Adinda Ayu Gadis cantik, cerewet dan ceria, banyak teman dan wanuta paling slow dan cuek sedunia
Hidupnya yang penuh warna mendadak menjadi suram dan abu abu tanpa warna, semenjak di Jodohkan dengan sosok laki laki yang tidak memiliki perasaan padanya,
Tapi Dinda bukan wanita yang terlihat sama dengan wanita yang lain, dia berbeda, Dia gak menyerah begitu aja, Dinda tetap Dinda gak mau berubah
Mungkin hatinya jadi abu abu, tapi lahirnya dia seperti Dinda yang semua orang kenal, ceria ramah dan sopan,
sikap bodoh amat selalu dia terapkan pada hal hal yang gak penting seperti Suaminya, Dimas !
Dan Hidup berumah tangga Tanpa Rasa Cinta cukup membuatnya merasa tertantang menjadi wanita kuat..
Bagai mana kisahnya? Selamat membaca 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa takut
Dimas melihat kaca sepionnya ternyata sudah ada Mobil Nizam tepat do belakangnya
" Loe gak lihat tuh mobil Nizam di belakang, " ucap Dimas kesal
" Bang... Hiks...." Ucap Dinda gak tahan lagi
" Gue gak minta lebih dari elo, tapi plis loe ngertiin kondisi gue saat ini, okey loe gak pernah menganggap arti dari status hubungan kita, okey, loe anggap gue pembantu gak masalah, gue diam, tapi seorang pembantu dia tetap dapat perilaku yang sama seperti manusia, bukan perilaku Yang Abang berikan pada gue, justru lebih baik perilaku pada Hewan dari pada gue, " Ucap Dinda sambil menangis terisak
" Gue gak pernah nuntut apapun dari Elo, gue hanya minta pengertian doang" jawab Dinda lagi makin bergucuran air matanya
Dinda gak tau harus ngomong gimana lagi, dia gak mau ada di posisi seperti ini dan mungkin kalau dulu di kasih pilihan Dinda pasti akan memilih yang terbaik, dan kalau tau akhirnya seperti ini juga gak akan di pilih
" Ya itu karena salah elo, yang menerima lamaran, yang siap jadi istri gue, itu resikonya, kenapa dulu gak menolak" bantah Dimas gak mau kalah
Dinda kaget dan langsung diam sesaat dan mengusap air matanya kasar
" Okey.... Kalau memang itu masalahnya, ceraikan gue, atau loe merasa terganggu dengan keadaan gue, keberadaan gue, okey, ceraikan gue pulangkan gue, dan maki maki gue gak masalah, cela gue bikin perkara yang akhirnya gue di benci orang tua elo, dan meminta elo untuk segera ceraikan gue, gue siap gue terima, " jawab Dinda lagi sudah pasrah
Dimas langsung bungkam, gak bisa menjawab, sebenarnya Dinda bisa mengatakan langsung pada mereka, cuman saat ini dia masih menjadi istri Dimas, dan harus menjaga nama baik Dimas
Kalaupun dia meminta cerai kalau Dimas tidak mengatakannya langsung itu gak ada gunanya karena Dinda adalah cewek gak akan pernah mempan ucapannya kalai hal cerai
" Diam diam diam..." Kesal Dimas dan memukul mukul setirnya
Dinda makin kaget dan makin menjadi tangisannya,
Ini bukan tangisan sedih, melainkan tangisan takut, apa lagi Dimas mengerem dadakan mobilnya lalu mencekik Dinda
Karena sedari tadi Dinda ngoceh tetus menurutnya, dia yang sudah kesal emosi makin menjadi dan ingin rasanya membunuh Dinda sekarang
" Hookss....." Dinda sudah hampir kehilangan nafasnya, dan Dimas baru melepasnya .
Dinda saat ini memejamkan matanya dan terus berdzikir dalam hati, dia sudah pasrah kalau sampai dia harus mati di tangan suaminya sendiri
Tin tin tin tin...
Suara klakson mobil terus berbunyi karena banyak mobil yang menunggu
Dimas mengubah giginya dan lanjut menjalankan mobilnya kembali tanpa peduli sama Dinda
Dinda masih memejamkan matanya dan dia terus diam hingga akhirnya sampai di rumah sakit tujuan
Dinda masih merem, dia masih di ambang kepasrahannya kalau memang dia harus mati saat ini
" Turun" Ucap Dimas dan Dinda baru tersadar
Tadi bayangan Dinda merasa dia sudah tidak hidup lagi, karena saking pasrahnya antara hidup dan mati saat di cekik sama Dimas tadi
Perlahan Dinda membuka matanya dan
" Alhamdulillah ya Allah... Engkau masih memberiku umur panjang " batin Dinda di saat matanya masih bisa dibuka
Dinda masih sangat lemas, dan mungkin dia tidak ada tenaga untuk membuka pintu mobil tersebut, semua badannya dan tulangnya seolah rontok karena selain dia yang kurang enak badan di tambah perilaku Dimas yang sangat kejam kepadanya
Tapi Ayah mertuanya dan ibu mertuanya segera mendekat ke arah pintu Dinda dan membuka pintu Dinda
Dinda masih terdiam dan bayangan tado masih berngiang di depan matanya
Melihat wajah kedua mertuanya membuatnya langsung meneteskan air mata
" Mamak..." Panggil Dinda lirih dengan masih di posisi yang sama
Dimas melihat itu langsung panik dan dia langsung berpindah posisi dan mengambil Dinda dengan menggendongnya
Akting Dimas cukup bagus pura pura panik di hadapan kedua orang tuanya
Dimas langsung di bantu eh perawat yang berjaga, dan langsung di bawa masuk ke ruang UGD
Sedangkan kedua mertuanya dan Nizam menunggunya di luar, Dinda di temani Dimas di dalam ruang UGD
Pandangan Dinda terus tertuju pada Dimas yang terlihat sok panik, tapi padahal Dimas jistru pura pura dan pencitraan aja
Dinda kembali memejamkan matanya yang makin lama makin burem dan.. Kembali Hilang kesadaran ..
" Pasien pingsan dok" ucap perawat cepat
" Maaf bapak, boleh keluar biar kami fokus menangani" Ucap dokter yang menangani
Dimas mengangguk akhirnya keluar dari ruang UGD dan menunggunya bersama keluarganya
__________
Dinda cukup kuat, dia tidak perlu di rawat di rumah sakit, dan dianhanya menjalankan obat jalan di rumah
Setelah pulang dari periksa rumah sakit, Dimas tidak lagi menyuruh Dinda untuk tidur di bawah, ya Jelas karena Mamaknya yang menemani Tidur Dinda sepanjang malam
Karena Dinda yang masih terlihat takut begitu menguatkan tangannya agar tidak di tinggal ibu mertuanya yang selalu memanjanya sejak kecil
Dan kedua orangtuanya juga tidak di kabari karena Dinda yang melarang juga , agar kedua orang tuanya gak kepikiran padanya, toh udah ada ibu mertuanya
5 hari Dinda sakit, cukup istirahat total, dan untung ada ibu mertua yang merawat, Dinda gak kebayang kalau sampai hanya ada Dimas di sana
5 hari cukup membuat Dinda nyaman, hidup tentram tanpa tekanan
Dan hari ini adalah hari di mana Wisuda Nizam, yang mana Dia juga ikut menghadiri juga
Dinda sudah punya baju couple dengan Dimas dan juga mertuanya
" Kita ke salon dulu ya nak" ucap Ibu Tri pada Dinda
" Acaranya jam berapa memangnya mak?" tanya Dinda balik
" Jam berapa Zam?" tanya Ibunya
" jam 9 Mak" jawab Nizam sambil siap siap
" Kalau gak booking nyalon ngantrinya lama" tambah Nizam lagi
" Dinda dandani aja mak, biar cepet ya" ucap Dinda semangat
" Hem... Kayak bisa dandan aja sih sayang" jawab Dimas mendekat pada Dinda
Dinda ada rasa takut juga, cuman dia harus bertahan dari pada nanti jadi kecurigaan yang lain
" Eleh... Baru 5 hari gak tidur bareng, lengket banget" Ledek Nizam pada Abangnya
Ya walaupun dalam hati ada rasa ngiri Juga, karena gadis yang di cintainya jadi milik abangnya
" Sudah sehat sayang?" tanya Dimas lembut dan menghiraukan ucapan Nizam
" Alhamdulillah Abang" jawab Dinda lembut
" Alhamdulillah... Jangan sakit sakit lagi ya sayang... " Ucap Dimas lembut dan mengelus kepala Dinda
Dinda makin ketakutan, tapi masih berusaha menyembunyikan hal itu
Dimas mengetahui rasa kwtakutannya Dinda lalu memindahkan tangannya ke belakang tubuh Dinda
" Abang sedih kalau kamu sakit kayak kemaren" Tambah Dimas sambil menyubit pinggamg Dinda keras
padahal cerita nya Bagus lhoo👍👍✌️
jijik gue sama Eka.. amit² dech