NovelToon NovelToon
WARISAN PEMIKAT JANDA

WARISAN PEMIKAT JANDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: StarBlues

Seorang pria miskin harus menelan pahitnya dikhianati dan ditinggalkan kekasihnya di saat yang sama. Sempat hancur dan hampir menyerah, dia akhirnya memilih bangkit demi membalas semuanya. Sampai suatu hari, dia menemukan liontin misterius warisan keluarga yang mulai mengubah hidupnya. Dengan cara yang tak biasa, dia perlahan membalikkan nasib lewat hubungan dengan para janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarBlues, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Suasana di dalam kamar sempit itu terasa semakin panas, pengap oleh aroma gairah yang menyengat dan keringat yang bercucuran dari dua tubuh yang saling beradu. Lisa benar-benar dibuat terbang ke awang-awang.

Sebagai wanita penghibur, ia sudah kenyang melayani berbagai macam tamu dengan beragam jenis fantasi yang aneh, namun belum pernah ada pria yang mampu membuatnya mencapai puncak kenikmatan berkali-kali bahkan sebelum tamu itu sendiri selesai.

Akan tetapi, Juan tampak masih sangat kokoh. Timun super-nya masih keras dan tegang sempurna, urat-uratnya menonjol kuat seolah tak menunjukkan tanda-tanda akan segera tumbang.

Ukuran dan kekuatannya seolah menantang siapa pun yang berani menghadapinya di atas ranjang.

Lisa, yang merasa Juan telah membayar mahal untuk jasanya, tidak ingin reputasinya jatuh. Ia merasa punya kewajiban moral untuk memuaskan pria perkasa yang kini tengah menindihnya ini.

"Kamu benar-benar luar biasa, Juan. Aku belum pernah mendapatkan tamu seperkasa ini," bisik Lisa dengan napas yang memburu di telinga Juan.

Ia mengumpulkan sisa tenaganya yang mulai menipis, lalu memberikan sedikit ludah pada ujung timun milik Juan sebagai pelumas tambahan.

Dengan perlahan namun pasti, ia kembali menuntun benda besar nan panas itu untuk masuk ke dalam lembah basah dan becek miliknya yang sudah bersimbah cairan gairah.

Sekali lagi, tubuh mungil Lisa bergetar hebat. Ukuran milik Juan benar-benar tak lazim, hampir menyerupai milik orang-orang Negro yang pernah ia dengar dalam cerita kawan-kawannya di pangkalan.

Namun di balik rasa sakit yang menghujam karena peregangan yang maksimal, Lisa merasakan sensasi nikmat yang tak terkira saat timun itu masuk sepenuhnya, terasa begitu penuh dan mentok tepat di depan pintu rahimnya.

"Ahhh... penuh sekali, Juan... ini sangat dalam!" rintih Lisa dengan mata terpejam erat.

Lisa mulai bergerak, awalnya berhati-hati mengikuti irama napas Juan, namun perlahan gerakannya semakin menggila. Suara gesekan kulit yang basah dan desahannya yang parau memenuhi kamar kecil itu, menciptakan gema yang memantul di dinding kayu yang kusam.

"Ohh Juan, milikku tidak akan lupa dengan bentuk timun supermu!!" racau Lisa dengan suara desahan merdunya yang pecah.

Timun super milik Juan berdiri menjulang dan terus memberikan kenikmatan baru bagi Lisa. Dia sungguh tidak akan lupa bagaimana bentuk timun super milik Juan yang terasa berdenyut di dalam sana.

Bahkan lembahnya seolah akan mengingat jelas setiap jengkal tekstur dari timun super itu selamanya.

Sensasi ini begitu baru bagi Lisa, membuatnya kehilangan kendali hingga ia kembali mencapai puncak kenikmatan untuk sekian kalinya.

Rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya saat rahimnya dipompa habis-habisan. Tubuh Lisa akhirnya ambruk lemas di atas dada bidang Juan yang berotot dan basah oleh peluh.

"Kamu kok kuat banget... aku sampai lemas begini tapi kamu belum juga keluar," ujar Lisa dengan suara yang hampir habis, dadanya yang padat naik turun dengan cepat.

Meski tenaganya terkuras, Lisa tidak ingin berhenti begitu saja. Ia merasa bersalah karena sebagai pihak yang dibayar, justru dialah yang dibuat begitu puas sementara Juan masih terjaga dengan senjatanya yang belum sampai pada puncaknya.

Ia kembali melumat bibir seksi Juan, mencoba membakar kembali gairah pria itu yang seolah tak terbatas.

"Biarkan aku istirahat sebentar... setelah ini, aku janji akan memuaskanmu sampai tuntas," janjinya dengan sisa-sisa tenaga.

Setelah mengatur napas selama beberapa menit di pelukan Juan, Lisa kembali beraksi. Ia melumat bibir Juan, mengendus leher dan dadanya hingga membuat Juan mendesis nikmat.

Di bawah sana, timun super milik Juan yang masih bersemayam di dalam lembah Lisa kembali bangkit dengan kekuatan penuh, seolah mendapatkan suntikan energi baru.

Tangan berotot Juan tidak tinggal diam. Ia meraih "melon" milik Lisa, meremas gumpalan daging itu dengan kuat. Ukurannya memang tidak sebesar milik Ibu Hani, namun sangat pas dan kenyal di genggaman tangannya yang besar.

Remasan itu memberikan sensasi nikmat tiada tara yang dirasakan oleh Lisa hingga ia kembali melenguh.

Lisa kembali menggoyangkan tubuhnya, berusaha memberikan servis terbaik demi harga dirinya sebagai wanita. Namun kali ini Juan tidak lagi pasif.

Ia melakukan dorongan kuat dari bawah, gerakan yang presisi dan bertenaga, membuat miliknya terasa begitu mentok menghantam pintu rahim Lisa berulang kali.

"Ohh God! Itu... di situ, Juan! Ahhh!" teriak Lisa dengan mata memutih sempurna. Ia kembali dibuat tidak berdaya, mencapai puncak kenikmatan yang kesekian kalinya akibat gempuran tanpa ampun dari Juan.

"Tuan... kenapa punyamu belum juga keluar..." suara Lisa terdengar sangat lemas, seolah seluruh tulangnya telah dicopot dari tempatnya.

Juan hanya merespons dengan senyum misterius, senyum seorang pemenang. Ia bangkit, lalu mengangkat tubuh mungil Lisa yang sudah seperti tak bertulang.

Ia mengatur posisi agar satu kaki Lisa terangkat, sementara tangan wanita itu dipaksa berpegangan pada lemari kecil di samping tempat tidur sebagai tumpuan.

Kini, Juan yang memegang kendali penuh atas permainan. Ia memimpin pergulatan panas itu dengan ritme yang brutal dan konstan.

Timun super-nya bergerak keluar masuk dari lembah basah Lisa dengan kecepatan yang mengerikan, membuat wanita penghibur itu hanya bisa mendesah tanpa henti, kepalanya terkulai lemas di bahu Juan.

Saat Juan merasakan lahar panasnya sudah siap meledak di ujung tanduk, ia berencana menarik miliknya keluar untuk menghindari risiko.

Namun, dalam kondisi lemasnya yang luar biasa, Lisa justru melingkarkan kakinya yang jenjang ke pinggang Juan, menahan pria itu agar tetap di dalam.

"Keluarkan di dalam, Tuan... aku ingin merasakannya... tolong," pinta Lisa dengan tatapan memohon yang sayu.

Juan tidak menolak permintaan tulus itu. Dengan satu sentakan terakhir yang sangat dalam hingga ke akar-akarnya, ia menembakkan lahar panas yang sangat deras.

Cairan kental dan panas itu langsung menyembur memenuhi lembah milik Lisa, menenggelamkan wanita mungil yang baru saja dihajar habis-habisan oleh kekuatan magis timun super milik Juan.

Lisa terengah-engah, merasakan kehangatan yang menjalar di dalam dirinya, tubuhnya menjadi bergetar hebat dan akhirnya membuat Lisa kembali mencapai puncak kenikmatan hanya dengan tembakan lahar panas dari Timun super Juan.

Lisa menyadari bahwa malam ini ia baru saja bertemu dengan pria yang bukan hanya menyelamatkan masa depannya, tapi juga memberikan pelajaran tentang nikmat yang sesungguhnya.

”Akhirnya, jika kau belum juga mencapai puncak. Aku sungguh sudah menyerah, tenagaku benar-benar habis di buat oleh timun super milikmu... ” Lisa hampir ambruk ke lantai andai Juan tidak sigap menangkap tubuhnya.

Juan dengan segera menggendong tubuh Lisa dan memindahkannya ke tempat tidur. Namun, sebelum Juan melepaskan gendongan Lisa menarik kepala Juan ke arahnya, mengecup bibir Juan dengan lembut.

”Terima kasih tuan, aku tidak akan melupakan pengalaman ini,”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!