NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Kita pulang ke rumah, mama udah kangen sama kamu, " ucap Galang dengan lembut.

Aku pun hanya mengangguk karena aku sudah setuju buat maafkan Galang. Kami pun tiba di rumah dan saat masuk rumah salah satu ART di Galang menyambut aku dengan senang.

"Akhirnya neng Alika pulang, bibi kangen, " sambil memegang tangan ku bibi berkata wajah bahagia.

"Iya bi aku pulang, " balas ku dengan tersenyum.

"Ayo neng, bibi antar buat istirahat, " ajak bibi dan aku pun mengangguk.

Aku naik ke pantai atas dan berjalan ke arah kamar ku. Saat pertama aku masuk tidak ada yang berubah sama sekali. Aku pun melangkah ke dalam dan duduk di atas tempat tidur. Tiba-tiba Galang datang dan dia menyerahkan ponselku yang dulu aku tinggal. Aku menerimanya dan langsung menyalakan ponsel ku. Tidak ada yang berubah sama sekali masih sama seperti saat aku tinggalkan.

"Kamu istirahat saja, aku balik ke rumah sakit karena harus jemput sama dan papa, " beritahu Galang dan aku pun mengangguk.

Namun aku di buat kaget karena sebelum pergi Galang mencium kening ku membuat aku kaget.

"Aku berangkat, " pamitnya lalu keluar dari kamar.

Aku pun merebahkan tubuh ku dan tak terasa aku pun tidur karena saat aku membuka mata dam melihat jam ternyata sudah sore dan aku melihat jaket Galang sudah ada di gantungan. Aku pun segera bangun dan berlari keluar karena gak enak juga. Aku turun dan aku melihat mama sedang di dapur menyiapkan makanan. Galang dan papa entah dimana.

"Ma, " panggil ku dan mama pun berbalik melihat ke arah ku.

"Sayang, udah bangun kamu? " tanya nya setelah memeluk ku.

"Maaf ma aku ketiduran, " aku gak enak.

"Gak apa-apa, ayo duduk, " titahnya dan menyuruh aku duduk.

"Ma, abang sama papa mana? " tanya ku karena tidak melihat mereka.

"Mereka lagi di ruang kerja papa lagi bahas kerjaan, 'jawab mama memberitahu ku.

"Udah kamu duduk aja, mama mau balik masak bentar lagi beres ko, " lanjut mama dan langsung kembali masak.

Aku sangat bersyukur karena memiliki mertua yang baik bahkan mama gak pernah meminta aku kerja.Aku pun cuman diam lihatin mama masuk di dapur. Tak lama semua masakan sudah siap dan baru lah aku bantu bawakan ke meja makan.

"Kamu panggil papa sama Galang di ruang kerja papa, disini biar mama saja, " titah mama meminta ku memanggil papa dan Galang.

Aku langsung pergi dan berjalan menuju ruang kerja papa namun tibanya di depan pintu aku lihat pintunya tidak tertutup rapat jadi aku bisa mendengar pembicaraan mereka.

"Alika udah balik, berati kamu sudah siap dengan apa yang akan terjadi ke depan nanti, " ucap papa dengan nada khawatir.

"Papa tenang saja, aku sudah siap dengan konsekuensi yang akan aku Terima nanti. Aku sayang dan cinta sama Alika berati aku juga harus mau Terima kekurangannya, " balas Galang.

Aku bingung dengan maksud pembicaraan mereka, aku merasa kalau di depan nanti bakal ada masalah besar yang harus siap Galang Terima.

"Papa sama mama pasti dukung kamu begitu pun keluarga mama kamu, jadi papa minta jangan pernah merasa sendiri, " ucap papa lagi.

"Bang, " panggil ku sedikit berteriak agar mereka tidak berpikiran kalau aku menguping pembicaraan mereka.

"Ya, " jawab Galang berteriak lalu dia keluar dan kaget saat melihat aku sudah ada di depan pintu.

"Makanan sudah siap bang, " beritahu ku.

"Ayo, " ajaknya sambil merangkul ku dan tak lupa papa mengikuti kami.

Tibanya di meja makan kami pun langsung duduk dan mulai makan. Selama makan aku hanya diam saja karena memikirkan ucapan papa dan Galang tadi.

"Oya, tadi om Ilham ngasih tau kalau kondisi Reyhan sudah membaik dan Reyhan sudah menerima kondisinya, "beritahu Galang.

" Syukur kalau gitu, "balas ku.

Setelah makan aku pun kembali ke kamar dan Galang mengikuti dan membuat aku kaget karena dia tiba-tiba memeluk ku dari belakang.

" Jangan pernah pergi lagi dari rumah, kalau ada masalah kita bicarakan, "ucap Galang dan aku hanya mengangguk.

" Sekarang aku benar-benar berhenti dari kerjaan ku bersama om Ilham hanya saja aku belum yakin musuh-musuh ku bakal diam saja. Jadi aku harap kamu bisa jaga diri dan kalau ada apa-apa langsung kasih tau aku, "beritahu Galang.

" Siap, "ucap ku lalu membalik tubuh ku dan sekarang posisi kamu berhadapan.

" Abang juga janji, kalau ada maslah jangan sembunyikan dari aku karena aku gak mau jika harus tau dari orang lain, "pinta ku dan Galang mengangguk.

Untuk selanjutnya kalian pasti tau lah gak usah aku ceritakan juga.

Sejak hari itu hubungan ku dengan Galang baik-baik saja bahkan aku pun kembali ke sekolah dan mengajar seperti biasa. Untuk a Reyhan dia masih libur karena kondisinya belum benar-benar pulih sedangkan Suci dia meminta libur lebih lama karena ada masalah di rumahnya. Namun sejak hari itu penghuni sekolah bersikap ramah setelah tahu kalau aku istri dari Galang karena aku juga baru tau kalau keluarga Reyhan merupakan penyumbang terbesar di sekolah tempat ku mengajar. Namun tetap saja masih ada banyak orang yang dekati aku hanya karena ingin cari muka dan ada juga yang tulus. Bahkan kepala sekolah pun bersikap ramah pada ku membuat aku heran.

"Bu Alika, " panggil Dimas sahabat Reyhan.

"Iya Dim, ada apa? " tanya ku saat Dimas mendekatinya.

"Anu bu, aku mau minta tolong sama ibu, " jawab Dimas.

"Minta tolong apa?, kamu bilang saja, " ucap ku karena Dimas sedikit ragu-ragu.

"Tolong titip ini sama Reyhan, " Dimas memberikan sebuah buku dan entah apa isinya.

"Apa ini? " tanya ku mengangkat buku yang aku pegang.

"Aku juga gak tau bu, karena itu titipan dari murid lain juga, " jawab Dimas tidak jujur.

"Yakin kamu gak tau?, siapa yang ngasih? " selidik ku karena buku yang di berikan Dimas sepertinya dari cewek.

"Dira bu, " ucap nya pelan.

Aku pun tersenyum lalu memukul tangan Dimas.

"Ngapain takut, wajar kali usia kalian naksir lawan jenis, ibu juga dukungan gitu, " ujar ku sambil tersenyum namun raut wajah Dimas kaget saat aku berkata seperti itu.

"Aku pun menatapnya penuh selidik, jangan bilang kamu paksa cewek itu buat ngasih catatan yang untuk Reyhan? "tanya ku.

" Enggak kok bu, "balas Dimas sedikit takut.

" Jujur sama ibu? "tegas ku dan Dimas menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar mengumpulkan keberanian.

" Reyhan nyuruh aku buat catatan pelajaran yang ketinggalan tapi, ibu tau sendiri aku kaya gimana jadi aku suruh Dira yang buat dan aku melakukannya dengan ancaman, "penjelasan Dimas membuat aku heran.

" Jangan kamu ulangi lagi, "peringatan ku.

1
Astrireynadiaz
ok
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!