NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:876
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemunculan Kembali Cinta Pertama

"Tuan mau coba cokelat panas?" tanya Lia pada Ren saat Ren hendak beranjak dari kursinya.

"Tidak perlu," jawab Ren lalu berlalu menuju kamarnya. Lia menghela napas panjang.

"Baiklah. Sepertinya saya memang harus menghabiskan malam sendirian," gumam Lia sambil membersihkan meja makan.

Ren masuk ke kamarnya. Dia meraih ponselnya, mencari lagu yang didengarkan Lia sedari kemarin.

"Dearest Love. Apa tadi nama penyanyinya?" gumam Ren sambil mengetik beberapa huruf yang mungkin akan terbaca oleh sistem pencarian web.

"Mungkin ini," gumam Ren sambil mengklik lagu yang menurutnya benar.

Suara vokal yang dramatis membuka lagu, meninggalkan kesan menyayat yang dalam.

"Dia memang punya selera yang unik," gumam Ren sambil terus mendengarkan lagu itu sambil merebahkan tubuhnya.

"Prang!"

Suara sesuatu yang pecah mengejutkan Ren. Ren segera bangun dan berlari menuju sumber suara. Lia terlihat berjongkok di dekat kulkas.

"Ada apa?" tanya Ren sambil berjongkok di dekat Lia.

"Ah! Maaf, Tuan Muda. Saya akan bereskan ini. Tiba-tiba saja gelasnya melorot. Aneh," kata Lia sambil terkekeh kikuk dan membereskan pecahan gelas.

Ren melirik ke ponsel Lia yang kebetulan terletak di lantai tak jauh dari tempat Ren berjongkok. Ada satu nomor disana. Tak ada namanya. Foto seorang pria terpampang sebagai foto profilnya. Sebuah pesan singkat masih terbuka. Ren dapat membacanya.

Aku dengar kamu menikah dengan Tuan Muda Damaris. Selamat! Aku senang kamu akhirnya menemukan kebahagiaan. Sekali lagi selamat!

Pesan itu diikuti stiker ucapan selamat dan wajah terharu.

"Ah!"

Ren menoleh ke arah Lia. Ren dapat melihat darah keluar dari jari telunjuk Lia. Ren segera menarik tangan Lia dan membalutnya dengan kaos yang dikenakan Ren.

"Eh? Tuan, kaos Anda..."

"Tak masalah. Noda darah mudah hilang," kata Ren dingin. Lia tersenyum.

Setelah beberapa detik, Ren melihat jari Lia. Darahnya sudah berhenti.

"Ayo,"

"Eh? Tapi, ini..."

"Biar saya yang bereskan," kata Ren sambil menarik tangan Lia.

"Eh?"

Meski bingung, Lia menurut, mengikuti langkah Ren menuju meja makan.

"Tunggu disini," kata Ren lalu berlalu menuju kotak obat di samping tv.

Ren membawa plester luka dan menempelkannya ke jari Lia yang terluka.

"Terimakasih," ucap Lia saat Ren membalutkan plester ke jarinya.

Ren hanya terdiam lalu menuju ke depan kulkas untuk membereskan sisa pecahan gelas yang masih ada. Ren melirik ke arah ponsel Lia yang masih tergeletak di lantai. Layarnya sudah mati. Ren mengambil ponsel Lia.

'Siapa yang mengirim dia pesan singkat seperti itu. Dari foto profilnya... seorang pria,'

***

Lia menatap jari telunjuknya yang dibalut plester luka. Semalam, dia cukup terkejut membuka sebuah pesan singkat dari nomor asing dengan foto Radit sebagai profilnya.

"Darimana Kak Radit tahu nomor baruku? Lidia?" gumam Lia sambil menatap jari telunjuknya di belakang kemudi Bumble-beenya.

Pagi ini, Lia berangkat lebih awal. Setelah menyiapkan sarapan untuk Ren, Lia menuliskan sebuah pesan di meja makan dan berangkat.

"Semoga Tuan Muda memakannya," gumam Lia sambil melajukan mobilnya perlahan meninggalkan area parkir apartemen.

Sementara itu, Ren keluar dari kamarnya dengan rasa heran. Apartemennya terasa begitu sepi. Ren berjalan menuju meja makan sambil mengancingkan lengan kemejanya. Di atas meja sudah tersedia menu sarapan untuknya dan secarik memo kecil dengan tulisan tangan seseorang.

Maaf, Tuan Muda, saya berangkat lebih awal. Ada tamu penting yang akan datang ke hotel pagi ini. Saya harus ikut menyambutnya. Saya sudah siapkan sarapannya. Semoga sandwich salmon cocok dengan selera Anda. Oh ya! Maaf saya ganti kopi Anda dengan susu. Saya takut kopi Anda jadi dingin. Selamat menikmati.

^^^—Lia—^^^

Ren tersenyum tipis membaca memo kecil itu. Ren melipat memo itu lalu menyimpannya di saku kemejanya sambil menatap dua potong sandwich di atas piring.

"Sandwich salmon?" gumam Ren sambil menarik kursi makan dan duduk.

Ren menatap irisan salmon asap berwarna jingga lembut bertumpuk di antara dua lapis roti sourdough yang dipanggang keemasan dengan daun selada segar dan irisan tomat. Aroma mentega dan rempah-rempah tipis menguar, menggelitik indera penciuman Ren.

Ren menyantap sandwichnya. Kedua alisnya terangkat saat gigitan pertama masuk ke mulutnya. Ren kembali menatap sandwich salmon di tangannya sambil tersenyum tipis.

'Aku rasa... aku bisa minta menu ini lagi untuk besok pagi,'

***

Lia sudah bersiap di lobi bersama beberapa staffnya untuk menyambut kedatangan interior designer kelas internasional yang sangat tersohor, Sebastian Hartmann.

Pernikahannya dengan Ren Damaris ternyata juga sangat berdampak pada bisnis hotel and resort milik ayahnya. Dalam tiga bulan terakhir, sejak Lia resmi dilamar oleh Ren, ada beberapa tamu VIP maupun VVIP yang datang untuk menginap di Lavendra Hotel.

Sebastian Hartmann dan timnya sudah terlihat berjalan memasuki hotel. Lia bersiap memasang senyum terbaiknya. Namun, seiring Tuan Hartmann dan timnya mendekat, senyum lebar Lia sedikit demi sedikit memudar. Lia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Salah satu anggota tim Tuan Hartmann membuat Lia terkejut.

"Guten Morgen, Fräulein Lavendra," sapa Tuan Hartmann dalam bahasa Jerman pada Lia sambil mengulurkan tangan membuat Lia kembali fokus dan tersenyum lebar pada Tuan Hartmann.

"Guten Morgen, Herr Hartmann," balas Lia sambil tersenyum ramah.

"Welcome. It's an honour to have you and team as our guests. We've already prepared a suite room for you. Let me show you the room," lanjut Lia sambil tersenyum ramah, berusaha profesional meski perasaannya sedang kacau.

Tuan Hartmann manggut-manggut lalu mengikuti Lia yang berjalan menunjukkan kamar yang telah disiapkan untuk tamunya tersebut.

"Radit said, you took an interior design class back then. Why did you stop?" tanya Tuan Hartmann dalam perjalanan menuju suite room, membuat napas Lia seketika berhenti. Dengan cepat Lia menguasai dirinya.

"Well, actually I took two majors at that time, and I had a bit of trouble keeping up with both of them, so I dropped out of the interior design class," jawab Lia, terdengar profesional. Tuan Hartmann manggut-manggut.

"You're such gorgeous woman! No wonder Mr. Ren chose you to be his bride," komentar Tuan Hartmann. Lia tersenyum.

"I'm flattered, Sir. Thank you,"

Radit terus memperhatikan Lia. Matanya tak bisa lepas dari wanita yang pernah menjadi juniornya, yang pernah menjadi seseorang yang spesial bagi Radit.

"This is your room, Sir. And for your team, we've prepared three rooms next to yours," kata Lia sambil menyerahkan kunci kamar pada Tuan Hartmann.

"Danke," ucap Tuan Hartman sambil menerima kunci dan membuka kamarnya.

"Enjoy your stay, Sir," ucap Lia sambil membungkuk sebelum Tuan Hartmann menutup pintu kamarnya.

Lia kemudian membagikan tiga kunci untuk tiga orang asisten Tuan Hartmann, salah satunya Radit. Lia membungkuk sopan setelah memberikan kunci kamar dan lalu berlalu pergi.

Lia menghela napas lega saat dirinya masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya kembali ke ruangannya. Saat pintu lift akan tertutup, lengan seseorang terjulur. Lia terkejut. Pintu lift kembali terbuka, menampilkan sosok yang sudah bertahun-tahun tak Lia lihat.

'Apa yang dia inginkan sekarang?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!