Rara Raina Sunjaya. seorang Nona besar di keluarga Sunjaya.
Rara tidak menyangka akan nasib hidup nya yang berakhir di sebuah pulau yang usia nya lebih dari ratusan tahun. pulau itu di kenal sebagai pulau vampier pada masa nya nanun setelahnya pulau itu di kenal sebagai pulau rindang dan sudah berabad-abad semua yang melewati pulau itu di larang mendekat atau memasuki pulau tersebut di karnakan setiap orang yang mendekati atau memasuki pulau, maka tidak akan bisa kembali lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 32
setelah Afkar, mengobati, Rara. ia membawanya untuk berjalan keluar istana menghirup udara segar.
sedangkan Aidan, tidak mengetahui bahwa, Rara. pergi bersama, Afkar.
"Apa, kita akan jalan-jalan!" tanya Rara, dengan semangat. ia sangat senang. saat Afkar, membawanya pergi keluar isatana.
hanya tersemyum kecil, Afkar. mengagguk pada Rara.
"Ah, aku senang sekali, terima kasih. Afkar, kau teman yang sangat baik!"
merasa sedikit kecewa, saat Rara, memyebut dirinya hanya teman.
"Apa, kita hanya teman!" Afkar, menghentikan langkahnya. raut wajah kecewa sangat terlihat di wajahnya. sampai membuat Rara, ke bingungan. dengan apa yang terjadi pada Afkar.
"Eh? apa yang kau katakan, Afkar?" balas Rara, tidak mengerti masud perkataannya.
"Apa, kau tidak memiliki sedikit rasa suka terhadapku!?"
"Eh? ah, ternyata itu makudmu! tentu saja aku sangat suka denganmu, Afkar." sedikit merasa senang dengan apa yang di ucapkan Rara, namun mendnegar kalimat terahir ia semakin kecewa.
"Krena, kau adalah teman dan orang pertama yang menyelamatkan ku saat itu! kita adalah teman," dengan lantang Rara, mengatakan pikirannya tanpa mengerti sesorang telah tersakiti.
"Ah, ternyata begitu! jadi apa kau sudah memiliki orang yang kau cintai di duniamu?" tanya Afkar, mengalihkan percakapan yang membuatnya sakit.
mendengar pertanyaan dari Afkar, seketika wajah Rara, memerah, kembali mengingat Aidan, ia juga teringat kalau ia baru saja menyatakan cinta, pada pria dingin itu.
ahhh, memalukan, kenapa Afkar, mennayakan soal pacar? tapi. apa aku dia sudah termasuk pacaran, emm? sepertinya begita kita hampir.. aaaa, sialan dia bahkan sembarangan memanggilku sayang.
Rara, terhanyut dalam pikiran dan hayalannya.
melihat reaksi Rara, Afkar, sudah mengerti kalau sudah ada pria lain di hati, gadis penakluknya.
ia menghela nafas panjang, lalu tersenyum menyerah.
aku rasa, dia sudah memilikinya di dunianya. bukankah tidak ada yang menang antara aku dan kaka.
Afkar, sedikit tersenyum lega meski sebenarnya sakit, karena pikirnya, Rara, memiliki cinta di nunianya. dan bukan terikat dengan sang kaka, yang hanya memanfaatkan dirinya sejak awal.
"Hey, sudahlah, jangan menghayalkan nya terus, jika tidak kekasihmu di sana akan jatuh tersandung akbita seseorang merindukannya di sini."
di sisi lain. Aidan yang sedang berjalan menuju kamar Rara, ia hampir saja tersandung dan jatuh.
"eh? hahaha, itu akan sangat lucu jika pria itu bisa tersandung! tidak terbayang jika raja sialan itu tersandung hihihi." Rara, tertawa cekikikan sendiri.
ahh, iya.
" Afkar, plisss berikan ponselku!" Rara, berbalik menghalangi jalannya, lalu memohon meminta ponsel miliknya, pada Afkar.
"Eh? hisss, ternyata masih ingat dengan benda itu!"
"ini, aku kembalikan, ponselmu," Afkar, melempar ponesl Rara, padanya.
"oh, ponselku, sebaiknya aku mengeceknya nanti saja setelah pulang, ehem! terimakasih."
mendapatkan ponselnya kembali, ia sangat senang dan langsung menggengamnya erat-erat agar tidak hilang lagi.
Satu jam berlalu.
mereka kembali ke istana saat lumayan lama pergi ke kota untuk berjalan-jalan.
ketika di depan gerbang istana, seorang pengawal. mengehntikan mereka dan berbisik pada, Afkar, yang seketika expresinya berubah saat pengawal itu membisikan sesuatu padanya.
Melihat expresi, Afkar, yang tiba-tiba berubah, membuat Rara, di hujani rasa penasaran. ia berniat bertanya setelah pengawal istana pergi.
namun ternyata,
"Rara, kau kembalilah ke dalam lebih dulu, aku sedikit ada urusan yang mendesak! dan bawa ini jangan pernah kau melepasnya dari tubuhmu ingat. kau bisa melawan siapa pun, tapi jangan percaya dengan siapa pun di istana ini,"
"Rara, kali ini mungkin akan sedikit ada ke kacauan besar. jika aku dan yang mulia Raja, tidak datang untukmu, segeralah pergi ke desa darah. melewati rung bawah tanah, yang berada di bawah ranjang tempat tidurmu.." sejenak Afkar, tercengang melihat Rara, tersentak saat ia mendengar Aidan, sedang dalam maslah.
"Apa, aku salah dalam berfikir kali ini, tapi kau tenang saja, yang mulia orang yang kuat! ia akan baik-baik saja! aku akan pergi, jaga dirimu!" Afkar, mengusap lembut pipi, Rara yang saat iti masih terpaku. dengan tatapan syok nya.
*Aidan, apa yang terjadi dengannya. apa dia dalam ke sulitan saat ini! aku.. aku harus menolongnya*.
merasa sangat kahwatir dengan Aidan. ia berniat mengikuti Afkar, tapi di halangai oleh salah seorang pengawal lainnya dan membewanya ke ruangan istirahatnya.
BERSAMBUNG...
be like gw yang udah baca ni novel 3× 🗿