BACALAH BAGIAN "BAB 1 TERBARU" PALING BAWAH, JANGAN BACA YANG "1" KARENA CERITA TENGAH DI REVIEW.
Cerita ini mengisahkan tentang Synus Yang berusaha mendatangi dan membebaskan Yusuf yang terpenjara di penjara abadinya. Tidak mudah memang, Synus pun melewati negeri-negeri yang misterius, berbahaya, mencengangkan, menakjubkan dan mampu merenggut nyawa. Namun itu semua dilakukan untuk Yusuf yang bukan kekasih nya dan hanya sekedar teman. Aryan kekasih Synus, ia tinggalkan demi Yusuf yang hanya sekedar teman.
LALU, APA YANG SEBENARNYA TERJADI DIBALIK SEMUA INI ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Negeri pertama yang diinjaki oleh Synus adalah Makedonia. Sebuah negeri di Utara Yunani, dan langsung berbatasan dengan Yunani.
Hari sudah sore, Synus turun dari Unicorn. Ia menemukan sebuah pemukiman yang cukup padat. Namun, semua bangunan di pemukiman tersebut, tinggi nya hanya se pinggang dengan Synus.
Ia, si gadis bergaun putih itu. Jongkok, lalu memperhatikan rumah-rumah mungil yang ada didepan matanya.
Ada satu rumah mungil yang menjadi perhatian Synus, dia memperhatikan dari jendela kecil. Seorang wanita yang sedang memasak.
Si wanita yang ada didalam rumah mungil ini, merasa ada yang memperhatikan. Lalu ia menengok ke jendela yang ada diatasnya. Spontan, wanita kerdil yang hanya setinggi lutut orang dewasa ini, terkejut. Melihat mata indah yang besar, dan ia seketika itu pingsan.
Synus yang memperhatikan wanita ini, juga ikut terkejut hatinya.
Lalu, keluarlah dari ruang tamu. Lelaki berusia 30 tahunan. Dan ia terkejut, melihat istrinya sudah pingsan.
Sambil memegang-megang istrinya, lelaki ini berkata.
"Inda... Ada apa ? Ada apa dengan diri mu... ?"
Merasa kasihan, Synus langsung berseru.
"Maafkan aku... Aku tidak bermaksud..."
Lelaki ini langsung melihat ke arah jendela, ia melihat mata yang besar. Spontan diri nya berteriak ketakutan, dan langsung berlari keluar rumah menuju pusat kota.
Synus yang masih kebingungan, berkata.
"... Apa yang mereka inginkan sebenarnya ?"
Tiba-tiba, dibelakang Synus. Sudah berdiri, seorang anak lelaki seusianya. Namun pendek, selutut dengan Synus.
"Hei... kenapa kamu disini... ?"
Synus terkejut, ia kemudian menoleh.
"Ouw....... Manusia kerdil lagi. Ehm..... Nggak lari ?"
Mendengar pertanyaan Synus, membuat bocah ini tertawa.
"Pesss....... Ahahahaha.......... Aku sudah biasa menemui manusia, dan kamu adalah orang ke 500 yang pernah kutemui......."
Kemudian, telapak tangan Synus diturunkan ke tanah. Lalu, bocah yang belum diketahui namanya. Berdiri ditelapak tangan Synus.
Sambil mengangkat telapak tangan synus ini, Synus berkata.
"Siapa namamu... ?"
Dengan penuh percaya diri, bocah ini menjawab. "Imak. Seperti nya kamu seusai ku... ?"
Lalu Synus pun, mengangkat kedua halisnya.
"17 tahun... ?''
Imak kembali tertawa,
"Ahahaha.......... Tepat sekali..."
Terdengar lah di pusat kota mini ini, suara teriakan orang-orang.
Hal ini, membuat Synus khawatir.
"... Sepertinya, mereka akan menangkap ku....."
"Oleh sebab itulah aku datang kemari..... Ayo pergi !"
Seru Imak, yang juga khawatir.
Telapak tangan Synus, digoyangkan sedikit.
"... Kemana ?"
Hal ini pun, membuat Imak sedikit oleng.
"Yaaaa......... Ke...... Ke tempat persembunyian kuuu..........."
Synus menepuk jidat menggunakan telapak tangannya.
"Jangan bercanda... ! Tempat mu pasti mungil"
Ujungnya, Imak yang berdiri ditelapak tangan Synus. Terlempar jauh kebelakang,
Spontan, Synus terkejut. Dan langsung berlari menghampiri Imak yang terbaring lemah.
"Aaaah..... Imak..... Maafkan aku......"
Imak mengangkat tangan nya, lalu berdiri dengan sendirinya. Kemudian, Imak menarik tangan kanan Synus lalu berlari-lari menjauh dari pemukiman itu.
|
Pohon yang tinggi sekali, terlihat jelas didepan mata Synus.
Synus berdiri sembari memperhatikan tinggi dan besarnya pohon ini. Tidak lama kemudian, keluarlah Imak dari dalam lubang pohon yang besar sekali.
Imak berucap penuh antusias,
"Hmm....... Ini adalah pohon milik ku, ku tanam dia sejak 12 tahun yang lalu. Dan aku tidak menyangka, akan menjadi sebesar ini"
Mata Synus terbelalak ke arah pohon besar ini,
"Imaaaak....... Sulit dipercaya..."
Kemudian, Imak meloncat di sisi Synus. Ia pegang tangan synus begitu erat, dan langsung membawa nya kedalam pohon ini.
|
Synus dan Imak sudah berada di dalam pohon besar ini.
Mata Synus terbelalak takjub, melihat dalaman pohon ini yang begitu indah akan arsitektur. Justru, dalaman pohon ini, lebih bagus dikatakan sebagai istana. Karena, seluruh sisi ditempat ini, bangunan nya terbuat dari tanah liat yang mengeras. Dan dicat, dengan warna biru kristal.
Lalu, Imak menyuruh Synus duduk yang dikelilingi oleh kolam air yang membentuk huruf U. Synus pun duduk, dan matanya terus tertuju pada arsitektur indah.
Letak dapur yang tidak jauh dari tempat Synus duduk, di dekati oleh Imak.
Synus yang melihat Imak menyiapkan air minum untuk nya, berkata.
"Bagaimana..... Mahkluk kecil seperti mu, dapat membuat bangunan se indah dan sebesar ini... ? Aku sebagai manusia, belum tentu mampu..."
Nampan yang sudah di taruh satu gelas berisikan air susu cokelat hangat, dibawakan ke Synus. Sambil berjalan mendekati Synus, Imak hanya tersenyum.
"Hmm... Oleh sebab itulah aku membawa mu kemari. Ada tujuan tertentu, bukan hanya sekedar bermain saja..."
Kemudian, Synus memperhatikan Imak menaruh minuman nya di meja yang ada di sisi Synus. "Memangnya... Apa yang terjadi dengan kota mini itu ? Pasti ada silsilah nya..."
Lalu, Imak duduk dengan nampan yang masih tertaruh di paha nya. Duduk di sisi Synus yang lebih besar dari nya.
"Dahulu... Aku dan warga kota lainnya. Adalah manusia biasa seperti mu..."
Ujungnya, Synus terkejut mendengar pernyataan Imak.
"... Benarkah ? Kasihan sekali... Pasti ada orang jahat yang membuat kalian menjadi kecil seperti iniiiiiii........... !"
Senyuman manis Imak, kembali diperlihatkan pada Synus.
"Terima kasih atas kemarahan mu pada Ratu yang telah musnah itu... !"
Synus kembali terkejut hebat.
"Tidak mungkin... ! Yusin kah... ?!?"
Pandangan Imak, diarahkan jauh ke depannya.
"Tepat sekali..."
Kemudian, Imak turun dari tempat duduknya yang tinggi dan lebar. Lalu, Imak mengarahkan tangannya ke langit-langit tempat ini.
Synus memperhatikan kelakuan nya begitu jeli.
Tidak lama, keluarlah cahaya putih indah dengan gemerlip nya kristal-kristal biru kecil yang menempel di langit-langit tempat ini. Kemudian, terlihatlah sebuah gambaran sejarah awal dari kota yang kini menjadi mini itu.
Imak pun, mulai berkata-kata.
"... Sekitar, 500 tahun yang lalu... Warga kota Donia, hidup tenang, tentram, dan panjang umur. Kota Donia,dahulu kala adalah kota yang dipenuhi dengan pohon-pohon yang indah, dan bisa dijadikan tempat tinggal. Tertawa... Bersenang-senang... Itulah yang dilakukan warga Donia setiap hari. Hingga pada suatu ketika, datanglah seorang wanita berusia 40 tahun. Dengan tongkat biru kristal, dan menjadi warga kota Donia. Awalnya, warga Donia menerima baik si Yusin ini. Namun, ke curigaan, mulai terjadi. Ketika si munafik Yusin, mulai terlihat mengincar bunga putih keabadian..."
Tiba-tiba, Synus memotong perkataan Imak.
"Bunga putih keabadian... ? Jadi, dia sebenarnya sudah berumur ratusan tahun... ?"
Lalu, Imak memandang wajah Synus yang penasaran.
"... Iya, karena bunga itu"
Kemudian, tangan Imak kembali di arahkan ke langit-langit tempat ini.
"Bunga putih keabadian... atau biasa di sebut Flawer. Bisa membuat seseorang yang memakan sedikit dari bunga ini, maka ia akan mendapat perpanjangan umur sampai 50 tahun. Menjadi muda, lalu bila sudah menua, bunga ini kembali di makan. Dan bunga ini, tidak akan pernah habis sampai hari kiamat... !"
Synus mendekati Imak, lalu duduk di sisi nya.
"Lalu... Apa yang membuat Yusin berhasil mencuri bunga flawer itu... ?"
Pertanyaan Synus, dipenuhi oleh Imak.
"... Pada suatu malam, itu adalah malam pesta sebenarnya. Namun anehnya, malam itu seluruh warga Donia tertidur pulas sampai matahari benar-benar ada di atas kepala. Siang hari nya, yang pertama bangun adalah kakek ku, dulu kakek ku masih 15 tahun. Dia tersadar... Kalau hari sudah sangat siang. Kemudian, ia dengan sigap berlari menuju pusat kota untuk membunyikan lonceng besar. Lonceng besar itu berfungsi untuk membangunkan warga Donia yang kesiangan. Kemudian, bila kamu ingin tahu, bunga itu ditaruh di bawah lonceng yang mengambang, dan di tutupi oleh benda berkaca tipis namun tajam. Nah, kakek ku menyadari... Kaca itu hilang dan hanya ada genangan air saja. Dan yang lebih mengejutkan adalah, bunga putih keabadian telah hilang... !"
Hati Synus merasa ada yang tidak beres, lalu Synus berkata.
"Imak... Bagaimana warga kota bisa berfikiran bahwa Yusin lah yang mencuri bunga itu... ? Mungkin bukan dia..."
Lalu, Imak kembali melanjutkan perkataannya itu. "Jadi... Pada malam hari nya. Ada satu warga Donia bernama Pangbu, yang baru saja pulang dari hutan. Lalu, ia terkejut dengan seorang wanita yang ia kenal yaitu Yusin. Pangbu bersaksi, bahwa Yusin terbang lalu menebarkan suatu biji kesetiap genteng rumah. Lalu, tidak lama... Yusin membunyikan lonceng itu begitu keras. Sampai-sampai, Pangbu pun tersungkur dan pingsan. Memang benar... Pangbu tidak melihat Yusin membawa bunga itu. Namun sudah bisa disimpulkan jika Yusin lah pencuri nya. Karena diri nya, bisa hidup sampai masa sekarang, walaupun nyatanya dia sekarang sudah musnah...."
Synus terangguk-angguk tanda mengerti.
"... Lalu, apa yang membuat kota Donia menjadi semini itu bersama warga nya ?"
Nafas pendek, Imak Hela perlahan.
"Pangbu. Ketika itu... Pangbu bangun dari pingsan nya pada siang hari, karena mendengar bunyi lonceng yang tida terlalu keras. Lalu, ia bangun dan berjalan menuju kota Donia. Dan ketika itu, warga Donia sedang berkumpul di pusat kota. Wajah-wajah mereka begitu khawatir. Lalu tiba-tiba, datanglah Pangbu yang membuat sebuah bayangan besar yang menutupi seluruh warga kota yang berada dipusat kota. Kemudian, warga kota terkejut melihat manusia raksasa. Yang ternyata itu adalah Pangbu. Singkat cerita... Pangbu menjadi penjaga kota Donia. Sampai 250 tahun lamanya, hingga pada akhirnya ia wafat. Warga kota sedih... karena tanpa diri nya. Hal-hal yang dibutuhkan warga kota tidak dapat terpenuhi lagi. Semua nya kacau, pohon-pohon indah yang sering dibanggakan. Mulai rubuh, karena tidak terurus. Hanya pohon inilah... yang terurus sampai masa sekarang. Dan, warga kota pun menjadi miskin, mereka bangun rumah-rumah dari kayu. Kayu nya itu berasal dari pohon-pohon indah yang besar itu. Dan semuanya... menjadi menyedihkan hanya karena Yusin. Kami pun terpencil, terkucilkan. Keseharian kami hanyalah memakan rumput yang ada di sekitaran sini sajaaaa... Hmmm........"
Melihat Imak yang tertunduk sedih, Synus pun merasa tersentuh.
"Bagaimana jika... Aku tolong kamu dan warga Donia kembali ke wujud semula..."
Sedikit demi sedikit wajah Imak menjadi bahagia, dan senyuman nya semakin melebar.
"Sungguh... Synus ? Sungguh... ?"
Lalu Synus, tersenyum. "Benar-benar bersungguh-sungguh..."
Spontan, Imak menjadi girang. Ia meloncat-loncat penuh bahagia, kemudian Imak memeluk Synus dengan erat lalu meneteskan air mata haru.
"Terima kasih... Aku senang mendengarnya..."
|
Pada tengah malam nya, Synus dan Imak sudah berada dipusat kota. Orang-orang malam ini sedang tertidur pulas.
Yang menjadikan Synus tidak nyaman adalah, diri nya yang terlalu tinggi. Dan jalanan pula cukup sempit untuk ia injaki. Bangunan yang paling tinggi di kota Donia, hanyalah sampai sedada Synus.
"... Apa aku tidak akan membangunkan mereka ?"
Imak tersenyum,
"... Tidak, itulah warga Donia. Tidur mereka akan tetap pulas walaupun ada bom sebesar apapun yang menimpa bumi ini..."
Kedua halisnya, Synus angkat.
"Karena kutukan itu... ?"
Nada sedih, tersentar dari imak.
"Iyaaaaaa..... Oleh sebab itulah kamu datang kemari...."
Lalu, Synus pun berusaha menghibur. "Hmm... Baiklah, apa yang aku harus lakukan atas suruhan mu itu... ?"
Dengan begitu saja, Imak kembali bahagia. Ia meloncat-loncat,
"Ikuti aku....... Ikuti aku...... Hahaha......"
Kemudian Synus, berjalan mengikuti Imak menuju luar kota ini.
MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND
Wahh 😱😱 cari Apel?? Enak dong, kalo bisa ketemu Apel saat hacking begitu
Muslihat berkuasa
Saat hati goyah
Maka terjerumus dalam nestapa
Yusuf pasti iri dan cemburu, melihat kebaikan dan kemesraan Firmo
Eh .......siapa cewek yang selalu mengikuti itu 🤔🤔
Itu goa tidak pernah di jamah, kupikir bukan Icallius saja yang takut. Bagaimana tidak 🤔🤔