NovelToon NovelToon
TAKDIR SEORANG BOCAH

TAKDIR SEORANG BOCAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: chycomanziebert

Seorang Bocah yang ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya, Bernama Liong Dan. Namanya diberikan oleh seorang Kakek yang ia tidak dikenalnya.

Ia datang dari sebuah desa terpencil di kekaisaran Wei.. yaitu Desa Miskin...

Ia hidup di sebuah Gua yang penuh misteri dengan sesosok Naga besar, Alias Sang raja hutan di pegunungan Kegelapan tepatnya didekat Desa Miskin....

Sosok Naga itu bernama Ling Dan seorang pertapa tua yang hidup ratusan tahun yang lalu, dan terdampar di pegunungan Kegelapan. Ia menjadi raja di hutan itu. Di karenakan semua penghuni gunung itu ditaklukan olehnya seorang diri. Sehingga semua penghuni di pegunungan itu patuh terhadapnya....

Lin Dan adalah seorang Legenda yang terkenal denga kesaktiannya. Ling Dan dijuluki sang Naga Pembasmi di Zamannya... Semua pendekar dijamannya mati di tangannya,.. Sehingga tak satu pun pendekar lagi yang ada di zamanya.... setelah semua perjalan hidupnya ia mengasingkan diri di pegunungan Kegelapan seorang diri sampai tutup usia....

Lin Dan sosok Naga itu berasal dari daerah kekaisaran Wei....

hingga akhir dari cerita Linda Dan ia meneruskan semua kesaktiannya kepada Liong Dan...

Liong Dan akan menumpaskan semua kejahatan di kekaisaran Wei...
dan kelak ia menjadi seorang terhormat di kekaisaran Wei.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chycomanziebert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Kaisar Ling Sian Ling Chian dan Ling Lin

Liong Dan sudah tiba di sebuah desa..

Liong Dan beristirahat sejenak sambil mencari warung makan yang masih buka di Desa itu..

Ada sebuah kedai yang masih buka..

Permisi paman saya mau pesan makanan, dan Air minum, Pinta Liong Dan

Baik Anak muda silahkan tunggu sebentar..Balas pemilik kedai

Liong Danpun memilih duduk di sebuah meja yang kosong...

Saya dengar Ribuan pendekar Aliran Hitam pergi ke kota Hernian, Apa yang sedang terjadi di kota itu? Tanya seorang pendekar kepada temannya yang duduk disebelah meja Liong Dan

Sementara Liong Dan hanya menguping pembicaraan pendekar disebelah mejanya itu tanpa menoleh, sambil menunggu pesannannya...

Ia saya mendengar mereka akan melakukan pertemuan besar besaran dengan Pangeran Mahkota, membicaraan tentang markas pusat sekte Tengkorak Hitam yang diserang oleh seorang pendekar Muda yang tak dikenal..Jawab Teman pendekar itu sambil mencicipi makanan mereka..

Saya Juga mendengar, Katanya pendekar Muda itu julukannya Pendekar Naga Biru..Balas teman yang Satunya...

Ssst jangan terlalu besar bicaranya, kamu lihat pendekar disebelah kita itu, Bisik seorang teman pendekar itu...

Maaf Tuan Muda, Pesanan anda terlambat..Kata pria pemilik kedai itu sambil menata makananan yang dibawanya diatas meja Liong Dan

Tidak apa apa paman, terima kasih..Balas Liong dan sembari senyum

Liong Dan segera mencicipi Makanannya..

Saudara Kata Patriak Kita Qian Chu, Dua hari lagi di kota Dhousan ada perebutan Lahan antara Duke Hui San dan Duke Han Dan..Lanjut pendekar itu yang desebelah meja makan Liong Dan..

Liong Dan yang Masih menikmati makanannya tersentak kaget, mendengar pembicaran pendekar disebelahnya..

Liong Dan memotong pembicaraan pendekar disebelahnya..

Maaf Saudara, saya mengganggu pembicaraan kalian, Apa kalian pendekar Dari sekte Rawa Cahaya? tanya Liong Dan

Benar saudara, Apa saudara mengenal Sekte kami? Balas seorang pendekar itu...

Ia Saudara beberapa tahun yang Lalu saya sempat ke sekte Rawa Cahaya dengan Senior Qian Chu..kata Liong Dan

Bagaimana perkembangan sekte Rawa Cahaya dan bagaimana kabar Patriak Agung kalian? tanya Liong Dan...

Sekte kami mengalami perkembangan selama dua tahun ini Saudara, itu berkat Sumbangan dari Sekte pusat? Kata salah satu pendekar dari sekte Rawa Cahaya itu polos..

Apa? apa saya salah dengar saudara? Sekte pusat maksudnya? tanya Liong Dan penasaran.

Tidak Saudara Muda, Sekte pusat yang kami maksud itu sekte Lembah Kegelapan yang berada di Desa Miskin di kota Dousan..Balas Pendekar itu...Karna Sekte Lembah Kegelapan telah banyak membantu Sekte kami, oleh karna itu Sekte kami mengangkat Sekte Lembah Kegelapan menjadi sekte pusat kami...jelas pendekar itu...

Berarti Sekte Saya sudah mengalami perubahan yang baik, Guman Liong Dan Dalam Hati...

Kalau begitu salam buat Patriak Qian Chu dari saya nanti..Pinta Liong Dan

Saudara muda, kami akan sampaikan, Mamun bolehkah kami mengenal saudara? tanya pendekar itu mewakili teman temannya...

Maaf Saudara semua.. Kenalkan Nama saya Liong Dan dari sekte Lembah Kegelapan..

Terima Kasih Saudara Liong, enam bulan lagi kami akan menuju sekte Lembah kegelapan untuk mengikuti Turnamen, dalam rangka Ulang tahun sekte Lembah kegelapan...Balas pendekar itu..

Baiklah sampai jumpa disekte nanti ya, saya pamit duluan, Hati hati kalian dijalan..Pinta Liong Dan

Baik Saudara Muda semoga kita bertemu kembali...balas mereka kompak..

selesai membayar makanannya, Liong Dan melesat pergi...

Saya harus cepat sampai di kota, Kalau memang nanti ada kekacauan saya harus membantu paman, kata Liong Dan dalam hati sambil berjalan Cepat..

***

Di istana sedang sibuk menyiapkan hidangan Lezat untuk tamu istimewa mereka, nampak Ling Lin sudah memakai Gaun yang sangat bagus membuat Ling Lin tambah cantik ditambah dengan kulitnya yang putih bersih sambil menunggu di meja makan istana.. bersama Yang Mulia Raja Dan Ling Chian

Lapor yang mulia Kaisar dan Pangeran kedua, Seorang Anak Muda memberikan Lempengan ini kepada Pangeran Kedua dan Tuan Putri..

Ia Berpesan kepada hamba ini untuk menyampaikan salamnya kepada yang Mulia pangeran kedua dan tuan Putri..Lapor seorang Penjaga pintu

Apa kamu Bilang seorang Anak muda? balas kaisar Ling Sian sambil menerima Lempengan Emas.

Benar yang Mulia, Anak muda itu sudah pergi katanya ia kembali desanya di kota Dhousan..

Ucap Prajurit itu sambil nunduk Hormat..

Plak.... Plak...

Ling Lin berdiri menampar Prajurit itu..

Apa yang Kamu lakukan, membuat Pendekar Muda itu pergi..? ucap Ling Lin dengan Nada emosi...

A... Anu Tuan Putri....

Belum selesai penjaga itu berbicara, Ling Lin Potong.. Supaya kamu tau Pemuda itulah yang menolong kami di jalan, Cepat kamu Cari pemuda itu disetiap Penginapan, Antar Dia kesini...Pinta Ling Lin Tegas...

Baik Tuan Putri..Hamba akan mencarinya..

Cepat, Bawa sekian Prajurit bersamamu...Pinta Kaisar Ling Sian geram..

"Sedangkan Prajurit yang Lain sedang menyiapkan Beberapa peti Emas untuk diserahkan kepada Liong Dan sebagai Ucapan terima kasih dari kaisar Ling Sian."

Ayah Kalau Liong Dan tidak ketemu nanti, Besok saya Akan menuju sektenya, Untuk mengucap terima kasih kepadanya..Pinta Ling Lin kepada kaisar Ling Sian

Kalau Kamu pergi Mencarinya, saya juga ikut kamu, Kata Ling Chian

Baiklah Ayah mengijinkan kalian Dua pergi.. Balas Kaisar Ling Sian

Kalau begitu Siapkan pembekalan kalian, Bawa semua peti itu dan berikan kepadanya sebagai ungkapan Terima kasihku kepadanya dan Ajak pemuda itu ke istana..Kata kaisar Ling Sian...

Ayah,Kalau Liong Dan hendak menemui Ayah nanti, kemungkinan saya tidak ikut mereka datang ke istana, Saya ingin berlatih disektenya..Pinta Ling Lin

Baiklah terserah kamu saja, yang terpenting kamu bisa jaga diri, Suatu saat ayah akan menemuimu..Balas Kaisar Sian

terima Kasih Ayah...Balas Ling Lin Manja sambil memeluk AyahnyabLing Sian

Sementara Ling Chian diam tak berkata, Padahal dalam hatinya pun ingin sekali berlatih dengan Liong Dan, Namun Ia simpan Baik dalam hatinya Niatnya itu...

••••

Pagi telah tiba ratusan prajurit sedang berbaris di luar Istana dengan menunggang masing masing kuda, Serta sebuah kreta yang bagus dan satu buah kereta penuh dengan peti dan pembekalan makanan...

Ling Chian dan Ling Lin Turun dari istana setelah pamit dengan kaisar dan permaisuri kerajaan...

Kami berangkat dulu Ayah dan ibu...Ucap Ling Lin Dan Ling Chian bersama

Hati hati dijalan Nak..Balas kaisar dengan Permaisuri...

Ling Chian Dan Ling Lin berangkat melewati kota Ancui menuju kota Dhousan tepatnya ke desa Miskin....

****

Setelah satu hari penuh dalam perjalan Liong Dan Hampir sampai Di kota Dhosan..

Dari Luar pintu Masuk kota Liong Dan melihat kepulan Asap ditengah kota..

Apa saya terlambat? batin Liong Dan..

Liong Dan mengeLuarkan Naga birunya dari dalam Cincing Dimensi segera melesat ke Arah kepulan Asap itu dengan menunggang Naga Birunya...

Dan'er, Saya merasakan Molang Berada dekat sini? ucap Gurunya Huo Bin

Siapa Molang itu guru? tanya Liong Dan

Molang itu Juniornya kakekmu Lin Dan. balas Huo Bin

Liong Dan mengerti maksud dari Huo Bin..

Oh, Berarti Naga hitam itu maksudnya guru?

Ia Dan'er, emang Lin Dan tidak mengasih tahumu?

Tidak Guru..

Molang Itu teman Akrabnya Mou yang kamu tumpang itu...Kata Huo Bin

Oh Berarti Naga biru ini dan Naga hitam sudah berkenalan yan Guru...tanya Liong Dan

Ia mereka sudah berteman dari dulu, namun sudah puluh tahun belakangan ini mereka belum baku bertemu, Kata Huo Bin..

Baik Guru nanti saya akan mempertemukan mereka...

Liong Dan sedikit lagi sampai...

Ribuan Pasukan Musuh dan Lawan sudah saling mengepung, Nampak seekor Naga raksasa Hitam sedang ikut dalam perang itu...

Liong Dan menyuruh Naga Birunya untuk membantu Naga Hitam... Sedangkan Liong Dan Melesat Turun di ikuti Harimau Putih...

Liong Dan Melihat pasukan Pamannya hampir tidak bisa menahan serangan lawan yang begitu banyak..

Liong Dan menyuruh Harimau Putih Untuk menyerang Yang Lain, sementara Liong Dan melesat menuju pamannya yang sedang bertarung melawan Duke Hui San serta pimpinan Pengawalnya ...

Liong Dan mengirim Aura Pembunuhnya yang Besar, Ribuan Pendekar yang berada di tingkat bawah, Langsung mematung tak sadarkan diri sementara pendekar yang Lain masih waspada...

Paman Suruh semua Prajurit Mundur Biar saya yang menghadang Mereka semua..Kata Liong Dan kepda pamannya Han Dan

Han Dan Tanpa banyak kata mengikuti permintaan pendekar yang ia belum mengetahuinya...

Siapa pendekar muda itu, Apakah dia Liong Dan?? tanya Han Dan Dalam Hati...

Liong Dan setelah kepergiannya selama Dua tahun Lebih, sudah mengalami banyak perubahan, Dari postur tubuhnya serta cara berpakaiannya yang sangat mewah berwarna Biru Langit serta sedikit Keemasan.

Hei Bocah Ingusan, Berani sekali kamu melawan kami? kata Duke Hui san sambil mengarahkan Aura pembunuhnya kepda Liong Dan..

Maaf Tua Bangka semua..Jangan Banyak tanya mari kita mulai dengan permainan ini..Balas Liong Dan sambil siap dengan kuda kudanya...

Liong Dan mengerahkan kedua Hawa murninya, Inti api dan inti Ea disatukannya..

Serang Bocah Itu...pinta Duke Hui San kepada semua pimpinan pengawalnya...

Dengan semua kekuatan penuh Hui San dan Pemimpin Pasukannya itu Maju bersama

Seraaaaaangggg

Hampir beberapa langkah lagi Serangan dari Hui San beserta pasukannya itu mengenai Liong Dan..

Jurus Petama

P E D ANG ANGIN

Jurus Kedua

PEDANG PETIR

Braaaakkkkk.....

Duaaaarrrrr....

Efek dari serangan dengan kekuatan penuh itu, Tembok retak serta Atap rumah berterbaangan...kabut debut sangat Tebal ditempat itu..

Han Dan sangat Kwatir dengan keadaan Pendekar Muda itu...

Sementara pasukan yang masih beradu pedang disekitar itu nampak berhenti untuk sementara, Masing pendekar Musuh dan Lawan kwatir dengan keadaan majikan dan pemimpin mereka....

Pelan Pelan Kabut debu tebal itu mulai menghilang, Nampak Seorang Pemuda Tampan masih berdiri tegak sambil memegang Pedangnya yang Masih mengeluarkan Api biru...

Sementara Duke Hui San Beserta pemimpin pasukannya tewas seketika, tak Ada yang Luput Dari serangan yang besar itu....

Liong Dan Maju, Menghampiri semua pasukan Duke Hui San dan Berkata..

"Turunkan semua pedang Kalian..Saya jamin kehidupan kedepannya kalian akan baik..

Bagi siapa yang tidak mau menurunkan pedangnya, Saya tidak segan membunuhnya"

Liong Dan mengerahkan Tenaga Dalamnya untuk memperjelas suaranya..

Semua Pasukan Duke Hui San yang masih tersisa sebanyak 6000 ribu itu segera menurunkan Pedang Mereka..

Tak Ada pilihan Lain mengingat majikan mereka Sudah Tewas...

Liong Dan menarik Lagi Aura pembunuhnya Dan merasa Lega setelah semua pasukan Hui San mengikuti perintahnya..

Liong Dan tidak menginginkan kerugian banyak, Apalagi sampai membunuh penduduk yang tidak bersalah...

Baik Mulai saat ini Kalian semua dibawah printah Duke Han Dan, untuk semua keperluan kalian, Kami siap membantu, Sekarang bergabunglah Dengan pasukan Duke Han Dan, Pinta Liong Dan Tegas..

Liong Dan Memasuki kediaman Duke Hui San untuk memastikan Kelurganya yang masih hidup, Agar dikemudian Hari tidak melakukan pembrontakan..

Setelah Semuanya Aman, Liong Dan mengumpulkan semua Barang yang Ada didalam rumah itu, Ratusan Peti Emas serta barang Lain yang masih bisa digunakan nantinya dimasukan kedalam Cincin Ruangnya...

Sementara Naga Biru dan Naga Hitam serta Harimau putih Masih menunggu di Luar kediaman..

1
Jumadi 0707
mestinya thor tingkatkan dulu umur MC sampe 18 dan punya pendamping trs ranah praktinya tingkat dewa/tertinggi br bikin sekte itu baru mantap jng ter buru2
Jumadi 0707
payah MC masa yng ngeluarin uang snr Tiang wang maunya ditraktir
Jade Meamoure
duh masih kecil banget
Jade Meamoure
waduh Thor cepet banget bisa ngerti jika itu ular padahal baru 1 tahun
Alex Kawun
jadi nggk tertarik buat lsnjut baca
anak 1 thn bisa ngobrol pjg lebar kyk gitu
mau nya ada ket.sebelum nya bhw liong dan itu moyang nya kucing
kucing khan umur 5 bln sdh bisa ngakal n bisa nyari makan sdri
Hajidani
siippp
Uju Edi
kan juuuuuuuut
Uju Edi: lanjuuuuuuut
total 1 replies
Alex Kawun
blom sempet tamat .... author nya sedang sibuk ikut les ujian masuk SMA negeri di kabupaten nya
Alex Kawun
emang kapan dia belajar mbaca
author ngasaal deh g pake logika
Alex Kawun
fiksi ya fiksi tapi natural dikit dong
nyesuaikan dgn akal & logika
biar enak ngikutin nya
Drs Sarbini
Ada apa wahai pujangga? konflik menuju klimaks blm usai kog sudah dianggap Tamat. jika punya waktu selesaikan ceritanya agar karya makin sempurna.
Hentje Kaligis
Hampir semua karya cerita novel disini mayoritas tidak tamat entah apakah dilanjutkan apa tidak..???
sayang sekali cerita bagus tetapi outus di tengah jln.
Supriadi
lanjutkan Thor
Irwan Murad
tob cui anak umur 6 th...harusnya umurnya sedikit realistis lah...fiksi boleh tp jangan kelewstan juga
Tigor H Napitupulu
gaskeunnnn
Bagonk
macet ide ya, kok gak lanjut up lagi, thor?
PASYA VOLDIGOD
serta membawa
Bagonk
lanjutannya kapan?
Bo Tak
seru gaissss
herry bjb
yg di serang para perampok kok yg tewas ratusan prajurit..kok bisa ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!