NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Walt Disney Magic Kingdom

Amerika Serikat

Jika Aretta di Indonesia tengah mengumpulkan bukti-bukti kebusukan keluarga Wilson beda halnya dengan keluarga Wilson sendiri yang tengah asik berjalan-jalan di Walt Disney Magic Kingdom.

Rachel dan Melissa terlihat antusias dan begitu bahagia mereka berlari-larian ke sana ke mari sambil bergandeng tangan memesuki dunia hiburan itu.

"Princess hati-hati sayang jangan lari-lari nanti kalian jatuh." Tristan memperingati.

"Oke papa." Jawab mereka berdua sambil memberikan jempol ke arah Tristan.

Mereka yang melihat kelakuan Rachel dan Melissa terkekeh kecil sungguh sangat menggemaskan princess Wilson pikir mereka semua namun tidak dengan Revan yang jijik melihatnya.

"Kalian ber 3 jaga lag adik-adik kalian kamu tunggu di resto sama." Ucap Zelin sambil menunjuk restoran yang tidak jauh dari mereka berdiri.

"Iya mah." Ucap Renan dan Robert bareng. Renan dan Robert mengangguk mereka langsung berjalan meninggalkan orang tua mereka untuk menyusul kedua adiknya, begitupun dengan Revan yang ikut menyusul kedua adiknya tanpa berkata apapun.

Melihat ketiga anaknya sudah pergi menyusul Rachel dan Melissa para orang tua bergegas berjalan ke arah restoran yang tadi Zelin tunjuk.

Mereka semua duduk dan berbincang-bincang santai membicarakan hal-hal lucu yang membuat mereka tertawa bahagia.

Di bangku berbeda yang isinya Zelin, Alina dan Jenny mereka berbincang-bincang ringan menggambarkan kebahagiaan mereka karena bisa berlibur ke luar negeri, walaupun keluarga Wilson kaya raya tapi untuk liburan ke luar negeri dengan jangka waktu yang sangat lama itu langka sekali.

"Akhirnya bisa liburan juga ya." Ucap Alina merenggangkan kedua tangannya menarik nafas panjang seperti tengah menghirup udara segar

Jenny dan Zelin mengangguk mengiyakan. "Lo benar, kapan lagi kita liburan lama kan terus keliling beberapa negara juga." Ucap Zelin.

"Bener banget gua gak sabar mau ke negara lainnya." Ucap jenny antusias.

Ting

"Aku tunggu di toilet." Isi pesan yang di kirim seseorang di ponsel Zelin.

"Baiklah." Zelin membalas pesan itu.

Zelin melirik ke sana ke mari memastikan orang itu sudah pergi ke toilet, lalu beberapa menit kemudian Zelin bangkit dari duduknya

"Mau kemana Lin?" Tanya Alina yang melihat Zelin bangkit dari duduknya.

"Mau nyari toilet gue kebelet banget mules soalnya." Jawab Zelin memasang wajah yang sudah tak tahan seperti ingin buang air besar.

"Mau di anterin gak?" Tawa jenny.

Zelin langsung menggeleng cepat. "Gak usah gue sendiri aja, tar yang ada malah ngerepotin lo."

"Oh gitu yaudah hati-hati." Jawab Alina dan Jenny kompak.

Zelin hanya mengangguk lalu meninggalkan mereka berdua. Jenny dan Alina yang melihat ekspresi wajah Zelin menahan ingin buang air besar terkekeh geli sebab ekspresi Zelin sangat lucu menurutnya.

Tak berapa lama Zelin telah sampai di toilet wanita yang sangat sepi dan sunyi. Zelin masuk ke dalam tak lupa ia mengunci pintunya.

Zelin melangkah ke salah satu bilik toilet lalu membuka pintu bilik toilet itu.

Grep

Sebuah tangan langsung menarik Zelin dan mendorongnya gmhingga Zelin terbentur tembok toilet.

"Astaga ap....hhmmppphhh." Ucapan Zelin terhenti sebab mulutnya bungkam dengan bibir seseorang terlebih dahulu.

Zelin yang merasa sudah kehabisan nafas tangannya memukul-mukul pundak orang itu, orang lain yang mengerti apa maksud Zelin langsung melepaskan ciumannya.

"Hah...hah...hah mas Kalingga kamu ini ya kebiasaan banget sih." Omel Zelin sambil mengatur nafasnya.

"Aku merindukanmu baby." Ucap Kalingga dengan senyum menggodanya.

Kalingga? Yaps benar sekali orang itu adalah Kalingga anak ketiga dari Matthew. Tidak ada yang tau bahwa mereka berdua menjalani hubungan gelap dan terlarang.

Perselingkuhan Zelin dan Kalingga sudah berjalan 2 tahun belakangan ini, alasan mereka menjalankan perselingkuhan karena Kalingga yang merasa tidak puas saat berhubungan dengan jenny istrinya dan menurut Kalingga jenny itu berubah, jenny mulai mengacuhkan dirinya saat dirinya ingin meminta haknya.

Di saat kalingga sedang frustasi karena jenny tidak mau memberikan hak ya setiap ia minta dan Kalingga juga gak suka dengan perubahan jenny yang suka mengacuhkannya dan tidak peduli terhadapnya. Di situ Kalingga tidak sengaja melihat Zelin yang tengah di kamar mandi dapur yang jarang untuk orang tempati dan lewati sedang memakai pakaian dalamnya.

Kalingga yang memang sudah di bakar gairah langsung masuk dan mengunci pintu, Zelin yang di dalam terkejut karena kehadiran Kalingga di saat ia sedang memakai pakaian dalamnya. Tanpa bertanya ba bi bu Kalingga langsung menerjang Zelin dan mereka melakukan hubungan suami istri. Dari sana hubungan perselingkuhan keduanya berlanjut hingga sekarang.

Kalingga langsung membuka bajunya lalu ia juga membukakan baju Zelin dengan tergesa-gesa. "Mas pelan-pelan dong aku tau kamu sudah tidak sabar." Goda Zelin dengan senyum mengejek. Akhirnya Zelin dan Kalingga melakukan permainan di toilet.

Permainannya panas Kalingga dan Zelin berlangsung selama 15 menit, mereka berdua memang sengaja bermain cepat sebab mereka berdua takut yang lainnya curiga karena tidak keluar-keluar dari toilet.

Di posisi Rachel, Melissa, Renan dan Robert mereka tengah menaiki kereta tambang tujuh kurcaci. Kebahagiaan sangat terpancar jelas oleh mereka berempat.

"Seru banget ya ampun." Ucap Melissa melihat-lihat ke sekitarnya ia melihat ada air terjun di batu-batu.

"Kurcacinya lucu-lucu." Ucap Rachel terkekeh kecil.

Durasi naik kereta tambang tujuh kurcaci telah selesai Rachel dan Melissa segera turun dari kereta begitupun dengan Renan dan Robert.

"Kita kemana?" Tanya Renan.

"Ke mama aja yuk di resto sama." Ajak Robert lalu berjalan ke arah restoran tempat orang tua mereka duduk diikuti Melissa, Rachel dan Renan mengikuti Robert dari belakang.

...----------------...

Indonesia

Setelah pulang sekolah Aretta bergegas masuk ke dalam kamarnya ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Setelah beberapa menit Aretta selesai dengan ritualnya ia langsung mengambil laptopnya dan menyalakannya. "Gue mau lihat apa aja yang mereka lakukan di sana." Ucap Aretta.

"Heh, jangan kalian pikir gue bodoh, justru gue lebih cerdas dari kalian buktinya gue kirim mata-mata ke sana kalian gak tau hahaha."

Aretta memang mengirim beberapa mata-mata untuk melaporkan kegiatan apa saja yang Keluarganya lakukan selama liburan di sana. Bagaimana bisa tidak ketahuan? Tentu saja mata-mata Aretta adalah semua ajudan Matthew yang menemani keluarga Wilson selama liburan di sana.

Klik

"Astaga..." Aretta terkejut melihat vidio yang ia dapatkan. Di sana terlihat jelas Matthew dan Melissa tengah berhubungan layaknya suami istri di salah satu kamar di dalam jet pribadi. Dan yang paling tidak menyangka nya di sana Melissa menyuntikkan obat tidur dosis tinggi pada Rachel agar ia tidak terbangun di saat Matthew dan Melissa sedang melakukan kegiatan panasnya.

"Sumpah gila anjir keluarga Wilson benar-benar gila. Dan gua semakin yakin buat menghancurkan mereka semua sampai hancur sehancur-hancurnya." Ucap Aretta dengan sorot mata yang begitu tajam menatap layar laptopnya yang sedang menampilkan kegiatan panas Matthew dan Melissa.

"Kasian banget lo Aretta harus hidup dan terlahir dari keluarga bajingan kek gini. Aretta gue janji akan secepatnya me menghancurkan mereka semua walaupun mereka nantinya minta maaf sampai nangis darah pun gue gak akan pernah memaafkan mereka, gue akan membunuh mereka satu-persatu karena orang-orang seperti mereka hanya hama di dunia ini."

Sesak, ia sesak melihat vidio itu mungkin ini perasaan Aretta asli tapi lebih ke gak nyangka karena keluarganya menjadi seperti ini setelah meninggalnya omah yang ia sayangi.

"Tapi seinget gue si kakanya Aretta yang pertama gak pernah ikut-ikutan buat nyiksa Aretta dia cuman diemin Aretta dan membencinya hanya itu aja. Hem keknya bisa di atur untuk yang satu ini lagian kek gue ngeliat dia sepertinya tau sesuatu."

Revan memang tidak pernah menyiksa Aretta selama ini ia hanya membenci Aretta tapi tidak menyiksanya. Sebenarnya Revan kasian melihat Aretta di siksa seperti itu oleh keluarganya tapi Revan tidak bisa ngapa-ngapain selain dia hanya melihatnya saja.

"Walaupun dia dingin dan membenci tubuh ini tapi Revan diam-diam selalu masuk ke kamar Aretta untuk mengobati lukanya. Mungkin gue akan maafin dia tapi gak langsung gue maafin tentunya gue akan kasih pelajaran dulu ke dia." Seringai Aretta yang tau apa yang akan ia lakukan nantinya untuk kasih Revan pelajaran.

Aretta melihat jam di dinding yang ternyata sudah pukul 11 malam. "Lebih baik gue tidur deh besok gue harus ke mansion Alexander untuk kasih tau semuanya siapa gue yang sebenarnya. Semoga aja Mommy dan Daddy percaya dan Nerima gue sebagai anaknya, apalagi bang Azka gue kangen banget sama dia semoga dia mau Nerima gue sebagai adiknya deh." Ucap Aretta sambil membereskan laptopnya menyimpan vidio Melissa dan Matthew di dalam flashdisknya lalu menaruh di atas nakas yang dekat dengan meja belajarnya.

Aretta berjalan ke arah kasurnya lalu Aretta merebahkan tubuhnya mencari posisi ternyamannya. "Selamat malam dunia tipu-tipu." Ucap Aretta lalu memejamkan matanya.

Happy reading guys.

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!