NovelToon NovelToon
To Be New Yiyi

To Be New Yiyi

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:184.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgi

Sinopsis

Pernah tidak kepikiran kalau saja kalian punya ilmu yang tiada tanding di alam lain? Ya... kita mungkin tidak pernah kepikiran sampai ke sana, tapi ini beda dengan yang di alami oleh Tan Xiao Yi. Di kehidupannya saat ini dia adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak dan sebagai istri dari seorang pengusaha yang cukup sukses.
Hingga suatu ketika pada saat malam tiba, dia langsung pindah ke dimensi alam lain yaitu era 700 masehi masa Dinasti Tang. Disanalah dia memasuki ke dalam tubuh seorang gadis cantik bernama Yiyi.
Bagaimana kehidupan dia disana sebagai Yiyi? Apakah dia bisa kembali ke alam nyatanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam pertama Mo Yan

"Yiyi, aku mencarimu kemana-mana, ternyata kau disini," ucap Mo Yan yang sangat khawatir padaku.

"Rambutmu?" tanyaku yang bingung sendiri dengan perubahan warna rambutnya yang sudah normal kembali.

Dia memegang rambutnya dengan wajah kebingungan. "Ada apa dengan rambutku?" tanyanya penasaran.

"Kenapa kau ada di sini? Bukankah kau sedang menikah?" tanyaku penasaran juga.

"Kenapa aku ada di sini?" tanyanya yang mengulang dari pertanyaanku. Kedua tangannya memegang pundakku. "Aku mencarimu, kau tidak ada di sana," katanya sambil menahan emosi.

Aku tidak bisa berkata apa-apa, karena aku tidak tahu apakah dia sudah benar-benar ingat padaku atau akan menjadi orang yang berbeda lagi.

"Kenapa diam?" tanyanya yang tidak sabar menunggu jawabanku.

"Aku... aku..." tanpa terasa air mataku keluar membasahi pipiku.

"Kenapa kau menangis?" tanyanya sambil memelukku erat.

Tanpa terasa air mataku tumpah dipelukkannya. Ada rasa kangen yang luar biasa akhirnya bisa terlampiaskan sekarang.

"Jangan menangis lagi! Aku tidak akan meninggalkanmu," katanya sambil menenangkanku.

Dia meregangkan pelukkannya dan menatapku yang masih sedih. Dia menyeka air mataku dan mencium keningku dengan lembut. Kemudian kami berpelukkan kembali sambil melepas rindu.

"Kau meninggalkan acara pernikahanmu?" tanyaku pelan.

"Aku tidak tahu kalau aku sedang menikah dan untungnya saja itu belum sah, karena kami belum sempat di doakan dan belum saling meneguk arak pernikahan," jawabnya. Dia melepaskan pelukkannya dan memegang kedua pundakku lagi. "Kau membiarkan aku menikah dengan wanita lain? Sungguh lancang dirimu!" ujarnya sambil menatapku marah.

Aku menunduk tak berani menatapnya. "Aku... aku...tidak tahu harus bagaimana karena aku tidak tahu cara menyembuhkanmu."

"Tapi kan.... bukan berarti kamu tinggalkan aku begitu saja dengan wanita lain. Lakukan dengan cara apapun untuk mencegahnya," katanya yang masih marah-marah. "Kau harus dihukum sekarang karena sudah berani memberikan suamimu kepada wanita lain," katanya sambil membawaku terbang ke atas dengan ilmu ringan tubuhnya.

Mo Yan memelukku sambil berputar-putar (dengan gerakan lambat seperti di film-film) di atas dan kami berhenti di atas danau yang disinari cahaya bulan. Dia menjatuhkan tubuh kami ke dalam air sambil menciumku. Ciuman yang romantis di bawah sinar rembulan. Mo Yan masih mengenakan pakaian hanfu pengantinnya yang merah dan rambutku yang terikat ke atas telah di gerai olehnya.

ini ilustrasinya

"Kenapa suhu badanmu terasa panas? Padahal kan kita di dalam air," tanyaku heran.

"Entahlah! Aku rasa... ini sudah waktunya kau membantuku," katanya sambil membawaku terbang dan secepat kilat sudah sampai di sebuah penginapan.

Kami di sambut oleh seorang pria tua yang berpakaian sederhana sedang berdiri di dekat pintu masuk.

"Nngg... tuan... ada yang bisa ku bantu?" tanya pria tersebut sambil tersenyum ramah.

"Siapkan sebuah kamar untuk kami berdua!" titah Mo Yan sambil memberikan dua tael perak besar pada pria itu.

"Baiklah, tuan! Silahkan masuk!" katanya yang mempersilahkan kami masuk ke dalam. "Seseorang, ada tamu disini," panggilnya pada seorang pelayannya.

"Ya, tuan!" jawab seorang pelayan dengan tergesa-gesa menghampiri pria tadi.

"Bawa tuan dan istrinya ke kamar atas!" titah pria tersebut pada pelayannya.

"Baik, tuan! Mari, silahkan ikuti saya!" katanya sopan pada kami.

Kami mengikutinya dari belakang dengan pakaian kami yang setengah basah. Setelah menaiki anak tangga ke atas, sampailah kami pada sebuah kamar yang lumayan luas dan rapi.

"Tuan, nyonya, ini kamar kalian!" tunjuknya pada sebuah kamar kosong.

"Terima kasih. Ini!" seru Mo Yan sambil memberinya beberapa koin sebagai uang tipsnya.

"Wah... terima kasih, tuan!" ujarnya dengan mata berbinar-binar saat menerima uang koin di telapak tangannya.

"Oh ya, belikan kami pakaian di dekat sini, karena pakaian kami sudah basah dan tidak bawa pengganti!' titah Mo Yan padanya sambil memberinya satu tael emas besar.

"Ba.. baik, tuan!" katanya seraya menjalankan perintah Mo Yan.

Mo Yan segera menutup pintu kamarnya. Dia meredupkan beberapa lilin yang ada di kamar, sehingga cahaya dalam kamar terlihat remang-remang.

"Aarrghhh...." erangnya seperti merasakan kesakitan di dalam tubuhnya.

"Kau kenapa lagi?" tanyaku cemas.

Dia menatapku tajam dan menggendongku dengan gaya bridal style ke atas ranjang. Dia membaringkan tubuhku perlahan dan dia mengunci tubuhku dengan kekuatannya.

"Yiyi, sekarang kau harus membantuku dan jangan menolak!" serunya sambil menatapku dengan mata sayu dan nafasnya yang berhawa panas.

"Kau sakit?" tanyaku cemas.

"Iya. Rasanya sangat panas dan sakit di seluruh syarafku. Sudah tidak ada waktu lagi, kau harus membantuku sekarang."

"Ta... tapi.. bagaimana? Aku tidak tahu caranya," kataku bingung.

Dia tersenyum padaku dan tanpa aba-aba dia menciumku secara liar. Sangat liar seperti singa kelaparan. Seluruh wajahku penuh dengan bekas ciumannya. Yang kemudian turun ke jenjang leherku dan tangannya dengan gesit sudah membuka tali hanfuku. Setelah pakaianku terbuka, dia pun membuka seluruh pakaiannya tanpa meninggalkan satu kain pun di tubuhnya. Yang aku lihat di depanku sekarang adalah Mo Yan yang bertubuh atletis dan beringas. Dia menerkamku tanpa ampun. Aku tidak diberi kesempatan untuk kabur sampai-sampai tubuhku kelelahan dan tidur dengan sendirinya sehingga tidak tahu lagi kelanjutannya.

Beberapa saat kemudian, aku terbangun dari tidurku dan menemukannya sedang duduk di atas meja sambil merapikan rambutnya. Mo Yan masih terlihat tampan dengan pakaiannya yang tidak terlalu rapi.

ini ilustrasinya

"Sudah bangun?" tanyanya padaku yang masih merapikan rambutnya.

"Ya," jawabku yang masih menutupi tubuhku dengan selimut, karena tubuhku tanpa busana.

"Ini masih tengah malam, apa kau lapar?"

"Mm.." jawabku sambil mengangguk.

Dengan gayanya yang cool, dia datang menghampiriku dengan posisiku yang sudah duduk dan masih tertutup rapat oleh selimut. Dia menatapku sambil tersenyum manis dan mengecup keningku lembut.

"Aku akan cari makan untukmu."

'Tok..tok..tok..' suara ketukan pintu kamarku.

Mo Yan membuka pintu kamar perlahan dengan sedikit mengintip keluar dan bersikap waspada.

"Tuan, ini pakaian yang tuan minta," kata si pelayan sambil menyerahkan dua pakaian di tangannya.

"Terima kasih," ucap Mo Yan sambil menerimanya dan menutup pintunya kembali.

Dia memberikan pakaian wanita padaku. Sementara dia langsung ganti dengan pakaian barunya di depanku.

"Aaaa..." teriakku saat melihatnya sudah telanjang dada di depanku.

"Kau kenapa?" tanyanya bingung.

"Kau mau apa?" tanyaku dengan mata melotot.

"Aku mau ganti pakaian," jawabnya polos.

"Hah?"

"Kau ini... Untuk apa malu? Bukankah kau sudah merasakan tubuhku juga?" tanyanya sambil menggodaku. "Apa masih belum puas?" ledeknya lagi.

"Jangan! Ku peringatkan, jangan lakukan itu lagi!" ujarku waspada.

"Hahahaha.... Cepatlah pakai pakaianmu! Aku akan keluar sebentar cari makanan untuk mengganjal perut kita," katanya sambil mengenakan pakaiannya dan bergegas keluar.

Setelah Mo Yan tidak berada di kamar, aku langsung mengenakan pakaian baruku dan mengikat sederhana rambutku dengan seutas kain.

'Aduh... kenapa sakit begini sih? Badan rasanya mau rontok juga. Dasar si Mo Yan!' marahku dalam hati.

1
Ibuk'e Denia
aq mampir thor
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Ini balas dendam nya kapan ya?
Bukan nya cpet2 slesaiin misi, emang ga mikir ninggalin suami n anak2 di dunia modern
ucan
bagus banget ceritanya thor
Virgi: terima kasih😻
total 1 replies
Sri Tati
Luar biasa
nuke
payah masa pake jampi2 segala
IndraAsya
next 💪💪💪😘😘😘
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘 😘😘
Natsuki
Wihhh keren "..... 😎
Rani Wardanan
setidaknya mereka diberikan keturunanlah..
Mio mio
semangat kak
Anifka Widha
bukan ngontrak say tapi ngekos
Anifka Widha
tuh kan apa kubilang jampi jampi alias pelet ikan
LilyArni
selir sampe 6 ckckckck.....
Ria Diana Santi
Boom like untuk mu Thor!

Makasih banyak ya buat support mu pada karya ku! ❤️🤗😘
Ria Diana Santi: Sama²...
total 2 replies
Indri Satria
thor semangat
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"Kaisar Rubah"
thanks 🦋🦋🦋
total 1 replies
Rusmina Hz
semangat Thor
Virgi: terima kasih🙏
total 1 replies
Rusmina Hz
ok lanjut
Rusmina Hz
semangat thor
Raina Yuni Apriani
aduhhhh peran nya bodoh banget sih udah tau selir itu jahat masih mau ngebantuin mana katanya mau bales demdam uhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!