NovelToon NovelToon
My Perfect Bestie, No! Husband!

My Perfect Bestie, No! Husband!

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cxafixe

SEQUEL DARI LIFE AS KETUA OSIS

Note : Kalau kalian penasaran sama kisah remaja mereka bisa baca cerita sebelah ya.

Tasya tidak pernah membayangkan jika yang menjadi suaminya adalah Aldo Prayoga. Teman masa kecil sekaligus malaikat pelindung yang selalu menjaganya dari apapun. Dia memang sahabat yang sempurna, tidak! Sekarang dia adalah sosok suami yang sempurna di mata Tasya.

Berprofesi sebagai dokter di rumah sakit yang sama, membuat banyak pasang mata iri dengan kekompakan dan keromantisan mereka. Seperti rumah tangga yang sempurna.

Namun pernikahan memang tidak selamanya berjalan mulus. Banyak orang yang mencoba masuk ke dalam kehidupan rumah tangga mereka yang sesekali membuat mereka bertengkar. Memiliki trauma masa lalu membuat Tasya takut kalau suatu saat Al akan mengkhianatinya seperti sang mantan.

Apa yang akan terjadi pada kisah rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cxafixe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembahasan Soal Anak

"Biar gua yang anter Monik balik, kalian duluan aja," ucap Arka.

Itu yang membuat Monik dan Arka malam ini berada di satu mobil yang sama. Sebenarnya canggung juga. Mereka bertemu pada saat pertunangan Tasya dan Al beberapa tahun lalu. Arka juga pada saat pernikahan Tasya tidak bisa hadir karena memang dia juga sedang menjalani tes pada saat itu.

Jadi sebagai seseorang yang memang asing dan hanya berkomunikasi via suara, ini sangat canggung sekali. Padahal keduanya adalah happy virus di dalam sirkel mereka.

"Gimana kabar?" Tanya Arka memecah keheningan.

"Lo udah nanyain ini beberapa kali deh," balas Monik.

"Bingung mau nanya apa," ungkap Arka dengan kekehan.

"Gue kira lo cuma basa-basi doang mau bilang ke sini, ternyata bener. Ya cukup kaget aja."

Arka menghela napas, dia sebenarnya takut sih untuk membuat suatu komitmen. Dia pernah akan memulainya dengan Sherli, tapi memang pada saat itu mereka belum sama-sama siap. Apalagi mendadak masalah Viko dan Tasya yang pada saat itu heboh membuat mereka cukup pusing. Sehingga mereka sama-sama ragu untuk melangkah. Dan pada akhirnya, Arka yang memang si buaya ulung, menjadi takut kembali untuk dekat dengan wanita.

Monik menatap Arka yang terlihat bergeming, namun Arka tersenyum ke arahnya. "Gua beneran serius sama lu, Mon."

"Kenapa? Padahal kita gak punya interaksi yang cukup. I mean waktu gue ke Bandung juga kita cuma sebagai seseorang yang sama-sama dikenalkan?" Tanya Monik, ini perlu sih untuk Monik, apalagi Arka bilang bukan hubungan yang serius.

"Karena gua nyaman dan gua ngerasa lu adalah orang yang tepat," ucap Arka simpel.

"Bukannya lo juga deket sama sahabat- mantan sahabat Tasya di Bandung ya? Lo cinta kan sama dia?" Tanya Monik lagi.

Aka terkekeh, dia tau sih kalau Monik akan membahas soal Sherli. Bagaimana pun seseorang pasti tidak akan lepas dari masa lalunya. Ini hal yang wajar untuk ditanyakan. "Pernah, gua pernah cinta sama Sherli. Sama kaya Viko mengejar Tasya, itu yang gua lakukan ke Sherli."

"Terus, kenapa jadi ke gue?"

"Seorang laki-laki kebanyakan gak akan menikahi orang yang dia cintai di masa lalu, Mon. Secinta apapun mereka, sama perempuan itu. Mereka akan menikahi orang yang tepat di saat mereka siap menikah. Kecuali Al yang mencintai Tasya sejak embrio," jawab Arka setengah terkekeh.

Monik berpikir, ya memang ada benarnya sih. Tapi ya wajar kan ya kalau dia ragu. Apalagi mereka ini bisa dibilang orang asing meskipun tidak asing sekali. Tapi jujur, Monik tidak tau haru bilang apa.

"Jangan dipikirin. Gua juga mau kita pendekatan lebih banyak, makanya kita iyain bocil buat liburan. Tapi gua kali ini emang serius." Arka menghentikan mobilnya di pekarangan rumah Monik yang memang tadi sempat Monik tunjukan.

"Seserius apa?"

Arka yang ditanya seperti itu malah tertantang, tanpa menjawab dia turun dari mobil dan membukakan pintu Monik. Monik yang nampak sudah berpikir kemana-mana jadi mendadak mulas, apa yang akan Arka lakukan?

"M-mau apaa??!!" Tanya Monik dengan nada gemetar.

Arka terkekeh dan langsung saja menggenggam tangan Monik untuk mengajaknya masuk ke dalam. "Gua izin langsung sama nyokap bokap lu buat nikah!"

"HAHHH??! AR!!!"

Monik menahan tubuhnya sendiri namun sia-sia, tenaga Arka jauh lebih kuat darinya. Jadi mau tidak mau, dengan perut mulas dan keringat dingin, dia membiarkan Arka melakukan apa yang mau dia lakukan. Iya dia pasrah!

.

.

.

Al dan Tasya tidak pulang ke rumah mereka, malam ini mereka pulang ke rumah Al. Karena orang tuanya sudah rindu sekali dengan anak dan menantu bungsunya. Jadi Tasya dan Al memenuhi keinginan mereka. Radit dan Amanda sedang pulang kampung ke Bandung bersama Amara. Jadilah Tasya tidak bisa mengunjungi keponakannya di sana. Tapi ya tidak apa-apa sih, paling mereka hanya satu Minggu di Bandung.

Malam ini karena Al dan Tasya datang, Diana memasakan makanan kesukaan mereka. Karena tentu Diana mau membuat mereka senang, pasti sudah lama juga mereka merindukan masakan rumah ini. Namun mata Tasya tak lepas dari Fadil dan Zea.

Hubungan mereka sudah lama dan semakin membaik, walaupun mereka belum mau mempunyai anak dengan alasan mereka ingin melewati masa-masa pacaran dulu. Karena seperti yang kita tahu Zea dan Fadil menikah karena perjodohan yang rumit. Fadil mencintai Tasya dan Zea yang masih menyayangi mantannya dan itu adik Fadil sendiri.

Tasya menyikut lengan Al seraya mengarahkan matanya pada Fadil dan Zea. Al yang mengerti pun langsung melirik objek yang dimaksud. "Kenapa, Sayang?"

Tasya menggeleng sambil senyum-senyum sendiri, padahal dia sedang gemas saja melihat Fadil dan Zea yang sedang suap-suapan. Seperti baru menikah saja, padahal lebih dulu mereka yang menikah dibanding Tasya dan Al.

"Kamu mau disuapin juga?" Tanya Al.

Tasya menoleh pada Al, aish memang suaminya ini terkadang lemot untuk diajak bicara sesuatu. Bukan cemburu maksudnya, tapi yah yasudah lah. "Bukan ihh."

"Terus apa? Kamu jangan kode-kodean makanya," ucap Al.

"Ehhh heran kenapa berantem terus, kalian kalau di rumah begini juga?" Tanya Diana.

"Mas Al tuh yang suka ngajak ribut kalau di rumah, suka jailin aku juga kalau tidur, Bund. Gimana gak naik darah," adu Tasya.

"Ngaduuu ... " Gumam Al.

"Loh, kan emang. Apa maksud kamu gelitikin aku kalau pagi-pagi coba?"

"Ya karena susah bangun!" Balas Al tak mau kalah.

"Sudah-sudah, makan lagi! Kalian ini malah bertengkar, Buna kangen masa kalian bertengkar di sini?"

Diana menghela napasnya, kalau ada suaminya pasti lebih mudah mengatasi Tasya dan juga Al. Pusing sekali melihat mereka berdua yang terkadang seperti Tom and Jerry.

Al gemas sekali sebenarnya pada Tasya, ingin memakannya saat ini juga kalau bisa. Karena kalau sedang bersama Diana dia mendadak jadi anak yang sangat manja dan menggemaskan. Sama seperti mereka waktu kecil. Untung saja ini di ruang makan, jadi Tasya aman dari gigitan Al di pipinya.

"Kalian nikah ribut mulu, itu nikah atau hubungan politik? Panas," sindir Zea.

"Daripada lu, nikahnya kapan pacarannya kapan," balas Al yang membuat Zea mendengus kesal. Untung saja Fadil memang orangnya kalem, jadi dia bisa mengatasi Zea.

"Jadi mana janji kalian sama Bunda?" Tanya Diana.

"Janji apa, Bund?" Tanya Tasya polos.

"Katanya mau kasih cucu ke Bunda setelah kalian selesai intership. Jadi, kan?" Tanya Diana.

"Jadi, Mas Al bilang kalau — Hmmmmphh??!!" Tasya membulatkan matanya ke arah Al yang membekap mulutnya tiba-tiba, kan kaget.

Al menghela napas, kebiasaan Tasya ya begini. Dia kalau ditanya akan selalu menjawab dulu tanpa disaring. Kan malu kalau sampai Tasya bilang mereka akan pergi liburan dan membuat anak. Untung saja berhasil dihentikan.

"Kenapa sih, Al. Itu istrinya mau ngomong juga," ucap Diana.

"Untuk pertanyaan Bunda, nanti akan kita pikirkan. Baru selesai, Bund. Napas dulu, Zea kayanya lebih siap." Lagi dan lagi Al melemparkannya pada sang kakak. Dia juga melepaskan tangannya dari bibir Tasya dan mencium pipinya sebagai tanda maaf. Tasya sih masih kesal, tapi ya Al biarkan saja. Nanti dia akan bujuk di kamar.

"Gue mau pacaran dulu sama suami gue kenapa sih! Gue mulu!" Tukas Zea.

"Zea sudah punya alasan. Pokoknya Bunda tidak mau tau ya, Al!"

Al dan Tasya menganggukkan kepala, lebih baik mengiyakan saja lah. Pusing kalau harus menghadapi Ibunya yang selalu ingin cepat. Jadi sebagai anak yang sudah memaklumi Al menurut.

1
Euiskomalawati
ini udahan yah gak jelas banget sih
Anonim
Thorrr.. ini gak ada lanjutannya yaaaaa
dika
akhirnyaa tasya sadarr jg....
Harniah Harny
bikin terharu ... lanjut
dika
😭😭😭sedih bnget thoorrr....
Susan Sinuraya
asik yang pergi bulan madu, al ini sweet banget deh sama tasya, buat baper saja hehe

langsung 5 bom like thor. mampir ya di karyaku kekasih bayaran tuan muda.
dika
berasa dunia milk berdua yaaaa
Fdlhar_: Iyaaa yang lain ngontrakk!! 🤭🤭
total 1 replies
dika
jgn ksih konflik yg besar thoorr 🤗
ksihan bnget tasyanya
dika
mulai ada krikil2 tajam
Dear Jia
Crazy up dong thor
golddiamond
semangat terus ya thor
Retno Isusiloningtyas
Selamat deh...
golddiamond
tetap semangat berkarya walau apapun yang terjadi..
golddiamond
semangat up ya kak....terima kasih banyak sudah mau mampir...saya satu novel dulu ya..nanti klo sudah selesai novel kakak baru ke novel kaka yang satunya lagi
golddiamond
sudah kutambahkan ke favorit kak..TKS banyak atas infonya
golddiamond
cicil sampai sini dulu ya..
golddiamond
mampir ya kak di novel aku Dia musuhku terima kasih banyak
golddiamond
salam kenal ya kak
🥑⃟G_ard
mampir, semangat nulisnya
Mugiya
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!