NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:252.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: RuQi

Aku tidak menduga, Suami yang aku cintai selama ini ternyata bermain gila di belakang ku,

Rumah tangga ku yang kubangun dengan kokoh, harus hancur karena datangnya orang ke tiga dalam rumah tangga ku,

Dia berhasil merebut suami ku,

dan sampai dengan tega nya dia juga membuat ku harus berpisah,
penceraian yang tidak pernah aku fikirkan, tapi sekarang aku harus menerimanya.

Dan sayangnya..
Di saat aku ikhlas berdamai dengan keadaan, mencoba melepas semuanya, memulai hidup yang baru,

Cobaan datang kembali saat aku mengetahui aku hamil anak dari suamiku.

Haruskah aku menggugurkannya..???
Atau harus menerima semua ini dan melupakannya lagi..???

TIDAKKKK...!!!!
Aku bukan tuhan yang mempunyai sabar yang tinggi..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Davis langsung menerbangkan cerry yang koma setelah pengobatannya dikota S ke negara M, Davis secara khusus merawat cerry sampai sadar, dan ternyata, cerry sedang hamil saat itu trimester awal..

Saat pengobatan cerry memakan waktu 4 bulan lamanya, Davis dengan sendirinya merawat cerry dan bayi nya, bahkan Davis langsung terbang kenegara M saat tau cerry sudah siuman dari masa komanya..

Setiap hari Davis hanya menghabiskan waktunya dirumah sakit, bahkan jarak kota S kenegara M terbilang cukup jauh, tapi itu tidak menghentikan Davis atau membuat Davis lelah,

Setiap hari menjaga dan merawat cerry membuat Davis menaruh sedikit rasa kasihan kepada cerry, Davis merasa iba melihat mantan pegawainya yang ceroboh itu hampir membunuh anaknya juga,

"Kalo kau ingin mati, setidaknya jangan bawa anak itu," ucap Davis saat itu dengan memandang cerry waktu itu, wajah cerry yang seperti mayat namun tidak mengurangi kecantikannya,

"Lupakan lah, aku akan membantumu membalas dendam, asal kau tidak mati, bukan buat mu, setidaknya buat maudi dan anak yang belum lahir diperut mu," ucap Davis lagi lalu pergi dari ruangan itu,

Walaupun Davis seakan berbicara sendiri, tapi sebenarnya cerry mendengarkan semua ucapan Davis, bahkan ucapan Davis setiap hari menemui cerry selalu menjadi semangat tersendiri untuk cerry bertahan untuk kembali sadar,

4 bulan Davis menunggu cerry membuka mata, bahkan dokter terkenal di berbagai negara sudah Davis undang untuk mengobati semua luka Davis, dan hasilnya saat Davis baru menyelesaikan rapat dengan CEO bahtera yang sabotasenya adalah perusahaan milik orang tua cerry yang sudah beralih nama atas nama mantan suaminya itu,

Davis sengaja menanam modal dan membuat perusahaan itu maju untuk sementara waktu, tapi tidak buat nanti saat cerry pemilik asli perusaan itu sembuh, Davis akan mengambilnya kembali walau dengan cara menjatuhkan perusahaan itu nanti..

"Sampai disini saja, saya harap kerja sama kita berjalan dengan lancar.." kata Davis mengakhiri rapat nya diperusaan bahtera, lalu melangkah pergi dengan gagahnya.. Davis malas bila berlama lama menatap mantan suami cerry yang gila karena satu perempuan,

"Silakan mengabari kepada saya bila ada masalah lain.." kata Leo sebelum meninggalkan ruangan rapat dengan jajaran dewan pemegang saham,

"Baik, terimakasih banyak untuk waktunya pak Leo, dan sampaikan salam saya untuk pak Davis.." kata Angga mencoba menjilat dalam ucapannya

Leo hanya tersenyum tipis dan berlalu setelah itu,

"bahkan seorang CEO besar bisa buta karena cinta, dan tidak mengoreksi lagi siapa anak didalam perut istrinya sekarang" kata Leo saat melangkah keluar dan menerima telfon dari bawahannya yang dinegara M

Leo lalu mendapatkan kabar bahwa cerry sudah siuman dan masih masa pemeriksaan ulang,

"Halo, katakan.." kata Leo mengangkat telfon

"Nyonya cerry sudah sadar tuan, dan sekarang sedang diperiksa lagi oleh dokter nyonya.." kata bawahan Leo itu

"Baik, pantau terus dan minta semua dokter untuk menangani nyonya," perintah Leo

"Baik tuan,"

Leo lalu menutup telfon itu dan bergegas mengabari kabar baik ini kepada atasannya Davis,

"Tuan, ada kabar dari rumah sakit nona cerry," kata Leo saat didalam mobil bersama Davis

"Apa wanita itu mati..??" jawab Davis

Leo dengan senyum mengejek berucap dalam hati, "Siapa yang waktu itu seperti orang kesetanan melihat nona yang berlumuran darah, bahkan dia pasti lupa apa yang dia berbuat dirumah sakit malam itu, bila lupa apa perlu saya ingatkan tuan" kata Leo dalam hati,

"Sayangnya tidak tuan, nona bahkan sudah siuman, itu yang pihak rumah sakit ucapkan.." kata Leo enteng,

"Siapkan pesawat langsung, kita akan menuju negara M, saya ingin lihat wanita itu dengan mata kepala sendiri," perintah Davis

Leo tersenyum kecil lalu melajukan mobilnya kearah bandara untuk menuju kenegara M,

"Saya menunggu jawaban kenapa dia memilih hidup bukan mati.." ucap Davis lagi yang membuat Leo menggeleng kepala

"Tuan, kau bahkan tidak ingat Siapa yang waktu itu mengobrak Abrik rumah sakit karena dokter lama menangani nona diruang UGD," kata Leo dalam hati.

*****

Cerry yang berada dirumah sakit sedikit linglung saat dia baru saja sadar, dia lalu menanyakan siapa yang membawanya kesini, dan berapa lama dia koma,

"Anda dibawa kesini 4 bulan yang lalu oleh tuan Davis, dan tuan juga mengundang sendiri dokter dokter terbaik diberbagai negara hanya untuk merawat anda," kata dokter itu dengan senyum yang mengembang,

"Davis..??? apa iya Davis siiblis itu.." cerry berfikir bahwa Davis hanya ada dia saja..

"Buat apa dia membawa ku kesini..???" tanya cerry pada diri sendiri, tapi ternyata dokter itu mendengar dan menjawab ucapan cerry dengan senyum yang seperti tadi "tentu saja untuk menyelamatkan istrinya dan anak anaknya.." jawab dokter itu

Cerry tambah bingung saat dokter itu menyebut anak anaknya,

"Apa maudi juga disini, dia baik baik saja.." tanya cerry khawatir saat mendengar kata anak

"Siapa maudi..???" heran dokter

"Anak Davis.. apa dia di rawat disini juga..???" tanya cerry tidak sabaran

Dokter itu langsung tersenyum kembali dan menatap Cherry, "Tenang saja nyonya, anak anda yang bernama maudi tidak ada disini, Maaf kan saya, mungkin nyonya belum tau siapa yang saya maksud karena nyonya baru sadar, mungkin suami nyonya yang akan memberi tahu kabar gembiranya nanti.." jawab dokter itu lalu pergi dengan perawat lagi untuk mengecek lagi pasien lain meninggalkan cerry yang kebingungan

Sedangkan davis, dia baru tiba di negara M, dan langsung menuju kerumah sakit terbesar di negara itu untuk mengunjungi cerry,

"Leo, bawakan bunga yang besar untuk wanita itu, dan tolong selipkan tulisan (.........)" perintah Davis

"Tapi tuan, nona cerry pasti akan marah.." jawab Leo

"Kita harus menyambut wanita itu kan, yang mempunyai nyawa 9," kata Davis dengan senyum yang menakutkan

"Yang ada nona akan benar benar mati saat menerima bunga itu," ucap Leo dalam hati,

Leo menuruti dan memerintahkan seseorang menyiapkan bunga seperti apa yang Davis ucap, dan menyelipkan kata kata (........) kedalam bunga itu,

Setelah perjalanan singkat akhirnya Davis sudah berada dirumah sakit tempat cerry dirawat, Davis berjalan dengan gagahnya, banyak mata yang memandang Davis karena dia sangat mencolok disana, bahkan pegawai rumah sakit selalu teepana bila setiap kali Davis datang berkunjung ke sana,

Sesampainya di ruangan cerry, Davis langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu,

"Ternyata benar kau masih hidup.." ucap Davis saat memasuki kamar cerry

cerry hanya diam dan tidak menjawab apa yang Davis ucapkan, dia hanya memalingkan muka saat tau yang datang itu adalah Davis,

"Kenapa tidak mati saja kau waktu itu," kata Davis dengan nada tanpa perasaan

"Kenapa tuan membawa saya kesini bila menginginkan saya mati.." jawab cerry masih tanpa melihat Davis

"Tidak, kau masih berhutang kepada saya, kalo mau mati bayar dulu hutangmu," kata Davis lagi lebih cuek

"Apa yang anda fikirkan hanya hutang, lebih baik waktu itu saya mati saja dari pada harus berhutang lagi kepada anda.." jawab ketus cerry sekali lagi tapi sekarang menatap Davis

Dengan senyum mengejek Davis mendekat kearah cerry, "Apa itu yang akan kamu ucapkan saat mengetahui ada nyawa lain yang akan ikut mati juga.." tanya Davis

cerry menatap Davis lekat, dia melihat Davis serius diucapannya, tapi cerry masih bingung nyawa siapa yang akan dia bawa mati juga,

"Saya mati sendiri, tidak butuh orang lain menemani.." jawab lirih cerry

"Bila seperti itu, saya akan mengabulkannya," kata Davis lagi, lalu Davis menekan tombol diruangan itu yang langsung terhubung di ruangan dokter

tidak beberapa lama salah satu dokter dan perawat datang keruangan cerry,

"Ada yang dibutuhkan nyonya..???" tanya perawat itu

"Tolong siapkan ruang operasi.." perintah Davis,

semua yang ada diruangan itu bingung, karena ucapan Davis,

"Ruang operasi..???" tanya dokter dan cerry bersamaan..

"Apa saya harus mengulangnya dokter.." kata Davis melihat tajam kearah dokter itu

"Tidak tuan, tapi buat apa..???" tanya dokter itu bingung

"Ambil janin yang ada didalam perut wanita itu, dan lakukan bayi tabung.." ucap Davis dengan menatap cerry dengan lekat, sedangkan yang ditatap melebarkan bola matanya tidak percaya,

"Apa maksud kamu Davis.." kata cerry bingung dan menatap dokter serta Davis bergantian

"Kenapa..?? apa menyesal sekarang, kamu sendiri yang menginginkan mati, tapi bayi dalam perut mu masih menunggu untuk melihat dunia," jawab Davis

dokter yang mengerti langsung menyuruh perawat untuk menyiapkan ruang operasi segera,

Dengan nada bergetar cerry menutup mulutnya tidak percaya, lalu dia meraba perutnya yang memang sedikit membesar padahal dulu tidak seperti ini,

"Ap.. apa... ak.. aku... hamil.., aku hamil Davis.." ucap cerry tidak percaya, dia menitihkan air matanya dan menatap Davis

Davis mendekat lebih dekat lagi kearah cerry, lalu saat Davis berjalan mendekat Cherry tiba tiba memeluk pinggang Davis dengan senang,

"Davis, kau tidak membohongiku, aku hamil Davis.." senang cerry yang masih memeluk Davis,

Davis yang mendadak dipeluk oleh cerry menjadi tidak nyaman dihatinya, dia hanya diam saja tanpa menjawab atau membalas pelukan cerry,

cerry yang tau Davis hanya diam akhirnya tersadar dan buru buru melepas pelukannya, cerry langsung malu dan menunduk tidak berani menatap Davis,

Keheningan masih berlanjut sampai perawat laki laki datang mengabari kepada Davis bahwa ruangan operasinya sudah siap, "Tuan, ruangan oprasinya sudah siap, saya akan membawa nyonya keruang operasi sekarang.." kata perawat itu

"Tidak... Davis aku tidak mau melakukan operasi itu, aku mau hidup untuk anak anakku Davis, aku mohon.." ucap cerry cepat kepada Davis, dan Davis hanya menanggapi dengan mengangkat satu alisnya keatas,

"Maaf tuan, ada telfon dari nona maudi," kata Leo tiba tiba masuk tanpa permisi,

Davis yang mendengar nama maudi lalu buru buru mengambil hanpone itu dan mengangkatnya,

"Katakan nyonya tidak jadi melakukan operasi.." kata Davis kepada perawat laki laki yang sudah akan memindahkan cerry sebelum pergi mengangkat telfon dari anaknya maudi,

Leo yang bingung dan perawat yang bingung hanya menuruti apa kata Davis, mungkin mereka akan mengutuk Davis didalam hati nanti,

1
Elly
cerai begok
Elly
tendang pisange kan mat kutu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nana Nana
lanjut kak
Maria Magdalena Indarti
lho jd gmn nasib angga & melisa. kok belum dpt karmanya
Maria Magdalena Indarti
bagus ni critanya. Davis bantu Ferry donk
Maria Magdalena Indarti
suami gilaaa sarap
Maria Magdalena Indarti
angga gilaaa. pasti nti Davis akan membalas
Maria Magdalena Indarti
suami parah. ga tahu diri
marta💎
lanjut thor
aria Ria
lanjutkan up-nya lagi Thor 💪🙏😊
Debby Ebby
lanjut dong
Crystal
Kenapa pemeran wanitanya di bikin cengeng n bodoh😪
Rizky Sandy
sdh tamatkh, ada tulisan tamat tuh di bawah,,,,,
Hanipah Fitri
bagus ceritanya, lanjut
Dewi Astuti
Lanjut
Dewi Astuti
up nya di tunggu thor jgn lama2 ya
Dewi Astuti
😂😂😂
Masitoh Masitoh
dh habis ceritanya..MCM tergantung aja
Hesti Hesti
bagus
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!