Anna tau bahwa ayahnya adalah orang kaya, dan semua kakaknya tampan tapi ia tak pernah menyangka jika keluarganya cukup populer bahkan ia di sebut-sebut sebagai putri yang di sembunyikan sampai ia pindah ke sekolah baru yang terkenal.
Bukan hanya itu saja, ia juga baru tahu bahwa dia bukan manusia biasa dan cinta pertamanya juga bukanlah manusia.
Siapakah keluarga Anna sesungguhnya?
Misteri apa saja yang baru di ketahui Anna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Lama ia menatap pantulan wajahnya di cermin, meneliti setiap inci mencari apa yang tidak ia ketahui. Satu persatu hal yang tidak ia ketahui terungkap, namun hal-hal yang tidak ia ketahui pun masih banyak dan muncul ke permukaan.
" Puteri misterius " gumamnya.
Mengingat ucapan Sam kala itu, ia tak mengerti mengapa Sam memanggilnya seperti itu ia pun lupa untuk menanyakannya.
Pandangan Anna beralih ke lehernya, dimana seutas tali mengikat patung merpati kecil. Dari dalam laci ia mengeluarkan sebuah buku dan di ambilnya selembar kertas yang tersimpan di buku itu.
Sebuah lukisan seorang pemuda, Anna bertanya-tanya apa yang sedang di lakukan Rocky. Selain dari namanya ia tak tahu apa-apa lagi tentang pria itu. Jika di lihat dari postur tubuhnya Rocky terlihat seperti masih anak SMU, mungkin mereka hanya berbeda satu dua tahun mungkin juga seumuran.
" Sudah cukup, memikirkan hal-hal yang bagai misteri dalam hidupku. Sebaiknya aku tidur " ucap Anna pada diri sendiri.
* * *
Turnamen kembali di gelar, Mina sang penonton setia kembali hadir di temani Anna sang teman setia. Anna yang sudah tahu akhir dari drama itu tak berminat sama sekali untuk menonton.
Sesuai tebakannya, Colt memenangkan pertandingan dengan mudah. Begitu saat final, tim sekolahnya keluar sebagai juara.
Colt di angkat oleh beberapa murid laki-laki dengan piala yang ia acungkan ke udara, sorak sorai para penonton membuat senyumnya lebar.
Hanya Anna seorang yang duduk tenang diantara barisan penonton yang berdiri memberikan ucapan selamat.
" Huh, membosankan " gumam Anna.
" Tim kita benar-benar hebat, perjuangan kita selama ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Untuk merayakan kemenangan kita pak kepala akan menyelenggarakan pesta " ujar Mina di tengah jam istirahat mereka.
" Benarkah? " tanya Anna tak peduli.
Setelah mereka kembali masuk sekolah seperti biasa, Anna terlihat tidak peduli sama sekali pada kemenangan sekolahnya, Mina tahu pasti sahabatnya itu memang tak menyukai Colt tapi karena menghargai dirinya Anna mau saja menonton bersamanya.
" Iya, semua murid tengah membicarakannya. Kapan akan di laksanakan masih belum jelas tapi pasti akan diadakan "
" Oh begitu "
" Anna, kau mau hadirkan? " tanya Mina berharap.
" Entahlah, aku sibuk dengan urusan keluarga ku "
" Tenang saja, pestanya pasti di adakan setelah pertunangan kakak mu "
" Kita lihat saja nanti " jawab Anna tak mau ambil pusing.
Pertunangan Shigima hanya sebuah alasan, dan Anna tahu hal itu. Ada hal yang lebih ia pikirkan ketimbang urusan keluarga dan ia tahu hal itu adalah tentang pemuda yang selalu ia temui di sore hari.
Sudah empat hari Ia tak bertemu Rocky, bahkan Anna kaget sendiri mengapa hatinya merasa kesepian. Seolah ada sesuatu yang hilang dari dirinya.
* * *
Pertunangan Shigima akan di selenggarakan empat hari lagi, keluarga Hermes di buat sangat sibuk dengan waktu yang tinggal sedikit.
Semua kakaknya bahkan mulai jarang makan malam bersama lagi, di dalam kastil yang begitu megah Anna merasa asing tanpa ada perhatian untuknya.
Pikiran negatif mulai menghampiri benaknya tapi dengan cepat ia tepis, diantara angin yang dingin Anna berlari menuju tempat paling sunyi yang ia kenal.
Diantara burung-burung yang terbang di udara dia masih berlari hingga kakinya berhenti di ujung pagar pembatas jalan, dari sana ia bisa melihat ada banyak mobil yang berseliweran dengan kecepatan tinggi.
" Kenapa? kenapa semua orang begitu terburu-buru? apa yang mereka kejar? " tanya Anna pada angin yang membelai rambut panjangnya.
Kini ia berjalan di sepanjang trotoar yang sepi, berjalan di atas kehampaan yang entah mengapa ada di hatinya.
Ttiiiiiitt Tiiiit Tiiiit
Anna menoleh ke samping, tapi tiba-tiba sebuah tangan merangkulnya. Membawa tubuhnya mundur beberapa langkah tepat saat sebuah mobil menabrak pembatas jalan hingga ringsek.
Dimana ia sempat berdiri tepat di sana, Anna cukup kaget melihat mobil oleng itu kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Tapi rasa kagetnya tak cukup hanya sampai di situ.
" Kau baik-baik saja? " tanya orang yang telah menolong nya.
" Aku... aku... " Anna tak bisa menjawab.
Di depan matanya Rocky berdiri dan masih merangkulnya, bagaimana mungkin ia bisa bertemu Rocky dalam keadaan seperti ini?.
Dengan cepat kerumunan orang mulai berdatangan menghampiri mereka dan mobil itu, melihat keadaan Anna dan memastikan orang yang membawa mobil itu.
" Apa kau baik-baik saja? " tanya semua orang padanya.
Anna hanya bisa mengangguk setelah Rocky melepaskan dirinya, beberapa orang berbaik hati memberinya minum dan membiarkannya menenangkan diri. Namun saat kerumunan orang itu mulai pergi Anna baru sadar Rocky juga ikut menghilang.
Meski masih syok Anna segera berlari mencari Rocky tapi ia tak bisa menemukannya dimana pun, pada akhirnya ia menyerah dan memutuskan untuk pulang.
Setibanya di rumah Anna melewatkan makan malam dan hanya meminta segelas susu hangat, ia tak berminat makan hanya ditemani Reinner. Jack, Shigima, Ken dan Ryu tak pulang malam itu karena memiliki banyak pekerjaan. Reinner pun tak ambil pusing dengan hal itu, ia tetap makan di ruang makan seperti biasa meski hanya seorang diri.
Tuk Tuk Tuk
" Masuk "
" Nona, ini susu yang anda minta " ucap seorang pelayan.
" Terimakasih, kau bisa menaruhnya di meja " jawab Anna.
" Baik ".
Sang pelayan menaruh di tempat yang di katakan dan menutup pintu setelah keluar. Malam itu rembulan terlihat cantik dengan bentuknya yang bulat sempurna, bahkan cahayanya terang hingga masuk ke kamarnya lewat jendela yang sengaja ia buka.
Di bulan itu Anna mencoba mengingat kembali pada peristiwa yang terjadi secepat kilat. Ia yakin saat itu ia berjalan sendiri dan tak ada seorang pun di trotoar, namun sedetik sebelum mobil itu menghantam pembatas jalan tiba-tiba Rocky menariknya mundur sehingga ia selamat.
Yang membuat ia bingung dari mana datangnya Rocky? kenapa ia bisa tiba-tiba berada di sampingnya? dengan ingatannya yang masih bagus ia yakin pula pria itu memang Rocky.
" Tapi.... ia terlihat seperti tidak mengenalku " gumamnya sadar saat Rocky langsung menghilang begitu saja.
" Perasaan apa ini? mengapa tiba-tiba aku merasakan hal yang begitu kuat? ".
Anna bergidig, ia ingat pertama kali bertemu Rocky di acara fashion show. Saat itu pun Rocky dapat menangkap nampan yang jatuh dengan sempurna.
Rasa penasaran di hatinya sudah tak tertahankan, ia harus mencari tahu. Anna berlari keluar kamar mencari satu-satunya kakak yang ada di rumah. Tak butuh waktu lama ia menemukan Reinner di dalam kamarnya.
" Rei, apa kau sedang sibuk? " tanya Anna serta merta.
" Astaga, bisakah kau mengetuk pintu? " tanya Reinner kaget.
" Pintu mu terbuka " jawab Anna.
" Meski begitu kau harus tetap mengetuk "
" Sudahlah aku tidak punya waktu buat itu " ucap Anna masuk ke dalam kamar.
" Dasar kau ini, memangnya kau mau apa? "
" Aku ingin meminjam komputer mu "
" Komputer? untuk apa? " tanya Reinner sedikit heran.
" Sudahlah, ada hal yang harus aku periksa. Aku hanya pinjam sebentar " jawab Anna cepat.
" Kau ini, kenapa selalu menggangguku sih! " teriak Reinner kesal.
" Kau mau pinjamkan tidak? " balas Anna teriak.
Reinner seketika tutup mulut, ia sadar Anna sedang marah dan entah apa yang membuatnya seperti itu. Reinner hanya menunjukkan dengan matanya namun Anna cukup mengerti dengan ikut menoleh ke arah mata Reinner tertuju.
Ia segera duduk di meja belajar Reinner, menghidupkan komputer dan mulai membuka Google. Dalam laman itu ia mengetik.
TELEPORTASI.
Two Worlds