujung perpisahan selamanya.

"Kamu mau adikku kembali ke dalam hubungan yang berdasarkan rasa penyesalan karena satu kesalahan?" Bagas membalas tatapan mata Rey lebih tajam agar ego saudaranya bisa jatuh dalam penerima. "Jangan lupakan fakta bahwa saat ini kita mungkin tahu bahwa Asma mengalami amnesia."

"But, Rey. Pernahkah kamu bayangkan bagaimana kehidupannya saat ini. Apakah Asma bersama orang yang bisa menjaga serta melindungi. Bagaimana jika kehidupannya justru mengalami kesulitan karena ia jatuh ke pelukan orang yang tidak memiliki apapun.

"Aku akui, adikku bisa beradaptasi di manapun dia berada tapi kehilangan ingatan pastilah ia akan berusaha mencari jati dirinya. Bukankah kita seharusnya memposisikan diri jika menjadi Asma? Apakah semudah itu menjalani hidup tanpa ingatan?"

Bagas menghela napas kasar mencoba meredam emosi yang membelenggu jiwa. Laporan medis yang menyatakan kondisi Asma sekarang seperti selembar ingatan yang berusaha mereka genggam. Perdebatan itu di antara kedua insan itu semakin pelik tapi tiba-tiba saja Fay datang bersama Naufal.

Kedua saudara itu terlihat buru-buru menghampiri Rey dan Bagas bahkan masuk ke ruangan pun tidak sempat mengetuk pintu. Apalagi mengucapkan salam. Wajah tegang yang bersambut senyum masam tanpa ekspresi membuat kedua pria dewasa itu tak jadi melanjutkan perdebatan mereka.

"Fay, kenapa wajahmu begitu panik?" tanya Bagas menatap kekasihnya yang memang pucat dengan tatapan mata nanar.

Bukannya menjawab, gadis itu justru meletakkan berkas informasi yang sudah dikumpulkan sejak beberapa waktu bersama Nau ke atas meja. "Kalian harus periksa semua ini! Aku tidak tahu mana yang benar tapi ini bisa membantu kita menemukan keberadaan Ka Asma."

"Aku juga memiliki video yang sudah tersimpan di dalam flashdisk, semoga bisa membantu juga untuk pencarian Kak Asma." sambung Nau meletakkan benda kecil berbentuk kotak berwarna biru tua di atas berkas.

Penjelasan Fay dan Nau sangat singkat bahkan bisa dimengerti tanpa harus berpikir keras tetapi satu pertanyaan datang menyapa kepala Rey dan Bagas. Nau yang tidak tinggal di Jakarta, lalu sejak kapan pemuda itu datang? Apalagi Fay juga terlihat begitu banyak berpikir. Apakah kedua saudara itu melalui pertemuan rahasia?

Tak ingin larut dengan pertanyaan yang bisa saja terjawab nanti, Rey yang penasaran dengan isi berkas tak ingin berlama-lama mengabaikan. Pria itu memilih mengambil berkas yang diberikan Fay untuk memeriksa isinya. Begitu juga dengan Bagas yang ikut mengambil flashdisk.

Bagas bergegas menghampiri laptop yang ada di atas meja kerja sahabatnya. Kemudian memasukkan flashdisk ke tempat yang seharusnya. Lalu memeriksa isi di dalam benda ajaib itu tetapi karena tak ingin mengganggu konsentrasi Rey yang tengah membaca berkas. Ia memilih menggunakan earphone bluetooth yang selalu terpasang di telinganya untuk mendengarkan apa saja yang dibicarakan di dalam video.

Video berdurasi sekitar dua puluh menit yang merupakan hasil dari penyelidikan dua bersaudara memberikan beberapa informasi tambahan sebagai clue untuk pencarian selanjutnya. Tiga puluh menit telah berlalu, lalu ia menutup laptop.

Sejenak merenung mencoba merangkai setiap kejadian peristiwa dari satu waktu ke waktu yang lain. "Apa kalian melakukan sejauh ini hanya berdua saja?" tanyanya tanpa menoleh ke arah Fay dan Nau yang masih berdiri di depan Rey.

"Kurang lebih seperti itu," jawab Fay karena melihat situasi semua orang sibuk bahkan lebih larut ke dalam kesedihan.

Pekerjaan dunia nyata saja sudah menyita. Belum lagi terkadang saling menyembunyikan kebenaran satu sama lain hanya saja sampai kapan semua itu berlangsung? Ia sendiri juga bertindak tanpa persetujuan siapapun. Situasi yang memang tidak bisa diperdebatkan lagi.

"Darimana kalian dapatkan semua ini?" Rey menutup berkas yang sudah membuka mata hati dan pikirannya.

1
Abdul Fatah
menjelaskan rumitnya pemikiran perempuan , cerita ny bagus cuma terlalu bertele-tele .
Ela Jutek
tau anak mu gak bisa bertahan gimana kamu Non
Ela Jutek
ahh nyesek lah
Ela Jutek
nona mu pingsan tuh, tapi bugus si pengacau udah tertahan sementara
Ela Jutek
tuh si Kia kemana sih kok gak jagain
Ela Jutek: gak deh kek nya kak
total 4 replies
Ela Jutek
istri mu kan emang keras kepala pak bos, sabar sabar saja🙄
Ela Jutek: Aamiin
total 8 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
si Bagas mulutnya enteng banget, ya kali orang tatap²an dikira gay😩
Ela Jutek
wow keren
Ela Jutek
nggak lope you too deh Al, kamu jahat soal nya
Ela Jutek
masa gak percaya sama Bagas sih Fay
Ela Jutek
war biasa kamu Al🙄
Ela Jutek: semuanyahh
total 2 replies
Ela Jutek
eh si mantan toh
Ela Jutek: harus dan kudu
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kira² siapa yg ngikutin Rey sama Bagas ya🤔 apa jgn² Al 😳
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Bagas Lo gila hah, bisa²nya ngajakin Rey ke bar😒
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
sebentar ini rapat macam apa? perasaan biasanya kalau rapat tahunan ya gk ada pesta khusus istri para pengusaha gini🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
jangan bilang itu si Al🙄 please lah Asma udh bener² di kamar ngapain keluar sih 😩
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
please lah Al, yg Lo harapin tuh udh punya suami, jadi mustahil buat balik sama Lo mana dia lagi hamil juga kan🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, kayaknya Bagas masih ragu buat melangkah ke hubungan yg lebih serius☺️
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mulai posesifnya, kayaknya Bagas emang hobi sembunyiin masalah, sesekali harus dikasih pelajaran 🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mau gk mau harus balik ke Jakarta kan, lagian mau sampai kapan menghindari masalah? apa di rapat tahunan itu nantinya Rey ketemu sama Al🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!