Red Rose (Cinta di Tiga Negara)
Perjalanan Cinta yang berliku, kekecewaan dan kesedihan.
Ketika ketulusan hati dipertanyakan dapatkah mempercayai cinta lagi, setelah semua yang dialami.
"Bukan Cinta Pertama, Tapi Cinta Sejati"
Lin Yijia
Perjalanan hidup yang di jalani, suka dan duka ia rasakan, membawanya terombang ambing dalam dekapan dunia.
Pertemuan demi pertemuan, yang berakhir dengan perpisahan. Terbuai perasaan, berpikir cinta itu datang, namun selalu berakhir dengan kegagalan.
Dapatkah ia bertahan, lalu dimanakah cinta sejatinya (?) akankah cinta pertamanya menjadi cinta sejatinya (?)
Temukan jawabannya dalam Novel Red Rose-Cinta di Tiga Negara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup Baru
Setelah berbicara panjang lebar dengan Yijia di Rumah sakit, Tuan Julius akhirnya berpamitan pulang. Setelah Tuan Julius pergi barulah Yijia merasa tenang. Sebab meskipun Tuan Julius sangat baik pada Yijia, tapi ada baiknya bagi Yijia untuk menjaga jarak darinya dan tetap bersikap sopan.
Yijia ditemani Lisa meneruskan perjalanan mereka, yang sempat terhenti karena bertemu Tuan Julius dikoridor. Yijia merasa pengap terus-terusan berada di kamar rawat, ia memutuskan untuk pergi ke taman yang masih berada dikawasan Rumah sakit, bersama Lisa.
Sesampainya di taman Yijia merasa lega. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya kasar. Seakan itu adalah beban berat yang ingin ia buang.
"Yi, ayo duduk disana," ajak Lisa, menunjuk sebuah kursi taman yang didekatnya ada banyak bunga-bunga.
"Iya, ayo kesana"
Lisa dan Yijia pergi menuju kursi taman yang dimaksud Lisa. Tidak lama setelahnya Rania datang menghampiri, membawa beberapa minuman untuk diberikan pada Lisa dan Yijia.
"Ini" Rania menyerahkan 2botol minumanan kearah Lisa dan Yijia.
"Terimakasih Ra" Lisa dan Yijia bersamaan, mengambil botol minuman yang di berikan Rania.
"Bagaimana?" Rania duduk disamping Yijia
"Apa?"
"Dokter sudah bilangkan kalau kamu sudah boleh pulang"
"Iya"
"Apa setelah keluar dari Rumah sakit, kamu akan langsung pergi?" Rania terlihat ragu-ragu menanyakannya pada Yijia
"Ehm sepertinya tidak, aku masih harus membereskan barang-barang ku"
"Tenang saja Yi, jika kamu mau, aku bisa membantu mu" ucap Lisa
"Terimakasih Lis"
"Iya Yijia"
*
Sehari setelah Yijia keluar dari Rumah sakit, ditemani Lisa dan Rania. Yijia mulai sibuk membereskan barang-barang nya dan tempat tinggalnya.
Tidak ingin membuang waktu terlalu banyak lagi, Yijia segera menulis surat pengunduran dirinya dari Kedai Kopi BC, kepada Roy selaku Manajer Kedai.
"Lisa tolong ya?" Yijia meminta bantuan Lisa, untuk mengirimkan surat pengunduran dirinya pada Roy, ketika bekerja nanti.
"Iya Yi, kamu tenang saja"
"Terimakasih" Yijia tersenyum ramah kearah Lisa, yang dibalas Lisa dengan anggukan kecil dan senyumannya.
"Yi, apa setelah ini kita benar-benar tidak akan bertemu lagi? hiks..hiks" Rania yang sedari tadi sudah memasang wajah suram, kini akhirnya menangis juga. Rania merasa sangat sedih dengan kepergian Yijia.
"Ra, jangan nangis" Yijia segera memeluk Rania
"Huhuhu, Yi jangan pergi" Rania menangis sejadi-jadinya dipelukan Yijia, membuat Yijia ikut merasa sedih harua meninggalkan nya.
Lisa akhirnya juga ikut memeluk mereka berdua dan menangis bersama.
....
Setelah cukup lama saling berpelukan dan menangis bersama, Rania melepas pelukannya diiringi Lisa dan Yijia. Kini Rania terlihat jauh lebih baik, setelah meluapkan emosinya dengan menangis.
Menangis memang tidak dapat menyelesaikan permasalahan, tapi setidaknya dapat meluapkan emosi buruk itu dapat membuat perasaan menjadi lebih lega.
"Yi, maaf aku terlalu egois, aku tau kepergian mu ini adalah langkah pertama untuk hidup baru mu"
"Negara baru, suasana baru, dan orang-orang baru yang akan ditemui kelak, akan menjadi awal yang baru untuk mu. Semoga kamu dapat menemukan sebuah harapan dan kebahagiaan disana" Rania menatap lembut Yijia. Ia tau, jika ia bersikeras mencegah Yijia pergi, maka itu hanya akan mempersulit Yijia.
Maka hanya dengan mendukung Yijia, itu akan sedikit membantunya.Teman yang baik tidak akan mempersulit temannya, justru ia akan selalu memberikan dukungan dan bantuan terbaik, yang ia bisa berikan.
Yijia menatap lekat Rania. Ia tersenyum bahagia, mengetahui bahwa masih ada orang-orang yang baik dan peduli kepadanya. Yijia sangat bersyukur karena mempunyai teman seperti Rania dan Lisa, teman yang tidak ada duanya. Mungkin dimasa mendatang akan sulit untuk menemukan seorang teman seperti mereka, yang tulus berteman dan selalu membantu temannya.
"Terimakasih Ra, selama ini sudah mendukung dan selalu menolong diriku. Aku selamanya tidak akan melupakan pertemanan kita"
"Iya Yi, aku juga tidak akan melupakan pertemanan kita"
"Begitu juga diriku" sahut Lisa seraya tersenyum kearah Rania dan Yijia
"Iya Lis, aku sangat berterimakasih pada mu juga. Aku akan selalu mengingat mu dan Rania selama hidup ku"
"Lalu aku bagaimana?" Tiba-tiba Kriss muncul dari balik pintu yang memang sedikit terbuka, karena tidak dikunci. Kriss datang bersama Steve membawa beberapa buah-buahan.
"Untuk mu," Steve memberikan kantong bawaannya pada Yijia
"Terimakasih"
"Apa kamu sudah baikan?"
"Iya sudah, aku sudah sehat sekarang" jawab Yijia, ia tersenyum ramah kearah Steve.
"Kamu memang terlihat sangat sehat. Kenapa kamu tidak terlihat seperti orang yang baru bangun dari koma?" heran Steve, memandangi Yijia.
"He..jangan terlalu dipikirkan Steve, kamu tidak akan mengerti" Yijia tersenyum, ia lalu menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.
"Oh ya sudah" Steve hanya menanggapinya dengan santai, ia tidak ingin terlalu memusingkan jawaban Yijia. Steve memang terkenal, selalu bersikap santai dan cuek terhadap hal apa pun yang ada disekitarnya.
"Ah sial! Andrew tidak bisa dihubungi lagi" tiba-tiba Steve menggerutu sambil melihat layar ponselnya.
"Kenapa bocah ini terus-terusan menghilang tanpa kabar ?"
"Ada apa Steve?" tanya Lisa penasaran
"Ini, baru saja dia mengirim kabar pada ku, hari ini ponselnya sudah tidak aktif lagi. Benar-benar menjengkelkan"
"Sudahlah, mungkin dia tidak ingin diganggu"
"Benar Steve"
"Ya baiklah, jika menurut kalian seperti itu"
"Karena kalian sudah disini, ayo bantu aku" Yijia menarik Kriss dan Steve, untuk membantunya mengangkat koper yang ada diatas lemarinya.
"Yi, kamu mau pindah?" Steve kaget mengadari Yijia sedang berkemas
"Iya, jadi cepat bantu aku"
"Kamu mau pindah kemana Yi?" kali ini Kriss yang bertanya. Ia merasa heran mengapa Yijia tiba-tiba akan pindah, padahal baru beberapa hari ia keluar dari Rumah sakit.
"Ke Indonesia, kalian tidak boleh kasih tau siapa pun ya?"
"Eh kok tiba-tiba?" kaget Steve
"Apanya yang tiba-tiba sih? pokoknya janji ya, kalian tidak akan membocorkan kemana aku pergi, kepada siapa pun. Termasuk Menejer Roy!"
"Iya bawel"
"Kami sebagai seorang pria, berjanji. Janji seorang pria sejati tidak akan ingkar janji" Steve dan Kriss kompak. Sementara Lisa dan Rania hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.
"Bagus, anak baik" Yijia menepuk pundak Kriss dan Steve bersamaan.
"Iya Nona" ledek Kriss
"Kalau begitu ayo lanjutkan berkemasnya"
"Oke"
Akhirnya mereka semua membantu Yijia untuk berkemas, tanpa ada pertanyaan apa pun lagi dari Steve ataupun Kriss.
Dalam waktu singkat Yijia dan teman-temannya telah selesai berkemas, semua terlihat rapi. Dengan itu maka persiapan Yijia telah selesai dan ia siap untuk berangkat.
"Yi, banar nih mau pergi sekarang? harusnya kita buat pesta perpisahan dulu" Kriss mencoba mencegah Yijia pergi, dengan memberikan saran untuk mengadakan pasta perpisahan.
"Apanya yang pesta sih? itu bukan sesuatu yang bisa dirayakan!" gerutu Rania kesal
"Tidak Ra, aku cuman kasih saran kok. Jangan marah ya? nanti jelek loh" goda Kriss
"Sudah-sudah, kalian ini seperti anak kecil saja" Steve mencoba menengahi Rania dan Kriss
"Iya, sudahlah teman-teman. Biarkan Yijia pergi dengan tenang, jangan biarkan kita menjadi beban untuk kepergian Yijia, Oke?" Lisa menggandeng tangan Rania
"Iya"
"Ya sudah, ayo berangkat Yi, kita akan mengantar kamu sampai bandara"
"Iya Lisa, makasih ya"
"Ayo anak buah, bawa kopernya!" seru Lisa pada Steve dan Kriss
"Eh Lisa, kamu sudah beri kabar kepada Thomas, belum?"
"Nanti Ra, iyakan Yi?"
"Iya" Yijia tersenyum kearah Lisa, tanda mereka sepemikiran, bahwa Thomas harus diberitahu sesudah Yijia meninggalkan Inggris.
Yijia dan teman-temannya pergi ke Bandara Udara Heathrow (London Heathrow), tentu saja tiket jurusan penerbangan menuju Indonesia sudah di beli Yijia, beberapa jam yang lalu.
...
* Bandara Udara Heathrow ( London Heathrow)
" 10 . 49 " Siang, Waktu Inggris.
"Yijia, selamat tinggal"
Rania memeluk Yijia, yang diikuti Lisa, Steve dan Kriss.
"Semoga nanti kita bisa bertemu lagi, Yi." Steve melepaskan pelukannya, begitu juga Kriss. Sebagai pria, mereka malu terlalu lama berpelukan didepan umum dengan 3 orang gadis.
"Iya, semoga nanti kita akan bertemu lagi"
"Yi, kembalilah jika kamu mau, kami akan selalu menerima dirimu. ingatlah bahwa kami akan selalu mendukung mu"
"Iya Ra, terimakasih semuanya"
"Teman-teman terimakasih atas semua bantuan kalian, aku benar-benar merasa sangat bersyukur atas semuanya."
"Aku harus pergi sekarang, sampai jumpa"
"Iya Yi, sampai jumpa" Rania dan Lisa melambaikan tangan mereka kearah Yijia yang tengan berjalan menuju tempat pemeriksaan tiket dan hal-hal lainnya menurut prosedur pihak Bandara.
"Sampai jumpa Yi" Kriss dan Steve
Tidak ingin membuang banyak waktu, tanpa berpamitan lagi pada siapapun kecuali teman-temannya, Lisa,Rania, Steve dan Kriss. Yijia akhirnya berangkat, pergi ke Indonesia.
Salam dari Edward dan Kimmy
I LOVE MY CEO
Mampir yah kak
cinta pak bos hadir lagi kak😊
semangat semangat 💪💪💪
cinta pak bos hadir lagi kak😊
semangat semangat 💪💪💪
kalau sempet, mampir ya Thor. ke novel perdan aku.
selebihnya oke semua👍👍👍
5 LIKE & RAT 5 Terbang ke karyamu thor
Semakin seru & membuat penasaran 💓
Jangan bosan mampir
🌷REINKARNASI🌷
Menantimu dengan setia
btw ditunggu karya selanjutnya 😎😍😘