Bagaimana jadinya jika kalian tiba-tiba di jodohkan oleh kedua orang tuamu, langkah apa yang akan kalian ambil. Menerima atau menolak perjodohan tersebut!
Yuk ikuti kisah Lexa dan David yang terpaksa menerima perjodohan tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Hingga keduanya terjerat sendiri dengan perjodohannya
Para pemeran utamanya di ambil dari sekuel cerita Mafia vs Gadis Bercadar dan Mafia Couple Love. Semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur bersama
Lexa beristirahat sejenak di ruangan nya karena baru saja ia menunaikan sholat dhuhur dan selalu saja menyempatkan waktunya mengaji sebentar. Lexa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil bolak-balik untuk mencari posisi yang nyaman. Sementara ponselnya ia silent dan hanya di letakkan di atas nakas ruangan pribadi nya.
Lexa hanya menatap langit-langit ruangannya, ia pun kembali memikirkan siapa pengirim foto senonoh antara suaminya dengan mantan kekasih suaminya. Lexa tidak terlalu memikirkan foto tersebut, karena ia sudah kerap kali melihat foto seperti itu dari orang kepercayaan nya.
Namun saat ini foto suaminya dengan mantan kekasihnya di kirim oleh nomor tak dikenal. Lexa hanya takut foto mereka tersebar luas, ia tidak ingin aib suaminya di ketahui oleh orang lain termasuk keluarganya sendiri.
Lexa memilih duduk di tempat tidur, ia pun kembali mendengar ponselnya bergetar, walaupun mode silent tapi ia mampu mendengar nya karena tepat di samping nya.
Lexa segera mengambil ponselnya dan membuka pesan masuk tersebut.
' Aku ingin bertemu denganmu perihal foto suamimu, besok pagi sekitar jam 10.00 di restoran xxx, jika kamu tidak datang, maka kamu akan tahu sendiri akibatnya '
Seperti itulah pesan singkat dari nomor tak dikenal. Lexa mengerutkan keningnya, namun ia pun juga ingin tahu siapa gerangan yang berani memanas-memanasi rumah tangga nya. Tanpa pikir panjang, Lexa dengan cepat membalas pesannya.
' Oke '
Lexa mencengkeram erat ponselnya. Ia sangat yakin keputusannya kali ini untuk menemui orang yang berani-berani mengusiknya layaknya peneror berkedok pelakor yang ingin menghancurkan rumah tangga nya.
"Semoga ini adalah akhir dari masalah rumah tanggaku" ucap Lexa sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Ya Allah...kuatkan hamba mu dalam menjalani prahara rumah tanggaku bersama suami ku, tolong jauhkan segala macam masalah yang menimpa rumah tangga kami. Ya Allah...hanya engkau yang mampu membolak-balikkan hati manusia, tolong bukakan pintu hati suami hamba agar bisa berubah, mampu melaksanakan kewajiban mu, berpuasa, bersedekah dan senantiasa bersujud meminta pengampunan di hadapan mu" ucap Lexa dengan mata berkaca-kaca.
Hampir setiap hari ia mendoakan suaminya, baik suka maupun duka. Lexa akan tetap meminta keselamatan untuknya termasuk seluruh keluarganya.
Lexa kemudian memilih beranjak membuka lemari pendingin di dalam ruangan tersebut. Lexa mengambil cemilan beserta minuman dingin. Lexa memilih duduk di kursi yang menghadap kearah jendela kaca anti peluru, sambil menatap gedung pencakar langit, Lexa mulai memakan cemilannya sambil menatap pemandangan luar.
Lexa tipikal wanita yang tidak gampang terhasut dengan orang lain, ia akan mencari tahu sendiri pokok permasalahan nya sebelum mengambil keputusan.
Sementara di perusahaan JM group...
David baru saja selesai menunaikan sholat dhuhur, David semakin hari semakin taat beribadah. David juga semakin berkharisma bahkan raut wajahnya semakin bersinar dan semakin tampan, apalagi saat ini ia sedang memakai kopiah hitam. David membereskan peralatan sholatnya.
Sudah sebulan David belajar tentang agama, mulai dari belajar wudhu, tata cara Sholat, mampu menghafal bacaan surah pendek dalam bacaan sholat, mulai belajar mengaji dan rajin bersedekah. Tak hanya itu, David juga mulai bergaul dengan orang-orang sholeh disekitarnya.
David begitu bersungguh-sungguh belajar tentang agama, ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk menjadi imam yang baik untuk istrinya. Seperti sekarang, David sudah pandai melaksanakan sholat lima waktu secara tepat waktu.
Setelah itu, David memilih keluar dari ruangan pribadinya, David kembali duduk di sofa ruangannya sambil menatap kotak bekal makanannya yang disediakan khusus untuknya oleh istri tercinta.
David tersenyum dan masih menatap kotak bekal nya, Ia tidak menyangka istrinya semakin perhatian kepadanya, sampai rela memasak masakan kesukaannya demi makan siang nya di kantor.
Kemudian David membuka bekalnya, aroma menggugah selera lidah membuat David lagi-lagi tergelak tawa. Sungguh benar-benar makanan kesukaannya, ternyata istrinya begitu jago masak.
David tak lupa membaca doa sebelum menyantap makan siang nya, setelah itu ia pun langsung sigap memakan makanannya, jadi ia tidak perlu lagi repot-repot keluar hanya sekedar makan siang.
Tak lupa David mengirimkan pesan untuk istrinya dan memberinya stiker love. David kembali menikmati makan siangnya begitu lahapnya, sungguh selera lidahnya benar-benar cocok dengan masakan istrinya.
Malam harinya......
Lexa dan David sudah berada di apartemen nya habis magrib. Lexa tampak segar mengenakan pakaian santainya. Lexa keluar dari kamar nya dan pas bersamaan David juga keluar dari kamarnya hingga mereka saling pandang lalu tersenyum bersama. David lalu menghampiri Lexa.
"Terima kasih istri ku, kamu sudah memasak makanan kesukaan ku" ucap David tersenyum sambil menggenggam tangan Lexa.
"Hemm, insyaallah aku akan terus memasak makanan kesukaan suamiku" ucap Lexa yang juga tersenyum.
Mereka lalu berjalan bersama-sama ke dapur. David memilih duduk di kursi meja makan sambil menunggu Lexa yang tengah memanaskan makan malam nya yang sempat di masak oleh Bi Maya.
"Bagaimana meeting mu hari ini? " tanya David yang juga tahu soal pekerjaan istrinya.
"Alhamdulillah berjalan lancar, aku pikir pihak perusahaan A akan melakukan komplain mengenai desain hotel nya" ucap Lexa, kemudian dengan telaten menata makanan di atas meja.
"Alhamdulillah, istriku memang hebat" ucap David.
"Ya sudah mas kita makan dulu" ucap Lexa tersenyum.
David mengerutkan keningnya, tidak biasanya Lexa memanggilnya dengan sebutan mas. Namun setelahnya David menggulung senyuman.
"Apa aku tidak salah dengar, kamu memanggil ku dengan sebutan mas" ucap David memastikan ucapan istrinya.
Lexa tersenyum dan ia pun sadar bahwa memanggil David dengan sebutan mas.
"Kamu tidak suka jika aku memanggil mu mas?" ucap Lexa, lalu mengambilkan makanan untuk David.
"Bukan begitu, aku cuman terkejut saja. Sepertinya kamu mulai memberiku benih-benih cinta. Aku sangat menyukai panggilan mas untukku" ucap David tersenyum.
"Baiklah mas, sebaiknya kita makan dulu" ucap Lexa.
Mereka pun akhirnya makan malam bersama, setelah selesai makan malam, David memilih ke ruang tamu sambil menunggu Lexa yang masih membereskan peralatan makannya.
David memainkan ponselnya untuk melihat segala informasi yang di kirimkan anak buahnya. David tak sengaja mendengar ponsel Lexa bergetar di atas meja. David lalu mengulurkan tangannya untuk membuka ponsel Lexa, namun sayangnya ponsel Lexa menggunakan kunci.
David memilih mengotak-atik ponsel Lexa, karena kebetulan ia memiliki sedikit keahlian khusus untuk membuka ponsel yang menggunakan kunci baik itu menggunakan password atau pun sidik jari.
David terlihat waspada, karena dirinya seperti seorang pencuri yang ingin melihat isi dari ponsel istrinya. Hanya beberapa menit, David berhasil membuka ponsel Lexa, ia pun segera membuka pesan masuk di ponsel Lexa. Mata David membulat sempurna melihat segala pesan dari nomor tak di kenal bahkan fotonya dengan masa lalunya juga terpampang nyata.
Aku yakin wanita ular ini yang mengirimkan pesan untuk Lexa. Kesabaran ku sudah habis, aku tidak akan mengampuni mu. Batin David sambil mencengkram ponsel Lexa.
David segera menyimpan ponsel Lexa di tempatnya semula. Ia pun kembali berfikir mengapa Lexa setuju bertemu dengan orang yang sudah berani mengusik rumah tangga nya.
David bangkit dari duduknya, ia pun segera masuk ke dalam kamarnya. David tampak serius menghubungi seseorang.
"Jalankan tugas mu malam ini" ucap David dingin.
David langsung mematikan sambungan telepon nya, ia tidak habis pikir mantan kekasihnya kembali meneror istrinya.
"Tamatlah riwayat mu" ucap David dengan tatapan membunuhnya yang diselimuti amarah.
Lexa kembali membawa susu hangat untuk David. Ia pun meletakkannya di atas meja. David kembali muncul di balik pintu lalu berjalan mendekati istrinya. David memilih duduk di samping istrinya dan langsung menghambur memeluk istrinya.
Lexa hanya mampu tersenyum melihat sikap David.
"Maafkan aku" ucap David sambil memeluk erat tubuh istrinya. David tidak menyangka Lexa setenang itu mendapatkan teror dari mantan kekasihnya.
Lexa hanya tersenyum ia pun mengelus manja punggung kekar suaminya.
"Sudah berapa kali kamu terus meminta maaf. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Berhentilah meminta maaf" ucap Lexa tersenyum.
"Aku selalu saja membuat mu terluka" ucap David.
"Tapi aku sama sekali tidak terluka karena mu" ucap Lexa tersenyum sambil melepaskan pelukannya.
"Aku bukan wanita yang mudah ditindas, jadi jangan lagi membuat dirimu terus bersalah. Mulai sekarang kita harus sama-sama untuk membangun rumah tangga kita, agar menjadi rumah tangga sakinah mawadah warohmah" ucap Lexa tersenyum.
"Terima kasih istri ku. Aku sangat beruntung mendapatkan istri seperti dirimu" ucap David dan kembali memeluk Lexa.
Aku sudah menerima mu menjadi imam ku dan aku percaya kepada mu. Batin Lexa.
"Ya sudah, sebaiknya kamu beristirahat. Bukankah besok pagi-pagi kamu akan berangkat ke negara C" ucap Lexa yang kembali melepaskan pelukannya.
"Hemm".
"Lexa.... aku akan meninggalkan mu selama seminggu. Untuk itu aku ingin terus bersamamu, eem bolehkah aku meminta sesuatu" ucap David sambil menatap istrinya dengan penuh cinta.
"Katakan saja" ucap Lexa cepat.
"Aku ingin tidur bersama mu malam ini" ucap David malu, sambil menundukkan pandangannya yang meminta Lexa untuk tidur bersamanya.
Lexa sempat berpikir sejenak, tapi setelah itu ia pun tersenyum sambil mengangguk setuju.
"Ayo kita ke kamar" ucap Lexa yang memegang tangan David.
David langsung mendongakkan pandangannya melihat wajah istrinya.
"Kamu setuju" ucap David.
Lexa kembali mengangguk pelan sambil tersenyum manis. David segera bangkit dari duduknya, mereka pun masuk ke dalam kamar David.
David sudah berbaring di tempat tidur sambil menunggu kedatangan Lexa yang masih berada di dalam toilet. David terus saja menatap kearah pintu toilet.
Ceklek
Terdengar suara pintu toilet terbuka, David segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia tidak ingin tertangkap basah oleh Lexa yang sedari tadi menunggu nya. Lexa naik ke tempat tidur dan mulai membaringkan tubuhnya di samping David.
David langsung mengalihkan pandangannya melihat wanita cantik yang juga menatapnya.
David memilih menggeser posisi nya agar lebih dekat dengan istrinya. David kembali menatap manik mata istrinya, setelah itu ia pun memajukan wajahnya dan langsung mencium mesra kening istrinya.
"Selamat malam istri ku" ucap David tersenyum.
"Selamat malam Suamiku" ucap Lexa tersenyum manis.
David menarik tubuh istrinya dan langsung memeluknya dengan erat. Lexa hanya mampu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya yang selalu saja memberikan kehangatan.
Akhirnya aku bisa tidur bersama istri ku. Batin David tersenyum bahagia.
Bersambung......
Jangan lupa dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏
David CEO bodoh nggak tau klw Hanum lagi enak² sama kekasih gelapnya