Ketika cinta sudah berada ditikungan terakhir dan selangkah lagi menuju finish, namun ternyata semua harus terhenti ditengah jalan.
Tiga hari sebelum hari pernikahannya Ana membatalkan rencana pernikahan nya tersebut.
Apakah alasan Ana mengakhiri semuanya?
Mungkinkah tidak ada hati yang terluka?
Jangan pernah hadir ditengah tangan yang sedang menggenggam tangan lainnya sampai salah satu tangan melepaskannya
Jika Tuhan mengambil apa yang kamu genggam bukan berarti Dia menghukummu, Dia hanya mengosongkan tanganmu untuk menerima yang lebih baik
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anis Abibich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Omnivora Pemakan Segala
Angga mengirim pesan pada Ana
ANGGA
"apa bisa kamu kirim alamat rumahmu? Motor kamu biar dianter ke rumah kamu"
ANA
"ga usah mas, nanti biar saya ambil sama ob kantor"
ANGGA
"emang mau kamu ambil dimana? Motor kamu udah aku suruh ambil orang bengkel untuk diperbaiki, sekarang udah selesai biar sekalian dianter ke rumah kamu"
ANA
"aku jadi ga enak mas, banyak merepotkan mas Angga"
Ana akhirnya memberi alamat rumahnya.
Hari ini pekerjaan tidak begitu banyak, pukul lima sore pekerjaannya telah selesai semua. Ana segera membereskan mejanya dan mematikan komputernya, dia berencana pulang on time karena dia sedang tidak sholat maka dia tidak menunggu habis magrib. Dia berencana mengambil kebaya untuk akad nikahnya.
Tok
Tok
Ana membuka pintu ruangan pak Bara, "pak, saya pulang duluan ya, assalamualaikum"
"iya Ana, waalaikumsalam" jawab pak Bara
Ana telah memesan taxi online untuk menuju mall tempat butik yang mengerjakan kebayanya.
Sebelum menuju butik Ana masuk ke toko buku terlebih dahulu, dia mau mencari hadiah buat murid mengajinya. Dia berencana memberikan pembatas buku yang bentuknya lucu lucu. Ana hampir setiap bulan memberi reward pada semua murid mengajinya walaupun hanya benda benda yang sederhana namun membuat oma oma itu semakin bersemangat mengaji.
Ketika antri dikasir ada yang memanggi Ana "tante Ana"
Ana meloleh ke samping kanan, "Mecca"
Mecca mendekat ke tempat Ana "lagi belanja apa tante?"
"lagi beli pembatas buku, Mecca lagi cari apa?"
"lagi cari kado buat opa, tante sendirian?"
"iya sendirian, Mecca sama siapa?"
"tadi sama teman, tapi teman Mecca udah balik, ini nunggu mama katanya mau nyusul kesini, tante sudah mau pulang?"
"belum, habis ini mau ambil kebaya tante di lantai tiga"
"Mecca boleh ikut tante aja? Sambil nunggu mama"
"ga apa-apa, emang udah dapat kado yang dicari?"
"udah sich tante, tapi Mecca mau sholat magrib dulu, tante sudah sholat?"
"tante lagi libur, nanti tante temanin ke mushola"
Setelah membayar belajaannya Ana dan Mecca menuju mushola mall. Ana duduk diluar mushola menunggu Mecca. Ponsel Ana berbunyi diliatnya nama Angga
"assalamualaikum mas"
"waalaikumsalam, kamu lagi dimana? Ini aku dikantormu kata security kamu sudah pulang naik taxi, kok kamu ga nunggu aku, kan aku bilang tadi mau jemput kamu"
"maaf mas tadi aku pulang cepat, aku mau ambil kebayaku di mall, aku lupa ngabari kamu"
"kamu tunggu disitu aja aku meluncur kesana"
"ga usah mas, aku bisa pulang sendiri kok"
Mecca menepuk pundak Ana "tante"
."kamu pergi ama siapa?" Angga mendengar suara orang disamping Ana.
"kebetulan tadi ketemu Mecca disini, ini lagi di mushola habis sholat magrib"
"Mecca anak kak Ria?"
"iya"
"mana aku mau ngomong ama dia"
Ana memberikan ponselnya pada Mecca "om Angga mau bicara ama kamu"
"assalamualaikum po, ada apa?"
"waalaikumsalam, ngapain kamu di mall?"
"jalan-jalan lah, emang popo kerja terus"
"popo mau kesitu, kamu tunggu situ sama tante Ana, tante Ana jangan boleh pulang dulu"
"ngapain sih kesini, mengganggu aja, aku dan tante Ana mau shoping shoping"
"udah jangan banyak protes, pokoknya tunggu disitu, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Mecca menyerahkan ponsel Ana. "ayo tante katanya mau ambil kebaya tante"
Mereka berdua menuju lantai tiga, mereka masuk ke sebuah butik. Ana berbincang dengan pegawai butik, Mecca duduk di sofa sambil bermain ponsel.
"dicoba dulu aja mbak biar kalau ada yang belum pas bisa kita perbaiki" ucap pegawai butik
Ana masuk ke ruang ganti untuk mecoba kebayanya.
Ponsel Mecca berbunyi, diliatnya nama Angga
"assalamualaikum, kamu dimana, ini popo udah di mall?"
"waalaikumsalam, dilantai tiga dibutik classic namanya"
"ya udah popo otw kesana"
Angga bergegas menuju butik. Setelah menemukan butik yang dimaksud dia segera masuk, diliatnya Mecca duduk di sofa, dia mendekati dan duduk disamping Mecca "mana tante Ana?"
"lagi di dalam nyoba kebayanya" jawab Mecca sambil tetap memainkan ponselnya
Angga akhirnya memilih duduk disofa di depan Mecca
Ana tidak tau jika ada Angga, Ana membuka pintu ruang ganti dan hendak memanggil Mecca, dia mau minta Mecca melihat kebayanya kurang apa, "Mecca" panggil Ana
Mecca mendengar namanya dipanggil melihat ke arah Ana "apa tante?"
"sini" Ana melambaikan tangannya pada Mecca untuk mendekat, hanya kepala Ana yang keluar dari pintu.
Mecca mendekat ke arah Ana, Angga yang duduk disofa depan Mecca juga ikut berdiri mengikuti Mecca, "ngapain popo ikut, sana duduk aja"
"popo kan juga pengen tau ada apa"
Ana kaget ketika ada Angga, dia segera menutup pintu ruang ganti, Mecca mengetik pintu ruang ganti dan kemudian masuk. Angga duduk kembali di sofa.
Setelah beberapa saat dan Mecca udah keluar dari ruang ganti.
Angga melihat mereka keluar dari ruang ganti dengan saling tertawa tawa, mereka sudah terlihat akrab "semoga Ana tidak terkontaminasi para perempuan halu itu" bisik Angga
Setelah menyelesaikan urusannya dengan pegawai butik Ana menghampiri Mecca dan Angga yang duduk di sofa
"maaf mas sudah menunggu" kata Ana pada Angga
Angga hanya tersenyum.
"popo traktir kita makan ya?" Mecca mendekati Angga sambil bergelayutan di lengan Angga
"mau makan apa?"
"asik, karena ditraktir kita pilih restoran yang mahal ya" ucap Mecca sambil melirik ke Ana
Ana hanya tersenyum.
"tante Ana suka steak? Kita makan steak aja yuk" ucap Mecca pada Ana.
"tante Ana itu pemakan segala asal halal" celetuk Angga sambil tersenyum
"apaan sih ga ditanya ikut jawab" ucap Mecca pada Angga dengan sewot "popo itu tugasnya cuma bayarin, jadi ga usah ikut milih tempat makannya"
Ana hanya tersenyum "terserah Mecca mau makan dimana tante ayo aja, bener kok yang dibilang om Angga tante ini omnivora "
Akhirnya mereka bertiga masuk ke sebuah restoran steak yang cukup terkenal dan mahal.
Mereka duduk dan mulai memesan makanan, ponsel Mecca berbunyi diliat nama Mama Ria.
"assalamualaikum ma"
"waalaikumsalam, kamu dimana? Ini mama udah di mall"
"di restoran steak dilantai lima"
"ya udah mama naik kesana"
"siapa?" tanya Angga pada Mecca
"mama" jawab Mecca sambil meletakan ponselnya
Beberapa saat kemudian mama Ria masuk ke restoran, dicarinya Mecca, Mecca yang melihat mamanya datang langsung melambai lambaikan tangannya sambil berdiri "mama mama", Ria yang melihat anaknya heboh dari kejauhan langsung menuju meja Mecca
"biasa aja kali ga usah heboh gitu kayak ga ketemu mama kamu berapa tahun" ucap Angga
"biarin loh" ucap Mecca sewot sambil duduk disebelah Ana.
"aduh mimpi apa mama ini tadi Mecca bisa bertemu orang ganteng ini" ucap Mama Ria heboh sambil mencubit pipi Angga.
"apaan sih, sama aja ibu dan anak halu semua" ucap Angga kesal sambil megangi pipinya
"semua oppa oppa di drama korea yang suka di liat ama mama Tasya itu lewat ama kamu, gantengnya kamu itu susah diterjemahkan dengan kata kata maupun perbuatan" ucap mama Ria sambil memandang Angga dengan wajah halunya.
"sudah ma kasih pujiannya entar mama bisa bisa jatuh cinta ama popo, bahaya masak popo harus menikah ama kakaknya nanti bisa jadi judul sinetron 'kakakku istriku'" Mecca bicara dengan tertawa
"dasar kumpulan perempuan perempuan halu"
Mama Ria melihat Ana duduk disamping Mecca baru sadar kalau ada Ana, "ya Allah ternyata ada mbak Ana, maaf loh mbak baru sadar" mama Ria segera menghampiri duduk Ana dan mendaratkan pipinya pada pipi Ana.
"makanya jadi orang jangan halu gitu jadinya mahluk yang nyata sampai tidak terlihat" ucap Angga.
"kalian udah pesan makanan?"
Tanya mama Ria
"sudah, mama mau pesan apa biar Mecca pesankan"
"mama pesankan minum aja, lagi males makan steak"
Mecca melambaikan tangan memanggil pegawai restoran lalu memesankan minuman untuk mamanya.
"kok bisa ngumpul disini?" tanya Mama Ria
"tadi Mecca ketemu tante Ana di toko buku, tapi itu cowok ganteng mama pakai ikut nyusul ke sini"
"kamu udah dapat kadonya buat opa?"
"udah dapat"
"besok sabtu pak Danu ulang tahun yang ke 75, mau dirayain di hotel, kamu datang ya Ana?" ucap mama Ria pada Ana.
"enggak usah mbak" ucap Ana
"ga apa apa Ana, ini bukan acara keluarga kok, papa mengundang beberapa pegawai perusahaan dan rekan bisnis papa, kamu kan juga pegawai papa"
"tapi saya cuma pegawai biasa mbak"
"nanti datang ama aku aja, mama juga pasti diundang, jadi mama biar ada temannya" ucap Angga
"iya tante datang aja"
"liat nanti aja ya mbak" ucap Ana
"pokoknya kamu harus datang, kalau enggak nanti pak Danu aku minta memecat kamu" ucap mama Ria sambil tersenyum.
Ana hanya bisa tersenyum
Pesanan mereka datang, dan mereka menikmati makanan yang telah mereka pesan.
Setelah selesai makan mereka memutuskan pulang. Mecca pulang bersama mama Ria dan Ana akan diantar Angga pulang.
"makasi ya po untuk traktirannya, tante Ana jangan lupa sabtu datang ya" ucap Mecca sambil mencium punggung tangan Angga dan Ana secara bergantian
"pamit pulang dulu ya mbak Ria" Ana mendekati Ria kemudian menempelkan pipinya ke pipi mama Ria.
"jangan lupa datang ya"
"Angga kamu anter Ana sampek rumah, hati hati"
"beres" jawab Angga
Mereka menuju mobil masing-masing, Angga melajukan mobilnya menuju rumah Ana.
"kebaya yang kamu ambil tadi buat acara nikahan kamu?" tanya Angga
"iya"
"emang sudah diputuskan menikah dengan siapa?" Angga bertanya sambil tetap fokus melihat ke depan.
Ana hanya terdiam memandang lampu sepanjang jalan yang menghiasi gelapnya malam dari balik jendela mobil.
*
*
*
Jika kau mencintai seseorang sebelum menikah, tidak ada yang halal kecuali doa. Cinta itu doa maka doakan orang yang kau cintai.
Bersambung
😍
sayang q terlambat menemukan nya,
tapi seruuuu
maaf thor baru like storynya