NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.Perdebatan.

Flowy meletakkan kedua tangannya dipinggang.Wajahnya yang cantik tampak sangat menyeramkan saat ini.Dia melotot kearah Mark,yang tengah berdiri didepannya dengan kepala tertunduk,sembari memegang tas tangan seorang wanita.

Jelas saja,tas itu adalah milik Jane.

Pada awalnya, Mark ingin menyusul Carlos untuk memberitahukan tentang kejadian ini.Akan tetapi,sial baginya.Begitu dia hendak menaiki tangga menuju lantai dua,Flowy sudah muncul dan menatapnya dengan penuh kebencian.Tubuh Mark mendadak menegang.

"Mati aku." Umpatnya didalam hati.

Sejujurnya Mark merasa sangat dirugikan.

Bukankah dia hanya menjalankan perintah dari sang tuan muda.Namun, ketika masalah tiba,dialah yang bertugas untuk menanggung segala kemarahan dari mereka.

"Apa yang akan kau lakukan jika terjadi sesuatu kepada Jane? Apakah kau bisa menebusnya seumur hidup mu?" Tanya Flowy dengan tajam.

Amarahnya ini,bukan semata-mata hanya karena dia tidak menyukai keputusan Carlos dan Mark,yang menurunkan Jane dijalan begitu saja.Tetapi juga karena dia benar-benar khawatir kepada Jane,sebagai sesama wanita.

Dunia di luar sana sangat tidak aman bagi mereka kaum wanita.Setiap hari,selalu ada laporan mengenai kasus pelecehan yang dialami oleh seorang wanita yang sedirian.Dan Flowy takut jika hal yang sama akan terjadi kepada Jane.Oleh karena itu, kemarahannya ini benar-benar meledak ketika melihat Mark.

Ungkapan Flowy itu juga didengar oleh Carlos yang baru saja melewati anak tangga terakhir.

Tubuh Carlos mendadak menegang.Ingatannya seketika berputar ke masa lalu.Sensasi dingin langsung merambat melalui kakinya.Carlos menggelengkan kepalanya dengan kuat,berharap tidak terjadi apa-apa dengan Jane.

Lagipula,Jane adalah wanita dewasa.Dia pasti lebih mengetahui cara untuk menjaga dirinya sendiri.

Terlebih lagi,Jane juga bukan wanita yang lemah.

Memikirkan hal tersebut, kecemasan yang tadinya menghantui Carlos ,mereda seketika.

Langkah kakinya juga semakin rileks.

"Sudahlah, tidak perlu memperbesar masalah." Ucap Carlos.

Dia yang awalnya ingin menyusul Jane,memilih duduk di sofa sembari memeriksa ponselnya.

Flowy masih ingin berdebat,namun Mark sudah lebih dahulu menghentikannya lewat kedipan mata.

Hemp.

Flowy mengelos acuh,lalu memilih kembali ke kamarnya.

....

Jane disisi lain.

Dia duduk sembari mengusap lengannya yang terbuka.Udara dingin yang menggigit membuat seluruh tubuhnya menggigil hebat.Jane sesekali mencoba menghentikan taxi yang melintas didepannya.Tetapi tidak ada yang benar-benar bersedia untuk berhenti.Mereka melaju melewatinya dengan tergesa-gesa,seolah-olah dirinya adalah wabah.

Jane menghela nafas dengan pasrah.Bibirnya sudah berubah menjadi keunguan,kering,dan pecah-pecah karena dehidrasi.Satu-satunya hal yang Jane inginkan saat ini hanyalah selimut hangat,yang memeluk tubuhnya dengan lembut.

Kelopak matanya semakin lama,semakin berat.Dinginnya malam membuat Jane tidak kuasa menahan rasa kantuknya.

Tiba-tiba sebuah mobil menepi tepat didekatnya.

Jane yang awalnya meletakkan kepalanya diatas kedua lututnya,segera duduk dengan tegak.Perasaan tidak menyenangkan segera menghampiri dirinya.

Jane menatap pintu mobil itu dengan waspada.

"Selamat malam,Nona.Ada yang bisa saya bantu?"

Tanpa diduga, prasangka buruk didalam hati Jane sangat berbeda dengan kenyataan yang ada.

Pria yang mengemudikan mobil itu sama sekali tidak turun dari mobilnya,dan hanya menurunkan kaca mobil,lalu mengajaknya berbicara.

"Saya tersesat." Jawab Jane pendek.

Bukan bermaksud untuk tidak bersikap sopan.Hanya saja,Jane sudah sangat lemah karena kelaparan dan kedinginan.Ditambah lagi mulutnya sudah kering sejak tadi.

Pria itu tampak berfikir sejenak,tidak lama kemudian,pria itu membuka pintu mobilnya lalu memberikan sebuah mantel hangat kepada Jane.

"Ini adalah mantel milik saya,maaf.Saya melihat Anda sudah sangat kedinginan." Ucapnya dengan lembut dan sopan.

Baru pada saat itulah Jane dapat melihat dengan jelas rupa pria itu.Wajahnya sangat tampan,kulitnya putih bersih,tubuhnya tinggi dan bagus.Rambutnya dipotong rapi berwarna hitam.Matanya yang dalam memancarkan cahaya kelembutan yang langka pada seorang pria.

Jane bahkan sampai terpesona olehnya.

Sadar akan sikapnya yang kasar,Jane segera meminta maaf.

"Tidak masalah,Nona.Saya hanya merasa jika seorang wanita cantik tidak boleh duduk sembarangan di tepi jalan." Ucap pria itu dengan lembut.

Jane menerima mantel pria itu dan memakainya di tubuhnya.Rasa hangat langsung menyelimuti tubuh Jane.

"Terimaksih banyak,Tuan.Saya tidak tahu akan seperti apa jadinya saya,jika Anda tidak muncul sekarang." Kata Jane.

Ini merupakan ucapan paling tulus dari Jane.

Pria itu tersenyum lembut.Karena sepertinya Jane berada dalam kesulitan,pria itu tidak segan-segan menawarkan bantuannya kepada Jane.

"Jangan salah paham.Saya memang suka membantu orang lain.Jadi,meskipun yang malam ini duduk disini bukan Anda,saya tetap akan membantunya." Jelas pria itu kepada Jane,ketika Jane menatapnya dengan penuh tanda tanya.

Mungkin karena sikap dan tutur kata pria itu yang baik,Jane menjadi tenang.Dia tanpa sungkan menceritakan kondisinya saat ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Pria itu juga merupakan pendengar yang baik.Dia tidak menyela saat Jane berbicara,dan juga tidak mengejek Jane,ketika Jane mengaku bahwa dia adalah isteri Carlos Benjamin.Hanya ada sedikit keterkejutan dimata pria itu,yang sempat tertangkap oleh Jane.Namun selebihnya sikap pria itu sangat baik.

"Kalau begitu,jika Anda tidak keberatan,saya bisa mengantar Anda kekediaman Benjamin.Kebetulan saya sedikit mengenal mereka."

Tentu saja apa yang diucapkan oleh pria tampan ini bagai angin segar bagi Jane.

Begitu saja,Jane masuk kedalam mobil pria itu.

"Kita sudah membicarakan banyak hal,tetapi kita tidak saling mengenal.Rasanya agak sedikit aneh,kan?"

Pria ini sepertinya sangat memahami cara untuk membuat orang disekitarnya merasa nyaman.

Dan Jane sangat menyukai sikapnya ini.

"Tentu saja,nama saya adalah Jane.Anda bisa memanggil saya dengan nama saja.Tampaknya usia kita tidak jauh berbeda." Seru Jane dengan senang.

"Hello,Jane.Nama saya Calvin,panggil saja saya Calvin."

Keduanya tertawa setelah saling memperkenalkan diri.

Dari percakapan singkat mereka,Jane mengetahui jika Calvin adalah seorang koki profesional.Dia baru saja kembali dari keliling dunianya.Lalu mereka bertemu secara tidak sengaja.

"Kalau begitu,dimana Anda tinggal?" Tanya Jane dengan penasaran.

"Apartement.Kebetulan saya telah memiliki satu unit di kota ini." Jawab Calvin.

Jane mengangguk,lalu memilih diam.Sisa perjalanan mereka diisi dengan keheningan.

....

Satu jam kemudian,mobil itu akhirnya berhenti di depan gerbang tinggi keluarga Benjamin.

Jane langsung keluar dari dalam mobil.

"Terimaksih banyak,Calvin.Mantel Anda akan saya kembalikan setelah saya membersihkannya.Bolehkan saya meminta kartu nama Anda?" Tanya Jane.

Meskipun dia sudah sangat tidak bisa menahan diri,dia tetap tidak bisa melupakan penyelamatnya ini.

"Tentu saja,ini." Calvin memberikan sebuah kartu nama kepada Jane.

"Terimakasih banyak."

"Tidak masalah,sama-sama.Kalau begitu,saya permisi dulu."

"Paman Kecil !!!!"

1
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!