Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Mas,,."Panggil Safira, lalu berjalan ke arah Juna,.",, Eh Brian, lama baru ketemu,, apa kabar...???? Tanya Safira,, saat menoleh ke arah Brian..
"Baik.. Kalau kamu...??? Ouh yah Fir, mami nyariin kamu, kata nya dia rindu.." Ucap Brian,.
"Baik, alhamdulillah.. Ouh yah salam sama mami,, kalau ada waktu, aku usahain ke butik mami deh, kalau begitu aku pamit yah,.", Ayo mas,.."Ajak Safira ke Juna,...
Hhhmm ia sayang.."Jawab Juna, lalu mengambil alih semua belanjaan yang Safira genggam.."
Di perjalanan, hanya keheningan yang terjadi, Safira maupun Juna, sama sama terlarut dengan pikiran nya.. Membuat kedua nya saling berdiam.. Apa tadi Safira mendengar ucapan Brian.."Batin Juna,.." Yaah, kini Juna merasa khawatir, takut jika Safira mendengar ucapa Brian tadi..
Sedangkan Safira juga terdiam dengan pimikiran yang terus berkelana.. "Apa maksud ucapan Brian tadi,.. Apakah mas juna......??? Acchhhhkkk tidak mungkin, mending ku tanya kan langsung ke mas Juna,."
Mas...."Ucap Safira memecah keheningan.."
"Iya ada apa sayang....?????"
Mas, tadi apa yang mas bicarakan dengan Brian...???, Apa mas dan Brian saling mengenal...???"Tanya Safira penasaran,."
Hhhmmmm itu, hanya sekedar saling menyapa,,"Ucap Juna terbata.",. Dan aku mengenal Brian karna sering melihat mu dulu bersama nya..
Ouh,, aku kira ada hal lain yang mas dan Brian katakan.."
Tidak ada.."Jawab Juna"...
Tak terasa kini mobil yang mereka tumpangi akhirnya telah tiba di rumah, dan dengan tanpa di suruh Juna turun dari mobil dan berjalan memutari lalu membuka pintu mobil dan membatu Safira untuk turun.."Makasih mas,",. Ucap Safira tulus.
"Sama sama sayang .. Ouh ya, sekarang aku berangkat yah.. Jangan lupa jaga Zahra dengan baik, dan jika ada waktu lebih nanti aku yang menjemput Alira.."
Cup.. Juna mencium kening Safira lalu segerah pergi ke RS,.
Aku tahu mas, pasti ada hal yang kau sembunyikan dari ku.. Dan jika kau tidak ingin menceritakan nya,, jangan salah kan diri ku, jika aku mencari tahu tentang sesuatu yang kau tutupi dariku..
...🍂🍂🍂...
Saat ini Safira sedang menuju ke sekolah Alira untuk menjemput anak sambung kesanyangan nya, karna tadi Juna menelpon jika ia sibuk tidak bisa menjemput Alira di sekolah, jadi Safira memutuskan untuk menjemput anak nya..
Bunda......!!!!! Teriak Alira sambil berlarih ke arah bunda nya..
Sayang jangan berlarih nanti kau terjatuh.. "Ucap Safira,." Tunggu sayang, kenapa wajah mu sangat pucat, apa kau sakit...??????
Bunda,, kepala Alira sangat pusing.. Bunda tolong antar Alira ke rumah sakit,, Alira ingin ayah mengobatiku.."Pinta Alira,.",
"Ya sayang sekarang kita ke rumah sakit.. Bunda sangat khawatir melihat mu seperti ini.."
Di perjalanan,, Safira terus saja bertanya tentang keadaan Alira,, namun Alira hanya menjawab yang penting penting saja.. Karna Alira takut jika bunda nya mengetahui semuanya..
Sayang yang mana yang sakit....???"Tanya Safira yang mulai panik."
Bunda, apa jika Alira sakit bunda akan meninggalkan Alira...????
"Kenapa berbicara seperti itu sayang,, tentu saja bunda selalu berada di sisi mu.."
Terima kasih bunda,,, Alira sayang bunda..
Dan tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi kini telah berada di parkiran rumah sakit, dan dengan cepat Safira menggendong anak nya masuk ke dalam untuk di tangani.. "Dok saya titip anak saya dulu, karna ingin memanggil suami saya dulu.." Ucap Safira dan di ia kan oleh dokter yang memeriksa Alira ."
Dengan segera Safira berjalan ke ruangan mas Juna dan saat Safira membuka pintu ruangan Juna secara perlahan,, Safira mendengar Juna sedang berbicara dengan seseorang..
Jadi apa lo udah kembali sama istri lo...???"Ucap seorang pria yang tak lain teman Juna,."
Hhhhmmmm...
Lo yakin ngak ada cinta sama istri lo...???
"Gue yakin,, tidak ada cinta.. Karna cinta gue udah terkubur dengan Maharani istri gue.."
Terus, buat apa lo ngajak dia balikan...??? Lo ngak kasihan apa, ngantungin dia...???
Hanya ini alasan yang tepat, lo tahu kan Alira sedang sakit.. Dia butuh pendonor sumsum tulang belakan, dan kebetulan sumsum Safira cocok untuk Alira..(Dulu waktu Safira melahirkan Juna mengetes tanpa sepengetahuan Safira.)
"Tapi ngak gini juga kali Juna... Ini sama hal nya lo nyakitin dia.. Gue lihat sendiri dia sayang sama anak lo.. Gue yakin tanpa lo nginiin dia bakalan donorin.."
Seketika kaki Safira melemas mendengar percakapan Juna dan temanya itu.. Dengan langkah gontai Safira berjalan menuju taman rumah sakit, dan mendudukkan dirinya di bangku taman tersebut..
Hiikkkssssssss,,, kau jahat mas,.. Ternyata perlakuan mu padaku hanya sebatas ingin meminta sesuatu dari ku.. Kau sangat jahat,, hiksssssss... Dan bodoh nya aku yang dengan mudah nya percaya dengan bujuk rayu mu... Safira terus saja menangis di taman, dan sekejap ia lupa akan Alira yang sedang menunggu nya..