NovelToon NovelToon
Martial Arts Online√

Martial Arts Online√

Status: tamat
Genre:Sci-Fi / Game / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: Vi'

Ch.1-107 Arc 1 : Amanat Sang Raja Racun✓
Ch.108-200 Arc 2 : Rencana Besar✓


--

Vian Matawijaksana, seorang Tuan muda dari keluarga konglomerat terpandang. Merasa bosan karena merasa telah memiliki segalanya.

Seorang pemuda yang bahkan belum berusia 18 tahun, pandai dalam hampir segala bidang.

Vian merasa dunia tempat dia tinggal saat ini sangat kecil dan membosankan.

Sampai suatu hari, pemuda itu menemukan berita tentang game Martial Art's Online yang baru saja rilis pada kala itu.

Sebuah Game yang awalnya dia anggap sebuah pelampiasan dan pelarian dari kehidupan di dunia nyata, namun perlahan, game tersebut ternyata akan merubah dirinya dan dunia nyata, ke arah yang tidak pernah terduga sama sekali.

*Memiliki unsur overpower yang berlebihan (katanya)
--

Gabungan Genre Rpg.lit x Xuanhuan

Terinspirasi dari shujinkouron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.33 Cerita Ai Rui

Ai hanya bisa menurut dan menceritakan semuanya dari awal, dimulai dari latar belakangnya yang seorang anak yatim-piatu sejak lahir dan dititipkan ke panti asuhan yang dekat dengan perbatasan Kerajaan Angin dan Kerajaan Api.

Ai hidup dapat kecukupan di panti asuhan sampai umur 12 tahun, semua mimpi buruknya dimulai ketika pasukan Kerajaan Api menyerang desanya dan membantai semua penduduk desa tersebut tak bersisa kecuali dirinya.

Ai kemudian ditemukan oleh Baoyu, Ao Richa dan Fen Ku yang saat itu telah menjadi pembunuh bayaran walaupun belum memiliki nama saat itu.

Baoyu dan yang lainnya iba dengan Ai Rui dan berencana merawatnya sampai Ai Rui cukup besar.

Namun ternyata Ai Rui memiliki bakat memakai Senjata Kembar membuatnya berkeinginan membantu Baoyu dan yang lainnya sebagai pembunuh.

Waktu terus berlalu dan mereka berempat sekarang dijuluki Empat Malaikat Maut terutama Ai Rui yang paling ditakuti dan paling banyak menyelesaikan tugas membunuh diantara yang lainnya.

Kemudian Ai Rui menceritakan apa yang terjadi dua hari yang lalu pada Shu dan Wu Ming, Ai Rui menangis tanpa henti ketika kembali menceritakan kisah yang tidak ingin ia bayangkan kembali.

Shu dan Wu Ming menjadi merasa bersalah sekaligus iba pada Ai Rui yang bisa dibilang kehidupannya begitu kejam.

Wu Ming menghela nafas panjang dan Shu melepaskan Ai Rui, mereka berdua menjadi tidak tega untuk menuntut pembalasan pada keduanya karena pelaku yang menusuk Linlin pun sudah mati.

"She Kun ya? Dia dari Sekte Racun Neraka, mungkin dia ada hubungannya dengan Quest yang kita dapatkan." Ujar Wu Ming sambil mengelus dagunya.

Wu Ming memberikan Potion Stamina pada Baoyu sebelum berniat meninggalkan keduanya.

"Aku harap kalian tidak melanjutkan pekerjaan kalian menjadi Pembunuh Bayaran, kami akan melepas kalian berdua namun jika kalian berulah lagi, akan ku pastikan kalian tidak akan mati dengan tenang." Ucap Wu Ming berniat meninggalkan Ai dan Baoyu namun segera dihentikan oleh Baoyu.

"Tunggu! Tunggu sebentar... Tolong ajak Ai bersama kalian, tidak sepertiku yang sudah penuh dengan dosa yang tidak terampuni, Ai adalah gadis kecil yang lugu dan hanya terpengaruh oleh kami. Sekarang aku tidak mempunyai apapun ditambah aku juga sedang di cari oleh para penjaga. Kumohon ajak Ai bersama kalian dan lindungi dia..." Ucap Baoyu dengan sangat memohon.

"Paman! Aku tidak mau pergi tanpamu, lagipula aku lebih suka mati bersamamu daripada harus meninggalkanmu saat-saat seperti ini." Bantah Ai dengan mata memerah.

"Ai, kamu masih kecil dan tidak mengetahui dunia dengan luas. Diluar sana kau bisa mendapatkan kebahagiaan dengan menjadi Pendekar yang menjalankan tugas Guild." Ujar Baoyu membujuk Ai.

Shu dan Wu Ming menjadi bingung dengan apa yang harus mereka lakukan sekarang dan hanya menyaksikan perdebatan Ai dengan Baoyu.

Perdebatan Ai dengan Baoyu tidak bertahan lama setelah terdengar puluhan orang membawa obor dan Senjata mendekati bangunan mereka.

"Kenapa pasukan penjaga bisa tahu mereka ada disini !?" Wu Ming mengerutkan dahinya, kemungkinan keduanya juga diikuti oleh seseorang saat berjalan ke tempat ini.

"Empat Malaikat Maut! Kalian sudah terkepung! Keluarlah sekarang atau kami tidak akan sopan lagi dengan kalian!" Seru lantang suara Pria dari luar bangunan.

"Ai, kau harus pergi sekarang dan ikut bersama mereka, aku akan menahan sebanyak mungkin pada pasukan Penjaga ini." Ucap Baoyu segera bangun dan berniat memancing perhatian para pasukan Penjaga.

"Tidak Paman! Aku hanya akan mengikutimu." Bantah Ai juga mengeluarkan Belati Kembarnya bersiap menghadapi para pasukan penjaga.

"Ehem! Ayolah ini bukan waktunya berdebat. Kita bisa lolos dari mereka semua dengan rencanaku, tapi jika kalian memang benar-benar ingin mati tanpa membalaskan dendam rekan kalian maka aku tidak akan memaksa." Ujar Wu Ming menengahi keduanya.

Baoyu dan Ai Rui saling berpandangan sebelum menjawab serempak. "Baiklah, kami akan mengikuti rencanamu."

----

Jun Sha adalah Jendral Militer Kerajaan Angin, dirinya saat ini tengah ditugaskan di Kota Angin Laut untuk memburu Kelompok pembunuh terkenal yaitu Empat Malaikat Maut, Jun Sha membawa tiga bawahannya yang merupakan Komandan Militer berlevel 40.

Jun Sha yakin bahwa dirinya yang memiliki Lv 70 bisa menghadapi Empat Malaikat Maut, apalagi diketahui dua dari empat kelompok itu mati saat bertarung oleh Pendekar kuat dua hari yang lalu.

Jun Sha dan para Komandan Militer mengepung bangunan yang diduga sebagai markas tersembunyi Empat Malaikat Maut.

"Pastikan mereka tidak bisa lolos, perkuat pertahanan barisan belakang, mereka pasti sedang merencakan sesuatu." Perintah Jun Sha kepada para bawahannya.

Tiba-tiba pintu bangunan itu terbuka, Jun Sha bersama prajuritnya menjadi waspada dan bersiap bertarung.

Mereka tidak pernah mengira dalam mimpi mereka sekalipun bahwa yang keluar dari bangunan itu bukanlah kelompok Empat Malaikat Maut dan malah puluhan Boneka Kayu berpenampilan Prajurit dan ratusan Serangga beracun.

"Apa-apaan! Bersiap menyerang! Lempar obor kalian untuk membakar mereka!" Seru Jun Sha sedikit panik karena jumlah serangga dan Boneka Kayu yang keluar dari bangunan itu sangat mengerikan.

Jun Sha dan para prajuritnya sampai tidak menyadari bahwa empat orang yang bersembunyi di barisan boneka kayu memisahkan diri begitu mereka tidak memiliki obor karena digunakan untuk membakar Boneka Kayu.

Dengan keadaan yang cukup gelap membuat para pasukan penjaga kota tidak bisa melihat Wu Ming dan lainnya sudah meninggalkan mereka cukup jauh.

1
Dah lah
Huhu kangenn
Hypoo Syeh
skip ada beban
Gusti Rahmat
mantap karya mu bang
Uranium 234
kecewa berat
Silver Puma
Kagak perlu makan 1 bulan dong
Lord Of Domains
Thor Shu itu laki² atau wanita


pliss dijawab/Frown/
Asneti
saya jg penggemar kk Ron, saya baca novel ini karena ada bacaan terinspirasi dari shujikauron
Hamtaro Dasha: baca novel Dasha juga Kakak, judulnya Immortal Reversed. Kali aja bisa nambah daftar bacaan, hehe (*´ლ`*)
total 1 replies
Sikilman
Hiatus ini yaaa?????
hmmmm... 😩😩😩😩😩😩😩
Sikilman
sudah bagus lalu lanjutkan imajinasi karyamu Thor.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Kampung Pekerja
bdh kelamaan ambil keputusan tholol
Edi Porwanto
cerita bagus mz brow
Iz
.
Citing Leo
menugu. kelajutanya
Egaega
Dalam Peperangan Semua hal dapat terjadi, Pemimpin yang tidak becus tidak layak menjadi pemimpin
Egaega
Gahahah Hal Klise yang aku suka
Egaega
Mereka ini NPC atau Player?
Egaega
Mwehehehe tanda tanda Hidden Quest
Egaega
kita Saudara 🤝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!