Astri Wijaya mengenal Pasquela Sioulus sebagai pria yang tampan dan disukai banyak wanita.
Dia tidak berharap lebih untuk dicintai dan dimiliki oleh Pasquela, karena ia tahu apa yang harus diterimanya saat ia menerima seorang Pasquela Sioulus.
Perjalanan cinta mereka seperti menyusuri jalan sunyi hanya berdua tanpa mengetahui apakah ada rintangan didepannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33.
Astri masih berada dikamar mandi ketika handphone nya berbunyi sehingga ia tidak mendengar nya. Baru setelah ia berpakaian ia mengambil handphonenya dan melihat banyak sekali panggilan tidak terjawab berasal dari 1 nomor yang sama yaitu nomor Pasquela.
Dengan penuh rasa ingin tahu akhirnya Astri balik menghubungi Pasquela.
Setelah 3 kali panggilan akhirnya terdengar suara Pasquela menjawab panggilannya.
" Halo Pasquela ?, Maaf aku tidak mendengar panggilan di handphone ku ketika Anda menelepon," ucap Astri.
" Oh, aku hanya bermaksud memberitahu bahwa pagi ini aku kembali ke Florence,Italia."
" Ya, kemarin Anda sudah mengatakannya. Maaf aku tidak bisa mengantar Anda."
" Tidak masalah. Astri bisakah kamu memikirkan kembali tawaranku ?."
" Tawaran apa ?," tanyanya tidak mengerti.
" Ikut berlibur dan bekerja denganku." jawab Pasquela.
" Nanti akan aku pikirkan, tapi tidak sekarang, karena aku masih harus memikirkan ujian dan kuliahku juga belum selesai," jawab Astri.
" Baiklah aku akan menunggu kabarmu. Aku pergi dulu, selamat pagi ."
Astri masih menatap handphone nya seperti tidak percaya bahwa seorang Pasquela menawarkan liburan dan juga bekerja dengannya.
" Apakah aku harus memikirkan dengan serius tawaran nya ?, mengapa aku tidak bisa bersikap tegas dengannya. Ada apa denganku ?," ucapnya dalam hati.
Astri terlihat lebih banyak diam saat bekerja hingga Gita menanyakan perubahan sikapnya.
" Ada apa ?," tanya Gita ketika mereka berada di Showroom.
" Aku bingung Mba."
" Bingung kenapa ?."
" Hem, kemarin Pasquela datang dan dia menemui ku ," ucap Astri membuat Gita menatapnya senyum-senyum.
" Kok senyum-senyum sih Mba ?."
" Lah, terus mau ngapain ?, mau marah begitu ?, alasannya apa ?," goda Gita hingga Astri semakin cemberut.
" Mba...,-
" Iya, terus kenapa ?, apa dia memintamu untuk menjadi kekasihnya ?, atau isterinya ?," tanya Gita tersenyum.
" Dia mengajakku berlibur dan juga bekerja dengannya ," jawab Astri masih merajuk.
" Bagus itu, lalu kenapa kamu bingung ?."
" Tapi aku kan masih kuliah Mba, dan bulan depan sudah mulai ujian semester."
" Dia kan tidak mengatakan waktunya bukan ?, jadi bisa saja saat kamu sudah selesai kuliah. Dan ia hanya berharap kamu memikirkan lebih awal sebelum waktunya tiba,"jawab Gita berusaha bersikap bijak.
" Gitu ya Mba ?, berarti aku tidak perlu memikirkan secara serius sekarang ini."
" Harus dipikirkan secara serius tetapi jangan sampai menyita waktu dan juga pikiranmu."
" Terima kasih Mba, Astri gembira karena mempunyai orang yang sangat perhatian padaku,"
" Sudahlah, lanjutkan pekerjaan mu, untuk sementara Pasquela dikunci dulu ya, nanti malam bisa kamu keluarkan lagi," goda Gita membuat Astri tertawa.
" Siap komandan."
Waktu makan siang hampir tiba ketika Gita menegur Astri yang masih sibuk dengan laptopnya.
" Astri, kamu tidak ke kampus ?, memangnya belum selesai pekerjaan nya ?,"
" Sebentar lagi Mba, aku sedang ngeprint tugas nih!."
" Oh, kita ke kampus bareng saja, kebetulan Mba juga ada perlu dengan sekretariat."
" Oke."
Setelah makan siang mereka menuju kampus.
" Kemarin Mba bertemu Wisnu, dan dia titip salam untukmu. Apakah kalian tidak pernah bertemu dengannya ?,"
" Sejak aku menolak dirinya, aku jarang bertemu dengannya lagi, apalagi saat ia sudah wisuda."
" Sekarang dia jadi eksekutif muda ya."
" Mungkin. Karena ia diharapkan untuk meneruskan usaha keluarganya."
" Apakah Wisnu anak tunggal ?."
" Bukan. Wisnu memiliki 2 orang kakak dan 1 orang adik, tetapi mereka semua perempuan."
" Kamu tahu banyak tentang Wisnu ?,"
" Bagaimana tidak tahu Mba, kalau setiap bertemu selalu dibahas tentang keluarganya yang menaruh harapan besar pada dirinya," jawab Astri tertawa.
" Wisnu..., bagaimana kabarmu ?, aku harap kamu sudah memiliki wanita yang benar-benar mengerti dirimu bukan hanya memanfaatkan kekayaan mu saja," ucapnya dalam hati.
emang hrs ketemu sm astrid