NovelToon NovelToon
CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Horor / Cintamanis / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:488.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

"Eh! Apakah aku sudah mati? Mengapa rohku bisa bisa keluar dari tubuhku?" sentak seorang gadis cantik, saat ia bisa melihat dirinya sendiri yang sedang terbaring tidak sadarkan diri yang mulut dan hidungnya di beri alat pernapasan serta banyak lagi alat-alat medis yang sedang menempel di tubuhnya.

Gadis cantik itu bernama Syafiqah Ulfairah yang berusia 20 tahun. Akibat sebuah kecelakaan Atiqah mengalami koma panjang. Dan anehnya rohnya keluar dari tubuhnya. Namun dokter masih menyatakan ia masih koma karena detak jantungnya terdengar, nafasnya juga masih ada. Tapi mengapa rohnya bisa keluar?

Namun disaat Afiqah masih bingungan didalam kesedihannya. Karena semua orang tidak bisa melihatnya. Tetapi mengapa Pria yang dipanggil ustadz itu bisa melihat dirinya?

Semenjak hari Itulah Afiqah selalu mengikuti pria tersebut. Dan akhirnya ia pun tahu kalau Pria itu bernama Afnan Ikhbar Shaqir yang berusia 30 tahun. Seorang Ustadz disebuah pesantren.

Gimana Kisah mereka yuk ikutin ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERAN SEBAGAI SUAMI AKAN DIMULAI.

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*

*CINTA TERBAIK*

Cinta Terbaik Adalah Ketika Kamu Mencintai Seseorang Yang Membuatmu ImanMu Mendewasa, TaqwaMu Bertumbuh Dan CintaMu Padanya Juga Bertumbuh...

Cinta Terbaik Adalah Saat Kamu Mencintai Seseorang Yang Membuat AkhlakMu Makin Indah, JiwaMu Makin Damai Dan HatiMu Makin Bijak.

Dia Jadi Penegur Saat TaatMu Luntur. Dia Jadi Penasihat Saat Lengah Akan Doa. Dia Jadi Pelipur Saat SemangatMu Lebur. Ya, Dialah Cinta Terbaik Yang Tidak Hanya Ingin Bersamamu Di Dunia Tapi Juga Bertemu Kembali Di Syurga...

[ Al-Habib Umar Bin Hafidz ]

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__

*┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈*

DiVilla Wijaya Kusuma.

Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Akhirnya mobilnya Toni memasuki gerbang villanya Wijaya. Setelah mobil berhenti Afnan kembali menggendong istrinya, memasuki Villa tersebut. Setibanya didalam, tampak Wijaya begitu terkejut, ketika melihat kedatangan Afnan, dengan posisi menggendong Syafiqah yang terlihat sedang tak sadarkan diri.

"Ada apa ini? Mengapa kalian pulang ditengah malam begini? Dan apa yang terjadi pada Fiqah, mengapa dia begitu pucat?" tanya Wijaya terlihat begitu cemas. Sehingga ia terus mengikuti Afnan, yang masih menggendong Syafiqah menuju ke kamarnya.

"Nanti Anan ceritakan Kek, tapi sebelum bolehkah Anan meminta nomor kontak Dokter yang biasa menangani Fiqah Kek?" balas Afnan seraya ia meletakkan tubuh istrinya ditempat tidurnya, yang memang saat ini mereka sudah berada di dalam kamarnya Syafiqah.

"Kalau begitu Kakek saja yang akan menghubunginya!" kata Wijaya yang kemudian ia pun langsung mengambil benda pipihnya. Dan tak berapa lama ia pun melakukan panggilan pada Dokter yang dimaksud oleh Afnan. Setelah sambungan terputus Wijaya kembali menghampiri Afnan.

"Sekarang beritahu Kakek, apa yang telah terjadi pada Fiqah, Nak?" tanya Wijaya yang ternyata ia masih penasaran.

"Tadi dirumah sakit, saat saya pergi membeli makanan, Fariz hampir saja menodai Fiqah Kek," jawab Afnan yang akhirnya ia pun menceritakan peristiwa dirumah sakit dari awal sampai akhir. Membuat mimik wajah Wijaya, seketika berubah.

"Huh..! Sepertinya tindakan Fariz sudah tidak bisa di toleransi lagi! Dari awal Kakek sudah tahu, maksud dia mendekati Syafiqah. Makanya kakek bersikeras ingin menjauhi dia dari Fiqah. Dan itu juga alasan Kakek tidak membolehkan Fiqah dirawat di rumah sakit!" ujar Wijaya membuat Afnan merasa bersalah.

"Maaf Kek, In shaa Allah kedepannya Afnan akan lebih hati-hati lagi," ujar Afnan dengan tulus.

"Ya sudah tidak apa-apa, Kakek percaya kok kamu pasti bisa menjaganya," balas Wijaya, seraya ia menepuk pundak Afnan.

"Terima kasih atas kepercayaan Kakek pada Afnan. Kalau begitu, apakah Anan boleh membawa Fiqah ke pondok pesantren Kek? Dan tinggal bersama Anan disana Kek?" tanya Afnan, terlihat sedikit ragu-ragu. Pada awalnya, Wijaya terlihat terkejut, namun tak berapa lama ia pun tersenyum lembut.

"Tentu saja boleh Nak, Diakan istri kamu. Jadi sudah menjadi keharusan Dia mengikuti kamu kemanapun kamu membawanyakan?" balas Wijaya dengan lembut. Namun tersirat jelas ada kesedihan diraut wajahnya. Dan sudah pasti itu disebabkan karena ia harus mengikhlaskan cucu kesayangannya dibawa oleh suaminya sendiri.

"Alhamdulillah, terima kasih Kek," kata Afnan terlihat senang. Dan saat bersamaan, terdengar ketukan pintu karena memang pintu sedang terbuka membuat Afnan mau pun Wijaya langsung menoleh, dan tampaklah oleh mereka seorang pria berjas putih dan seorang wanita berseragam putih juga sedang berdiri didepan pintu kamarnya Syafiqah.

"Eh, Dokter Ridwan? Silahkan masuk Dok! Tolong priksa kondisi cucu saya," ujar Wijaya, setelah ia mengetahui siapa yang datang.

"Baik Pak!" balas Pria yang dipanggil Dokter Ridwan tersebut. Dan sang dokter pun langsung menghampiri Syafiqah yang masih belum Sadar di pembaringannya itu. Lalu sang Dokter pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Syafiqah. Selang beberapa menit pemeriksaan pun tampak selesai, Afnan yang tampak penasaran dengan hasilnya. Ia pun langsung bertanya tanpa berbasa-basi dahulu.

"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanyanya, membuat Wijaya langsung tersenyum, ketika ia mendengar Afnan, menyebutkan Syafiqah dengan kata "Istri Saya"

"Sepertinya sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Berarti sudah waktunya, aku beristirahat dikampung almarhum Neneknya. Aakh..aku jadi merindukan kamu Sayang. Setelah malam ini sepertinya aku harus segera terbang ke kota M. Biarkan saja urusan disini menjadi tugas Toni dan Afnan. Karena sudah waktunya aku menikmati sisa hari tuaku ini," batin Wijaya seraya ia memperhatikan Afnan yang sedang berbicara dengan Dokter Ridwan.

Sementara itu Afnan, tampak sedikit lega setelah mendapatkan penjelasan dari dokter Ridwan, "Alhamdulilah, jadi benaran nggak papakan Dok?" tanya Afnan ingin memastikannya lagi.

"Iya benaran kok, Pak Afnan, Istri Anda tadi hanya Syok saja, dan hanya butuh istirahat yang cukup. Dan saat ini juga dia cuma tidur kok pak, nanti setelah bangun in shaa Allah, dia akan baik-baik saja kok Pak," jelas Ridwan meyakinkan Afnan kembali.

"Aah, Syukurlah. Terima kasih banyak ya Dok," ucap Afnan dengan tulus, seraya ia menyalami tangan sang Dokter.

"Sama-sama Pak Afnan! Kalau begitu saya pamit pulang, nanti kalau ada apa-apa, hubungi saya saja lagi ya Pak," kata Ridwan, yang terlihat ia sedang bersiap-siap hendak pergi.

"Iya Dok in shaa Allah," balas Afnan. Setelah mendapatkan jawaban dari Afnan Ridwan pun mulai bergerak keluar.

"Kakek antar Dokter Ridwan, kedepan ya Nak, kamu istirahatlah juga disini, lagian Fiqahkan udah tahu kalau kamu suaminya," timpal Wijaya. Seraya ia menepuk pundak Afnan lagi.

"Baiklah Kek," balas Afnan dengan singkat. Setelah mendapatkan jawaban dari cucu mantunya, Wijaya pun ikut melangkah pergi mengikuti Dokter Ridwan, yang tampak sudah keluar dari kamar Syafiqah. Dan setelah Wijaya, tak terlihat lagi, Afnan pun bergegas menutup pintu kamarnya Syafiqah, setelah itu ia kembali mendekati tempat tidur istrinya yang terlihat lumayan lebar.

"Aah, sepertinya sudah waktunya nih, peranku sebagai Suaminya akan dimulai sekarang. Bismillah, semoga Allah memberikan Ridho-Nya pada kami, dan in shaa Allah, akan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, Aamiin," ucap Afnan seraya ia membaringkan tubuhnya di sampingnya Syafiqah. Dengan posisi miring, menghadap kewajah cantik istrinya yang terlihat begitu lelap tidurnya.

"*Maa shaa Allah, ternyata Istriku yang begini saja sudah cantik banget. Apalagi nanti kalau dia, sudah mau memakai hijab ya, pasti tambah cantik," batin Afnan, yang terlihat masih memandang wajah istrinya. Hingga tanpa sadar akhirnya ia pun ikut terlelap.

...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈*...

Dear Readers ♥️

Hari inikan sudah tanggal 3 nih dan tinggal dua hari lagi, Author, membagikan pulsakan. Nah bagi para Readers yang berada di top fans 4 teratas, follow Akun NT Ramanda ya, biar mudah Ramanda menghubungi kalian. Atau di Instagram Author juga nggak papa. oke Guys. Oh iya Thanks ya bagi, pendukung yang lainnya, jangan kecewa ya guys. In shaa Allah, kapan-kapan kita buat lagi oke 😉

1
Tira Aneri
suukaaa
Erina Munir
end yaaaa
Erina Munir
s kakek n fiqah dpt rejeki itu
Erina Munir
alhamdulillah sehaat ya
Erina Munir
ayyo fiqaah...udhan doong ngambeknyaa..hrp maklun Anan...nmnya jg lgi hamidun...agak sendi2 diikit laah
Erina Munir
udeeeh...jngn ngehalu aja luh nnnuur...k banyakan ngimpi luuhh
Erina Munir
semoga ga jdi ribet
Erina Munir
hamiduun meureeuun
Erina Munir
intern ...meureeuun...😆😆😆😆
Erina Munir
u ready fiqah....
Erina Munir
yaaah mau enak2 jdi sakit fiqah2...
Erina Munir
😄😄😄😄😄😄
Erina Munir
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ikhsan gigit jariii....jonesss
Erina Munir
senanfat deh jdinya afnan ..liat fiqah agresif
Erina Munir
hahhaa d ancem begitu baru sadar...afnan...afnan
Erina Munir
afnan langsung sadar ....semoga ya
Erina Munir
cuantiik bneerr fiqah...
Erina Munir
laah...ko poho lgiii thoor
Erina Munir
laham llaaah...masa ga pahaam
Erina Munir
nnti juga lama2 berhijab yaa Afnan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!