NovelToon NovelToon
FALLING IN LOVE WITH THE PLAYER OF HEARTS

FALLING IN LOVE WITH THE PLAYER OF HEARTS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: elfin hati

Malam di kota metropolitan itu tidak pernah benar-benar tidur. Lampu-lampu neon berkilauan memantul di aspal basah sisa hujan sore tadi, menciptakan kilauan warna-warni yang mempesona namun juga menyembunyikan banyak rahasia di baliknya. Di tengah hiruk-pikuk itu, di salah satu klub malam paling eksklusif dan terkenal berbahaya di pusat kota, Grey Cha Lavian sedang menikmati malamnya seperti biasa.

Bagi banyak orang, Grey adalah definisi sempurna dari seorang play girl. Cantik, cerdas, berani, dan memiliki pesona yang mampu membuat hampir semua pria berlutut di hadapannya. Rambut panjang berwarna cokelat gelap dengan sedikit sentuhan pirang, mata abu-abu yang tajam dan penuh misteri, serta senyum menggoda yang selalu terukir di bibir merahnya. Dia tidak pernah terikat pada satu orang pun. Baginya, hubungan hanyalah permainan, dan dia adalah pemenang yang selalu berkuasa. Dia mendekat saat dia mau, pergi saat dia bosan, dan tidak pernah meninggalkan jejak perasaan di belakangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elfin hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Kedatangan Masa Lalu

Bab 23: Kedatangan Masa Lalu

Perjalanan pulang terasa tenang. Tangan mereka saling terjalin erat, seolah tidak ingin terpisahkan lagi. Grey bersandar bahu padanya, menatap jalanan yang mulai sepi dengan hati yang damai. Semua rasa lelah dan kekhawatiran seolah hilang, digantikan rasa aman yang hanya bisa ia rasakan di samping orang yang dicintainya. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.

Baru saja mereka melangkah masuk ke halaman rumah, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan pagar. Pintu terbuka, dan seorang pria turun dengan senyum yang terasa dingin dan akrab bagi Grey. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Itu adalah Arkan—pria yang pernah mengisi hari-harinya di masa lalu, seseorang yang pernah menjadi segalanya sebelum akhirnya pergi dan meninggalkan luka mendalam.

“Sudah lama tidak bertemu, Grey,” sapa Arkan, berjalan mendekat dengan langkah santai namun penuh ancaman. Matanya hanya tertuju pada Grey, seolah orang yang berdiri di sampingnya tidak ada artinya. “Aku tahu kamu akan pulang hari ini. Aku sudah menunggu cukup lama.”

Orang di samping Grey langsung menarik tubuhnya ke belakang, berdiri di depan sebagai pelindung. Tatapannya tajam, penuh kewaspadaan. “Siapa Anda? Dan apa maksud Anda datang ke sini?”

Arkan tertawa kecil, menatap pria itu dengan pandangan meremehkan. “Tenang saja. Aku hanya datang mengambil apa yang menjadi milikku. Grey bukan milikmu. Dia milikku, sejak dulu hingga selamanya.”

Grey merasa darahnya mendidih. Ia maju selangkah, berusaha melewati pelindungnya. “Jangan bicara sembarangan, Arkan! Aku bukan milik siapa-siapa, apalagi milikmu. Kamu yang pergi meninggalkanku dulu, ingat? Sekarang jangan bermuka tebal datang kembali!”

“Aku pergi karena ada keperluanku,” jawab Arkan, suaranya meninggi dan berubah keras. “Aku sudah berhasil, aku punya segalanya sekarang. Uang, kekuasaan, semua yang kamu inginkan dulu. Aku datang untuk menjemputmu, Grey. Kita bisa mulai lagi dari awal. Tinggalkan saja pria biasa ini, dia tidak akan pernah bisa memberimu apa yang aku punya.”

“Kebahagiaanku bukan diukur dari harta atau kekuasaan!” seru Grey, suaranya bergetar menahan marah. “Dia memberiku rasa aman, kasih sayang, dan hal-hal nyata yang tidak pernah bisa kamu berikan. Kamu hanya tahu mengatur dan menuntut, tidak pernah peduli apa yang aku rasakan!”

Arkan semakin marah, ia berusaha meraih tangan Grey. “Kamu tidak mengerti! Semua yang kulakukan itu demi kamu! Ayo ikut aku, sekarang juga!”

Tapi tangannya ditangkap kuat oleh pria di samping Grey. Cengkeramannya erat, penuh ancaman. “Jangan sentuh dia. Dan dengar baik-baik: Grey sudah memilihku. Dia bersamaku bukan karena harta, tapi karena cinta. Kamu adalah bagian dari masa lalu, dan kamu tidak akan pernah bisa masuk lagi ke dalam hidupnya. Pergilah, sebelum aku memaksamu pergi.”

Suasana menjadi tegang. Udara terasa berat. Arkan melepaskan tangannya dengan kasar, menatap keduanya bergantian dengan pandangan penuh kebencian dan kekecewaan. Ia sadar, tatapan mata Grey yang dulu penuh kekaguman padanya, kini hanya berisi ketegasan dan penolakan. Dan di mata pria itu, ia melihat tekad yang sama kuatnya untuk melindungi Grey.

“Ini belum selesai,” ucap Arkan dengan nada rendah dan mengancam sebelum berbalik menuju mobilnya. “Aku tidak akan menyerah. Grey akan kembali padaku, bagaimanapun caranya.”

Mobil itu melaju pergi, meninggalkan debu dan ketegangan yang masih terasa menggantung di udara. Grey langsung terkulai lemas, seolah semua tenaganya habis seketika. Ia dipeluk erat oleh orang yang dicintainya, dibawa masuk ke dalam rumah.

“Jangan khawatir,” bisiknya lembut di telinga Grey, menenangkan getaran tubuh wanita itu. “Dia tidak akan bisa menyakitimu lagi. Selama aku ada, aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu. Kamu milikku, dan aku milikmu. Selamanya.”

Malam itu, konflik baru saja dimulai. Kehadiran masa lalu yang datang kembali membawa ancaman besar. Namun di balik rasa takut itu, Grey tahu satu hal pasti: ia tidak akan pernah kembali ke masa lalu, dan ia akan berjuang mempertahankan kebahagiaannya yang kini ada di depan mata.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!