Aku adalah seorang pemuda tampan. Hidup di keluarga sederhana yang sebenarnya keturunan bangsawan.
Dengan dukungan orang terkasih aku akan menghentikan peperangan di negeriku tercinta.
Meraih kekuatan setinggi-tingginya sampai titik darah penghabisan. Ditemani sebilah pedang nan agung yang sangat dahsyat. Aku akan membunuh siapapun yang aku anggap salah.
Hingga takdir menentukan jalanku sebenarnya. Sungguh aku tidak menyangka jika aku akan menjadi!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasib Jinyu I
Para penduduk dan kelompok Xiang Huo sedang berkumpul di penginapan, sambil berbincang-bincang.
"Jadi, bagaimana caranya kalian bisa mengalahkan makhluk itu?" tanya Jinyu
Qwin Zie dan Ming pun langsung menatap Xiang Huo secara bersamaan, sedangkan yang di tatap hanya mengangkat kedua bahunya saja seolah-olah ia sangat tidak berminat untuk membahasnya. Ya begitulah Xiang Huo.
Qwin Zie dan Ming hanya menghembuskan nafasnya,
"Jadi waktu kami mengamati makhluk itu kami ketahuan, dan saya hampir tertelan oleh makhluk itu, untungnya adikku ini tepat waktu dalam bertindak, entah keberuntungan kami atau kelemahan makhluk itu memang tertusuk oleh pedangnya, makanya ia berhasil membunuh makhluk itu." Jelas Ming
Tidak mungkin Ming akan menceritakan kalau makhluk itu bisa kalah di karenakan pedang pusaka, tentu saja ia akan menutupinya karena hal itu pasti akan mengundang banyak bencana kedepannya"
kepada mereka bertiga.
"Wah, tidak ku sangka ternyata Makhluk itu bisa kalah hanya karena tertusuk oleh pedang? hahah seandainya kami tau, pasti sudah lama kami musnahkan" ucap Jinyu sambil terkeh
"sombong sekali dia, padahal jelas-jelas mereka tidak akan bisa mengalahkannya jika tidak menggunakan pedang pusaka seperti milik Xiang Huo" Ming
"Tentu saja" jawab Xiang Huo
Qwin Zie dan Ming melongo mndengar jawaban dari Xiang Huo.
"Tentu saja kalian tidak bisa mengalahkannya, karena kalian tidak tau titik lemah makhluk itu" ucap Xiang Huo
Sekarang Jinyu lah yang melongo dibuatnya, setelah di puji-puji eh malah di jatuhkan begitu saja pikirnya. Sedangkan Qwin Zie dan Ming tersenyum sinis kearah Jinyu.
"cehh" desis Xiang Huo melihat kakak dan gurunya.
"Hmm, terima kasih karena telah menyelamatkan desa kami. Besok kalian sudah bisa melanjutkan perjalanan kalian yang tertunda" ucap Jinyu sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya.
Mungkin menurutnya itu sudah cukup untuk membalas perkataan Xiang Huo yang cukup menyinggungnya. Tetapi bukan Xiang Huo namanya jika tidak bisa membalas perkataan si kepala desa yang kurang ajar itu. Jelas-jelas desanya telah selamat karena bantuan dari mereka,tetapi mereka malah semena-mena terhadapnya.
"Aku baru pertama kali bertemu dengan orang yang tak bisa berterima kasih kepada orang yang telah menolongnya" Xiang Huo menatap sinis ke arah Jinyu,
Belum sempat Jinyu mengangkat suaranya tetapi Xiang Huo kembali melanjutkan omongannya.
"Dan baru pertama kali juga aku di usir setelah melakukan kebaikan" ucapnya lagi.
Glekk,
Jinyu hanya menelan ludahnya setelah mendengar tutur dari Xiang Huo, jelas sekali kata-katanya itu tertuju untuknya. Tetapi,
Tidak, tidak ia tidak boleh mencari masalah kepada orang seperti Xiang Huo, pikirnya.
"Te-terima ka-kasih karena telah menyelamatkan desa ini tu-tuan, dan jika tuan sekalian ingin menetap di desa ini kami juga tidak keberatan" ucap Jinyu dengan senyum yang kaku.
"Cehh," desis Ming
'Tuan?, dasar bermuka dua' batin Xiang Huo sambil menatap dingin Jinyu.
Aha, Xiang Huo sekarang memiliki niat jahil ckk, ia harus memberi pelajaran kepada orang seperti Jinyu.
"Hmm, pak tua aku memiliki 1 permintaan kepadamu. Apa kau bisa memenuhinya?" tanya Xiang Huo yang bodo amatlah dengan sopan santun ckk. Toh Jinyu juga orang yang sangat munafik menurutnya.
"A-apa itu tuaan? Saya akan sebisa mungkin untuk memenuhinya." jawab Jinyu yang mulai penasaran dengan permintaan Xiang Huo
Xiang Huo mengangkat kedua bibirnya, jelas sekali ia sedng tersenyum dengan niat jahilnya.
"Aku ingin kau berhenti menjadi kepala desa ini." ucapnya menyeringai
"Mengapa bisa begitu, kau pikir kau orang yang berhak menggantikan posisiku begitu saja, dasar tidak tau diri. Sudah di sini hanya menumpang, di beri makan gratis tapi kau malah menginginkanku berhenti menjadi kepala desa,Cehh" ucap Jinyu sambil berdiri dengan penuh kobaran emosi.
"Apa kau pikir aku yang akan menggantikanmu? Kau salah, dan asal kau tau! tidak ada seorang pemimpin yang hanya bisa mementingkan diri sendiri tanpa memikirkn orang lain" ucap Xiang Huo santai
Glekk,
Lagi-lagi Jinyu hanya bisa menelan air lirunya sendiri. Toh yang dikatakan Xiang Huo benar apa adanya.
"Bagaimana yang lain, apa kalian setuju pendapatku?" seru Xiang Huo kepada penduduk
Tentu saja para penduduk merasa sangat senang dan merasa kesal kepada Jinyu.
"Tentu saja pendekar," ucap salah satunya
"Ya, aku juga setuju denganmu. Karena selama ini tuan Jinyu hanya memikirkan dirinya sendiri" ucap salah satunya lagi
"Benar tuan, bahkan selama ini ia tidak pernah bijaksana dalam mengambil keputusan" ucap yang lain
"Kau dengar sendiri ucapan mereka, bahkan mereka juga tidak ingin kau menjadi pemimpin desa ini" ucap Xiang Huo lagi-lagi dengan senyum lebar.