Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!
Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.
Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.
Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.
Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 31 (Apa!! Tu-tunggu...!)
Tetapi ketika mereka sudah sampai di dalam rumah....
"Sasya! Darimana saja kamu sebenarnya?" tanya Surya.
"A-aku jalan jalan dengan Kakak," ucap Sasya berbohong.
"Kamu berbohong!!" seru Surya marah.
"Papa, Sasya tadi mengantarku pergi ke Mall buat beli buku sambil jalan-jalan bersama. Tadi kan sudah berpamitan dengan Papa," ucap Rasya membela Sasya.
"Kamu jangan membela dia Rasya! Kalau kamu tidak mau mengaku, biarkan calon suamimu sendiri yang akan kesini dan membongkarnya!" seru Surya.
Tak lama setelah itu, Xander tiba di rumah Sasya dengan ditemani oleh asistennya.
"Kenapa kamu membuatku sangat marah hari ini?" tanya Xander menatap marah kearah Sasya.
"A-ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Sasya yang sedikit gerogi.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu masih bersamanya!!" seru Xander yang kesal.
"Bersamanya? Maksud kamu?" tanya Sasya yang tidak mengerti.
"Kenapa kamu masih bertemu dengan Sadam?" tanya Xander sambil menatap tajam.
"Ba-bagaimana kamu tau?" tanya Sasya panik.
"Kamu tidak perlu tau! Sekarang jawablah pertanyaanku!" seru Xander.
"A-aku, aku hanya memutuskan hubungan dengannya," jawab Sasya.
"Lantas kenapa kamu berpelukan dengannya?" tanya lagi Xander.
"Berpelukan? Aku tidak berpelukan dengannya. Aku hanya bertemu saja dengannya dan memutuskan hubunganku," jawab Sasya.
"Marko! Keluarkan semua foto itu!" seru Xander memerintah asistennya. Marko pun langsung memberikan foto yang di maksud kepada Xander.
"Ini tuan," ucap Marko.
"Lihat apa ini!!" seru Xander melempar foto-foto Sasya dengan Sadam di atas meja. Sebenarnya ia tersulut emosi ketika melihat foto Sasya dengan Sadam, tetapi masih di tahan olehnya.
"Hah!! Ini bukan seperti yang kamu pikirkan Xander. Ini hanya...," ucap Sasya terpotong.
"Acara pertunangan kita akan di ajukan 10 hari lagi!" ucap Xander lalu melangkah pergi.
"Apa!! Tu-tunggu Xander tunggu!! Itu hanya foto, dan kejadian itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku mohon jangan ajukan acaranya ya... Kita kan belum sangat mengenal juga," ucap Sasya menghentikan langkah dari Xander.
"Itu sebagai hukumanmu karena membuatku marah! Dan hukuman itu agar kamu segera menjadi milikku! Jangan harap aku berubah pikiran, dan jangan membantah lagi!" seru Xander tak terbantahkan. Lalu ia pergi kembali ke kantornya bersama asistennya, Marko.
"Pa... Tolong Sasya!!" seru Sasya sambil memohon.
"Ayo Rasya, kita juga harus segera berangkat," ucap Surya kepada Rasya, yang tidak mempedulikan Sasya.
"Ma...!!" Menoleh ke Sita.
"Maaf sayang," ucap Sita menggelengkan kepala, memberi tau kalau dirinya tidak bisa melakukan apapun.
"Kenapa tidak ada yang mempercayaiku!!" gumam Sasya sambil mulai menangis.
"Sebaiknya kamu segera istirahatlah di kamar," ucap Sita lalu meninggalkan Sasya.
Lalu Sasya pun berjalan menuju kamarnya dengan lesu dan pikiran berkecambuk.
"Apa yang harus ku lakukan? Kenapa menjadi seperti ini? Aku telah melepaskan Sadam, tetapi kenapa aku yang seperti terlihat salah!!" gumam Sasya kepada dirinya sendiri.
Tak lama setelah Sasya bergelut dengan pikirannya, ada notif grup dari ponsel Sasya.
...Yang artinya, mereka sudah tau masalah dari Sasya dengan Sadam barusan. Lalu mereka langsung menambahkan Sasya lagi, ke grup berisi semua sahabatnya itu....
"Yakin loe, kalau Sadam dengan Sasya sudah putus?" tanya Ani di percakapan grup ponselnya.
"Iya suer deh, gue barusan di bilangin Brylee. Katanya dia sekarang lagi nemenin si Sadam yang depresi berat!" terang Belva di percakapan tersebut.
"Lebih baik kita tanya ke Sasya langsung saja," sahut Ceysa.
"Dia mungkin masih bersedih guys, mending jangan di tanya dan jangan di ganggu dulu," ucap Belva.
"Iya benar. Aku harap Sasya baik-baik saja sekarang," ucap Ceysa.
Sasya yang melihat percakapan mereka, sontak mengingatkan kejadian tadi waktu bersama Sadam, ketika ia mengakhiri hubungan bersamanya. Membuatnya merasa ingin menangis lagi.
Sasya pun menangis dalam diam, hingga ia merasa capek dan tertidur.
smoga seru.
Vote Done.
Semangat