Update setiap hari senin -jumat jam 19.00 /20.00 Waktu Indonesia Barat.
Kisah keturunan dari Kaisar Yuan Lin yang di nobatkan sebagai Kaisar wanita pertama di Kekaisaran Yuan.
Bagaimana perjalanannya mari ikuti di novel ku? Jangan lupa untuk like, komentar, favorit, vote and share. TERIMAKASIH 🙏💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Hidup Li Jia Han
Mantan Kaisar Yuan Lin yang merasakan kontak batin terhadap anak-anaknya yang berada di istana Kekaisaran Yuan memutuskan untuk turun dari pegunungan Ermei untuk mengunjungi anak-anaknya di istana Kekaisaran Yuan.
Di dalam perjalanannya ke istana Kekaisaran Yuan. Yuan Lin bertemu dengan Chen Fu Lei di pintu gerbang utama ke Kekaisaran Yuan. Di sanalah Yuan Lin mendapatkan informasi yang meresahkan hatinya itu secara detail dari Chen Fu Lei sampaikan kepadanya.
"Apa?? Ada bajingan gila yang menipu putriku Yuan Shiang dengan berpura-pura menjadi dirimu tunangan resmi Yuan Shiang yang aku pilihkan untuk putriku itu?? Aku harus melihatnya secara langsung. " Kata Yuan Lin geram sekali.
Demikianlah Yuan Lin dengan cerdas menyamar sebagai Kasim Ye untuk menyelidiki kasus Li Jia Han secara diam-diam lalu ia menemukan bukti kejahatan Li Jia Han yang memperkosa Yuan Chi hingga hamil lalu membunuh dan melenyapkan jasadnya begitu saja selain itu juga ternyata Li Jia Han melakukan aliansi gelap dengan para sekte dunia persilatan daratan besar yang telah terang-terangan menentang pemerintahan yang dipimpin oleh Yuan Shiang sebagai Kaisar wanita pertama di Kekaisaran Yuan dengan gelar Sang Maharani.
"Kurang ajar..!"
Dengan menyimpan rasa sakit hati terhadap Li Jia Han yang telah menipu, membunuh dan juga merencanakan pemberontakan terhadap Yuan Shiang.
Yuan Lin mengirim surat rahasia kepada Yuan Shiang dengan taktik cerdasnya sehingga Li Jia Han tidak menyadari bahwa kejahatan pria itu telah diketahui oleh Yuan Shiang istri pria itu sendiri.
"Ayah, terimakasih atas bukti kejahatan Li Jia Han yang telah Ayah berikan kepada ku. Kini, aku akan mencari cara yang menyakitkan untuk aku melenyapkan nya." Kata Yuan Shiang di kamar pribadinya sendiri sambil meremas hancur surat rahasia dari ayahnya itu.
Li Jia Han masuk ke kamar dengan senyuman bahagia di bibirnya lalu melangkah maju ke arah Yuan Shiang untuk memeluk wanita itu yang amat manis sekali baginya.
"Adik Shiang, malam ini kau sangat cantik sekali sehingga aku ingin memberikanmu kebahagiaan hakiki melalui pelayanan tidur untuk mu." Kata Li Jia Han yang memeluk Yuan Shiang.
"Terimakasih Kak Han atas pujianmu itu. " Kata Yuan Shiang membalas pelukan Li Jia Han yang memekik kaget karena kepalanya di remas oleh Yuan Shiang hingga ia tak bisa mempertahankan kepalanya yang remuk oleh ilmu sinkang naga giok milik Yuan Lin yang memutuskan untuk membunuh pria itu sendiri untuk membalaskan dendam putrinya.
Kressss!
"Ayah.. " Panggil Yuan Shiang yang menubruk Yuan Lin sesudah pria itu membunuh menantu palsunya sendiri.
"Shiang Er.. " Kata Yuan Lin membelai kepala dan rambut panjang milik Yuan Shiang.
Lalu seorang pemuda tampan lain masuk ke kamar Yuan Shiang dengan membawa sejumlah kepala tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar yang ingin melakukan pemberontakan yang dipimpin oleh Li Jia Han terhadap Yuan Shiang.
"Yang Mulia, aku mempersembahkan sejumlah besar hadiah menarik untuk Anda sebagai tanda cinta yang tulus dariku untuk Anda. " Kata Chen Fu Lei mengangkat wajahnya untuk menatap Yuan Shiang di depannya.
"Terimakasih atas semua hadiahmu tetapi aku masih belum bisa melupakan pahitnya dan sakit hati ku karena di khianati dua kali oleh pria -pria yang pernah masuk ke dalam kehidupan ku. " Kata Yuan Shiang nada hampa.
"Yuan Shiang, kau harus tegar dan kuat untuk mu menjadi seorang Maharani yang memimpin negeri ini.. Oh ya, kita harus temui Yuan Ching dan Yu Xian serta Yuan Chen di ruangan lain di istana mu ini. " Kata Yuan Lin dengan nada tegas untuk benteng pertahanan hati putrinya tetap bertahan dengan kokoh demi keutuhan dan juga kesatuan Kekaisaran Yuan.
"Ya, Ayah. " Jawab Yuan Shiang nada tenang.
Mereka mengejutkan Yu Xian yang sedang asyik berduaan dengan Yuan Ching padahal pria itu adalah suami dari Yuan Chen di ruangan yang di sebut aula khusus untuk persembahan terbaik para leluhur Kekaisaran Yuan.
"Ayah..! "
"Yuan Ching.... Wanita hina kauuu...! "
Yuan Chen yang sakit hati menerjang Yuan Ching lalu menusuk pedang ke perut Yuan Ching yang juga memotong leher Yuan Chen dengan belati di tangan Yu Xian yang juga telah terpotong jadi dua bagian oleh Yuan Lin menggunakan pedang pusaka Kekaisaran Yuan.
Crakkk!
"Membunuh orang-orang tak mempunyai rasa malu adalah sikap yang benar." Kata Yuan Lin yang mengajarkan bahwa ketegasan juga hukum yang berlaku di Kekaisaran Yuan terhadap Yuan Shiang.
"Pemimpin yang baik dan benar adalah seorang yang bisa menentukan pilihan yang tepat untuk kebaikan dan kebahagiaan orang-orang yang menjadi tanggungjawab nya tetapi juga harus lihat orang-orang seperti apa yang pantas dan layak untuk di berikan kebahagiaannya. " Kata Chen Fu Lei yang mengejutkan Yuan Shiang dan Yuan Lin dengan kata- katanya itu.
"Apa maksudmu? " Tanya Yuan Shiang heran.
"Ya, maksudku adalah seorang pemimpin yang layak dihormati harus mencerminkan pribadi yang bijak dan berpengetahuan luas juga pribadi yang bernilai tinggi dalam menentukan sikap dan tindakan nyata terhadap setiap orang baik di sekitarnya maupun di luar sekitarnya."Jawab Chen Fu Lei yang membuat Yuan Shiang kagum dengan kebijaksanaan pemuda itu.
"Yuan Shiang menikahlah dengan Chen Fu Lei untuk kebahagiaan kehidupan keluarga Yuan dan Chen bersatu menjadi sebuah keluarga yang bahagia maka Kekaisaran Yuan akan bahagia." Kata Yuan Lin dengan nada lembut untuk Yuan Shiang mau menerima cinta Chen Fu Lei.
"Ayah, aku akan mempertimbangkannya setelah aku bisa melupakan masa lalu yang pahit bagiku dan aku juga harus memikirkan kebahagiaanku sendiri. " Kata Yuan Shiang dengan nada tegas meminta ayahnya untuk membiarkannya meraih mimpinya sendiri.
"Baiklah, ayah mengerti." Jawab Yuan Lin yang memeluk Yuan Shiang sebelum meninggalkan istana Kekaisaran Yuan untuk kembali ke gunung Ermei.
"Aku juga memahami keinginan kuatmu, Yuan Shiang. Aku Chen Fu Lei akan mendoakan yang terbaik untukmu. Selamat tinggal." Kata Chen Fu Lei yang melesat cepat meninggalkan ruangan itu dan meninggalkan Yuan Shiang seorang diri di depan jasad-jasad saudari-saudari tiri dan pria yang pernah menjadi bunga mimpi Yuan Shiang.
"Aku adalah Maharani Yuan Shiang yang harus hidup untuk rakyatku bukan perseorangan saja. Aku harus menjadi pelopor dalam perjuangan seorang wanita di zaman ku untuk menjadi seorang wanita yang mandiri dan sanggup untuk lebih baik daripada pria sekalipun.. " Kata Yuan Shiang menganggap wajahnya ke langit-langit ruangan leluhur Kekaisaran Yuan dengan sikap agung nya.
Yuan Shiang di mulai dari hari itu berubah jadi sosok wanita dingin dan tegas sekali sehingga semua orang baik di istana Kekaisaran Yuan maupun di luar istana Kekaisaran Yuan merasa gentar dan takut terhadapnya.
Bersambung!