NovelToon NovelToon
Kebahagiaan Untuk Papa

Kebahagiaan Untuk Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:570.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasriani

Part 2, lanjutan dari Ta'aruf Pembawa Cinta. Disarankan untuk membaca part pertama terlebih dahulu.

Daffa pergi meninggalkan rumah dan melepaskan semua yang akan menjadi miliknya dan mulai membuka usahanya sendiri.

Lelaki bernama Daffa itu adalah seorang duda yang memiliki seorang putri kecil yang begitu cantik, Ia sangat menyayangi putrinya itu bahkan memberinya nama seperti nama mendiang istrinya, Zeline.

Daffa dibuat frustasi saat semua orang mendesaknya agar menikah lagi, hal yang sangat sulit lelaki itu pikirkan, bahkan dengan membayangkannya saja ia sama sekali tidak sanggup jika harus mencari pengganti dari istrinya, wanita yang sangat ia cintai itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbicara Tanpa Berpikir

Setelah mendapatkan taksi, Zeline pun berpamitan pada Daffa. Taksi tersebut berjalan dengan perlahan meninggalkan Daffa yang masih memperhatikannya disana. Begitu taksi yang di tumpangi oleh putrinya sudah tidak terjangkau oleh penglihatannya, barulah ia kembali masuk ke coffee shop nya.

***

Begitu Zeline tiba di apartemennya, ia melihat Zafina yang sedang berdiri di dekat pos penjagaan, Zeline langsung turun dari taksi dan berlarian kecil ke arah Zafina.

"Bibi Zafinaa" panggil Zeline sembari berlarian kecil, Zafina yang melihat Zeline langsung menghampirinya

"Sayang, kau sudah datang" kata Zafina menangkap Zeline dan memeluknya sebentar

"Ayo Bi, tugas sekolahku masih sangat banyak" ajak Zeline begitu senang akan berkunjung ke rumah Zafina

"Ayo" Zafina dan Zeline pun segera masuk ke dalam gedung apartement.

***

Hari berlalu dengan begitu cepat, tak dirasa sudah hampir petang tapi Daffa tak kunjung pulang. Zafina saat ini sedang memasakka makan malam untuk Zeline karena baru kali ini Zeline berada dirumahnya hingga petang.

Zeline masuk ke dalam dapur untuk menemui Zafina saat ia telah selesai dengan semua tugas sekolahnya.

"Bibi Zafina sedang masak apa?" tanya Zeline yang duduk di meja makan dekat dapur

"Masak makan malam sayang, Papa mu belum pulang jadi kau makan disini saja yah" jawab Zafina begitu perhatian hingga membuat Zeline tersenyum senang melihat wanita yang tengah sibuk memasak untuk dirinya di dapur

"Terima kasih Bibi, ah senangnya jika memiliki Mama seperti Bibi Zafina" ucap Zeline menghela nafasnya, kegiatan masak Zafina terhenti saat mendengar ucapan Zeline

"Kau dengar itu? Zeline mau dan senang jika memiliki Mama sepertimu" gumam Zafina pada dirinya sendiri sembari tersenyum lalu kembali melanjutkan aktivitas memasaknya

"Benarkah?" tanya Zafina tersenyum kecil tanpa melihat Zeline yang menganggukkan kepalanya

"Yang menjadi anak Bibi Zafina pasti akan beruntung" kata Zeline tersenyum riang membayangkan jika Zafina memiliki anak kelak ia akan menjadi anak yang sangat beruntung

"Terima kasih pujianmu sayang" kata Zafina tersenyum ke arah Zeline

***

Setelah selesai memasak, Zafina menata makanan yang sudah ia pindahkan ke wadah di atas meja. Zeline dengan sabar menunggu Zafina selesai karena ia ingin membantu tetapi Zafina tidak memperkenankanya.

"Sudah selesai, ayo makanlah" kata Zafina mempersilahkan Zeline untuk makan

"Terima kasih Bibi" ucap Zeline begitu girang melihat semua makanan yang ada didepannya tampak begitu enak

Zafina mengurus Zeline terlebih dahulu lalu mengambilkan makanan untuk dirinya sendiri, di ambil sesendok makanan lalu ia masukkan ke dalam mulutnya.

Baru saja ingin makan, bel rumah Zafina berbunyi menyita perhatian mereka berdua, ia meletakkan kembali sendoknya lalu berdiri dari tempatnya

"Makanlah, biar Bibi buka pintunya dulu. Sepertinya itu Papamu" kata Zafina tersenyum ke arah Zeline

"Baik Bi" jawab Zeline melanjutkan makannya

Zafina berlalu dari sana dan membukakan pintu untuk orang tadi, tidak lama kemudian ia kembali bersama Daffa, sesuai tebakannya tadi

"Papa" sapa Zeline dengan mulut penuh makanan

"Jangan berbicara kalau mulutmu penuh nak" kata Daffa gemas pada putrinya

"Iya Pa, Apa Papa tau? Bibi Zafina memasakkan ku semua ini" kata Zeline begitu ia sudah menelan makanannya

"Aku merepotkan mu lagi Zafina" kata Daffa pada Zafina merasa berat dengan wanita itu

"Tidak sama sekali, ayo sekalian makan malam bersama kami" jawab Zafina mengajak Daffa

"Terima kasih" ucap Daffa sembari tersenyum lalu mengikuti Zafina duduk di meja makan.

Zafina membantu Daffa mengambil makan malamnya, dimulai dengan nasi lalu lauknya. Zeline tersenyum melihat pemandangan di depannya dimana Zafina bertanya pada Papanya apa yang ingin Daffa makan.

"Kenapa senyum-senyum sendiri Zeline?" tanya Zafina yang menyadari Zeline terus menatapnya dan Daffa secara bergantian namun sesekali tersenyum. Zafina memberikan piring berisi makanan yang penuh untuk Daffa

"Terima kasih Zafina" ucap Daffa menerima piring tersebut.

"Sama-sama" jawab Zafina tersenyum tipis

"Kau belum menjawab pertanyaan Zafina sayang, kenapa senyum-senyum seperti itu?" tanya Daffa pada Zeline, Zafina pun turut penasaran dengan tingkah Zeline. Ia menatap ke arah Zeline menunggu jawaban anak itu sembari meminum air putih yang ada di depannya

"Zeline hanya bahagia, apa Bibi Zafina bisa menjadi Mama Zeline saja?" jawab Zeline yang membuat Zafina tersedak dengan air yang baru ia minum tadi, dengan cepat Daffa memberikan tissu untuk Zafina, Zeline pun terlihat panik saat Zafina tersedak setelah mendengarnya

"Maaf, putriku berbicara tanpa berpikir" ucap Daffa memberikan tissu itu

"Ah tidak sama sekali Daffa, namanya juga anak kecil" jawab Zafina dengan terbatuk, ia mengambil tissu tersebut dan menyeka mulutnya

"Bibi tidak apa-apa?" tanya Zeline khawatir dan merasa bersalah

"Tidak apa-apa sayang" jawab Zafina tersenyum lembut

"Maaf Bi, Zeline hanya membayangkan kita seperti satu keluarga, Zeline tidak pernah merasakan suasana seperti ini, tiap melihat aunty Zahra seperti ini pada uncle, Adam dan Fatima, Zeline merasa iri. Tapi hari ini Zeline bukan hanya menonton, tapi merasakan momen itu sendiri" kata Zeline memberitahu apa yang ada di pikirannya, selama ini ia sangat iri pada Adam yang memiliki Zahra untuk mengurusnya, Zafina pun merasa iba dengan putri dari adiknya itu

"Bibi mengarti sayang, lanjutkan makanmu" kata Zafina tersenyum lembut mengertikan perasaan anak kecil itu

Daffa menatap Zeline dengan perasaan bersalah dan pandangannya ia alihkan pada Zafina, Zafina pun balas menatapnya sembari menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

1
Patrish
tambah bingung.....
Patrish
saampai di sini masih tanda tanya besar antara.. perkawinan Daffa n Zellin yang di foto hanya berdua... kematian Zellin... sesuatu yang dibantu Zellin untuk hidup mamanya Adam
Patrish
aku juga bingun.. sampai baca ulang berkali kali... tapi ga mudeng juga
Nur fadillah
Makasih untuk karyanya Thor...sukses selalu ...🙏🙏
Nur fadillah
Sedih banget. .😥😥
Nur fadillah
Sedihnya...😥😥
Nur fadillah
Bahagianya....😃😍😍
Nur fadillah
Saudara yang baik...😃😍😍
Nur fadillah
Papa yang sayang banget sama Putrinya.. 😍😍
Nur fadillah
Sabar Maaas...😀😀
itanungcik
semangat 💪💪💪💪 daffa
itanungcik
semangat Daffa
Aini Siregar
bagus cerita nya👍
Indrijati Saptarita
cerita bagus.... terima kasih yaa....
lanjut dg karya yg bagus lagiii....
semangaaaattt....
Indrijati Saptarita
zeline blm bisa berfikir itu takdir... dlm alur cerita ini tak pernah disinggung religi... keagamaan...
sandygunawan
Novel Tamat.
MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS dari Endergamer 1256
"Malam ini kamu pulang ke rumah.
Rumah kita.
Udah terlalu lama kamu berkeliaran di luar.
Aku harus jaga calon istriku biar gak ditidurin orang lain.
Besok..kita pulang ke Indonesia.
Langsung kawin.
Sedikit aja kamu mau kabur...aku gak akan segan-segan ngeluarin video kita." kembali Michael mengancam.

Numpang iklan dan terima kasih kakak author 😘
Ati Tusmiati
makasih Thor ceritanya sangat menarik
Titin Maysaroh
bikin baper, auto mewek 😢😢
Nafisatun Najah
kok aku jadi sedih yahh sama daffa, pas di cerita yang taaruf pembawa cinta juga ikutan sedih.
Nafisatun Najah
aku jadi terharu sama kata2nya daffa mau jadi orang tua yang bertanggung jawab itu juga bagus biar ngga bergantung terus sama orang tuanya, yang ayahnya mendukung daffa tapi ibunya ngga mau, suka memaksa anak itu juga jadi korbanya anak ngga mungkin anak lain, tapi jadi sedih, karena aku mengalami kehidupan seperti daffa😭😭😭😭😭😭😭😭😭 nyesek banget rasanya😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!