Kehidupan Wulandari berubah drastis ketika Pernikahannya gagal karna kekasihnya Aliando lebih memilih menikah dengan wanita pilihan orangtuanya. Apalagi ketika keluarga mengetahui kalau Wulandari sudah hamil Tiga bulan, hal itu dimanfaatkan oleh ibu dan adik tirinya menghasut ayahnya tuan Alberto. Sehingga Wulandari diusir dari rumah karena tidak mau mengugurkan kandungannya.
Wulandari hidup sendiri tanpa uluran tangan siapa pun. Apakah Wulandari mampu menjalani hidup dan membesarkan anak yang ada dalam kandungannya tanpa bantuan dari sang ayah dan keluarga ?
Apakah Surya sang duda tanpa anak itu mampu menaklukkan hati Wulandari yang sudah membeku akibat kegagalannya menikah?" yuk kepoin ceritanya di novel yang berjudul
"MAMA MUDA"
By Morata
Ig Herlita Sihaloho
FB.Herlita Sihaloho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA MAKAN SIANG
Bu Nurhayati yang melihat interaksi keduanya, mengebangkan senyumnya.
"Semoga kalian berjodoh." gumam Bu Nurhayati dalam hati. Kemudian Bu Nurhayati menghampiri Surya dan Maya yang sedang asik bercanda Ria.
"Kalian tidak bosan dirumah melulu?"
"Gimana ya Tan, putri Tante yang cantik ini tidak mau diajak keluar.
"Bukan ngak mau mas!" tapi kan mas tau sendiri kan baby bintang tidak bisa lama lama di tinggal." ucap Maya.
"Sudah may!" kamu tenang saja, Biar ibu yang jaga cucu ibu ini yang cantik ini." ucap Bu Nurhayati sambil langsung meraih baby bintang dari pangkuan Surya.
"Sudah kalian pergi gih, sekali sekali kencan keluar jangan dirumah melulu."
Maya hanya nyengir mendengar apa yang dikatakan oleh Bu Nurhayati.
"Sayang kita pergi ya!"
"Iya kalian pergi bersantai dulu, ingat juga dong memanjakan diri, Jangan kerja terus." ujar Bu Nurhayati yang begitu menyayangi Maya.
"Iya mas tunggu sebentar ya, Maya siap siap duku."
"Ah gini aja sudah cantik kok." ucap Surya
"Gimana kalau kita ketemu dengan client atau rekan kerja mas disuatu tempat, apa mas tidak malu mereka melihat penampilan Maya seperti ini?"
"Ngak ah, kecantikan kamu kan natural sayang."
"Tunggu sebentar dong mas!"
"Okey just Ten menit." ucap Surya dibalas anggukan dari Maya. Maya berlalu dari hadapan Surya dan langsung masuk kedalam kamarnya untuk bersiap siap.
Dengan gaun yang senada dengan tas dan sepatu milik Maya. dan dipoles dengan riasan tipis di wajah Maya membuat kecantikan Maya semakin terpancar membuat setiap kaum Adam yang melihatnya pasti akan terpesona melihat kecantikan Maya.
"Ayo mas!" ucap Maya sambil menghampiri Surya. Surya yang melihat kecantikan Maya membuat dirinya begitu terpesona.
"Wow kamu cantik bangat sayang."
"Sudah mas tidak perlu gombal, sekarang kita langsung pergi saj. tidak perlu mandangin Maya begitu, nanti mas jadi tidak bisa kontrol emosi.
"Emosi gimana!"
"Ah sudah tidak perlu diperpanjang, sekarang jadi pergi tidak?"
"Jadi dong Sayang."
kemudian Maya dan Surya pun berpamitan kepada Nurhayati.
"Bu pergi dulu ya titip Bintang sama ibu."
"kamu tenang saja main pasti akan menjaga Bintang.
"Terima kasih Bu Maya sudah banyak merepotkan ibu."
Surya dan Maya pergi dengan menggunakan mobil sport milik Surya.
"Silakan Tuan Putri ." ucap Surya mempersilakan Maya masuk ke dalam mobil milik Surya.
Maya hanya mengembangkan senyumnya melihat perlakuan manis Surya terhadapnya.
Setelah Maya dan Surya berada dalam mobil, Surya melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju salah satu restoran ternama favorit dari Surya.
"Mas kita mau ke mana?
"Kita makan dulu ya sayang."kamu maunya makan di mana?
"Terserah Mas aja deh , Maya ikut aja.
kemudian Surya pun menghentikan mobilnya salah satu restoran favoritnya. Ia pun langsung membuka pintu mobil, setelah dirinya keluar dari mobil langsung dan membukakan pintu untuk Maya.
Sayang kita makan disini yuk ajak Surya sabarin langsung menggandeng tangan Maya masuk ke dalam restoran.
"Tapi Mas ini restoran mahal banget lo."
"Sudah kamu tenang saja Yuk masuk sekali-sekali kita nikmati hari-hari kita.
Maya melangkahkan kakinya dengan ragu-ragu Ia pun masuk ke dalam restoran.
Melihat kedatangan Surya pihak restoran atau manager dari restoran itu langsung menegur sapa Surya.
"Selamat datang Pak Surya dirgantara!" silakan memasukkan." ucap salah satu maneger yang bertugas di restoran itu.
"Terima kasih !" sahut Surya sambil mengembangkan senyumnya. Maya bingung Mengapa manager itu kenal dekat dengan Surya. ia tidak mengetahui kalau restoran itu adalah restoran milik surya yang dikelola oleh temannya sendiri.
"Mas kita makan di sini?
'Iya Sayang memangnya kenapa kamu tidak suka ya?
"Suka Maya suka banget!" tapi sepertinya harga menu makanan di sini cukup mahal."
"Tidak perlu dipikirkan yang penting kita menikmati hidup kita."
Pegawai restoran itu pun datang dengan membawakan menu makanan di tangannya.
"Selamat siang Pak Surya ini menu makanan handalan di restoran ini, bisa dicoba Pak." ucap pegawai itu kepada Surya sambil mengembangkan senyumnya.
Kemudian Surya melihat daftar menu makanan yang dipegang oleh pegawai itu lalu Surya pun langsung memesan makanan favoritnya. "Sayang Kamu mau makan apa?
"Samakan aja Mas!" biar lebih cepat."
Setelah memberikan pesanannya kepada pegawai itu. pegawai itu berlalu dari hadapan mereka. Kemudian ia membuatkan menu pesanan surya dan Maya.
Tanpa mereka sadari ternyata dokter Sandra juga ada disana. Dokter Sandra yang melihat keberadaan Surya di sana langsung menghampirinya.
"Mas Surya di sini juga?
"Dokter Sandra?"
"Iya Mas."
"Sama siapa?"
"Sendiri."Surya menganggukkan kepalanya tetapi mata dokter Sandra menatap Maya dengan tatapan tajam.
"Siapa dia Mas?
"Oh oh dia Maya calon istriku."ucap Surya percaya diri tanpa memikirkan perasaan dokter Sandra
"Kamu tidak salah Mas mengatakan wanita Ini calon istri kamu?
"Apa yang salah Sandra?
"Mas calon istri kamu itu Sandra, bukan wanita murahan ini."ucap Sandra membuat Maya langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengar dokter Sandra mengatakan kalau dirinya wanita murahan.
"Jaga ucapanmu dokter Sandra, dia adalah calon istriku dan tidak ada siapapun yang menjadi calon istriku selain dia. Tolong hargai keputusan ku. kalau memang mamiku yang menginginkan kamu menjadi menantunya, Untuk itu saya minta maaf saya sama sekali tidak mencintaimu." ucap Surya dirgantara kepada dokter Sandra.
Hal itu membuat dokter Sandra berkecil hati. Ia pun langsung menyerang Maya.
"Apa sih yang kamu andalkan dari wanita murahan ini? dari berbagai bidang pun aku lebih dari dia. Aku berpendidikan juga dari keluarga terpandang. Karirku oke sebagai dokter handal di kota ini. Sementara dia apa yang akan kamu dapatkan dari dia hanya bisa mengurus anaknya yang tidak tahu Siapa bapaknya." ucap dokter Sandra layaknya seorang yang tidak berpendidikan.
"Sandra Kamu jangan berbicara seperti itu, kamu belum tahu apa-apa mengenai Maya jadi jaga ucapanmu, sebelum kesabaranku habis.
"Mas Untuk apa Mas membela wanita seperti dia? Apakah tidak ada lagi yang menjadi sainganku yang lebih baik dari dia?" tanya dokter Sandra kepada Surya.
"Maaf dokter Sandra Aurora yang terhormat apapun yang kamu katakan tentang wanita yang ada di hadapanku ini, dia yang akan menjadi istri dan ibu untuk anak-anakku kelak.
"Saya berharap kamu tidak akan pernah mengganggu kehidupan kami. Biarkan kami menjalani kehidupan kami dengan damai dan bahagia ." ucap Surya membela Maya di hadapan dokter Sandra.
Dokter Sandra tertawa ngakak lebih tepatnya tertawa mengejek Maya.
"Saya tidak tahu bagaimana cara pemikiran lo sehingga kamu bisa tertarik kepada wanita murahan ini, jangan-jangan dia pun tidak mengetahui Siapa bapak dari anaknya." ucap dokter Sandra kepada Maya membuat emosi Maya semakin meluap.
Bersambung......
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
ikut deg2 gan😚