Bismillah... Kisah ini aku ambil dari beberapa orang yang memiliki pengalaman yang sama. Aku menggabungkannya menjadi sebuah kisah yang mungkin banyak sekali terjadi di kehidupan ini.
Gerd Anxiety adalah Masalah pencernaan, seperti heartburn, mual, dan sakit perut adalah gejala umum yang bisa ditimbulkan baik oleh GERD maupun anxiety. Kalau di masyarakat lebih di kenal dengan sakit asam lambung akut.
Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita yang ingin sembuh dari penyakit yang dia derita. Berbagai cobaan hidup, jatuh bangun dalam menghadapi kehidupan ini hingga dia akhirnya sembuh dan sukses.
Jangan lupa pilih menu Favorit ya sebelum dibaca 🥰🥰
*****
Deg.. deg.. deg..
Tiba - tiba saja aku merasa sesak dan kesulitan bernafas. Aku segera meraba dadaku, jantungku sangat kencang sekali berdetak. Keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Pakaianku mulai basah karenanya.
Lututku bergetar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Wabah virus corona semakin semarak. Sangat sulit untuk Mas Fadil mendapatkan pekerjaan dalam waktu dekat. Mau buka usaha juga susah karena jangan kan buka usaha baru, usaha - usaha lain yang sudah lama buka saja sekarang malah di suruh tutup.
Tidak boleh ada tempat orang untuk berkumpul. Terlebih malam hari suasana kota sudah mirip kota mati. Satu persatu kami mendapat kabar saudara yang terkena penyakit itu.
Mertua Arif yang perempuan, istrinya dan adik iparnya perempuan terkena virus itu. Bahkan mertuanya menderita penyakit yang lebih parah, harus dilarikan ke Rumah Sakit dan masuk ruang ICU karena merasa sesak nafas.
Tentu saja itu menjadi pukulan pertama di keluarga kami. Untuk pertama kalinya Arif menangis saat meneleponku.
"Kak bagaimana ini Nasya harus pisah tidur dengan Mamanya? Sedangkan umurnya belum genap satu tahun?" tanya adikku.
Dia yang berprofesi seorang dokter saja bisa sepanik itu. Rasanya aku ingin sekali membantu tapi bagaimana caranya.
Mamaku sempat ingin datang dari kampung untuk menjaga Nasya anak Arif tapi kami melarangnya karena pengetahuan tentang virus corona masih dalam penelitian pihak medis.
Rumah mertua adikku di isolasi. Tidak ada yang boleh masuk ke rumahnya kecuali penghuni rumah tersebut.
"Mau gimana lagi Dek, kalian tidur berdua saja. Pasti bisa dilewati, yakinlah. Kalau Nasya bangun kasih dodot" jawabku.
"Iya Kak, semoga kami bisa melewati semua ini ya. Doakan ya Kak" ujar Arif.
"Aamin.. semangat ya" ucapku memberi semangat.
Setelah enam bulan melahirkan ASI adik ipar ku kering sehingga Nasya hanya menyusui selama itu. Setelah itu dilanjutkan dengan susu formula.
Keadaan seperti ini sangat membantu karena Nasya tidak tergantung lagi ASI mamanya. Setiap hari kami bertelepon untuk menanyakan kabar mereka.
Alhamdulillah keadaan kaki Mas Fadil sudah semakin membaik. Satu bulan dia melaksanakan shalat dengan cara duduk di kursi karena kaki kanannya tidak bisa dilipat.
Dua bulan ini juga Mas Fadil tidak kemana - mana hanya di rumah menjaga dan mengurus anak - anak.
Sungguh Allah Maha Baik, di dalam setiap kesempitan pasti ada kelonggaran. Alhamdulillah uang sekolah Shifa mendapat discount. Karena mertua tidak lagi menjaga anak - anak kami, kami tidak perlu memberi mertua uang bulanan.
Apalagi saat ini Mas Fadil sedang tidak bekerja, mertua sangat mengerti dengan keadaan kami. Alhamdulillah satu bulan bisa kami lalui dengan baik. Gajiku cukup untuk keperluan kami sehari - hari.
Benar kata Mas Fadil, Allah menutup satu pintu rezeki untuk kami tapi Allah buka banyak pintu rezeki lain untuk kami.
Karena pandemi semua jajanan pinggir jalan tutup. Orang - orang pada takut membeli makanan pinggir jalan. Aku berpikir harus mengambil peluang dalam situasi seperti ini.
Ketepatan di dekat rumahku banyak jualan ayam potong. Aku bertanya kepada mereka apakah bisa pesan ayam filet, karena aku hanya membutuhkan daging ayamnya saja.
Ternyata bisa sesuai keinginanku. Aku membuat bakso. Kebiasaanku memang sejak dulu tidak suka memakai penyedap setiap kali masak. Dan di rumah memakai garam himalaya karena suami punya riwayat darah tinggi.
Aku menggunakan peluang ini dengan sebaik mungkin, membuat bakso sehat non MSG dan menggunakan garam himalaya. Aku memasak bakso awalnya hanya untuk anak - anakku saja. Tapi aku mempostingnya di media sosial.
Aku membuat promosi yang bisa menarik minat teman - temanku. Alhamdulillah satu persatu pesanan datang.
Setelah itu kamu mencoba mencari resep lainnya yang bisa akhirnya jual. Aku mencari resep - resep di Youtube. Makanan sehat yang sangat digemari anak - anak.
Akhirnya aku menemukannya, masakan itu adalah nuget ayam. Aku sengaja memilih makanan yang sehat karena akan dimakan oleh anak - anakku. Aku mencari komposisi bahan - bahan yang bagus dan bergizi.
Aku membuat nuget dengan komposisi susu, keju, telur, sayur dan yang pasti daging ayam. Dengan promosi non MSG dan pakai garam himalaya.
Pesanan semakin bertambah dari teman - teman kerja dan teman - teman kuliahku. Bekerja sama dengan suami yang mengantarkannya ke rumah mereka semua.
Aku mengirim hasil masakanku ke rumah adikku, karena mereka sedang dapat musibah. Lagian semua penghuni rumah yang perempuan terkena virus kecuali si kecil Nasya.
"Kak nugetnya enak, Nasya suka. Bakso nya juga dia suka sekali, disup kecil - kecil dan dia makan" ucap Arif
"Syukurlah kalau kalian suka. Sudah pantas gak dek di jual?" tanyaku pada Arif.
Sejak kecil adikku yang satu ini punya hobby yang lain dari Rahmat. Dia suka masak dan bereksperimen di dapur. Dengan masakan yang aneh - aneh tapi bisa jari enak.
Berdasarkan hobbynya itu aku bertanya kepadanya karena lidahnya lebih tajam dari pada yang lain soal makanan.
"Bisa Kak, bisa banget. Apalagi saat pandemi seperti ini. Orang takut makan bakso di luar. Lagi pula sekarang semua pada ingin hidup sehat" jawab Arif.
"Alhamdulillah" balasku.
Aku juga mengirim sampel masakanku ke rumah Rahmat. Dia dan keluargannya juga suka. Mereka membantuku dengan cara mempromosikan masakanku ke teman - teman kantornya.
"Kak ada pesanan ini dari teman kantor" ucap istri Rahmat.
"Alhamdulillah kamu kirim aja lewat WA jumlah pesanannya ya dek, biar nanti Kakak catat dan buat" sambutku.
Begitu juga dengan adik sepupuku yang paling dekat, Putri. Di dalam keluarga hanya dia sendiri anak perempuan, begitu juga aku. Kami sama - sama tidak punya saudara perempuan.
Itu yang membuat kami lebih akrab dari pada sepupu yang lain. Dia bekerja di salah satu Bank BUMN. Dia juga membantuku mempromosikan jualanku.
Karena pandemi kerja dikantor juga tidak setiap hari, banyak waktu luang yang bisa aku manfaatkan untuk membuat pesanan yang datang.
"Alhamdulillah Mas aku dapat pesanan sepuluh kilogram bakso dan lima kilogram nuget minggu ini" ucapku pada Mas Fadil.
"Wah lumayan itu Bunda dapat juga ya satu juta omsetnya minggu ini" sambut Mas Fadil.
"Alhamdulillah Mas bisa tabungan untuk keperluan sekolah Shifa. Sebentar lagi kenaikan kelas dan juga lebaran. Kita banyak pengeluaran. Rayyan juga tahun ini usianya lima tahun. Harusnya dia masuk TK Yah, tapi Bunda kok gak semangat ya masukin dia TK tahun ini. Shifa aja sekolahnya daring di rumah. Gimana Rayyan nanti?" tanyaku khawatir.
"Kalau tidak kita tunda saja dulu Bunda Rayyan masuk Tk nya" ucap Mas Fadil.
"Shifa aja dulu masuk TK umur lima tahun Yah, masuk SD umur enam tahun. Kasihan Rayyan ketuaan kalau diundur tahun depan" jawabku.
"Gak apa - apa Bun, lagian kondisi keuangan kita juga belum normalkan? Nanti kita cuma bayar uang sekolah saja sedangkan anak - anak belum bisa sekolah. Apalagi TK mana bisa diajari lewat online harus langsung di didik sama gurunya" ungkap Mas Fadil.
"Iya juga ya Yah.. Ya sudah kalau begitu Rayyan kita tunda dulu masuk TK nya" sambutku.
Memang disatu sisi aku merasa tidak adil pada anakku tapi itulah namanya rezeki. Rezeki setiap anak beda - beda. Walau bersaudara rezekinya tidak akan pernah sama.
Hal ini sudah sejak lama aku terima dalam batinku. Aku sudah menerima kenyataan ini mengingat keadaan hidupku dan adik - adikku.
Sebelum tidur aku membelai rambut Rayyan lembut.
"Maafkan Bunda ya Nak... bukan maksud Bunda ingin membeda - bedakan kalian tapi beginilah keadaan Ayah dan Bunda saat ini. Semoga kamu bisa mengerti dan tidak menyalahkan Ayah dan Bunda kelak" ucapku dengan berat.
.
.
BERSAMBUNG
nonelnya seperti kehidupan kita sehari'', benar'' hidup seperti nyata kita alami,
luar biasa sekali pengalaman yang bisa kita petik