NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Waktu Dimulai Cepat

"Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Damon.

Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén beserta Kaisar Muchen terdiam sejenak lalu menoleh pada Juang Liang yang terbaring tak sadarkan diri di lantai ruangan apartemen Damon tinggal.

"Kita harus membangunkan Tangki dari Klenteng Birokrasi Surga ini sebelum kita lakukan ritual memasuki alam tidur anak ini." kata Dewa Zhen Wu.

"Baiklah, aku akan membangunkannya." kata Kaisar Muchen.

Dewa Zhen Wu dan Damon langsung menoleh ke arah Muchen, menatapnya serius.

"Bagaimana bisa???" kata mereka berdua kompak.

"Bisa, aku akan menyadarkan Tangki Mazu dan mengobatinya." kata Muchen disertai bunyi suara Ting... Ting... dari dua belas Liu Giok nya, sambil mendekat.

"Tu-tunggu, Kaisar!" cegah Damon.

"Apa?" tanya Kaisar Muchen seraya berpaling kepada Damon. "Kenapa kamu menahan ku? "

"Lebih baik aku saja yang menyadarkan Tangki Mazu. Sebab ditakutkan nanti, Tangki akan pingsan lagi jika melihat Kaisar." kata Damon.

"Oh... Kau benar..." kata Muchen tersentak sadar lalu mengambang mundur. Ting... Ting... Ting...

"Jangan tersinggung, Kaisar Muchen. Tapi, apa yang dikatakan oleh Damon ada benarnya juga, jika Tangki Mazu melihat mu lagi maka dia pasti lari terbirit-birit." kata Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén.

"Lari terbirit-birit.." gumam Muchen terhenyak kaget lalu terdiam.

"Biar Damon saja yang membangunkan dia, Kaisar Muchen... selebihnya kami yang urus semuanya, lebih baik Kaisar menyembunyikan diridari pandangan mereka setelah mereka sadar." kata Dewa Zhen Wu.

"Ah, iya, ak-aku akan menyembunyikan diriku dari pandangan mereka, benar juga, manusia paling segan pada hantu atau arwah." kata Kaisar Muchen menunduk murung.

"Tapi untuk apa membangunkan Tangki Mazu, Dewa Zhen Wu?" tanya Damon lalu menoleh ke arah Tangki Mazu.

"Tangki Mazu harus tahu bahwa kita akan melakukan ritual khusus memasuki alam tidur Juang Liang, diperlukan bantuan Tangki yang paham keadaan anak laki-laki ini." kata Dewa Zhen Wu.

"Tidakkah cukup Dewa Zhen Wu saja yang menyembuhkan nya, bukannya anda adalah Dewa iblis terkuat di muka bumi ini." kata Damon.

"Tapi... aku bukan penyembuh, tugasku bertindak sebagai Dewa pemburu iblis seperti dirimu, Damon." kata Dewa Zhen Wu.

Damon mengangguk paham kemudian mencoba membangunkan Tangki Mazu agar dia terbangun sadar. Dan Dewa Zhen Wu turut membantu Damon dengan mengerahkan energinya pada Tangki Mazu.

Sekuat tenaga mereka bersama-sama menyadarkan Tangki Mazu, dengan bantuan Dewa Zhen Wu, ia menghapus ingatan Tangki Mazu tentang Kaisar Muchen.

"Ugh... Kepalaku sakit sekali..." bisik Tangki Mazu saat dia tersadar.

"Anda baik-baik saja, Tangki Mazu?" tanya Damon sembari membantu Tangki dari Klenteng Birokrasi Surga itu duduk.

"Aku dimana sekarang? " tanyanya berusaha mengingat-ingat. Tapi dia tidak mengerti kenapa dirinya bisa ada di ruangan apartemen ini.

"Anda di apartemen tempat aku tinggal, mungkin keadaannya kurang nyaman bagi Tangki Mazu sehingga anda belum terbiasa disini." kata Damon.

"Oh, begitu rupanya..." kata Tangki Mazu lalu menoleh ke arah Juang Liang yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai.

Seketika Tangki Mazu melonjak panik, dengan paniknya, dia menghampiri Juang Liang yang tidak sadarkan diri.

"Tuan muda Juang Liang..." panggilnya cemas.

"Tenang saja, dia baik-baik saja, tapi ada yang hendak aku sampaikan kepada Tangki Mazu soal anak laki-laki ini." kata Damon dengan nada hati-hati.

"Ya, baiklah, aku akan mendengarkannya dengan serius..." sahut Tangki Mazu kemudian duduk tenang di samping Juang Liang.

"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada Tangki Mazu, bahwa untuk menyembuhkan anak ini, kita perlu Tangki membantuku melakukan ritual khusus." kata Damon dengan tatapan serius.

"Ritual khusus?" tanya Tangki Mazu dengan kening berkerut rapat.

"Benar sekali, ada ritual khusus yang harus Juang Liang jalani supaya dia bisa bangun kembali." sahut Damon.

"Ritual khusus apakah itu, katakan padaku secara detail, aku akan berusaha keras untuk menjalankan ritual itu." kata Tangki Mazu.

"Begini..." Damon menoleh ke arah Dewa Zhen Wu yang menampakkan diri dalam wujud samar, disebelahnya tampak Kaisar Muchen bersandar dengan posisi kepala terbalik ke bawah, dan mereka berdua sama-sama menatap kepada Damon.

Damon menelan salivanya pelan, dan tenggorokannya tiba-tiba terasa kering kerontang.

"Kita akan menjalankan ritual khusus dengan memasuki alam sadar Juang Liang saat anak ini dalam keadaan tertidur lelap, dia bukan pingsan seperti yang kita semua duga melainkan anak laki-laki ini jatuh terlelap tidur tanpa bisa terbagun lagi." kata Damon.

"Tapi dia kerasukan seperti pemberitaan yang disampaikan oleh keluarga besarnya bahwa Tuan muda Juang Liang sebenarnya terkena pengaruh iblis sewaktu dia di tempat bimbingan belajar nya." tegas Tangki Mazu.

"Ya, kemungkinan kabar berita itu benar, tapi kurasa bukan seperti itu keadaannya sebenarnya, Juang Liang jatuh tidak sadarkan diri selama berminggu-minggu lamanya lantaran dia terjebak dalam alam tidurnya." kata Damon.

"Bagaimana anak ini bisa terjebak sedemikian rupa padahal Tuan muda Juang Liang hanya tidur pulas tanpa melakukan kesalahan apapun?" tanya Tangki Mazu tidak mengerti.

"Karena itulah kita cari tahu penyebab nya, dengan memasuki dunia tidurnya maka kita akan segera mengetahui masalah yang terjadi pada Juang Liang." sahut Damon.

"Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang untuk membantu Tuan muda ?" tanya Tangki Mazu dengan tatapan serius.

"Bantu aku memasuki alam tidur Juang Liang supaya kita tahu hal yang terjadi padanya di alam tidurnya." kata Damon.

"Ta-tapi caranya aku tidak tahu, bagaimana melakukan ritual khusus itu?" tanya Tangki Mazu.

"Tangki Mazu cukup berdoa saja, dan aku akan berbaring tidur disisi samping Juang Liang." kata Damon.

"Baiklah, aku akan melakukannya." kata Tangki Mazu seraya membuka Kitab Kuning Tua di tangannya serta mulai merapalkan do'a suci.

"Tangki Mazu sudah siap, kalau anda sudah siap maka kita memulai ritual khusus itu sekarang." kata Damon.

Tangki Mazu mengangguk paham seraya menatap serius ke arah Damon yang berbaring di lantai apartemen.

"Ya, aku sudah siap." sahut Tangki Mazu.

"Kalau begitu kita lakukan sekarang." kata Damon. "Dan jangan berhenti berdoa." sambungnya serius.

Seketika ruangan apartemen berubah gelap gulita, suara dengkuran halus dari Juang Liang memecah kesunyian.

Namun suasana terasa hening meskipun ada suara dengkuran halus milik Juang Liang, bahkan udara seperti menusuk tulang padahal ruangan tertutup sempurna, dan keadaan di ruangan itu semakin mencekam meski hari masih petang.

Tiba-tiba sejumlah lilin menyala terang mengelilingi ruangan apartemen tanpa tahu darimana datangnya semua lilin-lilin itu berasal.

Tangki Mazu agak merinding ngeri saat menyadari ada keanehan yang terjadi di ruangan apartemen ini ketika lilin-lilin itu meyala terang dengan sendirinya namun dia berusaha tidak memperdulikan hal itu. Dan terus melanjutkan tugasnya membaca do'a-do'a suci dari Kitab Kuning Tua.

Damon telah terbaring tidur, seperti nya dia mulai terlelap nyenyak.

Sekelebat bayangan samar membayangi dari arah belakang Tangki Mazu yang sibuk merapalkan do'a suci.

Seolah-olah bayangan itu sedang mengawasi semuanya, bahkan hal yang dilakukan oleh Tangki Mazu tak luput dari pengawasan.

Kuku-kuku jari jemari tangan Tangki Mazu mencengkeram tepi Kitab Kuning tua yang dia genggam erat-erat.

Tangki Mazu berusaha tetap tersadar penuh meskipun itu sangat sulit baginya karena tekanan kuat dari suasana mencekam di ruangan ini memaksanya tidak jatuh pingsan.

Ia memejamkan kedua matanya rapat-rapat, menepiskan rasa takut yang begitu besar dalam hatinya, jujur walaupun dia seorang Tangki dari Klenteng Ternama, tapi ia tetap seorang manusia biasa yang banyak kekurangan nya.

Udara semakin menusuk tulang, dingin sedingin suhu es di pegunungan kutub utara bahkan dinginnya melampaui lautan Alaska.

Bayangan samar terus bergerak-gerak dari arah belakang Tangki Mazu yang sedang berkonsentrasi penuh dengan tugasnya, walaupun begitu, pikiran Tangki Mazu mulai terganggu oleh bayangan tersebut.

Tangki Mazu merasakan bayangan samar itu mulai merapat padanya, hampir-hampir saja Tangki Mazu menjatuhkan genggaman tangannya pada Kitab Kuning Tua dari lontar kuno.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!