Kehidupan yang enggan berpihak? atau pernikahannya yang salah? apakah takdir lebih senang mempermainkan hidupku? atau memang tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang tersisa untukku?
Saat aku mulai membuka hati.
Saat aku mulai jatuh cinta padanya.
Dia mengkhianati dan mencampakkanku seperti barang usang dan pergi dengan wanita lain.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk simak. jangan lupa tinggalkan jejak.
Cover by pinteres.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku pulang
Dua hari berlalu pasca di tetapkan Aleah menjadi tahanan. Dion dan Raditya terus mengupayakan cara lain. Satu persatu teman Raditya menjenguk, termasuk Reyhan. Dia paling sering menjenguk Aleah dengan membawakan makanan kesukaan Al.
Siapa sangka, Reyhan tetangga rumahnya memiliki perasaan yang sama seperti Dion. Perasaan yang selama ini ia pendam, diam diam telah mencintai Aleah sejak lama namun tidak ada keberanian untuk mengatakannya. Ia lebih memilih apa yang bisa di lakukannya saat Al membutuhkannya karena ia tidak ingin merusak persahabatannya sejak lama.
Di hari berikutnya, Raditya kembali mendapatkan kabar kalau Aleah di rawat di rumah sakit, akibat perkelahian antara Aleah dengan napi wanita yang sudah lama berada di penjara. Al mengalami luka lebam di tubuhnya hingga di larikan kerumah sakit.
Bersamaan dengan pengajuan tahanan kota di setujui pihak berwajib, kabar ini menjadi kabar baik. Namun Raditya belum bisa membawa Al pulang karena masih dalam perawatan.
Selama menunggu Al sembuh, Raditya mengurus surat surat hak waris untuk Ansel yang di berikan Samudra sebelum dia menikahi Marisa. Berupa rumah, dan anak perusahaan yang di berikan untuk Ansell.
Satu hari selesai mengurus surat surat, Raditya merasa kondisi badannya melemah. Lalu Dion menggantikan Raditya untuk menjemput Aleah di rumah sakit.
Pertama kali yang Al tanyakan saat bertemu Dion adalah Ansel.
"Bagaiamana Ansel? apakah baik baik saja? dia tidak menangis bukan?" tanya Al.
"Ansel baik baik saja, lagipula kau bisa melihatnya sendiri." Jawab Dion.
"Maksudmu?" tanya Al lagi.
"Kau menjadi tahanan kota, dan di perbolehkan pulang." Jelas Dion.
Mata Al berbinar menatap waja Dion. "Benarkah?"
Dion mengangguk, lalu meminta Al untuk bersiap siap pulang. Setelah selesai mengemasi barang, mereka bergegas meninggalkan rumah sakit.
Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Dion terus memperhatikan Aleah yang memejamkan mata, bersandar di kursi mobil. Ia terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Matanya sembab katena habis menangis, namun Al selalu ingin terlihat baik baik saja.
"Kasihan sekali kamu Al," ucap Dion dalam hati.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di halaman rumah. Al bergegas keluar dari dalam mobil, berlari kecil memasuki rumahnya.
"Ansel!!" panggil Aleah di ambang pintu yang terbuka.
"Momy!!" pekik Ansell tidak percaya melihat Al sudah berdiri di hadapannya.
"Momy!!" Ansel berlari menubruk tubuh Al dan memeluknya dengan erat.
"Apa kabarmu sayang?" tanya Aleah membalas pelukan Ansel dengan erat.
"Momy, aku kangen sekali." Kata Ansel tidak mau melepaskan pelukannya.
"Al..." sapa Raditya.
Al merangkul bahu Ansel, berjalan bersama mendekati Raditya lalu memeluknya.
"Terima kasih," ucap Al.
Raditya menganggukkan kepala, lalu melepaskan pelukannya. "Kau sangat kurus, Al."
Al hanya tertawa kecil, lalu menoleh ke arah Dion. "Terima kasih."
Dion menganggukkan kepalanya, memperhatikan Aleah menaiki anak tangga menuju lantai dua rumah bersama Ansel.
"Di, kenapa kau tidak berterus terang kepada Al? kalau selama ini lo yang banyak berkorban untuk dia?" tanya Raditya.
Dion tertawa kecil, menepuk pundak Raditya sekilas. "Tidak perlu, semua yang kulakukan demi cintaku. Bukan buat siapa siapa, kau tidak perlu memikirkan itu semua."
"Tapi Di, Al harus tau..."
"Tidak perlu, aku tidak butuh pengakuan. Aku hanya butuh ketulusan, itu saja." Dion tersenyum lebar. "Aku pulang dulu, nanti aku kesini lagi."
Raditya menganggukkan kepalanya. Memperhatikan punggung Dion hingga hilang di balik pintu.
"Aku tahu rasanya mencintai seseorang dalam diam." Gumam Raditya pelan.
selamat buat dion dan al...
brasa masih gantung thor..
ditunggu undangannya bwt raka sm barra ya