NovelToon NovelToon
Om Duda Come To Me!

Om Duda Come To Me!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Duda
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: neyrfly

Apa jadinya kalau Zyan, Direktur dingin yang dunianya cuma berisi angka dan rapat bosan, harus menikah dengan Alexa, mahasiswi bar-bar yang lebih sayang motor ZX-nya daripada sisir rambut?

​Zyan baru saja menduda dan bersumpah nggak mau berurusan sama drama cinta lagi. Tapi, takdir (dan paksaan orang tua) membawanya ke pelaminan bersama gadis rambut wolfcut yang hobinya nantangin maut.

​Bagi Alexa, nikah muda itu bencana. Tapi melihat wajah kaku Zyan yang kayak manekin, jiwa jahilnya meronta-ronta. Misi Alexa cuma satu: Bikin si Om kaku ini darah tinggi tiap hari sampai minta ampun! Tapi, siapa sangka, di balik tembok es Zyan, ada kehangatan yang bikin Alexa perlahan lupa cara nge-gas motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neyrfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Tiga bulan setelah tragedi di Pulau Phoenix, Jakarta kembali ceria. Hari ini adalah hari besar bagi Alexa. Sebuah bangunan megah dengan desain industri minimalis berdiri tegak di kawasan strategis. Di depannya terbentang spanduk raksasa: "GRAND OPENING: AL-Z AUTO CLINIC — Spesialis Mesin Turbo & Hati yang Patah."

Zyan benar-benar menepati janjinya. Bengkel itu bukan cuma gede, tapi isinya sudah kayak laboratorium NASA versi otomotif. Lift hidrolik paling mutakhir, alat dyno test terbaru, sampai ruang tunggu yang lebih mirip lounge hotel bintang lima.

"Alexa, tolong... kenapa pita peresmiannya harus warna pink?" Zyan berdiri di depan pintu bengkel, memakai setelan jas abu-abu yang sangat rapi. Di tangannya ada gunting emas.

"Biar kontras sama bau oli, Om! Lagian itu saran dari Mama lo, katanya biar ada aura-aura kasih sayangnya," sahut Alexa yang tampil beda hari ini. Dia memakai overall denim yang bersih, kaos putih, dan rambut yang diikat ponytail tinggi. Mukanya dipoles make-up tipis yang bikin dia kelihatan cantik maksimal tanpa kehilangan aura montirnya.

"Tapi spanduknya... kenapa ada tulisan 'Hati yang Patah'?" Zyan memijat pelipisnya.

"Ya kan strategi marketing, Om! Biar cowok-cowok yang habis diputusin pacarnya curhat ke sini sambil benerin motor. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui!"

Acara dimulai. Potong pita sukses besar. Tamu-tamu undangan dari kalangan pengusaha kolega Zyan sampai anak-anak komunitas motor tumpah ruah. Zyan dengan sabar menemani Alexa menyalami tamu satu per satu, meski dalam hati dia sudah gatal ingin menarik Alexa pulang karena banyak mata pria yang menatap istrinya dengan kagum.

Tiba-tiba, sebuah suara bariton dari arah pintu masuk menghentikan tawa Alexa.

"Lo beneran jadi bos bengkel sekarang, Lex? Kirain cuma jadi pajangan di rumah orang kaya."

Seorang pria tinggi dengan kulit sawo matang, lengan berotot yang dipenuhi tato mesin, dan wajah yang bisa dibilang "ganteng-ganteng nakal" berjalan masuk. Dia memakai jaket klub motor yang sangat legendaris di Bandung.

Alexa melongo. "G-Gavin?! Sejak kapan lo balik ke Jakarta?!"

Tanpa aba-aba, pria bernama Gavin itu langsung merangkul pundak Alexa dan mengacak-acak rambutnya dengan sangat akrab. "Baru seminggu. Gue denger montir paling jagoan se-Bandung buka bengkel di sini, ya gue mampir lah. Keren juga lo sekarang, makin cakep."

Ehem yang sangat keras terdengar dari samping mereka.

Zyan berdiri dengan tangan bersedekap, wajahnya sudah sedingin es di kutub utara. "Alexa, kamu tidak ingin memperkenalkan... tamu ini pada suamimu?"

Alexa tersentak, dia baru sadar ada "Singa" yang sedang kelaparan di sampingnya. "Oh, ini... Om, kenalin, ini Gavin. Dia senior gue pas di Bandung, dia yang ngajarin gue cara turun mesin pertama kali. Gavin, ini Zyan... suami gue."

Gavin melepaskan rangkulannya, lalu menatap Zyan dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan meremehkan. "Oh, jadi ini si Direktur itu? Kirain lebih tinggi dari gue. Halo, Pak. Makasih ya udah biayain bengkel buat Alexa. Dia emang paling bagus kalau dikasih mainan mahal."

Zyan menjabat tangan Gavin. Kekuatan cengkeraman tangan Zyan begitu kuat sampai urat-urat di punggung tangannya menonjol. "Zyan Arsalan. Dan ini bukan mainan, ini adalah bisnis istri saya. Saya harap kamu tahu batas antara 'mengajar' dan 'mengganggu' di tempat kerja orang lain."

Gavin menyeringai. "Santai, Bos. Gue sama Alexa mah udah biasa bareng. Dulu pas di Bandung, kita sering tidur di bengkel beralaskan kardus berdua kalau lagi ngejar deadline modifikasi. Ya kan, Lex?"

Alexa langsung pucat pasi. "Eh, itu... itu kan karena kecapekan, Vin! Dan kita nggak berdua doang, ada Rio juga!"

Zyan melepaskan jabat tangan itu, lalu merangkul pinggang Alexa dengan sangat posesif, menariknya merapat sampai tidak ada jarak sedikit pun. "Tidur di atas kardus memang romantis untuk masa lalu yang miskin. Tapi sekarang, Alexa sudah tidur di atas kasur sutra dengan saya. Jadi, silakan nikmati hidangannya, Tuan Gavin. Dan jangan lupa, dilarang merokok di dalam area bengkel."

Setelah acara selesai dan para tamu pulang, suasana di dalam kantor bengkel mendadak mencekam. Zyan duduk di kursi kebesaran Alexa sambil melonggarkan dasinya, sementara Alexa berdiri di depan meja kayak murid yang lagi disidang guru BK.

"Seberapa dekat kamu dengan si 'Tato Mesin' itu?" tanya Zyan tanpa menoleh.

"Duh, Om... lo cemburu ya? Gavin itu cuma temen lama! Dia itu udah kayak abang buat gue," bela Alexa.

"Abang tidak mengacak rambut adiknya di depan suaminya, Alexa. Dan abang tidak menyebut istrinya sebagai 'pajangan rumah orang kaya'," suara Zyan meninggi satu oktav. "Tiduran di kardus? Berdua? Benar-benar hebat ya masa muda kamu."

Alexa mendengus, dia malah mendekat dan duduk di pangkuan Zyan, membuat pria itu terkejut. "Om Duda... dengerin ya. Mau gue tiduran di kardus, di aspal, atau di atas pohon sama siapapun dulu, itu kan masa lalu. Sekarang yang megang 'kunci' hati gue kan cuma lo."

"Kamu belajar gombal dari mana?" Zyan mencoba tetap ketus, tapi tangannya otomatis melingkar di pinggang Alexa agar dia tidak jatuh.

"Dari lo lah! Lo kan suhu-nya gombalan berkedok kontrak bisnis!" Alexa mencubit dagu Zyan. "Gavin itu emang mulutnya sampah, tapi dia baik. Dia cuma mau ngetes lo, Om. Dan selamat, lo lulus sebagai 'Suami Paling Posesif se-Jakarta Selatan'."

Zyan menghela napas, dia menyandarkan kepalanya di bahu Alexa. "Saya hanya tidak suka melihat ada pria lain yang merasa lebih tahu tentang kamu daripada saya. Saya merasa... tersaingi."

"Tersaingi apanya? Dia montir, lo direktur. Dia pake jaket kulit bau apek, lo pake jas wangi parfum mahal. Nggak level kali, Om!"

"Tapi dia bisa benerin mesin. Saya cuma bisa ngerusak mesin kamu," gumam Zyan jujur.

Alexa tertawa ngakak. "Hahaha! Ya udah, mulai besok, lo gue kasih les privat otomotif. Gimana? Biar lo nggak kalah saing sama Gavin."

"Setuju. Tapi les-nya harus di rumah. Dan gurunya tidak boleh pake baju montir yang terlalu ketat," syarat Zyan sambil mengecup leher Alexa.

Keesokan harinya, petualangan baru dimulai. Zyan beneran dateng ke bengkel sore-sore, tapi kali ini dia nggak pake jas. Dia pake kaos polo dan celana kain biasa.

"Oke, murid pertama! Hari ini kita belajar ganti oli mesin!" seru Alexa sambil menyerahkan botol oli dan corong.

Zyan menatap mesin motor sport itu dengan serius. "Langkah pertama, buka baut pembuangan di bawah, kan?"

"Pinter! Nih, pake kunci empat belas."

Zyan mulai merangkak di bawah motor. Dia tampak sangat berkonsentrasi. Tapi namanya juga pemula, pas bautnya lepas, olinya langsung muncrat kena wajah Zyan karena dia salah posisi.

"ASTAGA! MATA SAYA!" teriak Zyan panik.

"Hahaha! Om! Makanya jangan di bawah lubangnya banget! Sini, sini!" Alexa dengan sigap mengambil lap dan membersihkan wajah Zyan.

Saat Alexa sedang asyik mengusap pipi Zyan dengan handuk kecil, Gavin tiba-tiba muncul di pintu bengkel sambil membawa dua botol kopi.

"Waduh, lagi adegan drama Korea ya? Hati-hati, Bos, oli itu panas. Jangan sampe muka gantengnya luntur, ntar Alexa nyari gantinya yang lebih 'berminyak' kayak gue."

Zyan langsung berdiri, mengusap sisa oli di wajahnya dengan gaya cool meski sebenernya matanya masih agak perih. "Oli memang panas, Gavin. Tapi hati saya jauh lebih panas melihat kamu terus-menerus muncul di sini tanpa janji temu."

Gavin tertawa. "Gue cuma mau nganterin undangan balap resmi minggu depan di Sentul. Alexa, lo harus ikut. Tim kita kurang satu pembalap di kelas 250cc. Hadiahnya gede, Lex. Cukup buat beli stok oli setahun."

Alexa matanya langsung berbinar. "Balapan resmi? Di Sentul?! Wah, mau banget—"

Alexa tiba-tiba terhenti saat melihat tatapan "Maung" dari Zyan.

"Maksud gue... tanya suami gue dulu, Vin," ujar Alexa lemas.

Zyan mengambil undangan itu dari tangan Gavin. "Sentul, ya? Baik. Alexa akan ikut. Tapi dengan satu syarat."

"Apa syaratnya, Bos?" tanya Gavin menantang.

"Saya yang akan jadi sponsor utama tim kalian. Dan semua perlengkapan keamanan Alexa, mulai dari helm sampai baju balap, saya yang tentukan standarnya. Saya tidak mau istri saya balapan pake jaket kulit rombengan kamu."

Gavin mengangkat bahu. "Oke, kesepakatan. Sampai ketemu di lintasan, Pak Direktur. Jangan lupa bawa payung, ntar kepanasan."

Gavin pergi dengan tawa kemenangan. Alexa menatap Zyan dengan penuh kagum. "Om! Serius gue boleh balapan lagi?!"

Zyan merangkul Alexa, dia menatap mata istrinya dalam-dalam. "Saya tidak ingin melarang hobimu, Alexa. Tapi saya ingin memastikan kamu adalah pembalap paling aman di dunia. Dan satu lagi..."

"Apa?"

"Saya juga akan ikut les privat balap motor. Saya tidak mau hanya jadi penonton di tribun saat pria bertato itu memberikan instruksi padamu."

Alexa melongo. "Lo mau ikut balapan juga, Om?! Lo kan biasanya naik mobil pake Supir!"

"Kalau kamu bisa belajar jadi Nyonya Arsalan, saya juga bisa belajar jadi pembalap. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan dapat pole position di hati kamu," ujar Zyan sambil tersenyum licik.

Malam itu, di tengah aroma oli dan bensin di bengkel baru mereka, sebuah persaingan baru dimulai. Bukan lagi melawan penjahat, tapi melawan ego dan rasa cemburu yang dibalut dengan kecepatan mesin.

Bersambung.....

1
Mela Mela
karyanya menarik bgt,seru,menantang bgt bacanya..seakan gw ikut masuk. didalem ceritanya👍
neyrfly: makasih kakk🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!