Nifa(19 tahun) adalah seorang gadis yang kelahiranya dianggap sial oleh keluarganya. Nifa memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk. Serta penampilan Nifa dengan kaca mata tebalnya membuatnya juga sering di bully oleh teman temanya.
Saat duduk di bangku kuliah, Nifa masih saja mendapatkan bully dari temanya karena fisik dan penampilanya. Hingga puncaknya, Nifa dijadikan taruhan oleh Ardian(22 tahun) dan teman temanya yang populer di kampus.
Ardian(22 tahun) adalah seorang laki laki tampan yang terkenal playboy dan sering berganti pasangan. Ardian yang kalah dalam taruhan terpaksa harus menjalankan tantanganya memacari Nifa selama satu bulan.
Bagaimana kisah kehidupan Nifa dan Ardian kedepanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Rosyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 - HARI PERNIKAHAN
Esok hari di tempat yang tertutup Ardian dan Nifa melangsungkan pernikahan. Tidak banyak tamu undangan yang hadir dalam pernikahan. Hanya keluarga dari masing masing mempelai yang datang. Persiapan pernikahan semuanya sudah siap tinggal menunggu kedatangan penghulu. Namun sebelum penghulu datang Pak Fathur mengajak Ardian bicara empat mata.
"Ardian, ayah mau bicara empat mata sama kamu, ayah tunggu teras rumah," ucap Pak Fathur
Ardian lalu mengangguk lalu mengikuti Pak Fathur yang berjalan menuju teras rumah. Sesampainya di teras rumah Pak Fathur langsung memulai pembicaraanya
"Ardian, tolong pikirkan lagi keputusan gilamu ini. masih ada waktu untuk kamu membatalkan pernikahanmu," ucap Pak Fathur
"Maaf ayah, keputusanku masih sama. aku akan tetap menikah denganya," jawab Ardian
"Apa alasanmu menikahi gadis itu? pikirkan reputasi keluargamu," tanya Pak Fathur
"Reputasi? apa yang salah jika aku menikahinya? dia perempuan dan itu normal. bukanya ayah sudah memberiku pilihan? dan pilihanku aku akan tetap pergi dari rumah dan mengembalikan semua fasilitas dari ayah," jawab Ardian
"Baiklah, walaupun ayah mencabut semua fasilitasmu setelah menikah. kamu bisa kembai mengambil fasilitasmu asal kamu menceraikan gadis itu," saut Pak Fathur
Ardian hanya tersenyum lalu meninggalkan ayahnya di teras.
15 menit kemudian penghulu datang dan langsung menikahkan Ardian dan Nifa. Jam tepat menunjukan pukul 10.00 ijab qabul telah selesai. Dengan tarikan satu nafas Ardian tadi mengucap ijab qabul dengan lancar. Setelah kata Sah berkumandang, Ardian dan Nifa resmi menjadi pasangan suami istri. Dituntun panghulu, Nifa saat itu mencium punggung tangan Ardian. Kemudian diikuti Ardian mencium kening istrinya.
Setelah acara pernikahan selesai Pak Fathur dihadapan Ardian, Nifa, dan semua keluarga Nifa langsung mengumumkan hal penting.
"Penting untuk diingat. hari ini putraku resmi menikahi gadis pilihanya tanpa restu dariku dan istriku. aku memberinya pilihan mencabut semua fasilitasnya jika tetap menikahi gadis pilihanya. tapi nyatanya Ardian memilih kukuh menikahi gadis itu. jadi mulai hari ini juga aku akan mencabut fasilitasnya yang dariku," ucap Pak Fathur
"Tuan, sebenarnya saya juga tak menyetujuinya. saya sudah bilang ke Ardian kalau Nifa pasti biang masalah bagi kehidupan banyak orang. tapi saya tak bisa berbuat apa apa," jawab Pak Hamzah senang
"Apa yang kamu ucapkan tidak penting. walaupun anak kita menikah jangan harap kita akan menjadi keluarga dan aku tidak mengakuinya wanita itu sebagai menantuku, wanita yang sekarang menjadi istri anaku hanya merusak reputasi keluargaku," saut Pak Fathur
"Cukup !!!" teriak Ardian
Semua orang terdiam mendengar Ardian.
"Kami berdua akan pergi dari sini. dan kami berdua akan menjauh dari kehidupan kalian. ayah tenang saja semua fasilitas yang ayah berikan padaku aku tinggalkan di lemari, sekarang aku akan berkemas," jawab Ardian
Ardian saat itu menggandeng Nifa menuju ke kamarnya untuk berkemas. Di kamar Ardian, Nifa terduduk diam melihat Ardian mengambil pakaianya di lemari dan dimasukan dalam koper.
Melihat Ardian akan pergi ke rumah karena memilih menikahinya membuat Nifa merasa bersalah. Dengan penuh penyesalah Nifa saat itu meminta maaf pada Ardian.
"Mas," ucap Nifa
"Apa? gak usah banyak omong deh, bantuin aku sini daripada diam diam mewek lalu minta maaf mulu. aku bosan dengarnya," jawab Ardian
"Iya Mas," saut Nia
Nifa saat itu langsung membantu Ardian walau dalam hati kecilnya tak menyangka Ardian mengerti isi pikiranya.
"Kok Mas Ardian bisa tahu pikiranku ya?" batin Nifa
Disisi lain Ardian hanya tersenyum melihat istrinya yang merasa heran dengan ucapanya. Ardian saat itu memang sudah menebak Nifa akan selalu minta maaf dan merasa bersalah. Dalam hatinya Ardian hanya tidak ingin melihat Nifa yang selalu merendah diri dan merasa bersalah.
"Aku tidak ingin melihatmu terus merendah diri dan menyalahkan dirimu. entah mengapa aku ikut sedih melihatmu menangis. aku ikut marah saat kamu dihina.perasaan apa ini? tidak mungkin aku jatuh cinta padanya. mungkin aku seperti itu karena rasa kemanusiaan aja," batin Ardian
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
terimakasih ya tor 🙏🙏🙏