NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta Itu Hadir

Akhirnya Cinta Itu Hadir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Umi Haifa

Andika Saputra seorang pemuda yang baru memasuki dunia kerja di ibu kota. Dia seorang arsitek, bekerja di perusahaan kontraktor "Satria Group" yang cukup punya nama di ibu kota. Kinerjanya sangat bagus dan kejujurannya menjadi perhatian manajemen perusahaan termasuk Gunawan Presdir perusahaan tersebut. Hingga Gunawan sangat menginginkan Andika menjadi menantunya, suami untuk Karina anak semata wayangnya.
Ujian demi ujian kehidupan dilalui oleh Andika, dari mulai kepergian ibunya utk selamanya, perjuangan meraih karirnya, termasuk perjuangan cintanya.
Akankah Andika berjodoh dengan Karina?
ataukah ada wanita lain yang dicintainya?

Temukan jawabannya.....!
Selamat membaca.

Salam
Umi Haifa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Haifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membatalkan Perjodohan

" Maaf Pak saya tidak melihat Pak Candra dan putri Bapak, apa mereka tidak menemani Bapak? " tanya Andika

" Candra sedang berada di Yogyakarta menyelesaikan beberapa urusan di sana." Jawab Gunawan. Kemudian ia menghela nafasnya.

" Kalau Karina........" Gunawan menjeda ucapannya. Raut wajahnya terlihat sedih.

" Karina pergi meninggalkan rumah." ucapnya dengan perasaan sedih. Andika mengerutkan keningnya.

" Maksud Bapak? " Tanya Andika

" Kemarin Karina meninggalkan rumah, kepergiannya juga yang membuat Mamanya mengalami serangan jantung." Gunawan menatap ke depan dengan pandangan kosong.

" Apakah ini ada hubungannya dengan rencana Bapak menjodohkan Karina dengan saya ?" Tanya Andika. Gunawan menganggukan kepalanya.

" Karina menolak di jodohkan denganmu" Jawab Gunawan pelan penuh kekecewaan.

Andika tidak terlalu kaget dengan jawaban Gunawan. Ia sudah mengantisipasi kalau Karina sendiri tidak siap dengan perjodohan ini. Sehingga pada saat memberikan jawaban kepada Gunawan beberapa hari yang lalu ia mengatakan bersedia menikah dengan Karina dengan catatan Karina menerimanya.

" Maaf Pak, apa sudah ada kabar Karina dimana?" tanya Andika

"Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mencarinya tapi belum ada kabarnya, beberapa teman dekatnya sudah didatangi tapi tidak ada yang tahu, Karina mematikan handphonenya jadi tidak bisa dilacak keberadaannya." Jawab Gunawan

Tiba-tiba seorang perawat keluar dari ruang pasien CICU dan meminta Gunawan untuk masuk ke ruangan karena dokter akan menjelaskan perkembangan kondisi istrinya.

" Pak apa saya boleh melihat keadaan tante?" tanya Andika sebelum Gunawan memasuki ruangan pasien.

" Ayo kita masuk." Ucap Gunawan

Gunawan dan Andika sudah berada di ruang pasien dengan menggunakan pakaian pengunjung pasien. Gunawan mengantar Andika ke tempat istrinya, sementara ia langsung menuju nurse station tempat dokter yang merawat istrinya berada.

Andika duduk di kusi penunggu di samping kiri tempat tidur Ambar. Ambar seperti sedang tertidur pulas, dengan terpasang masker oksigen menutupi hidung dan mulutnya, dua selang infus terpasang di tangan kirinya disambungkan dengan infus pump, alat untuk pengatur tetesan infus, dan kabel-kabel monitor pasien tersambung ke area tangan, kaki dan dadanya.

Sambil duduk Andika mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa untuk kesembuhan istri presdirnya, calon mertuanya seandainya Karina menerima perjodohan dengannya.

Setelah selesai berdoa, ia tetap

duduk disamping Ambar, ia melihat ke layar monitor melihat angka-angka nilai tanda vital yang menunjukan angka normal. Andika sedikit paham dengan nilai tanda vital seperti tekanan darah, denyut jantung, pernafasan dan suhu yang terpampang di layar monitor, karena beberapa bulan yang lalu selalu berada di ruang ICU menemani ibunya yang sakit saat itu hingga pergi untuk selamanya meninggalkan ia dan kedua adiknya.

Ia merasa iba melihat Ambar yang terbaring dan tidak sadarkan diri, hingga muncul sedikit penyesalan dalam hatinya. Seandainya saja ia tidak menerima permintaan Gunawan mungkin Ambar tidak akan terbaring di ruangan ini, tapi Andika juga sadar bahwa semua yang terjadi sudah diatur Yang Maha Kuasa dan tidak lepas dari rencanaNya.

Yang harus ia lakukan saat ini adalah membantu mencari keberadaan Karina dan membatalkan perjodohan ini kalau memang Karina tidak menginginkannya.

Tidak lama kemudian Gunawan menghampiri Andika.

" Menurut dokter kondisinya stabil, tinggal menunggu kesadarannya saja, semoga kesadarannya cepat kembali normal." Ujarnya.

Andika berdiri dan mempersilahkan Gunawan duduk di kursi di samping istrinya.

Gunawan duduk dan memegang tangan istrinya. Laki-laki itu terlihat sangat mencintai istrinya.

" Pak sebaiknya bapak istirahat dulu, bapak juga perlu istirahat , jangan sampai kesehatan bapak menurun." Ujar Andika yang melihat wajah Gunawan begitu lelah.

" Sebentar lagi saya akan mencoba tidur di kamar penunggu pasien." Gunawan pun merasakan tubuhnya begitu lelah dan matanya terasa berat.

" Kalau begitu saya nunggu di luar Pak, saya akan mencoba menghubungi teman Karina." Andika pamit meninggalkan Gunawan dan Ambar. Gunawan pun menganggukan kepalanya, namun ia sedikit merasa aneh, bagaimana Andika akan menghubungi teman Karina, kalau kenal dekat dengan Karina pun belum, dari mana ia akan tahu teman-teman Karina. Namun Gunawan tidak mengambil pusing. Ia kembali memperhatikan istrinya sambil mengelus-elus tangannya.

Andika membuka HPnya dan mencari nomor seseorang yg pernah melakukan misscall hari minggu kemarin, ia belum sempat menyimpan nomor itu. Ya itu nomor kontak Nadia teman Karina yang bertemu di resto sebuah mall. Setelah menemukan nomor Nadia, Andika mencoba menghubunginya.

Di tempat lain, Nadia yang sedang berada di depan kelas di kampusnya mengambil HP dari tasnya yang terasa bergetar, ia melihat ada panggilan telfon dengan nama 'Andika Ganteng'. Betapa girangnya ia mendapat panggilan telfon dari Andika, ia langsung menekan tombol hijau di layar HPnya.

" Halo...." ucapnya di telfon

" Assalamualaikum." ucap Andika

" Waalaikumsalam, ini Mas Andika yah? " tanya Nadia kegirangan. Ia tidak menyangka Andika akan menghubunginya secepat ini.

" Iya...ini Nadia kan?" Andika memastikan kalau yang dihubunginya memang Nadia.

" Iya Mas Andika, waaah....saya senang sekali , ternyata Mas Andika mau menghubungi saya." ucap Nadia tanpa malu-malu.

" Iya..... ada hal penting yang mau saya tanyakan. Apa Karina sedang berada dengan Nadia?" tanya Andika

" Karina? " Tanya Nadia heran kenapa Andika menanyakan temannya.

" Iya , apa kamu tau Karina dimana?" Tanya Andika lagi telfonnya

" Emmm....saya tidak tau dimana Karina, di kampus juga saya tidak melihatnya. Semalam ada orang suruhan Papanya Karina datang ke rumah, menanyakan Karina juga. Emang ada apa dengan Karina?" Nadia balik bertanya.

Andika diam sejenak, ia sedang berfikir apakah ia harus memberitahu kalau Karina pergi dari rumah.

" Halo, Mas Andika." terdengar suara Nadia di telfonnya.

" Eh iya....ini saya hanya ingin memberitahu Karina kalau Mamanya dirawat di rumah sakit, keadaannya belum sadarkan diri, dihubungi HPnya tidak aktif. Nanti kalau Nadia bertemu Karina tolong kabari saya yah. Sekalian boleh minta tolong gak untuk menghubungi temannya barangkali sedang berada dengan temannya, tapi jangan beritahu dulu kalau mamanya dirawat di rumah sakit, nanti kabari saya saja. Minta tolong yah." Ujar Andika di telfonnya.

" Oh bisa Mas, saya akan menghubungi teman-teman kami, nanti saya hubungi Mas Andika." Balas Nadia

" Terima kasih banyak Nadia, kalau gitu saya tutup telfonnya, Assalamaualaikum."

" Sama-sama Mas Andika, waalaikumsalam. Jawab Nadia.

Andika menutup telfonnya. Ia duduk di ruang tunggu pasien. Hanya Nadia yang menjadi harapannya mendapatkan informasi keberadaan Karina, karena tidak ada lg yang dikenalnya selain Nadia.

Sementara Nadia masih termenung menatap HPnya. Ia masih memikirkan ada apa dengan Karina, kenapa keluarganya mencarinya dari semalam, dan kenapa Andika juga mencarinya, apa hubungannya dengan Andika, bukankah mereka baru kenalan dengan Andika hari minggu kemarin?

Hmmm pada kemana Meli dan Zahra, mereka tidak kelihatan juga di kampus. Batin Nadia

Nadia mencoba menghubungi Zahra dengan HPnya. Tidak lama langsung terdengar suara dari Zahra.

"Assalamualaikum Nad, ada apa?" tanya Zahra

" Waalaikumsalam, kamu dimana Zahra? Gak ke kampus? Nadia balik bertanya

" Aku lagi pulang ke Bandung, kakaku kan mau nikah, kenapa kangen yah sehari gak ketemu?" Canda Zahra

" Aku di kampus sendirian, apa kalian janjian bolos kuliah? Meli dan Karina jg gak ada" Ucap Nadia cemberut.

" Meli juga gak ngampus? kemana tuh anak? " tanya balik Zarha.

" Mana kutahu, makanya kirain kalian janjian bolos. Eh Ra...kamu tau gak kemana Karina? semalam suruhan Papahnya nyari ke rumah, katanya Karina gak bisa dihubungi, telfonnya mati, trus tadi Mas Andika, kamu inget kan laki-laki yang ketemu di resto yang kita godain hari minggu kemarin, dia juga telfon menanyakan Karina. Katanya mamanya Karina dirawat di rumah sakit, kondisinya tidak sadar." Belum selesai Nadia menjelaskan , Zahra langsung memotongnya.

" Apa mamanya tidak sadar di rumah sakit?" tanyanya kaget.

" Kata mas Andika gitu, tapi kata Mas Andika jangan dikasih tau ke Karina kalau Mamanya dirawat di rumah sakit, mungkin biar Karinanya gak khawatir. Kamu tau dimana Karina gak?" Tanya Nadia yang masih penasaran dimana keberadaan Karina.

Zahra tidak langsung menjawab pertanyaan Nadia, ia bingung apakah harus memberitahu kalau Karina ada bersamanya atau tetap menyembunyikannya sesuai pesan Karina, tapi bagaimana dengan Mamanya Karina yang sedang di rumah sakit, ini sungguh membingungkan Zahra.

" Eh Ra...aku masuk kelas dulu yah, udah ada Bu Anita, kita lanjut di chat WA, kabarin aku kalau kamu menemukan Karina. Daahhh." Untunglah Nadia masuk kelas, jadi Zahra tidak perlu menjawab pertanyaan Nadia.

" Ok Nad? Nanti aku kabarin, Daah." Ucap Zahra kemudian menutup telfonnya.

" Siapa yang telfon Ra?" Karina tiba-tiba masuk kamar Zahra, ia baru selesai mandi. Wajahnya terlihat lebih segar dibandingkan semalam.

" Nadia telfon, dia nanyain kamu." Jawab Zahra

" Trus kamu jawab apa? Kamu gak ngasih tau aku di sini kan?" Karina balik bertanya.

" Aku belum sempet menjawabnya, dia keburu masuk kelas. Karin apa gak sebaiknya kamu hubungi Papa Mamamu, mereka pasti sangat khawatir." Ucap Zahra dengan lembut.

" Nanti aku akan menghubungi mereka, tapi tidak sekarang. Biarlah, semoga sekarang Mama dan Papa sedang memikirkan ulang niatnya menjodohkanku dengan laki-laki itu." Jawabnya tanpa perasaan sedih sedikitpun. Karina sudah menekadkan diri dia harus bertahan dengan keputusannya menolak perjodohan dengan Andika.

Zahra tidak menaggapi jawaban Karina, sepertinya sahabatnya ini belum bisa untuk diberikan masukan. Namun saat ini malah Zahra lah yang menjadi gelisah, ia bingung apa yang harus ia lakukan. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak diharapkan dengan mamanya Karina, sementara ia menyembunyikan keberadaan Karina juga tidak memberitahu kondisi Mamanya kepada Karina.

" Aku mandi dulu yah." ucap Zahra sambil berjalan keluar kamarnya. Namun ia tidak langsung menuju kamar mandi yang ada di samping kamar tidurnya. Ia Berjalan menuju taman di belakang rumahnya. Ia duduk di kursi teras belakang rumahnya sambil memikirkan langkah yang akan diambilnya. Ia tidak mau disalahkan kalau terjadi apa-apa dengan mamanya Karina.

Akhirnya Zahra mengambil keputusan akan memberitahu Nadia kalau Karina ada bersamanya. Ia menuliskan pesan kepada Nadia di chat WAnya.

Nadia yang merasakan getaran di Hpnya, mencuri-curi kesempatan saat kuliah sedang berjalan untuk membuka pesan WAnya. Ia terbelalak membaca pesan dari Zahra, ternyata Karina ada bersama Zahra. Ia segera membalas pesan Zahra.

" Ra, aku akan memberitahu Mas Andika, kamu jangan kasih tau dulu Karina kalau mamanya sakit, tunggu kabar dariku yah." Pesan Nadia terkirim.

Nadia minta ijin keluar kelas untuk ke toilet. Namun ia tidak masuk ke dalam toilet, di samping toilet ia menghubungi Andika dan memberitahu kalau Karina sedang berada di Bandung di rumah keluarga Zahra. Nadia juga memberikan nomor kontak Zahra untuk memudahkan komunikasi langsung dengan Zahra. Tak lupa Andika mengucapkan terima kasih kepada Nadia, tentu saja Nadia merasa senang dan merasa dihargai oleh Andika. Andika pun segera menghubungi Zahra, meminta alamat rumah dan menyampaikan kalau Karina akan dijemput oleh pihak keluarganya.

Kemudian Andika segera memberi kabar keberadaan Karina kepada Gunawan. Betapa bahagianya Gunawan mendengar kabar putrinya.

" Kalau begitu saya minta tolong, bisa kan kamu jemput Karina, kamu hapal daerah kota Bandung, jadi bisa lebih cepat menjemputnya." ujar Gunawan penuh harap kepada Andika. Sebenarnya Andika merasa tidak nyaman kalau dia yang menjemputnya, tapi untuk menolaknya juga berat, tidak tega melihat Gunawan .

"Baik Pak, saya akan menjemput Karina, saya berangkat sekarang" Ucap Andika. Ia mencium tangan Gunawan dan beranjak meninggalkan ruangan.

Namun sebelum keluar ruangan Andika kembali lagi menghampiri Gunawan.

" Maaf Pak....saya akan membatalkan perjodohan dengan Karina, Insya Allah ini yang terbaik buat Karina dan kita semua." Ujar Andika . Gunawan hanya terdiam, ia menepuk bahu kanan Andika.

" Maafkan saya Andika." akhirnya kata maaf keluar dari mulut laki-laki yang sangat mengharapkan Andika menjadi menantunya.

" Insya Allah ini yang terbaik Pak." ucap Andika meyakinkan Gunawan. Andika pun pergi meninggalkan Gunawan.

Berbekal alamat yang dikirim oleh Zahra lewat pesan WAnya dengan mudah Andika menemukan rumah keluarga Zahra. Dengan menempuh perjalanan hampir empat jam tibalah Andika di depan rumah Zahra. Ia menekan bel yang terpasang di dinding pagar. Tidak berapa lama seorang perempuan paruh baya membuka pagar dan menyapa Andika. Andika menjelaskan kalau ia sudah ada janji dengan Zahra. Kemudian wanita itu mempersilahkan Andika masuk dan menunggu di ruang tamu.

Zahra yang sudah mengetahui kedatangan Andika mengajak Karina untuk menemui tamunya. Alangkah terkejutnya Karina melihat seseorang yang duduk di ruang tamu itu adalah Andika, laki-laki yang dijodohkan dengannya.

Melihat kedatangan Karina dan Zahra, Andika berdiri dari duduknya,menganggukan kepalanya dan melemparkan senyumnya.

" Silahkan duduk Mas Andika." Zahra mempersilahkan Andika duduk.

Kenapa laki-laki ini ada di sini, mau apa dia? Batin Karina.

Kemudian ia menatap Zahra seolah meminta penjelasan.

" Karin duduklah dulu." ujar Zahra. Karina pun duduk di sebelah Zahra tepat di depan Andika.

" Karina, saya diminta Papamu untuk menjemputmu." Andika menyampaikan maksud kedatangannya.

Langsung saja Karina menatap Zahra penuh kemarahan.

" Ra...kamu menkhianati aku?" Ucapnya.

" Tenang dulu Ra, biar Mas Andika yang menjelaskan." jawab Zahra.

" Karina pulanglah...." Ucap Andika. Belum selesai ia berbicara Karina sudah memotongnya..

" Dengar yah, aku tidak akan pulang, kamu tidak perlu ikut campur urusanku dengan Papa dan Mamaku, kamu tidak punya hak untuk membawaku pulang." Karina bicara penuh emosi

Jangan mentang-mentang aku dijodohkan denganmu dengan seenaknya kamu datang menjemputku. Tambahnya dalam hati.

" Saya hanya diminta Papamu untuk menjemputmu, Mamamu sedang dirawat di rumah sakit karena mengalami serangan jantung." Jelas Andika

" Kamu pasti bohong, ini hanya akal-akalanmu saja kan agar aku mau pulang?" Nada Karina masih terdengar tinggi.

" Karin Mas Andika tidak bohong." Zahra membantu meyakinkan Karina.

" Saya tidak bohong, pulanglah, saya akan mengantarmu ke rumah sakit. Papamu menunggu disana. Kamu tidak perlu khawatir tentang perjodohan itu. Saya sudah membatalkannya." ucap Andika penuh ketegasan.

Karina hanya diam mematung, masih tidak percaya dengan yang diucapkan Andika

bersambung

1
Islamiyah Iss
nanggung penasaran sama Riana juga mba
Islamiyah Iss
💪💪💪💪
inchieungill
kan bukan muhrim
inchieungill
koq salaman Thor?
ione
Luar biasa
ElHi
ini gada lanjutan lg ya thor?
محمد إقبال
sy sudah tamat 4 x thorr.., tapi belum puass, jadi candu malah
Ria
_👍🏻
Dwi apri
seru banget thor...banyak pelajaran yg bisa diambil
terimakasih
Dwi apri
suka sama cerita...sampai sini bagus, ga bertele-tele....suka sekali
Morani Banjarnahor
lanjut thor
Emi Kartini
Luar biasa
Fhyan Rachman
inspiratif
dementor
elo yang nanya,elo yang keder.. are you okay naradita????
dementor
dari benci jadi cinta.. Allah memang maha mengatur segalanya.. Alhamdullilah ya Allah.. 🙏🙏🙏
dementor
cerita cintanya band kahitna..
dementor
#timcandrariana#
dementor
sinetron andin pastinya.. betul nggak????
dementor
mantan terindah yang lagunya band kahitna.. yang dicover oleh penyanyi raisa.. mantan terindah..
dementor
libur dulu,kita olah raga ranjang saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!